Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 17965 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Support, edisi: 71/ April 2007, hal. 10-11. ( ket. ada di bendel majalah campuran no.5 )
[s.l.] : [s.n.] : s.a.]
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Departemen Kesehatan
616.979 IND p
Jakarta : Departemen Kesehatan RI, 2003
Buku (pinjaman 1 minggu)   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Zulfa Kevaladandra; Pembimbing: Evi Martha; Penguji: Tri Krianto, Kemal N. Siregar, Nurhalina Afriana, Akbar Prayuda
Abstrak: Kepatuhan ODHA terhadap terapi antiretroviral (ART) cenderung menurun pada tahun 2020 karena adanya kekhawatiran dan ketakutan ODHA untuk mengambil obat ARV di pelayanan kesehatan pada masa pandemi COVID 19 nformasi yang baik terkait HIV dan COVID 19.ingginya motivasi informan untuk retensi layanan PDP, dan keterampilan perilaku informan yang baik agar dapat mengakses layanan PDP meningkatkan retensi layanan PDP ODHA yang baik pula. Hasil penelitian menyarankan agar yayasan X bekerja sama dengan layanan kesehatan yang menyediakan layanan PDP untuk mengoptimalkan pemanfaatan telekonsultasi sebagai alternatif pelayanan HIV serta Dinas Kesehatan Kota Surabaya dapat bekerja sama dengan mitra untuk meningkatkan retensi layanan ODHA di masa pandemi COVID 19
Read More
T-6160
Depok : FKM-UI, 2021
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Eka Wijayanti; Pembimbing: Sudarto Ronoatmodjo; Penguji: Rita Damayanti, Tiersa Vera Junita, Kristina R. L. Nadeak
Abstrak:

Mutu layanan Perawatan, Dukungan, dan Pengobatan (PDP) HIV di tingkat pelayanan primer berperan strategis dalam mendukung pencapaian target eliminasi HIV nasional tahun 2030, khususnya dalam kerangka 95-95-95. Puskesmas Perumnas II merupakan puskesmas pertama di Kota Bekasi yang menyelenggarakan layanan PDP HIV dan melayani jumlah ODHIV terbanyak di wilayah tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis mutu layanan PDP HIV dengan menggunakan pendekatan model Donabedian yang mengevaluasi tiga komponen utama: struktur, proses, dan hasil (outcome). Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan rancangan studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam terhadap informan kunci dari Dinas Kesehatan Kota Bekasi, petugas pelaksana program PDP HIV di puskesmas, dan pasien ODHIV; disertai observasi layanan serta telaah dokumen seperti SIHA dan catatan kegiatan program.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari aspek struktur, Puskesmas Perumnas II memiliki dukungan kebijakan nasional dan lokal yang memadai serta sarana dasar layanan seperti ruang pelayanan dan ketersediaan ARV. Namun, keterbatasan masih ditemukan pada jumlah dan kompetensi SDM, serta tidak tersedianya sarana pemeriksaan viral load di tingkat puskesmas. Pada aspek proses, layanan berjalan sesuai pedoman nasional, namun belum konsisten, terutama dalam pelaksanaan konseling berkelanjutan, pendampingan psikososial, dan pelaporan data secara akurat melalui sistem SIHA. Aktivitas monitoring dan evaluasi juga belum terjadwal secara sistematis. Dari sisi outcome, sebagian besar pasien tercatat sebagai on-ARV, tetapi cakupan pemeriksaan viral load dan capaian supresi virus masih rendah akibat keterbatasan akses. Tingkat kepuasan pasien terhadap layanan cukup tinggi, khususnya terhadap sikap petugas dan ketersediaan obat, namun masih terdapat keluhan mengenai waktu tunggu, privasi, dan dukungan emosional.
Penelitian ini merekomendasikan penguatan struktur layanan melalui peningkatan jumlah dan kapasitas SDM, pemenuhan sarana penunjang, optimalisasi proses melalui sistem pencatatan yang akurat dan konseling berkelanjutan, serta pelaksanaan monitoring dan evaluasi rutin. Dengan berbagai praktik baik yang telah berjalan dan pengalaman dalam menjangkau jumlah pasien yang besar, Puskesmas Perumnas II memiliki potensi untuk dijadikan model praktik baik (best practice) bagi puskesmas lain di Kota Bekasi maupun wilayah lainnya dalam penyelenggaraan layanan PDP HIV di tingkat primer.

The quality of HIV Care, Support, and Treatment (CST) services at the primary healthcare level plays a strategic role in achieving the national HIV elimination target by 2030, particularly within the 95-95-95 framework. Perumnas II Public Health Center is the first puskesmas (primary health center) in Bekasi City to provide CST services and serves the highest number of People Living with HIV (PLHIV) in the area. This study aims to analyze the quality of CST services using the Donabedian model, which evaluates three main components: structure, process, and outcomes. A descriptive qualitative case study design was applied. Data were collected through in-depth interviews with key informants from the Bekasi City Health Office, program implementers at the puskesmas, and PLHIV patients, supported by service observations and document reviews, including SIHA records and program reports. The results indicate that in terms of structure, the health center benefits from sufficient national and local policy support as well as basic service facilities such as dedicated service rooms and consistent ARV availability. However, limitations remain in human resource capacity and the absence of in-house viral load testing equipment. In terms of process, services follow national guidelines, but implementation is inconsistent—particularly in providing ongoing counseling, psychosocial support, and accurate data entry into the SIHA system. Monitoring and evaluation activities are not yet structured or routinely conducted. Regarding outcomes, most patients are actively on ART, but not all have achieved viral suppression due to limited access to testing. In terms of patient satisfaction, most patients expressed positive experiences regarding the friendliness of staff, clear communication, and the availability of ARV. However, there were concerns related to long waiting times, limited emotional counseling, and the lack of privacy in service areas. This study recommends improving service quality by strengthening human resources, expanding diagnostic infrastructure, enhancing data management systems, and establishing scheduled monitoring and evaluation mechanisms. With several best practices already in place and considerable experience in managing a large patient load, Perumnas II Public Health Center has strong potential to serve as a best practice model for other public health centers in Bekasi City and beyond in delivering integrated, patient-centered HIV services at the primary care level.

 

Read More
T-7357
Depok : FKM UI, 2025
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Maya Trisiswati; Pembimbing: Wiku Bakti Bawono Adisasmito; Penguji: Ede Surya Darmawan, Mardiati Nadjib, Tholib, Fonny Silvanus
Abstrak:

ABSTRAK

Voluntary Counseling and Testing (VCT) merupakan pintu masuk ke seluruh layanan HIV AIDS. Target VCT di Rutan Klas IIA Jakarta Timur 38%. Untuk peningkatan utilisasi VCT, disahkanlah Peraturan MenkumHAM RI berupa Rencana Aksi Nasional Penanggulangan HIV AIDS. Tujuan penelitian mengetahui faktor-faktor dalam kebijakan VCT, yaitu proses tahapan, SDM, dan sarana-prasarana, desain studi kuantitatif dan semi kualitatif dengan responden WBP, dan informan birokrat/petugas klinik. Hasil penelitian (106 orang) diketahui proses tahapan dan SDM berhubungan signifikan, sedangkan sarana prasarana tidak. Terjadi kesenjangan antara target dengan capaian utilisasi VCT . Disarankan melibatkan rutan dalam pembuatan kebijakan, perubahan alur, serta pembenahan SDM dan sarana prasarana.


ABSTRACT

Voluntary Counseling and Testing (VCT) is a key point to enter comprehensive HIV AIDS service. Target of VCT utilization at East Jakarta Prison Class IIA is 38%. To increase VCT utilization, Indonesian Ministry of Law and Human Rights approved policy which is called National Planned Action Countermeasures of HIV AIDS. The aim is to know factors of VCT policy, such as process, human resources, and infrasturctures, by used quantitative and semi-qualitative method and used WBP as respondents, policy makers and clinic officers as informants. The study (from 106 respondents) revealed that VCT utilization associated significantly with process and human resources, but not assosiated significantly with infrasturctures. There is gap between target and attainment of VCT utilization. It is recommended to involve prison in making policy, changing step, and improving human resources and infrasturctures.

Read More
T-3988
Depok : FKM-UI, 2013
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
[s.l.] : [s.n.] : s.a.]
Indeks Koran   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Interaksi: Maj. Info & Rev. Promkes, ed. 3, 2009, hal. 18-19
[s.l.] : [s.n.] : s.a.]
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Indang Trihandini ... [et.al.]
MKI-V0l.60, No.2
Jakarta : IDI, 2010
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nurliana; Pembimbing: Rina Artining Anggorodi; Penguji: Sudarti Kresno, A. Bari W. Wintoro
S-5937
Depok : FKM UI, 2010
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Friska Elita; Pembimbing: Tris Eryando, Toha Muhaimin; Penguji: Ramadanura, Ari Wulan Sari
Abstrak: Upaya perawatan bagi penderita HIV/AIDS dilaksanakan di Klinik Mawar RSUDdr. Abdul Aziz Kota Singkawang, Provinsi Kalimantan Barat sejak tahun 2004sampai sekarang. Klinik Mawar merupakan salah satu tujuan rujukan bagipenderita HIV/AIDS yang berasal dari Kabupaten Sambas dan KabupatenBengkayang yang merupakan wilayah perbatasan antara Indonesia denganMalaysia.Penelitian dengan desain cross sectional ini dilaksanakan untuk menganalisishubungan layanan vct mobile dengan adherence/kepatuhan penderita HIV/AIDSdalam pengobatan ART di Klinik Mawar sejak tahun 2004 sampai bulan Februari2016. Dari seluruh penderita HIV/AIDS yang teregister di Klinik Mawardiketahui bahwa hanya 55,9% saja yang melakukan pengobatan ART sedangkanyang patuh sebesar 24,5%. Untuk itu dilakukan analisis univariat, analisis missingdata, analisis bivariat dan multivariat untuk mengetahui gambaranadherence/kepatuhan penderita HIV/AIDS dalam pengobatan ART.Hasil analisis multivariat menggunakan uji regresi logistik menunjukkan bahwalayanan vct statis merupakan faktor protektif bagi layanan vct mobile bagipenderita HIV/AIDS untuk patuh dalam pengobatan ART yang dipengaruhi olehpendidikan, tempat tinggal, suku dan lama ART.Kata kunci : HIV/AIDS, ART, kepatuhan, vct
The efforts of care for people with HIV/AIDS implemented in Hospitals MawarClinic dr. Abdul Aziz, Singkawang, West Kalimantan province since 2004 untilnow. Mawar clinic is one of the purposes of referral for patients with HIV/AIDSwho came from the District of Sambas and Bengkayang which was the borderregion between Indonesia with Malaysia.Design research with cross sectional was held to analyze the mobile vct servicesrelationship with adherence/compliance people with HIV/AIDS in the treatmentof Mawar ART at the clinic since 2004 until February 2016. Of the entire peoplewith HIV/AIDS are in clinical on register the Mawar note that only 55,9% aredoing the treatment of ART while the complience or adhere to ART amounting to24,5%. For a univariate analysis was carried out, the analysis of missing data, themultivariate analysis bivariat and to know the description ofadherence/compliance people with HIV/AIDS in the treatment of ART.Multivariate analysis using logistic regression test showed that the static VCTservices was a protective factor for mobile VCT services for people with HIV /AIDS to adhere to antiretroviral treatment is influenced by education, place ofresidence , ethnicity and duration of ART .Keywords: HIV / AIDS, ART, adherence, vct.
Read More
T-4599
Depok : FKM-UI, 2016
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive