Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 29653 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
S-9001
[s.l.] : [s.n.] : s.a.]
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Evi Rahayu; Pembimbing: Wachyu Sulistiadi; Penguji: Nurwahyuni, Atik; Alviah, Evi
Abstrak: Skripsi ini menggambarkan ekses klaim provider PT Asuransi X pada polis yang diterbitkan tahun 2012 periode pelayanan Januari 2012 ? Oktober 2013. Penelitian ini adalah penelitian cross sectional dengan desain deskriptif melalui pendekatan kuantitatif. Hasil penelitian dari data-data sekunder perusahaan dapat digambarkan bahwa biaya ekses klaim dipengaruhi oleh beberapa faktor, untuk faktor klasifikasi provider provider gold 50,20% dan 49.80 % dari total biaya ekses untuk provider silver. Faktor jenis kepesertaan ; karyawan 43.98%, pasangan 36.68% dan kepesertaan anak 19.35 % dari total biaya ekses klaim. Faktor berikutnya paket manfaat/pelayanan kesehatan yang terdiri dari rawat inap 51,43%, rawat jalan 29.05%, persalinan 13,19%, rawat gigi 6.24% dan paket manfaat kacamata 0.09% dari total biaya ekses klaim. Dari faktor kesesuaian isi polis terkait limitasi manfaat; rawat inap 52.96%, rawat jalan 23.75%, persalinan 15.02%, rawat gigi 8.16%, sedangkan limitasi manfaat kacamata 0.11% dari total biaya ekses klaim. Dari faktor pengecualian pada polis yang disebabkan karena: pengecualian diagnose 41.38%, pengecualian obat 31.27%, tindakan tidak indikasi 18.48%, pelayanan diluar tanggal efektif polis 7.13%, non medis 1.07% dan peserta yang tidak memiliki paket manfaat 0.66% dari biaya ekses klaim.
 

This study aims to describe the excess claim at PT Insurance X provider for policy issued in 2012 at January 2012 ? October 2013 Service Period. This study is cross sectional study with descriptive design through a quantitative approach. The result showed taken from Insurance Company secondary data describe that the excess claim cost influence by some factors, for classification of provider factor; gold provider reach 50.20% and 49.80% for silver provider from totally excess claim cost. Type of membership factor; employee 43.98%, couple 36.68% and children membership 19.35% from totally excess claim cost. The next factor of package benefit/health services that consist of inpatient 51.43%, outpatient 29.05%, maternity 13.19%, dental service 6.24% and package benefit of glasses 0.09% from totally excess claim cost. From the factor of compatibility policy content related to limitation of benefit inpatient 52.96%, outpatient 23.75%, maternity 15.05%, dental service 8.16% and package benefit of glasses 0.11% from totally excess claim cost. From the exclusion policy that caused by diagnose exclusion 41.38%, medicine exclusion 31. 27%, not indication treatment 18.48%, services out of effective date policy 7.13%, non medical 1.07% and member that have not benefit package 0.66% from totally excess claim cost.
Read More
S-8401
Depok : FKM-UI, 2014
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Joko Suwandi; Pembimbing: Sandi Iljanto
S-3157
Depok : FKM-UI, 2003
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Zsandrina Ashriza EL Yusvaa Andreina; Pembimbing: Puput Oktamianti; Penguji: Pujiyanto, Mardiati Nadjib
Abstrak:
Proses penyelesaian klaim asuransi non-JKN di rumah sakit memiliki peran penting dalam menjaga kelancaran arus kas dan keberlangsungan operasional. Keterlambatan dalam proses klaim dapat berdampak pada waktu penerimaan pembayaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis ketepatan waktu dan proses penyelesaian klaim asuransi non-JKN di RS UI tahun 2025. Faktor input yang diteliti meliputi SDM, sarana dan prasarana, kelengkapan berkas klaim, dan jenis asuransi. Penelitian ini juga menganalisis distribusi waktu pada setiap tahapan proses, meliputi T1 (discharge to closed), T2 (closed to invoicing), T3 (invoicing to sending), dan T4 (sending to payment), serta hambatan yang terjadi hingga tahap pembayaran klaim. Penelitian ini menggunakan desain potong lintang dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Data kuantitatif diperoleh dari seluruh klaim asuransi non-JKN tahun 2025 sebanyak 7313 klaim, sedangkan data kualitatif diperoleh melalui wawancara mendalam dengan informan yang terlibat dalam proses klaim di unit AR. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar klaim telah diselesaikan sesuai dengan target ≤55 hari dengan persentase 83,5% dan rata-rata total waktu penyelesaian sebesar 29 hari. T4 merupakan tahapan dengan durasi paling lama dan menjadi bottleneck dalam proses klaim. Faktor input secara umum telah mendukung proses, tetapi masih ditemukan kendala terkait ketidaklengkapan berkas klaim, keterbatasan SDM pada kondisi tertentu, dan sistem yang belum optimal. Terdapat variasi waktu penyelesaian klaim berdasarkan jenis perawatan dan jenis asuransi yang dipengaruhi oleh kompleksitas berkas dan perbedaan kebijakan asuransi. Hambatan dalam proses klaim didominasi oleh faktor internal rumah sakit, meskipun faktor eksternal juga turut memengaruhi. Secara keseluruhan, proses penyelesaian klaim asuransi non-JKN di RS UI telah berjalan cukup baik, tetapi masih diperlukan perbaikan pada kelengkapan berkas klaim, optimalisasi sistem, dan pengelolaan SDM untuk meningkatkan efisiensi dan konsistensi dalam pencapaian target waktu penyelesaian klaim.

The process of non-JKN insurance claim settlement in hospitals plays an important role in maintaining cash flow and ensuring operational sustainability. Delays in the claim process still occur and may affect the timeliness of payment receipt. This study aims to analyze the timeliness and process of non-JKN insurance claim settlement at Universitas Indonesia Hospital in 2025. The input factors examined included human resources, facilities and infrastructure, completeness of claim documents, and type of insurance. This study also analyzed the time distribution at each stage of the claim process, including T1 (discharge to closed), T2 (closed to invoicing), T3 (invoicing to sending), and T4 (sending to payment), as well as the barriers encountered until the payment stage This study employed a cross-sectional design using quantitative and qualitative approaches. Quantitative data were obtained from a total of 7,313 non-JKN insurance claims in 2025, while qualitative data were collected through in-depth interviews with informants involved in the claim process within the AR Unit. The results showed that the majority of claims were completed within the target of  ≤55 days, accounting for 83,5% of all claims, with an averge total processing time of 29 days. T4 was identified as the longest stage and became the bottleneck in the claim process. In general, the input factors supported the claim settlement process; however, several obstacles were still identified, including incomplete claim documents, limited human resources under certain conditions, and suboptimal system performance. Variations in claim processing time were also found based on the type of care and type of insurance, influenced by document complexity and differences in insurance policies. Barriers in the claim process were predominantly caused by internal hospital factors, although external factors also contributed to delays. Overall, the non-JKN insurance claim settlement process at Universitas Indonesia Hospital has been implemented relatively well; however, improvements in claim document completeness, system optimization, and human resource management are still needed to improve efficiency and consistency in achieving the targeted claim processing time.
Read More
S-12226
Depok : FKM-UI, 2026
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Wahyuningsih; Pembimbing: Wiku Bakti Bawono Adisasmito; Penguji: Pujiyanto, Adi Kurnia Nur
S-4817
Depok : FKM-UI, 2006
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rut Eva Febrina; Pembimbing: Atik Nurwahyuni; Penguji: Alamsyah
Abstrak: Manajemen klaim menjadi hal yang sangat penting dalam bisnis asuransi danberperan dalam mebangun citra perusahaan. Dimana TPA X sebagai administratorAsuransi dituntut untuk memberikan analisis klaim kepada peserta secara tepat.Penelitian ini dilakukan dengan desain kuantitatif dan kualitatif, denganmenggunakan teknik pengumpulan data meliputi wawancara mendalam, dan telaahdokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sumber daya yang mempengaruhiketepatan proses analisis klaim TPA X pada PT. Asuransi adalah perubahanketentuan polis, kurangnya beberapa sarana dan prasarana juga sistem informasiyang menunjang ketepatan proses analisis klaim.Kata kunci:Manajemen klaim, ketepatan analisis klaim
Claims management becomes very important in the business of insurance and re-established role in the company's image. As an administrator Insurance, PT TPA Xrequired to guarantee proper claim to all members. This research is quantitative andqualitative design, using the techniques of data collection includes in-depthinterviews, and a review of documents. The results showed that the resources thataffect the precision of the analysis process claims TPA X at PT Asuransi Y is achange of policy provisions, lack of some facilities and infrastructure informationsistems also support the accuracy of the analysis process claims.Keywords:claims managements, claims analysis accuracy.
Read More
S-9234
Depok : FKM-UI, 2016
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Shamim Thahir Ahmad; Pembimbing: Kurnia Sari; Penguji: Mardiati Nadjib, Edu Parningotan Aritonang
Abstrak:
Durasi penyelesaian klaim menjadi indikator penting dalam menilai efisiensi pelayanan asuransi, terutama pada produk santunan harian rawat inap. Keterlambatan dalam proses klaim dapat menurunkan kepuasan dan kepercayaan nasabah terhadap perusahaan asuransi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan durasi penyelesaian klaim santunan harian rawat inap di PT. X berdasarkan data tahun 2023–2024. Penelitian menggunakan desain cross-sectional dengan pendekatan kuantitatif dan memanfaatkan data sekunder sebanyak 299 klaim. Analisis dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan regresi logistik ordinal. Hasil menunjukkan bahwa sebagian besar klaim diselesaikan dalam waktu 6–14 hari (39,1%) dan 0–5 hari (37,5%). Terdapat dua variabel yang memiliki hubungan signifikan secara statistik terhadap durasi klaim, yaitu asal daerah dan kelengkapan dokumen. Peserta dari luar Pulau Jawa cenderung mengalami durasi klaim lebih lama, sedangkan klaim dengan dokumen lengkap memiliki peluang yang jauh lebih besar untuk diselesaikan dalam waktu singkat. Empat variabel lainnya—sebab dirawat, jenis rumah sakit, nominal klaim, dan riwayat pengajuan sebelumnya—tidak menunjukkan hubungan signifikan namun memiliki kecenderungan praktis yang relevan.
The duration of claim settlement is an important indicator in assessing the efficiency of insurance services, particularly for hospital daily cash benefit products. Delays in the claim process may reduce customer satisfaction and trust in insurance companies. This study aims to analyze the factors associated with the duration of claim settlement for hospital daily cash benefits at PT. X based on 2023–2024 data. A cross-sectional design with a quantitative approach was used, utilizing secondary data from 320 claims. The analysis was conducted using univariate and bivariate methods with ordinal logistic regression. The results showed that most claims were settled within 6–14 days (39.1%) and 0–5 days (37.5%). Two variables showed statistically significant relationships with claim duration: region of origin and completeness of documents. Participants from outside Java Island tended to experience longer claim durations, while claims submitted with complete documents had a significantly higher likelihood of being processed more quickly. The other four variables—reason for hospitalization, hospital type, claim amount, and claim history—were not statistically significant but showed relevant practical trends.
Read More
S-12000
Depok : FKM-UI, 2025
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Muhammad Qeis Yahya Arifin; Pembimbing: Pujiyanto; Penguji: Vetty Yulianty Permanasari, Harjadi
Abstrak:
Asuransi kesehatan mengatur risiko bisnisnya dengan memindahkan sebagian risiko tersebut ke pihak lain, yaitu reasuransi. Reasuransi berperan sebagai penanggung risiko asuransi (cedant) atas klaim yang terjadi dengan pemenuhan manfaat oleh cedant dengan mengacu proporsinya dari perjanjian kerjasama yang ada (treaty). Ketika cedant menerima klaim dari peserta tertanggungnya, atas perjanjian kerjasama yang ada maka cedant tersebut dapat mengalihkan klaimnya kepada reasuransi dengan porsi-porsi cakupan pembayaran klaim, melalui laporan bordero klaim. Penelitian berfokus dalam menganalisis karakteristik peserta tertanggung yang dilaporkan di dalam bordero klaim, seperti jenis kelamin dan usia terhadap biaya klaim, serta mengidentifikasi penyakit dengan klaim tinggi. Pendekatan yang digunakan untuk penelitian adalah kuantitatif deskriptif dengan melakukan analisis data sekunder dari bordero klaim yang dikirim perusahaan asuransi dari tahun 2021-2023 menggunakan uji T sampel independen dan ANOVA satu arah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata biaya klaim laki-laki lebih tinggi daripada perempuan, rata-rata biaya klaim kelompok usia lansia adalah yang tertinggi daripada bayi sampai dewasa. Penyakit neoplasma, sistem peredaran darah, dan darah dan mekanisme imun teridentifikasi sebagai jenis-jenis penyakit dengan biaya klaim tertinggi berdasarkan rata-rata biaya klaimnya selama 2021-2023. Kesimpulan dari penelitian adalah diperlukannya peninjauan loss ratio untuk berhenti menerima klaim jika pembayaran klaim sudah lebih tinggi daripada penerimaan premi, penyesuaian tarif premi  yang lebih sesuai dengan penerimaan risiko yang ada, dan penetapan pembatasan atas peserta dengan risiko yang tidak dapat diterima.

Health insurance manages its business risk by transferring part of that risk to reinsurance. Reinsurance functions as a risk bearer for the insurance company (cedant) for claims arising from fulfilling benefits by the cedant, based on the proportions stipulated in the reinsurance treaty. When the cedant receives claims from insured members, the existing treaty allows the cedant to cede a portion of these claims to the reinsurer according to the agreed claim share proportions, which are reported through claim bordereaux. This study focuses on analyzing the characteristics of insured members reported in claim bordereaux, such as sex and age, in their relation to claim costs, and identifying diseases associated with high cost claims. This study uses a descriptive quantitative approach by analyzing secondary data from claim bordereaux submitted by insurance companies during the 2021–2023 period, using Independent Sample T-test and One Way ANOVA. The results shows that the average claim cost for male members is higher than claim for females, and the elderly age group members has the highest average claim cost compared to infants to adults. Neoplasms, diseases of the circulatory system, and diseases of the blood and immune mechanisms are identified as disease categories with highest cost claims based on their average claim costs during 2021–2023. The study concludes to apply loss ratio review to cease claim acceptance when claim payments exceed premium income, premium rates adjustments to reflect better accepted risks, establish restrictions on members with unacceptable risk levels.
Read More
S-12173
Depok : FKM-UI, 2026
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Kristiara Amalia Fitria; Kurnia Sari; Penguji: Pujiyanto, Nurlitasari
Abstrak:
Administrasi klaim merupakan proses penting yang dilakukan sebelum klaim dibayarkan oleh tertanggung. Komplain klien juga dapat mengganggu hubungan yang telah terjalin dengan pihak klien dan pihak perusahaan asuransi. PT Mitra Iswara & Rorimpandey (PT MIR) merupakan perusahaan pialang asuransi tertua di Indonesia yang bertindak atas nama tertanggung untuk memberikan nasihat dan kebijakan asuransi yang disesuaikan untuk mengelola risiko. Penelitian ini membahas faktor-faktor yang memicu komplain klien dalam administrasi klaim pada produk asuransi employee benefit di PT MIR. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Informan berjumlah 10 orang, yaitu Asisten Manajer Klaim dan Staf Analis Klaim PT MIR, serta Klien PT MIR. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi, koordinasi, sumber daya manusia, kelengkapan dokumen klaim, serta pemahaman pemegang polis berperan dalam timbulnya komplain dalam proses adiministrasi klaim produk asuransi employee benefit di PT Mitra Iswara & Rorimpandey (PT MIR)

Claim administration is an essential step that must be completed before the insured pays the claim. Client complaints can also disrupt the relationship between the client and the insurance company. PT Mitra Iswara & Rorimpandey (PT MIR) is the oldest insurance brokerage company in Indonesia that acts on behalf of the insured to provide customized insurance advice and policies to manage risk. This study discusses the factors that trigger client complaints in administering claims on employee benefit insurance products at PT MIR. This study uses a qualitative approach with a case study design. There were ten informants: Claim Manager Assistant, PT MIR Claim Analyst Staff, and PT MIR Clients. The results showed that communication, coordination, human resources, claim documents' completeness, and policyholders' understanding played a role in the emergence of complaints in the claims administration process for employee benefits insurance products at PT Mitra Iswara & Rorimpandey (PT MIR).
Read More
S-11408
Depok : FKM-UI, 2023
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Thifal Bakhitah Maharani; Pembimbing: Kurnia Sari; Penguji: Helen Andriani, Yudyarini Pramita Handayani
Abstrak:

Industri asuransi kesehatan memegang peranan penting dalam memberikan perlindungan finansial terhadap risiko biaya perawatan medis yang terus meningkat. Dalam praktiknya, perusahaan asuransi seringkali bekerja sama dengan reasuradur guna mengelola dan memitigasi beban risiko secara lebih efektif, terutama dalam menghadapi tren peningkatan klaim yang signifikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola klaim yang diajukan oleh PT Asuransi X kepada PT Reasuransi Y dengan focus pada biaya perawatan tertinggi (high-cost claims) dan penyakit terbanyak (high-frequency diseases). Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan analisis data sekunder yang diambil dari laporan klaim riil perusahaan periode Desember 2021–November 2024, serta dianalisis menggunakan uji Chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyakit muskuloskeletal, genitourinari, dan kardiovaskular menjadi penyumbang terbesar biaya klaim, meskipun tidak termasuk dalam kategori penyakit dengan frekuensi klaim terbanyak. Selain itu, ditemukan bahwa jenis perawatan yang paling berkontribusi terhadap tingginya biaya klaim adalah tindakan operasi dan aneka perawatan rumah sakit, yang diikuti oleh rawat inap dan layanan pasca perawatan. Hal ini menunjukkan bahwa kompleksitas tindakan medis, terutama yang bersifat invasif, memberikan dampak signifikan terhadap nilai klaim secara keseluruhan. Dengan demikian, penelitian ini menyoroti bahwa besarnya biaya klaim tidak hanya ditentukan oleh jenis penyakit atau frekuensinya, tetapi juga oleh jenis layanan kesehatan yang digunakan. Kesimpulan dari penelitian ini menekankan pentingnya pemahaman menyeluruh terhadap pola klaim serta diharapkan dapat memberikan wawasan dan rekomendasi strategis yang mendalam bagi kedua belah pihak dalam mengembangkan kebijakan underwriting, pengelolaan risiko, perencanaan premi yang lebih tepat, serta pengembangan produk berbasis tren klaim.


The health insurance industry plays a crucial role in providing financial protection  against the rising costs of medical treatment. In practice, insurance companies often  collaborate with reinsurers to manage and mitigate risk more effectively,  particularly in response to the growing trend of significant claim increases. This  study aims to analyze the claim patterns submitted by PT Insurance X to PT  Reinsurance Y focused on two categories: high-cost claims and high-frequency  diseases. A descriptive quantitative approach was employed, utilizing secondary  data drawn from actual company claim reports spanning the period of December  2021 to November 2024, and analyzed using the Chi-square test. The results show  that musculoskeletal, genitourinary, and cardiovascular diseases were the largest  contributors to total claim costs, despite not being among the most frequently  claimed conditions. Additionally, the types of treatments that contributed most to  the high cost of claims were surgical procedures and various hospital treatments,  followed by inpatient services and post-treatment care. This indicates that the  complexity of medical procedures—especially invasive ones—has a substantial  impact on overall claim value. Thus, the study highlights that the magnitude of  claim costs is influenced not only by the type or frequency of diseases but also by  the type of medical services utilized. The conclusion of this research underscores  the importance of a comprehensive understanding of claim patterns and is expected  to provide in-depth insights and strategic recommendations for both parties in  developing underwriting policies, improving risk management, setting more  accurate premiums, and designing insurance products based on claim trends.

Read More
S-11931
Depok : FKM-UI, 2025
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive