Ditemukan 30181 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
ABSTRAK
Faktor- faktor yang berhubungan dengan drop out nya peserta dari Bapel JPKMsangat penting untuk diteliti secara mendalam, karena perusahaan asuransi termasukBapel JPKM hanya dapat hidup dan berkembang jika ada peserta. Bahkan, Bapei JPKi\1harus berupaya menambah jurnlah dan mempertahankan peserta yang ada sedemikianrupa sehingga hukum yang berlaku dalam bisnis asuransi Jhe law of large number dapatterpenuhi. Disamping itu, JPKM mesti membenahi upaya kebijakan pembiayaankesehatan yang selama ini belum menunjukan hasil yang menggembirakan. Padahalpraupaya itu mempunyai implikasi yang luas terhadap akses golongan masyarakattertentu dalam mendapatkan pelayanan kesehatan yang selayaknya dan telahdimasyarakatkan hampir 20 tahun.Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi yang mendalam tentangfaktor-faktor yang menyebabkan peserta JPKM Jasma Angsana Singkawang menjadidrop out (DO). Oleh karenanya dipilih jenis penelitian kualitatif melalui Wawancaramendalam dan Fokus Grup Diskusi (FGD). Wawancara mendalam dilakukan terhadap11 orang informan kunci, terdiri dari Direktur Bapel JPKM Jasma Angsana beserta 2orang kolektor, Direktur RSUD Abdul Azis Singkawang beserta .2 orang perawat,Pimpinan Puskesmas dan 2 orang staf, Wakil Ketua Badan Pembina dan 1 orang stafDinas Kesehatan Kabupaten Sambas. FGD dilakukan terhadap 45 orang peserta JPKMyang terdiri dari 3 kelompok peserta yang DO dan 3 kelompok pese.rta yang tidak DO.tiap kelompok FGD terdiri dari 7 sampai 8 orang peserta.Analisis data menghasilkan beberapa hasil penelitian. Pertama, pengetahuanpeserta tentang hak dan kewajibannya sangat rendah. Kedua Sikap peserta terhadapsistim gotong royong dalam pembiayaan kesehatan cukup 'baik, namun hal ini tidakdengan sendirinya mendorong peserta untuk rnempertahankan kepesertaannya. Ketiga,hilangnya kepercayaan sebagian pesena terhadap Bapel JPKM Jasma Angsana. Keempat,adanya kolektor yang tidak disiplin. Kelima, tingginya biaya perawatan di RS danrendahnya penggantian dari Bapel Jasma Angsana. Keenam, tidak dimanfaatkannyaPuskesmas Pembantu dalam pelayanan kesehatan bagi peserta. JPKM. Ketujuh, tidakadanya penyuluhan terhadap peserta aktif, dan kedelapan, pengamh teman/keluargamempakan faktor-faktor yang menyebabkan peserta Bapel JPKM Jasma AngsanaSingkawang menjadi drop out.Oleh karena itu, ada berbagai saran yang mesti dikemukakan. Pertama, BapelJasma Angsana disarankan untuk mengadakan feasibility study guna mencari angkayang tepat dalam menetapkan premi yang ideal, melakukan pelatihan dan pembinaan bagikolektor, mengadakan pembinaan dan penyuluhan kepada peserta, memanfaatkanPuskesmas pembantu secara optimal dalam memberikari pelayanan kesehatan terhadappeserta JPKM. Kedua, Pemerintah daerah setempat hams mengupayakan subsiditerhadap premi, sehingga tidak memberatkan peserta. Ketiga, Dinas KesehatanKabupaten Sambas hams memberikan pembinaan kepada peserta aktif Keempat, penelitilanjut hendaknya mempelajari kemauan dan kemampuan masyarakat dalam mengikutiprogram JPKlvl. Kelima, Departemen Kesehatan Pusat hams meningkatkan kemampuandan keahlian petugas pelaksana kesehatan di lapangan.
Schizophrenia relapses is a problem that occurs in SingkawangMental Hospital, WestKalimantan Province. The number of patients with schizophrenia who relapseincreased every month. Based on the data, there was an increase of cases fromJanuary (48 cases), February (55 cases), and March (60 cases).The aims of this study isto find out information about the relapse overview inschizophrenia patients at Singkawang West Kalimantan Province in the year of2014.The study design used is a qualitative method. The study was conducted inMay-June 2014.In-depth interviewstechniques was used for data collection.The results showed there are five variables that influence the occurrence of relapse,ie family support (knowledge, attitudes,culture, stigma)and drug compliance. Thereare families still treat the patients with rude and only pay attention to take hismedication alone but in fact there are still people who do not regularly takemedication. While in the case of the comparison which is to the patient's family, justthe opposite is happening. While in the both groups, the handling look the difrent inevery cultures.Family therapy program is needed at the SingkawangMental Hospital, WestKalimantan Province.Keywords :schizophrenia relapses, family support, families of relapse and not-relapse patients
The aims of the research are to find out (1) the implementation of health operational assistance (BOK) at Bekasi City Health Center, (2) the size and objectives of the policy, (3) implementation of coverage programs for obstetric complications management, (4) the availability of human resources, (5) implementation disposition and (6) social, economic and political environment that affect the implementation of health operational assistance (BOK) with coverage of obstetric complications management in the Bekasi City Health Center in 2019. Research variables include human resources, budget, guidelines, facilities, planning, implementation, monitoring and evaluation. The sample involved in implemention of health operational assistance (BOK) with coverage of obstetric complications management in the Bekasi City Health Center consisted of 9 respondents. The results of the research revealed that budget planning was in accordance with technical guidelines, human resource policies were inadequate, the amount of funds was sufficient and the accountability process needed 2 supervision and simplification of reporting. At the level of achievement of the obstetric complications management program, service coverage has increased, but there are some services that do not meet the Minimum Service Standards (MSS) targets.
