Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 33364 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Hermawanto; Pembimbing: Mieke Savitri; Penguji: Wachyu Sulistiadi, Fauzy Masjhur, Purwanti Aminingsih
Abstrak: Kepatuhan analis laboratorium terhadap prosedur mutu laboratorium di Rumahsakit Ketergantungan Obat Jakarta perlu di analisis sehubungan dengan adanyakomplain dari pelanggan internal tentang mutu hasil pemeriksaan laboratorium.Laboratorium merupakan bagian dari mata rantai pelayanan Medik. Kepatuhananalis laboratrum terhadap prosedur mutu merupakan awal upaya meminimalkanmedical error yang berarti meningkatkan patient safety. Penelitian ini bertujuanmenganalisis kepatuhan analis laboratorium terhadap prosedur mutu laboratoriumdi Rumah sakit Ketergantungan Obat Jakarta tahun 2015.Penelitian ini menggunakan desain penelitian kualitatif dengan melakukanwawancara mendalam pada informan internal 6 orang analis laboratorium danpada informan eksternal 4 jajaran direksi. Selain itu dilakukan observasi dantelaah dokumen yang relevan.Sejumlah antisipasi menghadapi kendala dilapangan dilakukan untuk menjamindata penelitian valid dan bisa dipercaya.Hasil penelitian menunjukkan bahwa analis laboratorium tidak selalu patuhterhadap prosedur mutu laboratorium. Aspek Pengetahuan, Masa Kerja, Pelatihan,Sikap, Motivasi, Pengawasan dan Sarana menjadi aspek yang digali untukmendapatkan gambaran kepatuhan analis laboratorium terhadap prosedur mutulaboratorium.Disimpulkan bahwa Pengawasan dari atasan langsung yang lemah dan Sikap darianalis laboratorium yang tidak baik menjadi alasan ketidak patuhan terhadapprosedur mutu. Kepala Instalasi laboratorium melakukan evaluasi diri dan segeramenyusun agenda untuk perbaikan tata kelola laboratorium, dikhususkan bersamadireksi melakukan review terhadap semua dokumen yang kadaluarsa, danmembuat panduan kegiatan yang belum dibuat.Kata kunci : kepatuhan, analis laboratorium, prosedur mutu laboratorium.
Read More
B-1748
Depok : FKM-UI, 2015
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Lucia Maya Savitri; Pembimbing: Pujiyanto; Penguji: Amal Chalik Sjaaf, Puput Oktamianti, Yuniar Sukmawati, Ockti Palupi Rahayuningtyas
Abstrak: RSKO merupakan RS milik Kementerian Kesehatan yang menerapkan sistemremunerasi sejak tahun 2014. Penelitian ini bertujuan menghasilkan sistemremunerasi yang dapat diterima oleh stakeholder di RSKO Jakarta. Penelitian inimenggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Hasil penelitianmenemukan bahwa sistem remunerasi saat ini sudah memenuhi prinsip kepatutannamun belum memenuhi prinsip keadilan dan kelayakan, belum transparan sertabelum tersosialisasi dengan baik. Nilai nominal remunerasi yang kecil,kesenjangan antara remunerasi yang diterima dengan tunjangan kinerjaKementerian Kesehatan dan rasa kurang dihargai menyebabkan ketidakpuasanterhadap sistem remunerasi. Disarankan kepada RSKO untuk melakukan evaluasisistem remunerasi secara berkala dan meningkatkan PNBP.Kata Kunci:Analisis, remunerasi, rumah sakit
RSKO is a hospital that belongs to Ministry of Health that have beenimplementing remuneration system since 2014. Purpose of this study is to identifya remuneration system that accepted by stakeholder in RSKO Jakarta. Thisresearch is qualitative with case study. The current remuneration system alreadymeets the principles of decency but not currently meet the eligibility principlesand fairness. Low nominal value of remuneration, the gap between remunerationin RSKO with performance allowance in Ministry of Health and feeling lessappreciated caused dissatisfaction of the remuneration system. RSKO have toevaluate periodically the remuneration system and raise the revenue.Keyword:Analysis, remuneration, hospital.
Read More
B-1764
Depok : FKM-UI, 2016
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Lucyanel Arlym; Pembimbing: Suprijanto Rijadi; Penguji: Dumilah Ayuningtyas, Sandi Iljanto, Wirda Saleh
Abstrak: Tesis ini bertujuan untuk mengetahui kepuasan pasien terhadap pelayanan Instalasi Rawat Jalan Rumah Sakit Ketergantungan Obat (RSKO) dan faktor-faktor yang berhubungan dengan kepuasan pasien, yakni karakteristik pasien dan pelayanan di instalasi rawat jalan. Metode penelitian analitik cross sectional pada 110 pasien rawat jalan. Digunakan analisis univariat, bivariat dan multivariate dengan uji statistic chi square dan regresi logistik.
Hasil penelitian 64% responden menyatakan puas. Tiga variabel karakteristik yang dominan berhubungan adalah pekenjaan, penghasilan dan pendidikan. Tiga variabel pelayanan di rawat jalan yang dominan berhubungan adalah lingkungan sarana/prasarana di ruang tunggu, pelayanan tenaga perawat di poli dan pelayanan tenaga dokter di ruang periksa. Dari karakteristik pasien didapatkan komunitas yang memerlukan pelayanan berorientasi pelanggan, komunikatif, cepat, tanggap, dan kualitas dan kompetensi pelaksana pelayanan. 
Prioritas saran untuk lingkungan sarana/prasana di ruang tunggu lebih memperhatikan kenyamanan ruang tunggu, melengkapi dengan kipas angin/ac, bahan bacaan dan kebersihan wc/toilet, diklat customer care training untuk perawat, kedisiplinan dokier, penjadwalan kunjungan, dan meningkatkan pemasaran rumah sakit.
 

This Research aims to determine patient satisfaction on service of ambulatory care Installation at Drug Dependence Hospital Jakarta in year 2010 and the factors associated with patient satisfaction, ie, patient characteristics and service in ambulatory care installation. The method of this thesis is cross sectional analytic study on 110 patients that used univariate analysis, bivariate and multivariate analysis. Chi square and logistic regression is used as statistic test. 
The research results that 64% respondents who expressed satisfaction. There are three dominant variables of patient characteristics that are related to occupation, income and education. There are three dominant variables of ambulatory services related with satisfaction, that are environmental infrastructure in the waiting room, nursing services, and physician services. By patients characteristics this research informed that requiring community services more customer-oriented, communicative, fast, responsive, and competence and quality of the service implementation.
 As Suggestions for waiting room facilities service is to keep waiting room comfortable with air conditioner, the reading materials and sanitary toilets, training for customer care, training for nurses, doctors are more disciplined and stand by at the poly, schedule visiting, and increase hospital marketing.
Read More
B-1259
Depok : FKM-UI, 2010
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Oktavia Tri Hapsari; Pembimbing: Wahyu Sulistiadi; Penguji: Vetty Yulianty Permanasari, Regina Aloyse Meilinda
S-8883
Depok : FKM UI, 2015
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Maya Setyawati; Pembimbing: Puput Oktamianti; Penguji: Masyitoh Bashabih, Helen Andriani, Budi Raharjo, Alvin Kosasih
Abstrak:
Waktu tunggu pelayanan resep di instalasi rawat jalan merupakan salah satu indikator penilaian kinerja instalasi farmasi yang mempengaruhi mutu pelayanan rumah sakit sehingga rumah sakit perlu melakukan upaya agar waktu tunggu pelayanan resep di instalasi rawat jalan dapat memenuhi Standar Pelayanan Minimal (SPM). Melalui metode Lean dengan pendekatan Value Stream Mapping penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prosedur pelayanan resep di instalasi rawat jalan RSKO Jakarta, mengidentifikasi value added serta waste yang terjadi sehingga dapat dianalisis faktor penyebab waste yang dapat dicegah melalui rekomendasi usulan perbaikan yang diberikan. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pengumpulan data yang didapatkan melalui pengamatan dan pencatatan waktu tunggu pelayanan resep obat jadi dan obat racikan di instalasi rawat jalan RSKO Jakarta yang sudah menggunakan e-resep, penggalian informasi secara mendalam kepada informan serta telaah dokumen. Dilakukan pengamatan terhadap 20 resep obat jadi dan 10 resep obat racikan. Pemilihan informan dilakukan menggunakan teknik puposive sampling dan dilakukan wawancara kepada pasien untuk mendapatkan value dari perspektif customer sesuai prinsip dari metode Lean. Data yang didapatkan kemudian dianalisis untuk mendapatkan faktor penyebab lamanya waktu tunggu pelayanan resep menggunakan fishbone diagram kemudian dilakukan sistem skoring dengan menilai aspek urgency, severity serta growth penyebab masalah sehingga dapat dirumuskan prioritas rekomendasi yang perlu dilakukan. Hasil penelitian yang dilakukan pada bulan April-Mei 2023 mendapatkan bahwa rata-rata waktu tunggu pelayanan resep obat jadi adalah 49.25 menit (dengan nilai VAR 17.5%), dan untuk obat racikan 80.2 menit (dengan nilai VAR 33%) yang berarti masih melebihi SPM yang ditetapkan KMK No 128 tahun 2009 (obat jadi < 30 menit, obat racikan < 60 menit). Beberapa faktor penyebab terjadinya waste adalah inefisiensi SDM, sistem inventory farmasi yang belum otomatisasi, kurang optimalnya evaluasi/pemantauan penggunaan obat, tidak adanya sistem pemisahan pelayanan resep IGD dengan instalasi rawat jalan, SPO pelayanan resep yang belum disesuaikan dengan pelaksanaan e-resep dengan penetapan baku mutu respon time setiap proses, jaringan sistem informasi yang sering down/loading berulang dan seringnya interupsi permintaan informasi dari pasien. Diharapkan ke depannya dapat dilakukan strategi perbaikan untuk memperbaiki waktu tunggu pelayanan resep yaitu meningkatkan efisiensi SDM melalui pengaturan agar saat jam sibuk SDM farmasi fokus mengerjakan tupoksi pelayanan resep, adanya fasilitasi sistem inventory farmasi dengan sistem otomatisasi, penerapan sistem evaluasi pemantauan penggunaan obat dengan lebih efektif agar perencanaan pengadaan menjadi lebih akurat, pengaturan pemisahan pelayanan resep dari IGD, penyusunan SPO sesuai dengan pelaksanaan pelayanan resep, pemisahan penggunaan jaringan sistem informasi untuk pelayanan dengan perkantoran serta penyediaan dashboard informasi yang mudah terlihat oleh pasien (visual management)  

Analysis of Outpatient Installation Pharmacy Waiting Time at Special Hospital of Drug Addiction Jakarta in 2023 Abstract Prescription services waiting time in outpatient installations is one of the indicators for evaluating the performance of pharmaceutical installations that affects the quality of hospital services. Hospitals need to effort that prescription services waiting time meet the Minimum Service Standards (SPM). Through the Lean method with the Value Stream Mapping approach, this study aims to determine the prescription service procedures at the outpatient installation of RSKO Jakarta, identify value added and non-value added and waste that occurs so that factors that cause waste can be analyzed which can be prevented through the strategy recommendations obtained. This is a qualitative research with data collection obtained through observing and recording the e-prescriptions services waiting time at the RSKO outpatient installation, extracting in-depth information from informants and reviewing documents. Observations were made on 20 concoction medicine recipes and 10 concoction medicine recipes. The selection of informants was carried out using a purposive sampling technique and interviews were conducted with patients to obtain value from the customer's perspective according to the principles of the Lean method. The data obtained is then analyzed to obtain the factors affecting the prescription services waiting time duration using a fishbone diagram then a scoring system is carried out by assessing the urgency, severity and growth aspects of the cause problem so that priority recommendations can be formulated. The results of research conducted in April-May 2023 found that the average waiting time for prescription drug services was 49.25 minutes (VAR 17.5%) and for concoction drugs 80.2 minutes (VAR 33%), which means that it still exceeds the SPM set by KMK No. 128 of 2009 (no concoction drug recipe < 30 minutes, concoction drug recipe < 60 minutes). Some of the factors that cause waste are inefficiency in human resources, pharmaceutical inventory systems that have not been automated, inadequate evaluation/monitoring of drug use, the absence of a separate system for emergency prescription services, prescription service SPO that has not been adjusted with the establishment of prescription response time quality standardsfor each process, networks information system that frequently down/loads repeatedly and patient’s interruption for asking information. It is hoped that in the future an improvement strategy can be carried out to improve the waiting time for prescription services; increasing HR efficiency through arrangements so that during peak hours pharmaceutical HR focuses on working on the duties and functions of prescription services, facilitating a pharmaceutical inventory system with an automated system, implementing an evaluation system for monitoring drug use more effectively so that procurement planning becomes more accurate, regulation separates prescription services from the emergency room, providing SPO in accordance with prescription service implementation, separate the information system network between patient services and office and providing reachable information for pastient (visual management).  

Read More
B-2338
Depok : FKM-UI, 2023
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ary Faddila; Pembimbing: Indri Hapsari; Penguji: Sandi Iljanto; Amal C. Sjaaf; Fauzy Masjur, Nuryalis
B-1751
Depok : FKM UI, 2016
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Hilda Elsa Putri; Pembimbing: Masyitoh; Penguji: Puput Oktamianti, Astried Maydhita Putri
S-8943
Depok : FKM UI, 2016
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Fadly Persi; Pembimbing: Rokiah Kusumapradja
B-469
Depok : FKM UI, 2000
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Benny Patuwo; Pembimbi: Amila Megraeni; Penguji: Dumilah Ayuningtyas, Wachyu Sulistiadi, Yuli Prapanca Satar
B-872
Depok : FKM-UI, 2005
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Wahyu Radityo Utomo; Pembimbing: Suprijanto Rijadi; Penguji: Puput Oktamianti, Vetty Yulianty Permansari, Fauzi Masjhur, Nuryalis
Abstrak: Tesis ini membahas model Integrated Care Pathway (ICP) perawatan pasiendengan penyalahgunaan NAPZA putus zat opioid sebagai salah satu kasus.Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan desain deskriptif. Hasilpenelitian menunjukkan koordinasi, komunikasi, kesinambungan dan kolaborasipelayanan pasien putus zat opioid belum berjalan optimal yang melibatkanberbagai unsur disiplin keilmuan pada pelayanan yang diberikan. Model ICPyang diusulkan agar dikembangkan kembali dengan melibatkan berbagai multidisiplin ilmu yang terlibat di dalam pelayanan pasien dengan penyalahgunaanNAPZA putus zat opioid di RSKO Jakarta melalui sebuah kegiatan FGD yangmelibatkan lebih banyak tenaga kesehatan yang terkait dengan layanan sehinggadapat menghasilkan ICP yang sesuai dengan kebutuhan.Kata kunci: ICP, NAPZA, putus zat opioid
This thesis discusses the model of Integrated Care Pathway (ICP) treatment ofpatients with drug abuse of opioid withdrawal as one case. This study is aqualitative study with a descriptive design. The results show coordination,communication, and collaboration continuity of patient care opioid withdrawalhas not run optimally involving various elements of scientific disciplines on theservice provided. ICP models are proposed for re-developed with the involvementof a variety of multi-disciplines involved in the care of patients with drug abuse ofopioid withdrawal in RSKO Jakarta through an FGD activities that involve morehealth workers associated with the service so that it can produce the ICP inaccordance with the requirements .Keywords: ICP, drug, opioid withdrawal
Read More
B-1693
Depok : FKM-UI, 2015
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive