Ditemukan 40366 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
Yuyus R.
JKG UI, Vol.8, No.1
Jakarta : FKG UI, 2001
Indeks Artikel Jurnal-Majalah Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Maj. Kesmas. Indonesia (MKMI), XXIX, No.4, 2001, hal. 224-226, ( Cat. ada di bendel 1991-2001 )
[s.l.] :
[s.n.] :
s.a.]
Indeks Artikel Jurnal-Majalah Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Yuyus R.
JKG UI, Vol.8, No.2
Jakarta : FKG UI, 2001
Indeks Artikel Jurnal-Majalah Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Tinon Resphati; Pembimbing: Adi Sasongko
T-694
Depok : FKM UI, 1999
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Maj. Kesmas Indo. (MKMI), XXVI, No.9, Okt, 1998: hal. 522-524
[s.l.] :
[s.n.] :
s.a.]
Indeks Artikel Jurnal-Majalah Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Putri Viera Anisa Rahmawati; Pembimbing: Ella Nurlaela Hadi; Penguji: Caroline Endah Wuryaningsih, Muhamad Lukman Sahaja
Abstrak:
Read More
Permasalahan kesehatan gigi dan mulut di Indonesia masih tergolong tinggi. Kementerian Kesehatan (2025) melaporkan 57% masyarakat Indonesia mengalami masalah kesehatan gigi dan mulut. Pada anak tunagrahita, prevalensi karies mencapai 82,6% sebagai akibat dari keterbatasan kognitif dan motorik yang dimiliki. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus untuk menganalisis praktik edukasi pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut pada anak tunagrahita di SLBN 9 Jakarta tahun 2026. Data diperoleh melalui wawancara mendalam terhadap delapan informan yang terdiri dari enam guru wali kelas, satu koordinator bagian tunagrahita, dan kepala sekolah; serta observasi terhadap praktik edukasi, sarana, dan peraturan terkait. Hasil penelitian menunjukkan, edukasi kesehatan gigi dan mulut dilaksanakan secara rutin melalui program Bina Diri dengan metode pembelajaran interaktif, demonstrasi, dan evaluasi berkala. Guru wali kelas memiliki pengetahuan yang mumpuni dan menunjukan sikap, serta persepsi positif terhadap program edukasi, namun, keterbatasan waktu pembelajaran dan banyaknya tuntutan target capaian akademik masih menjadi kendala dalam pelaksanaan edukasi. Guru juga menekankan pentingnya keterlibatan orang tua dalam edukasi pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut anak. Sarana dan prasarana penunjang masih tergolong terbatas. Praktik edukasi memanfaatkan fasilitas umum sekolah dengan alat yang dibawa secara mandiri oleh murid dan guru. Belum terdapat program dan kebijakan khusus terkait edukasi kesehatan gigi dan mulut anak tunagrahita. Meskipun demikian, kurikulum memberikan fleksibilitas bagi guru untuk menyesuaikan metode pembelajaran dengan kebutuhan anak. Praktik edukasi di SLBN 9 Jakarta telah berjalan cukup baik dan adaptif, namun dapat dioptimalkan melalui peningkatan fasilitas, penguatan kolaborasi dengan orang tua, dan menjalin kerja sama dengan pihak eksternal.
The Ministry of Health reported that 57% of the population in Indonesia experienced oral health issues (2025). Among children with intellectual disabilities, the prevalence of dental caries reached 82.6%, attributed to their cognitive and motor impairments. This study employed a qualitative approach, with a case study design, to analyze dental and oral health maintenance education practices for children with intellectual disabilities at SLBN 9 Jakarta in 2026. Data were collected through in-depth interviews with eight informants: six homeroom teachers, one coordinator of the childrens' intellectual disability unit, and the school principal; and observation of educational practices, facilities, and related regulations. The results indicated that dental and oral health educational practices at SLBN 9 Jakarta have been routinely implemented through the Self-Development (Bina Diri) program, utilizing various interactive learning methods, demonstrations, and periodic evaluations. Homeroom teachers demonstrated adequate knowledge with positive attitudes and perceptions toward the program. However, limited instructional time and heavy academic demands remain major obstacles to its implementation. Teachers also emphasized the importance of parental involvement in reinforcing oral health practices. Educational facilities were limited, relying mainly on general school facilities and personal equipment provided by teachers and students’ family. No specific school program or policy on oral health education for children was identified. Nevertheless, the curriculum provided flexibility for teachers to adapt learning methods to each students’ needs. Overall, the program was implemented effectively, although improvements in facilities accommodation, parental collaboration, and external partnerships are needed to enhance its sustainability and impact.
S-12308
Depok : FKM-UI, 2026
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Bul. Pen. Kes. (Bulitkes), Vol.38, No.2, 2010, hal. 52-66, ( Cat ada di bendel 2008-2011 )
[s.l.] :
[s.n.] :
s.a.]
Indeks Artikel Jurnal-Majalah Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Jessica Apulina Ginting; Pembimbing: Ella Nurlaella Hadi; Penguji: Dien Anshari, Ririn Arminsih Wulandari, Saksono Liliek Susanto, Monica Hutabarat
Abstrak:
Read More
Penyakit gigi dan mulut yang dialami oleh anak usia dini disebabkan oleh banyak faktor, namun kondisi kesehatan gigi dan mulut ini dapat dicegah serta diobati pada tahap awal. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis persepsi ibu dalam melakukan upaya pencegahan masalah kesehatan gigi dan mulut anak usia dini berdasarkan Health Belief Models. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam menggunakan pedoman pertanyaan yang dilaksanakan pada bulan Desember 2022-Januari 2023 pada 16 informan meliputi 6 informan utama dan 2 informan dari Sekolah X, 6 informan utama dan 2 informan kunci dari PAUD Y. Hasil Penelitian menunjukkan perilaku pencegahan masalah kesehatan gigi dan mulut yang dilakukan ibu kepada anaknya adalah menyikat gigi, mengurangi makanan dan minuman manis, dan pemeriksaan rutin ke dokter gigi. Perilaku tersebut dipengaruhi oleh persepsi kerentanan dan persepsi bahaya/kesakitan terhadap penyakit gigi dan mulut, persepsi manfaat dan hambatan untuk melakukan perilaku tersebut, memiliki kemampuan melakukan perilaku tersebut, dan adanya isyarat untuk melakukannya yang berasal dari kesadaran diri, pengalaman terkena penyakit gigi, dukungan orang sekitar, dan program sekolah. Untuk itu, perlu dilakukan penyuluhan untuk meningkatkan perilaku ibu dalam mengupayakan pencegahan masalah kesehatan gigi dan mulut anak.
Oral diseases experienced by young children are caused by many factors, but these oral health conditions can be prevented and treated at an early stage. The purpose of this study was to analyze parent's perceptions in carrying out preventive actions for young children's oral health issues based on the Health Belief Models. This study used a qualitative approach with a case study design. Data collection was carried out by in-depth interviews using question guidelines carried out in December 2022-January 2023 on 16 informants including 6 main informants and 2 informants from School X, 6 main informants and 2 key informants from PAUD Y. The results showed that the preventive behavior of oral health issues carried out by parents to their children was brushing teeth, reducing sugary foods and drinks, and regular checks to the dentist. These behaviors are influenced by perceptions of susceptibility and perceptions of severity to oral and dental disease, perceptions of benefits and barriers to performing these behaviors, having the self-efficacy to perform these behaviors, and the presence of cues to action which come from self-awareness, experience of dental disease, support from surrounding people, and school’s programs. For this reason, it is necessary to improve parental behavior in seeking to prevent children's oral health issues.
T-6799
Depok : FKM-UI, 2023
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
R.R. Nurindah Kuswandaningsih; Pembimbing: Adang Bachtiar
T-598
Depok : FKM UI, 1998
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Departemen Kesehatan
R 362.11 IND p
Jakarta : Departemen Kesehatan RI, [s.a.]
Referensi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
