Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 39589 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Adi Heru Sutomo
JKY Vol.4, No.1
Jakarta : LP. Univ. Yarsi, 1996
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Djumadias Abunain
Seri Gizi 02
Bogor : P3D, 1972
Laporan Penelitian   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Merryana Adriani, Vita Kartika
Bulitsiskes Vol.16, No.2
Surabaya : Balitbangkes Depkes RI, 2013
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Adhi Dharmawan Tato; Pembimbing: Syafri Guricci
S-1008
Depok : FKM UI, 1997
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dhian Probhoyekti; Pembimbing: Purnawan Junadi
S-1539
Depok : FKM UI, 1999
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Itje Aisah Ranida; Pembimbing: H.E. Kusdinar
T-401
Depok : FKM UI, 1995
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Basuki Budiman; Pembimbing: Ratna Djuwita
T-260
Depok : FKM UI, 1991
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Yulinda Lubis; Pembimbing: Budi Hartono; Penguji: Laila Fitria, Fitri Kurniasari, Indra Chahaya, Ali Imron
Abstrak:
Diare merupakan salah satu penyakit menular berbasis lingkungan yang hingga saat ini masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat di tingkat global. Penyakit ini dapat terjadi pada semua kelompok umur serta berpotensi menimbulkan Kejadian Luar Biasa (KLB) dan kematian. Penelitian ini bertujuan menganalisis determinan kejadian diare pada balita usia 6–59 bulan di Provinsi Jawa Barat berdasarkan data Survei Status Gizi Indonesi (SSGI) 2024 serta mengidentifikasi determinan yang paling dominan. Penelitian menggunakan desain penelitian cross sectional dengan menggunakan data Survei Status Gizi Indonesia tahun 2024 dengan sampel sebesar 16.395 orang. Analisis data menggunakan uji chi square dan regresi logistik model determinan prediksi. Hasil penelitian menunjukkan prevalensi diare pada balita usia 6–59 bulan di Provinsi Jawa Barat sebanyak 1.417 balita (8,6%). Analisis bivariat menunjukkan bahwa usia balita (OR=1,710; 95%CI=1,489–1,964), status gizi (OR=1,832; 95%CI=1,536–2,185), jenis kelamin (OR=1,279; 95%CI=1,113–1,470), dan pendidikan ibu (OR=1,361; 95%CI=1,165–1,590) berhubungan signifikan dengan kejadian diare (p<0,05). Status gizi merupakan faktor dominan yang berhubungan dengan kejadian diare, dimana balita dengan status gizi kurang memiliki risiko 1,825 kali lebih tinggi mengalami diare dibandingkan balita dengan status gizi baik (AOR=1,825; 95% CI: 1,530–2,176). Oleh karena itu perlu memperkuat integrasi program pencegahan diare dengan intervensi perbaikan gizi pada balita usia 6–23 bulan melalui pemantauan pertumbuhan, deteksi dini masalah gizi, serta edukasi gizi dan higiene. Kata Kunci : Diare, status gizi, usia balita, jenis kelamin, pendidikan ibu

Diarrhea is one of the major environmentally related infectious diseases that remains a significant global public health problem. It affects all age groups and has the potential to cause outbreaks and mortality. This study aimed to analyze the determinants of diarrhea among children aged 6–59 months in West Java Province using data from the 2024 Indonesian Nutritional Status Survey (SSGI) and to identify the most dominant determinant. This study employed a cross-sectional design using secondary data from the 2024 Indonesian Nutritional Status Survey, involving 16,395 children aged 6–59 months. Data were analyzed using the chi-square test and multivariable logistic regression with a determinant prediction model. The results showed that the prevalence of diarrhea among children aged 6–59 months in West Java was 8.6% (1,417 children). Bivariate analysis indicated that child age (OR=1.710; 95% CI: 1.489–1.964), nutritional status (OR=1.832; 95% CI: 1.536–2.185), sex (OR=1.279; 95% CI: 1.113–1.470), and maternal education (OR=1.361; 95% CI: 1.165–1.590) were significantly associated with diarrhea (p<0.05). Nutritional status was identified as the most dominant determinant, with undernourished children having a 1.825-fold higher risk of developing diarrhea than well-nourished children (AOR=1.825; 95% CI: 1.530–2.176). Therefore, strengthening the integration of diarrhea prevention programs with nutrition improvement interventions for children aged 6–23 months is recommended through growth monitoring, early detection of nutritional problems, and nutrition and hygiene education.  Keywords: Diarrhea, nutritional status, child age, sex, maternal education.
Read More
T-7533
Depok : FKM-UI, 2026
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Bertri Maulidya Masita; Pembimbing: Wahyu Kurnia Yusrin Putra; Penguji: Asih Setiarini, Abas Basumi Jahari
Abstrak: Tinggi badan, berat badan dan IMT merupakan ukuran antropometri yang penting dalam tindak lanjut medis, asuhan gizi dan dalam menggambarkan prevalensi faktor risiko di masyarakat. Namun seseorang dengan disabilitas, pasien tirah baring dan dewasa obesitas tidak dapat dilakukan pengukuran langsung sehingga dibutuhkan alternatif pengukuran antropometri yang lebih aplikatif menggunakan bagian tubuh yang lain. Indonesia memiliki 250 suku dengan masing-masing karakteristiknya, oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan model prediksi TB, BB dan IMT pada dewasa muda Suku Jawa, Suku Madura dan Suku Using.
 
Desain studi yang digunakan adalah cross sectional pada 202 responden usia 20 ndash; 40 tahun terdiri dari 73 laki-laki dan 129 perempuan, dengan 66 Suku Jawa berasal dari Kabupaten Jember, 68 Suku Madura berasal dari Kab Jember dan Situbondo dan 68 Suku Using berasal dari Kab Banyuwangi. Data yang terkmpul dianalisis menggunakan uji korelasi dan regresi linier ganda.
 
Hasil menunjukkan bahwa seluruh bagian tubuh yang digunakan dalam penelitian ini berkorelasi sedang ndash; sangat kuat dengan TB, BB dan IMT. Bagian tubuh yang berkorelasi sangat kuat yaitu tinggi lutut kanan r = 0,879 dengan tinggi badan, LiLA kiri sangat kuat r = 0,899 dengan berat badan dan sangat kuat r = 0,894 dengan IMT. Ketika variabel suku tidak dimasukkan dalam analisis menghasilkan model prediksi TB, BB dan IMT yang memiliki selisih rata-rata kecil dibandingkan dengan aktual sehingga model prediksi tanpa memerhatikan variabel suku lebih aplikatif penggunaannya di lapangan.
 

Body height, weight and BMI are three important anthropometric components in medical fields, nutritional care and in describing the prevalence of risk factors in the population. However, a person with disabilities, bed rest patient and obesity adult can rsquo t be measured directly so that another anthropometric measurements alternatives are needed using other body parts. Indonesia has 250 ethnics with different characterictics and research on prediction models based on Indonesian ethnics are still limited. Therefore the aim of this research is to produce prediction models of height, weight and BMI in young adults Javanese, Madurese and Using.
 
The research design used was cross sectional on 202 respondents aged 20 ndash 40 years consisting of 73 men and 129 women, with 66 Javanese from Jember district, 69 Madurese from Jember and Situbondo district and 68 Using from Banyuwangi district.
 
The result showed that body parts that used on this research have moderate ndash very strong correlation with height, weight and BMI. The body part correlated srongly is the right knee height r 0,879 with the height, the left MUAC r 0,899 with the weight and r 0,894 with BMI. When the ethnic variables are not included in the analysis, it produces prediction models of height, weight and BMI with small mean difference compared to the actual value so that the prediction models regardless of ethnic variabels are more applicable on the field.
Read More
S-9751
Depok : FKM-UI, 2018
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Lini Anisfatus Sholinah; Pembimbing: Ratu Ayu Dewi Sartika; Penguji: Susi Desminarti, Wahyu Kurnia
S-7828
Depok : FKM-UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive