Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 7743 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Suharno; Pembimbing: Ronnie Rivany
B-687
Depok : FKM-UI, 2003
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Onni Habie; Pembimbing: Ronnie Rivany; Penguji: Dumilah Ayuningtyas, Mukhtar Ikhsan
Abstrak:
Pasang surutnya pertumbuhan ekonomi nasional dan kebijakan politik yang selalu berubah akhir-akhir ini telah membebani kehidupan masvarakat. Berada di tengah kawasan industri Jababeka yang berkembang pesat dan perumahan padat penduduk di Lemah Abang Cikarang Bekasi, Puskesmas DTP Mekar Mukti harus menjalankan perannya sebagai ujung tombak program pengembangan kesehatan pemerintah, dan menjadi penyedia layanan kesehatan bagi lingkungan yang saling berlawanan; lingkungan industri yang dinamis dan penuh persaingan serta lingkungan pinggiran yang penuh kekurangan. Sebagai lembaga pelayanan kesehatan pemerintah, puskesmas ini harus selalu melaksanakan program kebijakan pemerintah yang pada umumnya kurang memperhatikan perencanaan yang menyeluruh akan kebutuhan setempat. Dengan BOR kurang dari 40% dan LOS mendekati dua hari, puskesmas ini harus dikembangkan untuk menjawab tingginya tuntutan kebutuhan masyarakat dan agar mampu bersaing dengan penyedia layanan kesehatan setempat lainnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menyusun perencanaan strategik pengembangan Puskesmas DTP Mekar Mukti tahun 2003-2008. Perencanaan strategik ini harus mampu memanfaatkan peluang yang ada di lingkungannya, menghindari ancaman dari luar, mengandalkan kekuatan dari dalam dan mengurangi kelemahan yang dimiliki. Penelitian dilakukan menggunakan metoda penelitian operasional melalui analisis data dan pengamatan lapangan terhadap keadaan yang ada di puskesmas ini. Penyusunan strategi dilakukan dengan mengasialisis dan memahami pengaruh faktor lingkungan luar dan dalam yang berdampak pada perencanaan strategik puskesmas ini. Dimulai dengan memusatkan kelompok diskusi dalam membahas kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman dengan menggunakan matriks evaluasi faktor dalam (ME) dan luar (EFE). Hasil kedua matriks ini lalu dianalisis menggunakan matriks luar-dalam (GE) yang menghasilkan posisi bersaing bagi puskesmas ini dalam kuadran keempat. Dengan mencocokkan hasil matrik IE dan matrik posisi strategik dan evaluasi tindakan (SPACE), diperoleh penetrasi pasar dan pengembangan produk sebagai strategi yang dapat dipilih untuk diterapkan. Akhirnya dengan menentukan skala prioritas menggunakan matrik perencanaan strategik kuantitatif (QSPM), strategi pengembangan produk berupa PONED (program obstetri neonatal emergensi dasar) dapat diterapkan untuk meningkatkan pelayanan dan mengembangkan Puskesmas DTP Mekar Mukti.

The turbulence of national economic growth and the ever changing of political policy recently, have, anyway, weighted the public life. Situated between the center of growing paced industrial estate Jababeka and crowded public housing in Lemah Abang Cikarang Bekasi, Public Health Center DTP Mekar Mukti should conduct its role as the front runner of national health development program, beside of as the health care provider for both of nontraditionally competitive dynamical industrial life and poor urban environment. As the government health care institution, this health care provider must always implement government development policy, all of which lacking in locally comprehensive planning. With BOR less than 40% and LOS approaching two days, the public health center has to be developed to cope against high public demand and to compete with other locally health care provider. The objective of the study is to formulate a representative strategic plan of Public 'Health Center DTP Mekar Mukti Bekasi for the period of 2003-2008: The strategic plan should take advantage of opportunities in the environment, avoid external threats, capitalize on internal strengths, and reduce any .weaknesses. The research is conducted with operational research method with data analysis and direct observation of the real condition at this public health center. The formulation of the strategy is implemented by analyzing and understanding the influence of both internal and external environment factors that gave impaction this public health's planning strategy. It starts from focusing discussion group on evaluating the strengths, weaknesses, opportunities and threats using internal (IFE) and external factor evaluation (EFE) matrix. Using of both matrices results, internal-external (IE) matrix gives competitive position of the public health center in fourth quadrant. By matching the results of LE matrix and strategic position and action evaluation (SPACE) matrix, we have market penetration and product development as the chosen applied strategy. Finally by determining the scale of priority with quantitative strategic planning matrix (QSPM), product development strategy i.e. PONED (neonatal and pregnant woman special emergency program) could be applied and developed to best position the public health center within its external environment and will help assure success to the development of Public Health Centre Mekar Mukti with Inpatient Care Unit as a whole.
Read More
B-710
Depok : FKM-UI, 2003
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Puji Triastuti; Pembimbing: Ronnie Rivany
B-516
Depok : FKM-UI, 2001
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Achmad Benyamin; Pembimbing: Suprijanto Rijadi; Penguji: Pujiyanto, Mieke Savitri, Endang Adriyani
B-897
Depok : FKM UI, 2005
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rondang Sihotang; Pembimbing: Sandi Iljanto
Abstrak:
Suatu organisasi atau perusahaan agar berhasil secara efektif harus selalu mengatur perubahan. Rumah bersalin Yadika mengalami perubahan menjadi Rumah sakit wanita (Yadika RSW Yadika), yang memberikan pelayanan khusus untuk bayi dan wanita. Untuk itu diperlukan perencanaan strategi sebagai perangkat untuk mencapai tujuan yang diinginkan oleh RSW Yadika. Perencanaan strategi adalah bagian dari manajemen strategi yang memfokuskan bagaimana manajemen puncak menentukan visi, misi, falsafah, dan strategi perusahaan untuk mencapai tujuan dalam jangka panjang. Perencanaan strategi adalah merupakan tahap formulasi strategi. Dilakukan penelitian kualitatif dengan disain cross-sectional pada RSW Yadika untuk membuat perencanaan strategi. Pada penelitian ini dilakukan analisis lingkungan eksternal, analisis lingkungan internal, penetapan tujuan jangka panjang, dan penetapan startegi. Analisis lingkungan eksternal dilakukan untuk menentukan peluang atau ancaman RSW Yadika dan analisis lingkungan internal untuk menentukan kekuatan atau ancaman. Pada penetapan strategi dilakukan melalui tahapan-tahapan. Input stage: memakai matrik EFE (External Factor Evaluation) dan matrik IFE (Internal Factor Evaluation); Matching stage: memakai matrik IE (Internal Factor Evaluation) dan matrik TOWS (Threats-Opportunity-Weakness-Strength); Decision stage: memakai matrik QSPM (Quantitative Strategies Planning Matrix). Berdasarkan analisa tersebut posisi RSW Yadika berada pada posisi Future Quadrant. Kemudian dengan melalui matching antara matrik IE dan TOWS diperoleh alternatif strategi yang dianjurkan Market development dan market penetration. Strategi yang terpilih sebagai prioritas dari hasil menggunakan mat & QSPM adalah market development. Strategi market development masih merupakan perencanaan strategi yang harus dituangkan dalam bentuk perencanaan operasional. Kepustakaan :19(1996-2003) Strategic Planning of Yadika Woman Hospital, Year 2003-2008 An organization or corporation should be managing the changes to gain success effectively. Yadika delivery hospital has changed to Yadika Woman Hospital (RSW Yadika), which giving special services for infant and woman. Need strategic planning to achieve expecting goals of RSW Yadika.

Strategic planning is a part of strategic management which focusing on how the top management determine vision, mission, philosophy, company strategy to achieve long term goals. Strategic planning is stage of strategy formulation. This study is qualitative study with cross sectional design in RSW Yadika to make strategic planning. This study performs external environment analysis, internal environment analysis, long term goal setting, and strategy setting. The external environment analysis in order to identify opportunity and threats, internal environment analysis in order to identify strengths and weaknesses. Determining strategy performed through some stage. Input Stage using External Factor Evaluation (EFE) matrix and Internal Factor Evaluation (IFE), Matching Stage using WE matrix and TOWS (Threats-Opportunity-Weakness-Strength) matrix, Decision Stage using QSPM (Quantitative Strategies Planning Matrix) matrix. Based on these analysis RSW Yadika position is in Future Quadrant position and then by matching between IE and TOWS matrix resulting Market Development and Market Penetration as alternative strategy. Priority strategy selected by QSPM matrix is Market Development. Market Development strategy still remains as strategic planning which presented in operational strategic from. Bibliografy: 19 ( 1996-2003)
Read More
B-691
Depok : FKM-UI, 2003
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sity Kunarisasi; Pembimbing: Supriyanto Riyadi; Penguji: Alex Papilaya, Dumilah Ayuningtyas, Minarsih Murdoko
Abstrak: Dalam upaya mengembangkan Poliklinik Asma RS Persahabatan maka perlu dilakukan analisis situasi lingkungan internal dan situasi lingkungan eksternal untuk tahun 2006 melalui 3 tahap yang dilaksanakan dalam penelitian yaitu : 1.Input Stage melalui proses identifikasi Internal Factors Evaluation (IFE) dan External Factors Evaluation (EFE). 2.Matching Stage dengan Matrix Internal-Eksternal dan Matrix TOWS. 3.Decisison Stage dengan QSPM. Tahap-tahap tersebut didapat dari pengumpulan data melalui pengamatan data sekunder, identifikasi faktor internal dan eksternal melalui wawancara mendalam kepada Kepala Bagian Pulmonologi, Kepala Bagian Asma, Direksi, Staff Pengajar dan pelaksana Poliklinik Asma RS Persahabatan kemudian dilakukan CDMG. Rangkuman CDMG yang pertama untuk bahan CDMG yang kedua menghasilkan program-program yang akan dilaksanakan dalam jangka pendek (1 tahun). Dari hasil penelitian, didapatkan hasil bahwa posisi Poliklinik Asma RS Persahabatan melalui Matrix TOWS terletak pada kuadran Internal Fix It dan melalui Matrix IE terletak pada kuadran Hold and Maintain. Hasil matching kedua matrix tersebut yaitu Product Development. Strategi bisnis untuk mencapai visi dan misi RS Persahabatan dan Bagian Pulmonologi adalah meningkatkan produk yang ada, mutu pelayanan, profesionalisme dan pemasaran dengan kemitraan kerja.
In order to develop Asthma Policlinic of Persahabatan Hospital, it was necessary to make situational analysis of internal and external environment for the year 2006 through 3 stages conducted in the research which were : 1.Input Stage by identifying Internal Factors of Evaluation (IFE) and External Factors of Evaluation (EFE). 2.Matching Stage with both Internal-External Matrix and Matrix TOWS. 3.Decision Stage with QSPM. Stages above were obtained from collected data through secondary data observation, internal and external factor identification resulted from in depth interview with Chief of Pulmonology Department and Asthma, Top management, and Staff of Astma Policlinic of Persahabatan Hospital and then followed by conducting CDMG. First CDMG conclusion for second CDMG material has resulted many programs applicated in a short term (a year). From the research we may conclude that position of Asthma Policlinic of Persahabatan Hospital via TOWS Matrix was at Internal Fix It Quadrant and via IE Matrix was at Hold and Maintain Quadrant. Result of matching both matrix was Product Development. Bussiness strategy to achieve vision and mision of Persahabatan Hospital and Pulmonology Department was to increase existing product, service quality, profesionalism, and marketing with joint venture.
Read More
B-863
Depok : FKM-UI, 2005
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Pattiselanno Roberth Johan; Pembimbing: Ronnie Rivany; Penguji: Wachyu Sulistiadi, Adang Bachtiar, Iman Hidayat Dahlan, Ahmad Zainuri
Abstrak:

Rumah sakit M. Ridwan Meuraksa merupakan RS Tingkat II Kesdam Jaya yang dalam perkembangannya sering mengalami pergantian pimpinan (rata-rata setiap 18 bulan dalam sembilan tahun terakhir). Masing-masing pimpinan mempunyai kebijakan sendiri-sendiri dalam mengelola rumah sakit, yang dibuat tanpa suatu rencana yang matang. Hal ini disebabkan karena belum adanya suatu rencana strategis sebagai dasar pengembangan rumah sakit ini di masa yang akan datang. Kondisi inilah yang melatar belakangi dilakukannya penelitian ini, dengan harapan dapat disusunnya suatu perencanaan strategis melalui analisis situasi yang ada di RS M. Ridwan Meuraksa saat ini.Tujuan dari penelitian ini adalah menyusun suatu perencanaan strategis RS M. Ridwan Meuraksa tahun 2002 - 2007 yang benar-benar representatif dengan melibatkan pimpinan rumah sakit, para dokter serta karyawan lainnya yang menjadi anggota tim perencanaan strategis. Penelitian ini dilakukan dengan metode Operational Research dengan telaah dan analisis data serta pengamatan langsung terhadap kondisi dan situasi RS M. Ridwan Meuraksa. Penyusunan strategi dilakukan melalui tiga tahapan. Tahap I (input stage) dilakukan analisis situasi dengan menggunakan matriks EFE dan IFE. Tahap II (matching stage) menggunakan matriks TOWS dan IE, dan tahap III (decision stage) dengan menggunakan QSPM. Dalam menentukan critical success factors maupun dalam pembobotan, dilakukan dengan metode CDMG.Hasil penelitian, dengan matriks TOWS didapatkan posisi RS M. Ridwan Meuraksa berada pada kuadran 2 yaitu Internal Fix-it Quadrant (penguatan internal). Dengan matriks IE, posisi RS M. Ridwan Meuraksa berada pada sel V yaitu posisi Hold and Maintain. Setelah dilakukan penyesuaian (matching), didapat strategi yang direkomendasikan oleh kedua matriks tersebut, yaitu strategi pengembangan produk (product development). Setelah disepakati produk-produk yang akan dikembangkan, dilakukan penilaian untuk menentukan skala prioritas dengan menggunakan QSPM. Hasilnya adalah paket pemeriksaan endoskopi mendapat prioritas sebagai produk utama yang akan dikembangkan. Agar strategi terpilih dapat diimplementasikan dan berjalan sesuai perencanaan, perlu dilakukan penjabaran ke dalam program kerja tahunan yang lebih spesifik, serta didukung dengan program sosialisasi baik kepada karyawan maupun kepada induk organisasi RS M. Ridwan Meuraksa, dalam hal ini Kesdam Jaya.


 

Mohammad Ridwan Meuraksa hospital is a level II Hospital of Kesdam Jaya which in the last nine years has undergone various changes at the management level at the average of every 18 months. Each of the new management has implemented his own policy, all of which lacking in comprehensive planning. This is due to the absence of a strategic plan as a base for future development of the hospital. It is against this backdrop that this study is conducted, with the view that a strategic plan can be developed through analysis of the current situation at M. Ridwan Meuraksa Hospital.The objective of the study is to formulate a representative strategic plan of M. Ridwan Meuraksa Hospital for the period of 2002-2007 with the involvement of hospital managers, doctors, and other staffs which constitute the strategic planning team. The study is conducted with Operational Research method with data analysis and direct observation of the condition at M. Ridwan Meuraksa Hospital. The formulation of the strategy is implemented through 3 (three) stages. Stage I (the input stage) is situational analysis using EFE and IFE matrixes. Stage H (the matching stage) using TOWS and IE matrixes, and stage III (the decision stage) is using QSPM. CDMG method is used in deciding of critical success factors and scoring for every matrixes.The result of the study is, with TOWS matrix we found M. Ridwan Meuraksa Hospital position in 2nd quadrant, namely the Internal Fix-it Quadrant. By using IE matrix, we found the M. Ridwan Meuraksa Hospital position in cell V, in Hold and Maintain position. After matching, it is found that the recommended strategy by both matrixes is Product Development strategy. Upon agreement of products to be further developed, an assessment is carried out to determine the scale of priority with QSPM. The result of which is endoscopic examination is selected as the main product to be developed. So as to enable the implementation of the selected strategy in accordance with the planning, it is important to put it into a more specific yearly program, supported through socialization of the program to all staff members and also to Kesdam Jaya, the core organization M. Ridwan Meuraksa Hospital.

Read More
B-631
Depok : FKM-UI, 2002
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
A. Heri Iswanto; Pembimbing: Prastuti Soewondo
B-762
Depok : FKM-UI, 2003
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Arnawilis; Pembimbing: Hafizurachman; Penguji:Purnawan Junadi, Indang Trihandini, Bambang Iswantoro, Bambang Hestu Djayati
Abstrak:

Biaya belanja obat pada tahun 2000 di Rumah Sakit "IBNU S1NA" Pekanbaru sebesar Rp 2.784.442.315,00 atau 31,29% dari seluruh biaya operasional rumah sakit (Rp 8.894.418.879,00). Meskipun biaya yang dikeluarkan untuk pembelanjaan obat tersebut sudah cukup besar tetapi masih ditemukan masalah berupa belanja obat ke apotek luar sebesar Rp 325.687.400,00 atau 11,69%, dari biaya belanja obat. .Obat yang dibeli secara kontrak menumpuk sebesar Rp 249.059.000,00 atau 49,18% dari nilai obat yang dibeli secara kontrak yaitu sebesar Rp 600.000.000,00. Sejumlah obat deadstock sebesar Rp. 22.603.827,00 atau 0,8% dari biaya belanja obat. Penulis berasumsi masalah tersebut terjadi karena belum memadainya perencanaan obat di Rumah Sakit "IBNU S1NA" Pekanbaru. Berdasarkan hal tersebut penulis ingin mendapatkan gambaran perencanaan obat di Rumah Sakit "IBNU SINA" Pekanbaru pada Januari 2000 sampai dengan Desember 2000. Penelitian ini merupakan studi kasus dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Data diperoleh melalui wawancara mendalam yang mencakup informasi dari informan yang terkait, observasi dengan menelusuri data yang terdokumentasi. Penelitian ini dilaksanakan dari awal Mei sampai akhir Juni 2001. Hasil wawancara mendalam dari observasi yang dilakukan terhadap variabel-variabel terkait dengan perencanaan obat di Rumah Sakit "IBNU SINA" Pekanbaru tahun 2000, didapatkan hal-hal yang sudah dipertimbangkan, yaitu pemakaian obat periode sebelumnya, stok akhir, masa tenggang (lead time), kapasitas gudang, stok pengaman, usulan dokter, usulan kepala kamar operasi, dan anggaran. Dengan catatan belum adanya data yang mendukung perhitungan terhadap hal-hal yang dipertimbangkan tersebut. Didapatkan juga hal-hal yang seharusnya sudah dipertimbangkan, tetapi pada kenyataannya belum dipertimbangkan, yaitu usulan komite medik, usulan panitia farmasi dan terapi, usulan kepala IGD, usulan kepala ruangan perhitungan analisis ABC pemakaian, perhitungan analisis ABC investasi, perhitungan indeks kritis ABC, perhitungan Economic Order Quantity (EOQ), pertimbangan Length of Slay, pola penyakit, formularium, dan standar terapi. Hasil penelitian menggambarkan bahwa perencanaan obat di Rumah Sakit "IBNU SINA" Pekanbaru tahun 2000 belum efektif, mengingat hal-hal yang harus dipertimbangkan dalam perencanaan obat belum sepenuhnya dipertimbangkan, dan pihak-pihak yang seharusnya terlibat belum dilibatkan. Agar perencanaan obat lebih efektif dan efisien, maka penulis menyarankan kepada pihak manajemen dalam membuat perencanaan kebutuhan obat sebaiknya mempertimbangkan hal-hal yang semestinya dipertimbangkan dengan melibatkan pihak-pihak terkait. Selain itu, perlu dibuat prosedur tetap dan kebijakan-kebijakan yang berhubungan dengan perencanaan obat. The Process of Planning for Medical Supplies at IBNU SINA Moslem Hospital, Yarsi Riau - Pekanbaru, 2000.


 

The medicine expenditure in the year 2000 at IBNU SINA Hospital, Pekanbaru was Rp 2,784,442,315.00 or 31.29% from the whole operational costs (Rp 8,894,418,879.00). Although the medicine expenditure is quite large, there still are prescriptions filled to other pharmacies amounting to Rp 325,687,4000.00 or 11.69% from the total medicine expenditure. Unused medication bought through contracts reached Rp 249,059,000.00 or 49.18% from the Rp 600,000,000.00 spent on medicine. The amount of dead stock medicine was Rp 22,603,827.00 or 0.8% from the total medicine expenditure. The author assumes that inadequate medical planning at IBNU SINA Hospital, Pekanbaru, caused it. Based on those facts, the author aims to achieve an illustration of the medical planning at IBNU SINA Hospital, Pekanbaru in January 2000 to December 2000. This study was a case study that applies a qualitative approach. The data obtained through in-depth interviews that comprised of the information from related informants, observation by tracing documenting data, and Discussion Group Focus (FGD). This study began in early May to the end of June 2001. The in-depth interviews, Discussion Group Focus, and observations on related variables against medical planning at IBNU SINA Hospital, Pekanbaru, in the year 2000, these aspects were already being considered: the use of medical supplies during the previous period, final stocks, lead time, warehouse capacity, safety stock, doctor recommendations, recommendations from the head of the surgery room, and budget. However, there is no data that supports the calculations on the aspects above. There were also several items that should be considered, but were not, such as the recommendations from the medical committee, pharmacy and therapy committee, the head of the IGD, the head of the room, calculations analysis of the ABC use, calculations analysis of the ABC investing, calculations on the ABC critical index, the Economic Order Quantity (ECQ), the Length of stay, disease pattern, Hospital drug standard, and therapy standard. The study indicated that the medical supplies planning at IBNU SINA Hospital, Pekanbaru, in the year 2000, was ineffective, since the aspects that should be considered had not been considered, and the parties that should be involved were not involved. To make the planning more effective and efficient, the author suggests the management to take into consideration the aspects above and involve the related parties. In addition to that, create a standard procedure and policies that is related to the planning.

Read More
B-508
Depok : FKM-UI, 2001
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Winfield; Pembimbing: Yulianty Vetty Permanasari; Penguji: Puput Oktamianti, Wachyu Sulistiadi, Marta Juslily, Mita Juliawati
B-1322
Depok : FKM-UI, 2011
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive