Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 28367 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Maj. Obstetri dan Ginekologi Indonesia (MOGI), Vol.20, No.4, Okt. 1996, hal: 249-253. ( ket. ada di bendel maj. campuran No.20 )
[s.l.] : [s.n.] : s.a.]
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dian Arief Hawindati; Pembimbing: Siti Arifah Pudjonarti
S-1566
Depok : FKM UI, 1999
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Widya Purnama Sari; Pembimbing: Jaslis Ilyas; Penguji: Anhari Achadi, Puput Oktamianti, Yunia Irawati, Eka Yoshida
Abstrak: ABSTRAK Pada peraturan pemerintah Republik Indonesia Nomor 99 Tahun 2000 Tentang Kenaikan Pangkat Pegawai Negeri Sipil disebutkan Kenaikan pangkat adalah penghargaan yang diberikan atas prestasi kerja dan pengabdian Pegawai Negeri Sipil yang bersangkutan terhadap Negara. Naik pangkat dapat menjadi dorongan kepada Pegawai Negeri Sipil untuk lebih meningkatkan prestasi kerja dan pengabdiannya. Karena kenaikan pangkat merupakan penghargaan dan setiap penghargaan memiliki nilai apabila kenaikan pangkat diberikan tepat orang dan tepat waktu. Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo merupakan Rumah Sakit Pendidikan dimana memiliki tenaga medis subspesialistik yang beragam, memiliki kompetensi dan masa kerja yang cukup lama. Berdasarkan data yang ada pada Unit Sumber Daya Manusia (SDM) Departemen Mata tercatat 14 Dokter Spesialis Mata yang berstatus Dodiknis dari 30 Dokter Spesialis Mata yang berstatus PNS sehingga masih terdapat 16 Dokter yang belum melakukan inpassing dan 10 staf medis belum memiliki jabatan fungsional pendidikan. Diketahui Ketepatan kenaikan pangkat bagi staf medis di Departemen Mata dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satu faktor yang adalah variabel penilaian diri sendiri dengan nilai p=0,015. Dilakukan analisis dengan wawancara mendalam kepada staf medis dimana diperoleh informasi yang mempegaruhi keterlambatan kenaikan pangkat bagi staf medis yaitu staf tidak mengerti proses inpassing dan belum memiliki publikasi sehingga belum dapat mengurus kenaikan jabatan akademik dosen. Rumitnya proses administrasi baik kenaikan pangkat ataupun proses inpassing membuat sebagian staf lebih memilih untuk melakukan pelayanan dibandingkan melakukan penilitian. Kata kunci: Naik pangkat, staf medis, jabatan fungsional ABSTRACT In the government regulation of the Republic of Indonesia Number 99 of year 2000 concerning the Promotion of Civil Servants mentioned the promotion is an award given for the work performance and dedication of the concerned Civil Servants to the State. Promotion can be a boost to Civil Servants to further improve their work performance and service. Because promotion is an award and each award has a value if the promotion is given to the right person and on time. Cipto Mangunkusumo Hospital is a Teaching Hospital where it has a variety of subspecialty medical personnel, has competency and has a long working period. Based on the data available at the Department of Human Resources (SDM), there were 14 Dodiknis Ophthalmologists from 30 Ophthalmologists who were civil servant status so that there were still 16 Doctors who had not done inpassing and 10 medical staff did not have functional educational positions. It is known that the accuracy of promotion for medical staff at Department of Ophthalmology is influenced by several factors, one of the factors is the selfassessment variable with a value of p = 0.015. An analysis was conducted with in-depth interviews with medical staff where information was obtained which affected the delay in promotion for medical staff, staff did not understand the inpassing process and did not have publications so that they could not take care of the increase in academic lecturer positions. The complexity of the administrative process both promotion and inpassing process makes some staff prefer to do service rather than doing research Keywords: Civil servants, medical staf, fungtional structure
Read More
B-2059
Depok : FKM-UI, 2019
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Max Rarung
CDK Vol.35, No.4 (2008)
Jakarta : Kalbe Farma, 2008
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Vika Anggraeni; Pembimbing: Sandra Fikawati; Penguji: Yvonne M. Indrawani, Memed Germadi
S-6431
Depok : FKM UI, 2011
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Anna Ngatmira; Pembimbing: Fatmah; Penguji: Trini Sudiarti, Ratu Ayu Dewi Sartika, Suharyati, Itje Aisah Ranida
Abstrak:

ABSTRAK

Sisa makanan merupakan salah satu indikator dalam pelayanan gizi khususnyapenyelenggaraan makanan. Dengan pelayanan makanan yang memuaskan selerapasien tanpa mengurangi nilai gizi merupakan terapi diet yang dibutuhkan dalampenyembuhan pasien. Penelitian ini merupakan penelitian quasi eksperimen,dengan membagi sampel menjadi kelompok control dengan mendapatkanmakanan dengan standar porsi diet rumah sakit 2300 kkal dan kelompokperlakuan mendapat standar porsi diet sesuai kebutuhan 1700 kkal. Penelitian inidilakukan pada 34 responden, 17 kelompok control dan 17 kelompok perlakuan.Penelitian dilakukan pada pasien bedah perempuan dengan diet makanan biasa,usia 18-59 tahun, di ruang perawatan RSCM . Pengumpulan data sisa makanandengan system food weighing selama 4 hari. Analisis bivarian menggunakan uji bedadua mean T test independendandependen.Terdapat rata – rata sisa makanan padakelompok control sebanyak 206,37 gram dan kelompok perlakuan sebanyak 117.59 gramper orang per hari. Sisa makanan terbesar disumbangkan dari makanan pokok sebesar41,52% dan sayur sebanyak 24.15% pada kontrol dan 32.87% untuk makanan pokok dan21.81% untuk sayuran pada kelompok perlakuan dari total sisa makanan. Sisa makanankelompok kontrol sebanyak 17.65% masuk dalam katagori banyak (>20%)..Penelitianserupa dapat dilakukan pada kelompok pasien yang mendapatkan makanan lunak danpada kelompok pasien yang tidak berdiet khusus.

ABSTRACT

In nutritional services, waste plate becoming one particular indicator, especiallyin the food provisions for the patient. Food provisions that can satisfy patientstaste without compromising the nutritional value is a dietary therapy required inthe treatment of the patients itself. This is a quasi-experimental study, by dividingthe sample into the control group who received 2300 kcal standard dietaryhospital food portion and the treatment group who received standard dietservings as needed 1700 kcal. This study conducted on 34 respondents, both forthe control group as well as for the treatment group consists of 17 patients. Thestudy was conducted to female surgical patients with normal diet, age 18-59years, at Dr. CiptoMangunkusumo General Hospitals treatment room. The wasteplatedata collection performed by using the food weighing systems for 4 days.Two different mean independent and dependent T-test is used as the bivariateanalysis for this study. There is an average of the waste plate per person per dayas much as 206,37 grams in the control group and 117,59 grams in the treatmentgroup. The biggest waste plate comes from the staple foods and vegetables,respectively 41.52% and 24.15% in controls group and the treatment group was32.87% and 21.81% from the the total of leftover food. Waste plate in the controlgroup as much as 17.65% are included in a lot category (> 20%). Similar studiescan be performed on a group of patients who received bland foods and in thegroup of patients who did not having specific diet.

Read More
T-3998
Depok : FKM-UI, 2013
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Mirnawaty; Pembimbing: Ronnie Rivany; Penguji: Mieke Savitri, Indra Maryunif
B-1447
Depok : FKM-UI, 2012
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Mochamad Aldis Ruslialdi; Pembimbing: Renti Mahkota; Penguji: Mondastri Korib Sudaryo, Gandi Agusniadi
Abstrak: HIV/AIDS berdampak kepada peningkatan kerentanan terkena infeksi penyakitlain yang berujung kepada kematian. Menurut UNAIDS, Indonesia termasuk kedalam daftar negara dengan kematian akibat AIDS tidak mengalami penurunan ataulaju penurunannya kurang dari 25%. Penelitian ini merupakan penelitian observasional, dengan desain cross sectional yang bertujuan untuk mengetahui gambaran kejadian dan faktor atau determinan utama yang berhubungan dengan kematian berkaitan AIDS pada pasien HIV/AIDS di unit rawat inap Rumah SakitCipto Mangunkusumo pada tahun 2008-2012. Sampel penelitian ini sebanyak 207pasien. Data pasien diambil dengan memanfaatkan data rekam medis pasien untukmelihat variabel independen yang terdiri dari jenis kelamin, umur, pekerjaan, kadarCD4, faktor risiko penularan, jumlah penyakit yang diderita, status gizi, riwayatgangguan syaraf pusat, riwayat konsumsi obat ARV, dan kondisi psikologis untuknantinya dihubungkan dengan status kematian pasien HIV/AIDS. Analisis datadilakukan hingga analisis multivariat dengan model prediksi. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa kematian AIDS sebesar 28,5%. Dari hasil analisis multivariatdidapatkan 4 variabel yang berhubungan dengan kematian AIDS, yaitu status gizikurang dari normal (OR=4,75) dengan 95% CI (2,278-9,917), riwayat gangguansyaraf pusat (OR=1,82) dengan 95%CI (1,025-3,251), jumlah penyakit yang dideritalebih dari 5 penyakit (OR=4,09) dengan 95%CI (1,854-9,043), dan kadar CD4. KadarCD4 menjadi faktor paling berpengaruh terhadap kematian AIDS dengan nilai ORsebesar 5,9 dengan 95%CI 2,096-17,106. Dari hasil penelitian ini dapat direkomendasikan upaya peningkatan awarenessakan pentingnya kontrol kadar CD4 darah untuk pasien HIV/AIDS dan upaya pendukung lainnya untuk mencegah kematian AIDS seperti peningkatan kualitas gizi pasien AIDS, skrining dan deteksidini gangguan syaraf pusat, dan pencegahan komplikasi penyakit. Kata kunci: HIV/AIDS, Kematian, kadar CD4, determinan utama
HIV/AIDS impact to increased susceptibility to other diseases infections whichlead to death. The death of AIDS is also a problem, especially in Indonesia.According to UNAIDS, Indonesia is included in the list of countries where deathsfrom AIDS do not decline or rate of less than 25% of his descent. This research isobservational research, design with cross sectional. This research aims to know thedescription and the main factors which related to mortality of AIDS HIV/AIDS ininpatient unit RSUPN Dr Cipto Mangunkusumo in 2008-2012. The sample of thisresearch are 207 patients. Data collected by utilizing the patient's medical record datato see the independent variables consisted of gender, age, job, CD4 levels, risk factorsof transmission, the amount of illness suffered, nutritional status, history of centralnervous disorders, drug consumption history ARV consumption, and psychologicalconditions to be linked with the status of a patient's death related with HIV/AIDS.The data analysis done to multivariate analysis with prediction model. The resultsshowed that the AIDS death prevalence reach up to 28.5%. The results ofMultivariate analysis obtained 4 variables related to the death of AIDS, poornutritional status (OR=4,75) with 95% CI (2,278-9,917), central nervous disorderhistory (OR=1,82) with 95% CI (1,025-3,251), the number of illnesses suffered morethan 5 disease (OR=4,09) with 95% CI (1,854-9,043), and CD4 levels. CD4 levelsbecame the most influential factors towards AIDS deaths with a value of 5, 9 OR and95% CI (2,096-17,106). From the results can be recommended the efforts toincreased awareness toward control CD4 blood levels for HIV/AIDS patients andother supporting efforts to prevent deaths of AIDS such as improved quality ofnutrition AIDS patients, screening and early detection of central nervous disorders,and prevention of complications of the disease.Keywords: HIV/AIDS, Death, CD4 level, main determinant
Read More
S-8097
Depok : FKM-UI, 2014
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Luthfiyyah Mutsla; Pembimbing: Yovsyah; Penguji: Renti Mahkota, Gandi Agusniadi
Abstrak: Adanya transisi epidemiologi menjadikan penyakit tidak menular menjadi masalah baru di dunia kesehatan. Kanker leher rahim merupakan salah satunya. Penelitian Globocan tahun 2008 mengungkapkan bahwa kanker leher rahim merupakan kanker kedua penyebab lebih dari 80% kematian pada perempuan yang hidup di negara-negara berkembang. Di Indonesia dilaporkan terdapat 15.000 kasus baru kanker leher rahim pada tiap tahunnya.
 
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran dan faktor-faktor risiko yang berhubungan dengan kanker leher rahim di RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo Jakarta tahun 2012. Penelitian ini dilakukan dengan mengambil data sekunder di bagian rekam medis RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo Jakarta dengan desain studi kasus kontrol dan sampel sebanyak 100 orang masing-masing pada kelompok kasus dan kelompok kontrol.
 
Faktor-faktor yang diidentifikasi dapat meningkatkan risiko kanker leher rahim adalah umur, tingkat pendidikan, status pekerjaan, usia pertama kali berhubungan seksual, jumlah pasangan seksual, dan paritas. Diketahui bahwa faktor yang paling dominan mempengaruhi kejadian kanker leher rahim di RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo Jakarta tahun 2012 adalah paritas ≥3 anak (OR = 51,8; 95% CI: 14,53 - 184,67) dan berhubungan seksual pertama kali pada usia <16 tahun (OR = 40,91; 95% CI: 8,96 - 186,81).
 
Untuk mengurangi kejadian kanker leher rahim diharapkan bagi instansi terkait dapat lebih mengutamakan upaya pelayanan promotif dan preventif dengan meningkatkan cakupan pelayanan deteksi dini kanker leher rahim dan penyuluhan kesehatan mengenai kanker leher rahim yang lebih massal sehingga dapat mencapai semua lapisan masyarakat.
 

Transition of epidemiology has made a non-communicable diseases becoming the new health problems in the world. Cervical cancer is one of the problems. Globocan study in 2008 have shown that cervical cancer is the second most common cancer that leading causes more than 80% of deaths in women living in developing countries. In Indonesia there are 15.000 new cases of cervical cancer reported each year.
 
The purpose of this study is to know the prevalence of cervical cancer itself and risk factors that associated with cervical cancer in RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo Jakarta, 2012. The research was conducted by taking secondary data on the medical record of RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo Jakarta with case-control study and the sample size is 100 subjects in the case group and control group, respectively.
 
Factors that have been identified to increase the risk of cervical cancer are age, education level, employment status, age at first sexual intercourse, number of sexual partners, and parity. It is known that the most dominant factors that affecting the incidence of cervical cancer in RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo Jakarta in 2012 are high parity (≥3) (OR = 51,8; 95% CI: 14,53 – 184,67) and first sexual intercourse at age <16 years (OR = 40,91; 95% CI: 8,96 - 186,81).
 
To reduce the incidence of cervical cancer the related agencies are expected to be more emphasis on promotive and preventive programs to improve the coverage of early detection of cervical cancer and health education about cervical cancer to be more mass so it can reach to all levels of society.
Read More
S-7823
Depok : FKM-UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Adrielona JMS; Pembimbing: Adik Wibowo; Penguji: Puput Oktamianti, Amal C. Sjaaf, Sri Mulyani, Hidayat Sumintapura
Abstrak:
ABSTRAK Pengelolaan Administrasi Klaim Piutang Jamkesmas sangat penting artinya bagi kelancaran cash flow RSUPN Cipto Mangunkusumo. Verifikator Independen Jamkesmas selaku verifikator klaim Jamkesmas sangat penting peranannya, maka perlu dianalisis produktivitasnya yaitu efisiensi dan efektivitasnya. Efisiensi diukur dengan pengelolaan waktu kerja dan jumlah SDM dengan mempergunakan teknik analisis beban kerja work sampling dan perhitungan WISN. Sedangkan untuk efektivitas diukur dengan proses kerja, mengamati waktu penyelesaian dan kualitas hasil verifikasi. Diperoleh hasil bahwa jumlah VIJ seharusnya adalah 4 (empat) sedangkan VIJ yang ada saat ini adalah 5 (lima). Berdasarkan hasil pengamatan proses kerja, VIJ telah efektif dengan pencapaian kualitas dan tenggat waktu verifikasi.

ABSTRACT The managing of Jamkesmas Claim Administration process is very important for RSUPN Cipto Mangunkusumo. The role of Jamkesmas Independence Claim (VIJ) is very important therefor is needed to be analyze the productivity, which are the efficiency and effectiveness. Work Sampling and Workload Indicators Staffing Need’s tool are the main idea of efficiency. Effectiveness is how the process of analyzing claim, the accuracy of process and time limit.. The result of WISN is 4 (four) VIJ is appropriate for their workload and according to the observation, VIJ are processing all the claim correctly according to the Standard Of Jamkesmas Claim Procedures. The process takes 4 weeks (deadlines).
Read More
B-1512
Depok : FKM UI, 2013
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive