Ditemukan 32988 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
Lusianawaty Tana dan Ghani Lannywati
BPSK Vol.17, No.3
Surabaya : Pusat Humaniora Kebijakan Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat, 2014
Indeks Artikel Jurnal-Majalah Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Lusianawaty Tana, Lannywati Ghani
BPSK Vol.17, No.3
Surabaya : Pusat Humaniora Kebijakan Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat, 2014
Indeks Artikel Jurnal-Majalah Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Anny Victor Purba, Ida Diana Sari, Bryan Mario Isakh
BPSK Vol.10, No.2
Surabaya : [s.n.] :
2007
Indeks Artikel Jurnal-Majalah Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Upi Meukawati; Pembimbing: Dadan Erwandi; Penguji: Meily L. Kurniawidjaja, Loekman Hakim Siregar
S-4447
Depok : FKM-UI, 2005
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Rosfita Rasyid; Promotor:Sudijanto Kamso; Ko-Promotor: Kusharisupeni, Rizanda Machmud; Penguji: Soekidjo Notoatmodjo, Purwantyastuti, Soewarta Kosen, Ratna Djuwita, Adang Bachtiar
D-241
Depok : FKM-UI, 2010
S3 - Disertasi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Febrie Wulandari; Pembimbing: Evi Martha; Penguji: Hadi Pratomo, Umi Zakiati
Abstrak:
Tuberkulosis (TB) merupakan penyakit yang menular dan disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis. Bakteri tersebut dapat menyerang organ tubuh namun seringkali bakteri TB menyerang paru-paru manusia. Kota Depok menjadi salah satu kota di Provinsi Jawa Barat yang mengalami kenaikan angka kasus TB dalam empat tahun terakhir. Jumlah kasus TB Paru terbanyak yang dilaporkan berasal dari Puskesmas Pancoran Mas. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang bertujuan untuk menggali informasi lebih dalam mengenai perilaku minum obat pada pasien TB Paru saat Pandemi COVID-19. Informan pada penelitian ini adalah pasien TB, pihak keluarga pasien TB, kader TB, satgas COVID-19, dan penanggung jawab program TB. Pemilihan informan penelitian secara purposive sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil penelitian menunjukkan faktor predisposisi, faktor pemungkin, dan faktor penguat berperan dalam perilaku minum obat pada pasien TB. Pada faktor predisposisi, terdapat pengetahuan yang rendah dan sikap positif. Sedangkan pada faktor pemungkin, efek samping minum obat tidak membuat perubahan dalam perilaku minum obat, akses pelayanan perlu diperhatikan. Kemudian pada faktor pendorong, dukungan keluarga dan peran petugas kesehatan menjadi penguat dalam perilaku minum obat. Oleh sebab itu, disarankan kepada Puskesmas Pancoran Mas untuk melakukan penyuluhan tentang TB kepada seluruh masyarakat serta mengoptimalkan peran kader selama masa pengobatan TB.
Tuberculosis (TB) is an infectious disease caused by Mycobacterium tuberculosis. These bacteria can attack the body's organs, but TB bacteria often attack the human lungs. Depok City is one of the cities in West Java Province which has experienced an increase in the number of TB cases in the last four years. The highest number of reported cases of pulmonary TB came from the Pancoran Mas Health Center. This study is a qualitative study that aims to dig deeper information about drug-taking behavior in pulmonary TB patients during the COVID-19 pandemic. Informants in this study were TB patients, the family of TB patients, TB cadres, the COVID-19 task force, and the person in charge of the TB program. The selection of research informants purposively according to the inclusion and exclusion criteria. The results showed that predisposing factors, enabling factors, and reinforcing factors played a role in drug-taking behavior in TB patients. On predisposing factors, there is low knowledge and positive attitude. While the enabling factors, side effects of taking medication do not make changes in drug taking behavior, access to services needs to be considered. Then on the driving factors, family support and the role of health workers become reinforcements in drug-taking behavior. Therefore, it is recommended to the Pancoran Mas Health Center to provide counseling about TB to the entire community and optimize the role of cadres during the TB treatment period.
Read More
Tuberculosis (TB) is an infectious disease caused by Mycobacterium tuberculosis. These bacteria can attack the body's organs, but TB bacteria often attack the human lungs. Depok City is one of the cities in West Java Province which has experienced an increase in the number of TB cases in the last four years. The highest number of reported cases of pulmonary TB came from the Pancoran Mas Health Center. This study is a qualitative study that aims to dig deeper information about drug-taking behavior in pulmonary TB patients during the COVID-19 pandemic. Informants in this study were TB patients, the family of TB patients, TB cadres, the COVID-19 task force, and the person in charge of the TB program. The selection of research informants purposively according to the inclusion and exclusion criteria. The results showed that predisposing factors, enabling factors, and reinforcing factors played a role in drug-taking behavior in TB patients. On predisposing factors, there is low knowledge and positive attitude. While the enabling factors, side effects of taking medication do not make changes in drug taking behavior, access to services needs to be considered. Then on the driving factors, family support and the role of health workers become reinforcements in drug-taking behavior. Therefore, it is recommended to the Pancoran Mas Health Center to provide counseling about TB to the entire community and optimize the role of cadres during the TB treatment period.
S-10970
Depok : FKMUI, 2022
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Kristine Octavianty; Pembimbing: Renti Mahkota; Penguji: Yovsyah, Abdul Haris Munandar
S-5502
Depok : FKM UI, 2008
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Lisnawati Maryam; Pembimbing: Helda; Penguji: Tri Yunis Miko Wahyono, Emita Ajis
Abstrak:
Read More
Tuberkulosis atau biasa disebut TBC adalah penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium Tuberculosis. Situasi TB paru di kabupaten Bogor sendiri sampai dengan februari tahun 2023. Sebanyak 13,6 % pasien yang sudah di obati, yaitu 2.476 kasus TB SO dan 103 kasus TB RO dengan jumlah capaian yang diinginkan yaitu 22.696 pasien yang diobati. Untuk diagnosa menggunakan TCM (Tes Cepat Molekuler) sudah 70%. Sedangkan untuk kasus Succes Rate TB tahun 2022 yaitu 38,4%. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Persentase kejadian TB dan faktor yang berhubungan dengan kejadian TB pada orang dewasa di Kabupaten Bogor berdasarkan data tahun 2024. Penelitian ini menggunakan desain studi case series dengan menggunakan data SITB dan Kuesioner yang di bagikan ke narasumber. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan menggunakan uji chi-square. Dengan hasil pemeriksaan TCM (+) sebanyak 67 orang dengan persentase 94,4%. Sedangkan jumlah pasien TB paru di puskesmas megamendung dengan hasil pemeriksaan ronsen (+) sebanyak 4 orang dengan presentase 5,6%. Sedangan dilihat dari demografi jumlah pasien TB paru lebih banyak diderita oleh perempuan dibandingkan laki-laki. Untuk umur 35 tahun ke bawah lebih banyak menderita TB paru. Pengetahuan pasien TB mayoritas pengetahuannya baik. Efek samping yang paling dominan adalah air kencing berwarna merah, dialami oleh 56 pasien (76,1%). Selain itu, nyeri gatal (36,6%) dan lemas (36,6%). Lingkungan juga dapat mempengaruhi TB.
Tuberculosis or commonly called TB is an infectious disease caused by the bacteria Mycobacterium Tuberculosis. The pulmonary TB situation in Bogor district itself is up to February 2023. A total of 13.6% of patients have been treated, namely 2,476 SO TB cases and 103 RO TB cases with the desired achievement being 22,696 treated patients. For diagnosis using TCM (Rapid Molecular Test) it is already 70%. Meanwhile, the TB Success Rate in 2022 is 38.4%. The aim of this research is to determine the percentage of TB incidence and factors related to the incidence of TB in adults in Bogor Regency based on data for 2024. This research uses a case series study design using SITB data and questionnaires distributed to sources. Data analysis was carried out descriptively and used the chi-square test. With TCM examination results (+) as many as 67 people with a percentage of 94.4%. Meanwhile, the number of pulmonary TB patients at the Megamendung health center with X-ray examination results (+) was 4 people with a percentage of 5.6%. Judging from the demographics, the number of pulmonary TB patients is more common among women than men. People aged 35 years and under are more likely to suffer from pulmonary TB. Most TB patients' knowledge is good. The most dominant side effect was red urine experienced by 56 patients (76.1%). Apart from that, itching pain (36.6%) and weakness (36.6%). The environment can also influence TB.
S-11776
Depok : FKM UI, 2024
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Raflizar; Pembimbing: Nuning M. Kiptiyah
S-2156
Depok : FKM UI, 2001
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Ester Tarida Ulibasa; Pembimbing: Ratu Ayu Dewi Sartika; Penguji: Dian Ayubi, Adang Bachtiar, Rulliana Agustin, Ratna Asih
Abstrak:
Tuberkulosis sampai saat ini masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di dunia, terutama di negara-negara berkembang termasuk Indonesia. Indonesia negara tertinggi kedua untuk kasus TB terbanyak, Kabaupaten Tangerang penyumbang paling tinggi di Provinsi Banten, penemuan kasus TB di Kabupaten masih belum mencapai target. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui hubungan faktor determinan petugas TB yang berpengaruh dalam pelaksanaan kasus tuberkulosis paru di Puskesmas Kabupaten Tangerang. predisposisi yaitu pengetahuan, motivasi, imbalan, dan pemahaman tugas; faktor pemungkin yaitu sumber daya, tugas rangkap dan pelatihan; maupun faktor penguat yaitu supervisi. Penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional dengan metode campuran. Populasi penelitian adalah seluruh petugas TB di Puskesmas se-Kabupaten Tangerang dengan total sebanyak 44 orang, maka seluruh populasi diambil sebagai sampel dengan kriteria inkulsi sebanyak 35 orang petugas. Tahapan analisis data yaitu univariat, bivariat dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan ada pengaruh sumber daya (p=0,003), supervisi (p=0,001), pelatihan (p=0,027), imbalan (p=0,001), tugas rangkap (p=0,001), tugas rangkap (p=0,001), pemahaman tugas(p=0,001), motivasi(p=0,001) dan pengetahuan (p=0,001) terhadap pelaksanaan penemuan kasus TB. Diharapkan puskesmas perlu berkomitmen dalam mendukung pelaksanaan penemuan kasus TB dengan cara menginstruksikan, melakukan supervisi, memberikan reward. Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang agar dapat melengkapi sarana maupun prasarana
Read More
T-6401
Depok : FKM-UI, 2022
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
