Ditemukan 37563 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
Supriyanto; Pembimnbing: Tris Eryando; Penguji: Ronnie Rivany, Debby Daniel, Dewi Lestarini
Abstrak:
Instalasi Sterilisasi dan Binatu Rumah Sakit Umum Pusat Fatmawatimemegang peranan penting dalam pengendalian dan pencegahan Health care-Associated Infections. Saat ini, semua pekerjaan pencatatan dan pelaporankegiatan sterilisasi masih dilakukan secara manual oleh petugas sehinggamenimbulkan beberapa masalah, yaitu: Belum tersedia format pencatatan danpelaporan tentang recall sehingga data yang dibutuhkan untuk proses recall alattidak segera didapat, dan Pencatatan kegiatan sterilisasi alat medis memakanwaktu yang lama sehingga laporan kegiatan sterilisasi alat medis tidak bisadiberikan tepat waktu.Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sebuah model SistemPencatatan dan Pelaporan Sterilisasi Alat Medis, yang menghasilkan sebuahpurwarupa yang dapat menghasilkan dokumentasi sterilisasi alat medis denganbaik dan menghasilkan laporan kegiatan sterilisasi alat medis dalam waktu singkatyang dapat segera memberikan data untuk proses recall. Tahap penelitian yangdilakukan adalah analisa sistem, desain system dengan menggunakan metodeSystem Development Life Cycle, pengkodean dan ujicoba. Pengumpulan datadilakukan dengan wawancara, observasi alur dan telaahdokumen. Pengembanganmodel dengan hasil berupa purwarupa ini dapat mendukung penyelesaian masalahpencatatan dan pelaporan sterilisasi alat medis, terutama masalah recall.Penelitian ini dapat dikembangkan dengan mengintegrasikan system ini dengansystem informasi yang telah ada di Rumah Sakit Umum Pusat Fatmawati.Kata kunci: Pelaporan,Pencatatan,Sistem, Sterilisasi.
Sterilization and Laundry Installation in Fatmawati General HospitalJakarta has a very important role in controlling and preventing Health care-AssociatedInfections. At present, all work which consists of recording andreporting is done manually by one of the staff and thus creates some problems, asfollows: (1) No recall recording and reporting format, therefore data needed forrecall process is not available on time, and (2) Medical instrument sterilizationactivity recording takes a lot of time, therefore the report cannot be submitted ontime. The research goal is to develop a model of Medical Instrument Recordingand Reporting System, resulting in a prototype which can create medicalinstrument sterilization document properly so that medical instrument sterilestatus can be monitored and create medical instrument sterilization report in shorttime and provide data for recall process. The research phases are system analysis,system design by using System Development Life Cycle, coding and testing. Thedata were collected by using interview, flow observation and document study. Thedevelopment of Medical Instrument Sterilization Recording and Reporting Systemmodel resulting in prototype is able to support problem solving in medicalinstrument recording and reporting, especially regarding recall. The research canbe developed by integrating the system with existing information system inFatmawati General Hospital.Keywords: Recording, Reporting, Sterilization, System.
Read More
Sterilization and Laundry Installation in Fatmawati General HospitalJakarta has a very important role in controlling and preventing Health care-AssociatedInfections. At present, all work which consists of recording andreporting is done manually by one of the staff and thus creates some problems, asfollows: (1) No recall recording and reporting format, therefore data needed forrecall process is not available on time, and (2) Medical instrument sterilizationactivity recording takes a lot of time, therefore the report cannot be submitted ontime. The research goal is to develop a model of Medical Instrument Recordingand Reporting System, resulting in a prototype which can create medicalinstrument sterilization document properly so that medical instrument sterilestatus can be monitored and create medical instrument sterilization report in shorttime and provide data for recall process. The research phases are system analysis,system design by using System Development Life Cycle, coding and testing. Thedata were collected by using interview, flow observation and document study. Thedevelopment of Medical Instrument Sterilization Recording and Reporting Systemmodel resulting in prototype is able to support problem solving in medicalinstrument recording and reporting, especially regarding recall. The research canbe developed by integrating the system with existing information system inFatmawati General Hospital.Keywords: Recording, Reporting, Sterilization, System.
T-4570
Depok : FKM-UI, 2016
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Lea Morry Br Ginting; Pembimbing: Sudijanto Kamso; Penguji: R. Sutiawan, Dakhlan Choeron
Abstrak:
Puskesmas Berastagi dan Puskesmas Tiga Panah merupakan beberapa dari Puskesmas yang ditemukan ketidaksambungan data, tidak kredibel di Kabupaten Karo. Risiko dari data yang tidak kredibel adalah tidak bisa mengetahui besarnya masalah yang sesungguhnya sehingga tidak bisa memonitor, mengevaluasi keberhasilan atau kegagalan program. Pukesmas Berastagi dan Tiga Panah menerima pelaporan KIA dari Bidan di Desa. Oleh karena itu diperlukan adanya evaluasi sistem pencatatan dan pelaporan kesehatan ibu dan anak untuk melihat data kesehatan ibu dan anak yang ada di Puskesmas Berastagi dan Tiga Panah terutama pelaporan data dari Bidan di Desa. Penelitian ini merupakan peneltian kualitatif dengan pengambilan data melalui wawancara, observasi dan studi dokumentasi.
Read More
S-10567
Depok : FKM-UI, 2021
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Syefira Salsabila; Pembimbing: R. Sutiawan; Penguji: Ede Surya Darmawan, Yovsyah, Monika Saraswati Sitepu, Ganda Raja Partogi Sinaga
T-4939
Depok : FKM-UI, 2017
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Niken Trisdiana Kusumawardani; Pembimbing: R. Sutiawan; Penguji: Yovsyah, Tri Hari Wahyuningtyas
Abstrak:
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sistem informasi pendukung pencatatan dan pelaporan kegiatan Posbindu PTM di Puskesmas Banjarejo Kota Madiun. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus menggunakan tahapan perancangan System Development Life Cycle (SDLC) dengan model pendekatan prototype. Hasil penelitian ini berupa perancangan sistem informasi pendukung pencatatan dan pelaporan kegiatan Posbindu PTM Puskesmas Banjarejo Kota Madiun. Tim Posbindu PTM Puskesmas Banjarejo sebagai user merasa puas, mudah dalam menggunakan rancangan sistem informasi, dan merasa lebih efektif serta efisien menggunakan sistem informasi yang dirancang.
Read More
S-10845
Depok : FKM UI, 2021
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Gema Ramadonatan; Pembimbing: Artha Prabawa; Penguji: Besral, Ani Anisah
Abstrak:
Skripsi ini membahas mengenai perancangan prototipe sistem monitoring kinerja pegawai di BBPK Ciloto. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode pengembangan sistem Iteratif dan Incremental sampai tahap prototipe halaman antar muka (interface). Berdasarkan hasil pengumpulan data yang dilakukan dengan metode wawancara kepada responden di BBPK Ciloto, ditemukan permasalahan dimana sistem monitoring kinerja pegawai yang berjalan masih manual mengakibatkan proses penilaian kinerja pegawai belum berdasarkan data yang terukur. Hal ini yang menjadi peluang peneliti untuk merancang sebuah prototipe sistem monitoring kinerja pegawai berbasis web dengan harapan proses monitoring hasil kerja pegawai dapat dilakukan secara real- time oleh atasan. Berdasarkan hal tersebut, dirancang sebuah prototipe sistem monitoring kinerja pegawai berbasis web.
This study discusses the design of prototype for an employee performance monitoring system at BBPK Ciloto. This research is a qualitative research with Iterative and Incremental system development methods until prototyping interfaces. Based on the results of data collection conducted by the interview method to respondents at BBPK Ciloto, problems were found where the monitoring system of employee performance that was still manual resulted in the process of evaluating employee performance not based on measurable data. This is an opportunity for researchers to design a prototype web- based employee performance monitoring system in the hope that the monitoring process of employee work results can be carried out in real-time by superiors. Based on this, a web-based employee performance monitoring system prototype was designed.
Read More
This study discusses the design of prototype for an employee performance monitoring system at BBPK Ciloto. This research is a qualitative research with Iterative and Incremental system development methods until prototyping interfaces. Based on the results of data collection conducted by the interview method to respondents at BBPK Ciloto, problems were found where the monitoring system of employee performance that was still manual resulted in the process of evaluating employee performance not based on measurable data. This is an opportunity for researchers to design a prototype web- based employee performance monitoring system in the hope that the monitoring process of employee work results can be carried out in real-time by superiors. Based on this, a web-based employee performance monitoring system prototype was designed.
S-9928
Depok : FKM UI, 2019
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Kenya Puspita Lindri; Pembimbing: R. Sutiawan; Penguji: Popy Yuniar, Yulia Fitriani, Renta Nilawati Sibagariang
Abstrak:
Permasalahan yang dihadapi oleh BBPK Jakarta berdasarkan prastudi di lapangan pada kegiatan evaluasi pasca pelatihan saat ini adalah besarnya biaya yang dibutuhkan dan waktu proses yang lama dalam kegiatan evaluasi pasca pelatihan. Penelitian ini bertujuan untuk menyusun Model Sistem Informasi Evaluasi Pasca Pelatihan Berbasis Web di Balai Besar Pelatihan Kesehatan (BBPK) Jakarta, Studi Pada Pelatihan Pengarusutamaan Gender Bidang Kesehatan Bagi Tenaga Kesehatan. Metodologi pengembangan sistem menggunakan pendekatan prototype. Pengumpulan data primer dengan cara wawancara mendalam dan data sekunder berdasarkan telaahan dokumen dan observasi lapangan dengan metode pengujian sistem user acceptance test. Evaluasi Pasca Pelatihan merupakan tugas pokok dan fungsi dari bidang Pengembangan dan Pengendalian Mutu yang dilaksanakan di seksi Pengendalian Mutu berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan No.2361/MENKES/PER/XI/2011 tentang Organisasi dan Tata Kerja Unit Pelaksana Teknis di Bidang Pelatihan Kesehatan. Sistem yang dikembangkan dapat menghasilkan informasi yang dapat digunakan untuk perbaikan program Pelatihan Pengarusutamaan Gender Bidang Kesehatan Bagi Tenaga Kesehatan di Balai Besar Pelatihan Kesehatan (BBPK) Jakarta secara efektif dan efisien. Saran terhadap pemanfaatan sistem informasi ini adalah melakukan sosialisasi sistem evaluasi pasca pelatihan berbasis web kepada semua peserta pelatihan di BBPK Jakarta dan instrumen evaluasi menggunakan perpaduan evaluasi dari Kirkpatrick dengan evaluasi berbasis pengetahuan dan keterampilan sehingga tujuan evaluasi dapat tercapai.
Kata Kunci : Sistem Informasi, Evaluasi Pasca Pelatihan, Prototype, Pelaksanaan Diklat
Read More
Kata Kunci : Sistem Informasi, Evaluasi Pasca Pelatihan, Prototype, Pelaksanaan Diklat
T-4427
Depok : FKM UI, 2015
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Rilantias Utami; Pembimbing: Besral; Penguji: Milla Herdayati, Maria Holly Herawaty, Zakiah
Abstrak:
Read More
Sayur dan buah merupakan sumber vitamin, mineral dan tinggi serat, namun jarang di konsumsi oleh remaja. Kurangnya konsimsi sayur dan buah dapat menyebabkan timbulnya penyakit degeneratif dan dapat menyebabkan kematian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui deteminan konsumsi sayur dan buah pada remaja di Jabodetabek Tahun 2022. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain studi cross sectional. Jumlah responden dalam penelitian ini 327 remaja yang berdomisili di Jabodetabek. Hasil penelitian menunjukkan preferensi dan pengetahuan merupakan faktor determinan dari konsumsi sayur dan buah dengan faktor dominan yang ditemukan adalah preferensi (OR 13,055; CI 3,104 - 54,904). Peningkatan pengetahuan dan pemahaman mengenai pentingnya konsumsi sayur dan buah bagi kesehatan perlu dilakukan dengan dilakukannya promosi kesehatan yang dapat dilakukan oleh masyarakat, mahasiswa maupun pemerintah.
Vegetables and fruit are sources of vitamins, minerals, and high fibers, but they are rarely consumed by teenagers. The lack of vegetable and fruit consumption can cause degenerative diseases and can cause death. This study aims to determine the determinants of fruit and vegetable consumption among adolescents in Jabodetabek in 2022. This study is a quantitative study with a cross-sectional study design. The number of respondents in this study was 327 teenagers who live in Greater Jakarta. The results showed that preference and knowledge were the determinants of fruit and vegetable consumption with the dominant factor found being preference (OR 13,055; CI 3,104 - 54,904). Increased knowledge and understanding of the importance of consuming vegetables and fruits for health needs to be done by carrying out health promotions that can be carried out by the community, students, and the government.
T-6577
Depok : FKM UI, 2022
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Niken Ayu Damayanti; Pembimbing: Besral, R. Sutiawan; Penguji: Popy Yuniar, Imelda Amelia
S-5726
Depok : FKM-UI, 2009
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Marisa Rayhani; Pembimbing: Tris Eryando; Penguji: Martya Rahmaniati Makful, Renti Mahkota, Sulistyo, Refni Dumesty
Abstrak:
Kematian akibat tuberkulosis (TB) secara global sebanyak lebih dari 95% terjadi pada negara berpenghasilan rendah dan menengah. Indonesia ikut menyumbang 60% dari keseluruhan kasus TB global (WHO, 2015). Provinsi DKI Jakarta dan Provinsi Banten termasuk ke dalam lima provinsi dengan estimasi prevalensi TB tertinggi di Indonesia (Riskesdas, 2007 dan 2013). Perlu dibuat model yang mempertimbangkan kondisi lokal spesifik dengan memperhatikan perbedaan lokasi dari aspek geografis, kependudukan, dan kondisi sosial (Eryando, 2007 dan Rahmaniati, 2015). Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif analitik dengan desain potong lintang. Kajian faktor risiko kejadian TB sesuai konsep Model Perilaku Kesehatan oleh Green (1980) dan Kerangka Kerja Faktor Risiko TB oleh WHO (2010) dengan metode Geographically Weighted Regression (GWR) pada 13 kabupaten/kota di Provinsi DKI Jakarta dan Provinsi Banten. Hasil penelitian memperlihatkan tiga kelompok faktor risiko dapat menjelaskan kontribusi parameter dalam pemodelan kejadian TB di kedua provinsi sebesar 6%. Model GWR mampu menggambarkan variasi tiga kelompok faktor risiko kejadian TB di kedua provinsi sebesar 96%. Estimasi rata-rata proporsi kejadian TB akan meningkat pada risiko pendidikan rendah, bekerja, dan tersedianya fasilitas kesehatan TB. Status pendidikan menjadi parameter yang bernilai signifikan pada setiap kabupaten/kota. Setiap kabupaten/kota menghasilkan nilai estimasi berbeda yang menunjukkan besaran koefisien kejadian TB yang dipengaruhi oleh setiap perubahan parameternya. Setiap kabupaten/kota di kedua provinsi melalui Dinas Kesehatan perlu menerapkan kebijakan dan intervensi dengan pertimbangan nilai estimasi parameter pada faktor risiko sesuai pemodelan GWR, terutama peningkatan pendidikan dan promosi kesehatan TB. Kata kunci: Geographically Weighted Regression (GWR), Tuberkulosis (TB), Faktor Risiko Deaths from tuberculosis (TB) globally by more than 95% occur in low- and middle-income countries. Indonesia contributes 60% of all global TB cases (WHO, 2015). DKI Jakarta Provinces and Banten Provinces are included in the five provinces with the highest estimated prevalence of TB in Indonesia (Riskesdas, 2007 and 2013). Its need some model to consider the specific local conditions, which is geographical, demographic, and social aspects for appropriate health system improvement by region (Eryando, 2007 and Rahmaniati, 2015). This research is an analytic quantitative research with cross sectional design. Assessment of risk factors for TB incidence according to the Health Behavior Model by Green (1980) and TB Risk Factors Framework by WHO (2010) using Geographically Weighted Regression (GWR) method in 13 districts/cities in DKI Jakarta Province and Banten Province. The results showed three groups of risk factors could explain the contribution of parameters in modeling TB incidence in both provinces by 6%. The GWR model was able to describe the variation of three groups of TB risk factors in both provinces by 96%. The average estimate of the proportion of TB incidence will increase in the risk of low education, work, and the availability of TB health facilities. Educational status becomes a significant parameter in every district/city. Each district/city produces a different estimation value indicating the magnitude of TB incidence coefficients that is affected by each parameter change. Each district/city in both provinces through the Department of Health needs to implement policies and interventions with consideration of parameter estimation values on risk factors according to GWR modeling, especially improving TB education and promotion. Keywords: Geographically Weighted Regression (GWR), Tuberculosis (TB), Risk Factor
Read More
T-4952
Depok : FKM-UI, 2017
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Jessie Andrean; Pembimbing: Martya Rahmaniati M.; Penguji: Rico Kurniawan, Verry Adrian, Jhonson Hotsar
Abstrak:
Read More
Amanat Undang – Undang dan Peraturan Menteri Kesehatan telah mewajibkan dokumentasi data dan informasi pelayanan kesehatan beralih ke metode digital. Untuk itu praktik mandiri dokter dan dokter gigi diminta mengalihkan penyelenggaraan rekam medis dari manual menjadi elektronik. Pembinaan dan pengawasan terhadap praktik mandiri dokter dan dokter gigi tersebut mengalami beberapa kendala. Untuk mengatasi kendala tersebut maka dirancang sistem informasi untuk praktik mandiri dokter dan dokter gigi yang menggabungkan fungsi penyelenggaraan rekam medis elektronik dengan pembinaan dan pengawasannya. Identifikasi kebutuhan terhadap sistem informasi diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan telaah dokumen. Sistem informasi dikembangkan dengan metode System Development Life Cycle dengan pendekatan prototipe. Pengujian terhadap prototipe dilakukan dengan metode blackbox. Umpan balik terhadap prototipe dilakukan dengan wawancara mendalam. Penelitian ini menghasilkan prototipe sistem informasi untuk praktik mandiri dokter dan dokter gigi. Sistem dapat diakses 5 level pengguna yaitu Dinas Kesehatan Provinsi, Suku Dinas Kesehatan Kota, Puskesmas Kecamatan, Praktik Mandiri Dokter atau Dokter Gigi, dan Admin. Sistem informasi dapat memfasilitasi penyelenggaraan rekam medis elektronik, pencatatan dan pelaporan pelayanan kesehatan, serta diseminasi data dan informasi. Melalui sistem informasi ini praktik mandiri dokter dan dokter gigi dapat mendokumentasikan pelayanan kesehatan secara digital serta dapat membantu pemerintah melaksanakan kegiatan pembinaan dan pengawasan.
The mandate of the Laws and Regulations of the Minister of Health has made it mandatory for the documentation of data and information on health services to switch to digital methods. For this reason, the private practice of doctors and dentists is required to shift the administration of medical records from manual to electronic. Guidance and supervision of the independent practice of doctors and dentists encountered several obstacles. To overcome these obstacles, an information system was designed for the private practice of doctors and dentists that combines the functions of administering electronic medical records with their guidance and supervision. Identification of the need for information systems is obtained through in-depth interviews, observation, and document review. The information system was developed using the System Development Life Cycle method with a prototype approach. Testing of the prototype was carried out using the blackbox method. Feedback on the prototype is done by in-depth interviews. This research produces a prototype of an information system for private practice of doctors and dentists. The system can be accessed by 5 levels of users, namely the Provincial Health Office, City Health Office, District Health Center, Private Doctor or Dentist Practice, and Admin. Information systems can facilitate the implementation of electronic medical records, recording and reporting of health services, as well as dissemination of data and information. Through this information system private practice of doctors and dentists can digitally document health services and can help the government carry out guidance and supervision activities.
T-6679
Depok : FKM-UI, 2023
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
