Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 31822 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Oktaviani Adri Dwi Rizky; Pembimbing: Hendra; Penguji: Fatma Lestari, Devie Fitri
S-8988
Depok : FKM UI, 2016
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Vina Dwi Pratiwi; Pembimbing: Baiduri Widanarko; Penguji: Dadan Erwandi, Sandi Iljanto
Abstrak: Skripsi ini meneliti gejala low back pain diantara pekerja RSU-HGA yang terdiri dari Perawat dan Staf Administrasi. Desain penelitian yang digunakan adalah Potong Lintang (cross sectional) pada populasi sebanyak 346 orang, dan sampel sebanyak 135 orang dengan instrument pengambilan data berupa kuesioner QEC dan kombinasi kuesioner psikososial. Uji statistik yang digunakan adalah Chi-Square untuk menunjukkan pola hubungan antara faktor fisik dan psikososial terhadap terjadinya gejala low back pain. Variabel independent pada penelitian ini yaitu Faktor Individual (umur, jenis kelamin, IMT, riwayat penyakit, masa kerja), Faktor Psikososial (tuntutan pekerjaan, dukungan sosial, pekerjaan monoton, kepuasan kerja, dan stress kerja), serta Faktor Fisik (postur janggal, aktivitas manual handling, force dan durasi). Untuk kepentingan analisis dibuat Skor Faktor Psikososial dan Skor Faktor Fisik. Analisis dimulai dengan univariate, bivariate dan multivariate. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara faktor fisik maupun faktor psikososial. Hanya jenis pekerjaan yang memiliki hubungan terhadap gejala low back pain (p= 0,005). Oleh karena itu perlu adanya tindak lanjut melalui beberapa pendekatan metode untuk menilai lebih dalam terkait masalah ini.
Read More
S-10210
Depok : FKM-UI, 2019
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Citra Yuliana; Pembimbing: Izhar M. Fihir; Penguji: Chandra Satrya, Mayarni
S-7106
Depok : FKM-UI, 2012
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Fitra Mukti Nanggoro; Pembimbing: Sandi Iljanto; Penguji: Anhari Achadi, Vetty Yulianty Permanasari, Astuti, Punto Dewo
Abstrak: Latar belakang: Rumah Sakit Umum Hasanah Graha Afiah HGA merupakan RumahSakit rujukan di Kota Depok yang memiliki tugas dan fungsi sebagai tempat pelayanankesehatan, yang memiliki potensi terjadinya penyakit akibat kerja dan kecelakaan akibatkerja yang dialami oleh petugas kesehatan, pasien maupun pengunjung Rumah Sakit.RSU HGA telah mendapatkan Akreditasi Utama akan tetapi masih ditemukannya temuandalam penilaian akreditasi pada Manajemen Fasilitas dan Keselamatan MFK sepertibelum optimalnya program K3RS yang efektif untuk mencegah cedera bagi pasien,keluarga, staf dan pengunjung serta belum sepenuhnya program deteksi dini kebakarandan asap.
Tujuan: Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor penentu perilakutidak aman oleh pelaku pelayanan kesehatan di Rumah Sakit Umum Hasanah GrahaAfiah berdasarkan Permenkes No. 66 Tahun 2016.
Metode: Penelitian ini menggunakanpendekatan kuantitatif. Desain penelitian yang digunakan adalah bersifat observasionalcross sectional. Pengumpulan data primer melalui kuesioner sedangkan pengumpulandata sekunder dilakukan dengan penelusuran dokumen.
Hasil: Penelitian dilakukan padabulan April-Mei 2018 di Rumah Sakit Umum Hasanah Graha Afiah, Depok, ProvinsiJawa Barat. Sampel 127 responden yang memiliki profesi sebagai perawat, bidan, petugaslaboratorium dan petugas radiologi. Analisis chi square dan regresi logistik. Variabelyang dominan adalah pelatihan p value=0,000; OR= 4,250 dan pengetahuan pvalue=0,01; OR=3,986.
Saran: Dengan adanya penelitian ini setelah melihat hasilpenelitian diharapkan untuk dapat dipertimbangkan bagi pihak Rumah Sakit untukmengeluarkan peraturan turunan dari Permenkes No. 66 Tahun 2016 dalam bentukperaturan Rumah Sakit.

Background: RSU Hasanah Graha Afiah HGA is a referral hospital in Depok City thathas duties and functions as a place of health services, which has the potential for work relate dillnesses and accidents due to work experienced by health workers, patients and visitors Sick. RSU HGA has received Major Accreditation but still finds findings inaccreditation assessment on Facility and Safety Management such as not yet optimaleffective K3RS program to prevent injury to patient, family, staff and visitors and not yetfully fire and smoke early detection program.
Objective: The purpose of this study wasto decide the determinants of unsafe behavior by health service actors at RSU HasanahGraha Afiah based on Permenkes No. 66 Tahun 2016.
Method: This research usesquantitative approach. The research design used was observational cross sectional.Primary data collection through questionnaires while secondary data collection is doneby tracking documents.
Results: The study was conducted in April May 2018 at RSUHasanah Graha Afiah, Depok, West Java Province. Sample 127 respondents who haveprofession as nurse, midwife, laboratory officer and radiology officer. Chi square analysisand logistic regression. The dominant variable is training p value 0,000 OR 4,250 and knowledge p value 0.01 OR 3,986.
Suggestion: Given this research afterlooking at the results of the research is expected to be considered for the Hospital to issuederivative regulations from Permenkes No. 66 Tahun 2016 in the form of Hospitalregulations.
Read More
T-5248
Depok : FKM UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Yunia Indramurti; Pembimbing: Kurnia Sari; Penguji: Masyitoh, Inas Syabanasyah
S-8983
Depok : FKM UI, 2016
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Akhmad Hidayat; Pembimbing: L. Meily Kurniawidjaja; Penguji: Baiduri, Zaenal Arifien,
S-4912
Depok : FKM-UI, 2007
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Imas Latifah; Pembimbing: Izhar M Fihir; Penguji: Ridwan Zahdi Syaaf, Dadan Erwandi, Atna Permana, Syarifah Miftahul
Abstrak:

ABSTRAK Penularan penyakit infeksi HIV/AIDS, hepatitis B dan hepatitis C, dari pasien ke petugas kesehatan dapat terjadi melalui kecelakaan kerja. Perilaku petugas laboratoriun sebagai bagian dari petugas kesehatan dalam menerapkan kewaspadaan universal merupakan salah satu faktor penting terjadinya penularan infeksi. Petugas laboratorium yang tidak menerapkan kewaspadaan universal berisiko lebih tinggi terpajan penyakit infeksi tersebut di tempat kerja. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan perilaku kepatuhan petugas laboratorium dalam penerapan kewaspadaan universal dan menjelaskan faktor-faktor yang berkaitan dengan kepatuhan petugas laboratorium klinik dalam menerapkannya. Perilaku kepatuhan ini dapat dipengaruhi oleh faktor intrinsik dan faktor eksrinsik (Social Cognitive Theory). Penelitiani nimerupakan studi kasus yang menggunakan pendekatan kualitatif dengan melakukan wawancara dan observasi sebagai metoda pengumpulan data yang dilakukan sejak bulan Mei-Juni 2013 di rumah sakit “XY”. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa kepatuhan penerapan kewaspadaan universal pada petugas laboratorium di Rumah Sakit “XY” sebagian besar masih kurang. Faktor yang berkaitan dengan kurangnya kepatuhan petugas laboratorium terhadap kewaspadaan universal dari faktor intrinsik adalah pengetahuan, sedangkan dari faktor ekstrinsik adalah pelatihan dan dukungan atasan (pengawasan, penghargaan dan sanksi).


 ABSTRACT The transmission of infectious diseases HIV/AIDS, hepatitis B and hepatitis C from patient to health care workers can occur through accidents. Behavior of laboratory workers as part of health workers in implementing universal precautions as one of important factors is the infection transmission. Laboratory workers who are not at high risk of implementing universal precautions are more exposed to suffer infectious disease in their workplace. This study aims to explain the compliance behavior of laboratory workers in the application of universal precautions as well as factors associated with compliance in the clinical laboratory workers apply. Compliance behavior can be influenced by internal factors and eksternal factors (Social Cognitive Theory). This research is a case study using a qualitative approachment by conducting interviews and observations as data collection method since May-June 2013 at “XY” Hospital. The results indicate that the application of universal precautions compliance in laboratory workers at “XY” Hospital are still largely lacking. The factors associated with lack of this compliance on universal precautions of laboratory workers is knowledge (internal factor) whereas training and supervisor support (supevision, rewards and funishment) are related to the external factors.

Read More
T-3763
Depok : FKM-UI, 2013
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Evana Clarentina Kadi; Pembimbing: Robiana Modjo; Penguji: Hendra, Baiduri, Mayarni, Mohamad Ihsan Ramdani
Abstrak: Semua aktivitas yang dilakukan dalam memberikan pelayanan kesehatanmenempatkan tenaga kesehatan pada risiko Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3),termasuk perawat. Salah satu kecelakaan yang dapat menimbulkan cedera, penyakitbahkan kematian akibat infeksi yang ditularkan melalui darah adalah kejadian Needle-stick and Sharp Injuries (NSSI). Kejadian NSSI dan faktor-faktor yang berhubungan diRS PMI Bogor pada perawat belum terdata dengan baik. Penelitian ini menggunakanmetode cross sectional dan kuesioner sebagai instrumen dalam mengumpulkan data.Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan metode total sampling,yaitu seluruh perawat yang bekerja di Instalasi Rawat Inap, Instalasi Gawat Darurat danInstalasi Bedah RS PMI Bogor dengan jumlah responden 216 Orang. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa kejadian NSSI dalam 1 tahun terakhir adalah 49,5% denganpenyebab tersering adalah terkena pecahan ampul (49,5%) dan pada saat mematahkantutup ampul kaca (48,6%). Tidak ada hubungan yang bermakna antara masa kerja,pelatihan, unsafe acts, dan unsafe conditions dengan kejadian NSSI. Terdapathubungan yang bermakna antara pengetahuan dengan kejadian NSSI. Untuk mencegahterjadinya NSSI maka perlu dilakukan peningkatan pengetahuan perawat, pemerataanpromosi pencegahan dan penatalaksanaan kejadian NSSI serta sistem pelaporankecelakaan kerja yang terintegrasi dan diikuti dengan surveilans.Kata kunci:Needle-stick and Sharp Injuries; pengetahuan; perawat
All activities undertaken in providing health care put health workers atOccupational Health and Safety risk, including nurses. One of the accidents that cancause injury, illness and even death from blood-borne infections is Needle Stick andSharp Injuries (NSSI). NSSI incidence and factor associated with NSSI at IndonesianRed Cross Hospital nurses have not been recorded properly. A cross-sectional studywas conducted, using questionnaire as an instrument to collect data. The samplingtechnique in this study used total sampling method, which was all nurses working inInpatient, Emergency and Surgical Installation. A total of 216 nurses were accepted forinclusion. Results showed that the incidence of NSSI in the last 1 year was 49.5%, withthe most common cause was glass ampoule cap (49.5%) and the most frequentlyreported circumstances of NSSI was breaking the glass ampule cap (48.6%). There wasno statistically significant association between experience, training, unsafe acts andunsafe conditions with NSSI. There was statistically significant association betweenknowledge with NSSI. To prevent the occurrence of NSSI it is necessary to increasethe knowledge of nurses, promotion and integrated reporting of occupational accident,followed by surveillance.Key words:Knowledge; Needle-stick and Sharp Injuries; nurse
Read More
T-4694
Depok : FKM-UI, 2016
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ajeng Puspitaning Pramayu; Pembimbing: Dadan Erwandi; Penguji: Fatma Lestari, Ili Rianti
S-5692
Depok : FKM UI, 2009
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rasian Adisaputro; Pembimbing: Dadan Erwandi; Penguji: Zulkifli Djunadi, Delvi Yolanda
S-6304
Depok : FKM UI, 2011
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive