Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 27827 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
T. Susmiarsih
JKY Vol.6, No.2
Jakarta : LP. Univ. Yarsi, 1998
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Yuly Astuti; Pembimbing: Suharnyoto Martomulyono
S-3610
Depok : FKM-UI, 2004
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Allusia LidwinaX; Pembimbing: Atik Nurwahyudi; Penguji: Pujiyanto, Adrielona
Abstrak: Berdasarkan Praturan Presiden No 111 Tahun 2013 tentang pasal 6 yang menyebutkan bahwa kepesertaan jaminan kesehatan bersifat wajib dan mencakup seluruh penduduk Indonesia. Dalam upaya pencaian Universal Health Coverage pada tahun 2019, baik badan usaha besar dan menengah paling lambat mendaftar 1 Januari 2015 sedangkan badan usaha mikro paling lambat mendaftar 1 Januari 2016. BPJS Kesehatan terus meningkatkan kepesertaannya, jumlah badan usaha di BPJS Kabupaten Bogor tercatat 1.470 kelompok badan usaha yang sudah terdaftar dan jumlah badan usaha yang belum mendatar tercatat 245. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang mempegaruhi keikutsertaan badan usaha dalam Program Jaminan Kesehatan Nasional di wilayah kerja BPJS Kesehatan Kabupaten Bogor tahun 2017. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan menggunakan tehnik wawancara mendalam kepada salah satu perwakilan badan usaha yang menangani jaminan kesehatan karyawan. Variabel yang diteliti mengunakan teori perilaku konsumen dalam pengambilan keputusan pembelian yaitu modifikasi model teori Kolter dan Amstrong (2009), Kolter dan Keller (2009). Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa keikutsertaan Badan Usaha menjadi peserta BPJS Kesehatan karena adanya peraturan wajib untuk mendaftar, premi lebih murah dan pelayanan yang diberikan komprehensif. Bagi badan usaha yang belum mendaftar merasa kurang puas dengan produk dan askes pelayanan kesehatan yang diberikan di fasilitas kesehatan yang bekerjasama dengan BPJS Kesehatan. Kata Kunci : Keikutsertaan, Keikutsertaan, BPJS Kesehatan Based on Peraturan Presiden No 111 Tahun 2013 Pasal 6 (article 6) explain that membership of health insurence is a must for indonesian citizen. In order to achieve universal health coverage, large and middle scale company must register their membership in national health insurance by January 1'st, 2015 at the latest, while small company on January 1'st, 2016. BPJS Kesehatan has been increasing their membership, the companies which already become member of BPJS Kesehatan in Bogor Regency were recorded 1.470. But there are still 245 companies which are not become member yet. The purpose of this research to know the factors influencing companies to become member of National Health Insurance programme in Bogor Regency in 2017. This research using qualitative method by depth interview to each company representative who handle employee health insurance. As the variable of this research using the theory of consumer behaviour in making buying decision by Kotler and Amstrong (2009), Kotler and Keller (2009) modification theory. The result of this research show that the company like to join BPJS Kesehatan because of the regulation state that membership is obligatory. Beside that, BPJS Kesehatan offering cheaper insurance premium and comprehensive services. But some companies which are not joining BPJS Kesehatan feel not satisfied with the product and health service access in BPJS Kesehatan health facilities. Key words: Participation, Entreprises, BPJS Kesehatan
Read More
S-9404
Depok : FKM-UI, 2017
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Hidayati
MJKI No.6
Jakarta : Grafiti Medika Pers, 2009
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dewi Permaesih, Susilowati Herman
BPK Vol.33, No.4
Jakarta : Balitbangkes Depkes RI, 2005
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nurhayati; Pembimbing: Lukman Hakim Tarigan Penguji: Nuning, Ratna Djuwita, Dien Emawati, I Made Setiawan
T-2966
Depok : FKM-UI, 2008
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dine Dyan Indriani; Pembimbing: Mondastri Korib Sudaryo; Penguji: Syahrizal, Pratono
Abstrak:
Infeksi Menular Seksual memiliki dampak besar pada kesehatan seksual dan reproduksi di seluruh dunia. Lebih dari 30 bakteri, virus dan parasit yang berbeda diketahui ditularkan melalui kontak seksual, termasuk seks vaginal, anal dan oral. Mayoritas pasien sifilis adalah laki-laki sebesar 54%. Jumlah kasus PIMS pada LSL sebesar 6.997 orang (Kemenkes, 2022). Pada tahun 2023 Jawa Barat memiliki jumlah kasus sifilis sebesar 3.186. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi kejadian sifilis yang dikelompokkan menjadi faktor biologis dan demografi, faktor perilaku, faktor health access, dan social environment. Penelitian ini merupakan studi cross sectional menggunakan data sekunder bersumber dari data STBP 2018/2019. Hasil pada penelitian ini adalah 11,33% responden positif sifilis. Responden HIV+ 27%, Hepatitis B+ 5 % dan 0,2% Hepatitis C+, respoden menjual seks 34% dan membeli seks 10%. Sebanyak 78% tidak melakukan pemeriksaan IMS, 56% tidak melakukan pengobatan IMS, 70,1% responden tidak terpapar informasi, dan 65% tinggal bersama pasangan/keluarga. Pada hasil analisis didapatkan faktor yang memiliki pengaruh adalah status HIV ((PR=2,77; 1,815-4,250) dan tingaal bersama teman/pasangan pria/waria (PR= 1,181; 0,555-2,512) dan tinggal sendirian (PR= 2,1; 1,338-3,289) cenderung lebih berisiko menderita sifilis dibandingkan responden yang tingga Bersama keluarga/pasangan Wanita

Sexually Transmitted Infections have a major impact on sexual and reproductive health worldwide. More than 30 different bacteria, viruses and parasites are known to be transmitted through sexual contact, including vaginal, anal and oral sex. The majority of syphilis patients are men, 54%. The number of PIMS cases among MSM is 6,997 people (Ministry of Health, 2022). In 2023, West Java have a total of 3,186 syphilis cases. This study aims to determine the factors that influence the incidence of syphilis which are grouped into biological and demographic factors, behavioral factors, health access factors, and social environment. This research is a cross sectional study using secondary data sourced from 2018/2019 IBST data. The results of this study were that 11.33% of respondents were positive for syphilis. 27% of respondents were HIV+, 5% Hepatitis B+ and 0.2% Hepatitis C+, 34% of respondents sold sex and 10% bought sex. As many as 78% did not undergo STI testing, 56% did not undergo STI treatment, 70.1% of respondents were not exposed to information, and 65% lived with their partner/family. In the results of the analysis, it was found that the factors that had an influence were HIV status ((PR=2.77; 1.815-4.250) and living with a male/transgender friend/partner (PR= 1.181; 0.555-2.512) and living alone (PR= 2.1 ; 1,338-3,289) tend to be more at risk of suffering from syphilis than respondents who live with their family/partner.
Read More
T-6866
Depok : FKM-UI, 2024
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Siti Fatimah; Pembimbing: Dadan Erwandi; Penguji: Sabarinah Prasetyo, Indri Hapsari Susilowati, Nur Fatayani, Bintang Petralina
Abstrak:
Gangguan menstruasi merupakan gangguan pendarahan vagina yang terjadi sebagai bagian dari siklus bulanan wanita untuk mempersiapkan terjadinya kehamilan. Terdapat berbagai faktor yang dapat mempengaruhi gangguan menstruasi seperti stress, aktivitas fisik, status gizi, umur, umur menarche, pemakaian kontrasepsi dan jenis kontrasepsi. Di sektor pertambangan terdapat berbagai faktor dapat menyebabkan terjadinya gangguan menstruasi karena banyak hazard yang ada dilingkungan pekerjaan yang seringkali dikaitkan dengan penyakit system reproduksi pada wanita. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui faktor risiko yang berhubungan dengan gangguan menstruasi pada operator alat berat wanita. Penelitian ini dilakukan di perusahaan tambang XY pada operator alat berat wanita pada bulan September-Oktober 2022. Penelitian ini bersifat kuantitatif menggunakan desain studi cross sectional dilanjutkan dengan metode kualitatif melalui wawanara mendalam (in depth interview) dengan sampel total 43 responden dan 9 informan. Kuisioner yang digunakan telah teruji validitas dan realibilitasnya dari berbagai penelitian yaitu untuk pengukuran aktivitas fisik menggunakan kuisioner yaitu Global Physical Activity Questionnaire (GPAQ) WHO dan kuisioner Perceived Stress Scale (PSS-10) untuk pengukuran stress. Hasil dari penelitian ini menunjukkan terdapat hubungan yang siginifikan antara stress (nilai p = 0,023) dan jenis kontrasepsi (nilai p = 0,03) dengan gangguan menstruasi. Sedangkan variable aktivitas fisik, status gizi, umur, umur menarche, pemakaian kontrasepsi dan jenis kontrasepsi tidak ditemukan hubungan yang signifikan dengan gangguan menstruasi. Variabel yang paling berhubungan adalah stress dengan nilai Odds Ratio (OR) = 6,3 (95% CI: 1,447-27,454).

Menstrual disorders are vaginal bleeding disorders that occur as part of a woman's monthly cycle in preparing for pregnancy. There are various factors that can affect menstrual disorders such as stress, physical activity, nutritional status, age, age at menarche, use of contraception and type of contraception. In the mining sector there are various factors that can cause menstrual disorders because there are many hazards in the work environment which are often associated with diseases of the reproductive system in women. The purpose of this study is to determine the risk factors associated with menstrual disorders in female heavy equipment operators. This research was conducted at mining company XY with female heavy equipment operators in September-October 2022. This research was quantitative using a cross-sectional study design followed by qualitative methods through in-depth interviews with a total sample of 43 respondents and 9 informants. The questionnaire used has been tested for validity and reliability from various studies, namely for measuring physical activity using a questionnaire, namely the WHO Global Physical Activity Questionnaire (GPAQ) and the Perceived Stress Scale questionnaire (PSS-10) for measuring stress. The results of this study indicate that there is a significant relationship between stress (p value = 0.023) and type of contraception (p value = 0,03) towards menstrual disorders. While the variables of physical activity, nutritional status, age, age at menarche, and use of contraception found no significant association with menstrual disorders. The most related variable is stress with an Odds Ratio (OR) = 6.3 (95% CI: 1.447-27.454).
Read More
T-6509
Depok : FKM UI, 2023
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Buku 4, Koran Tempo hal. 65
[s.l.] : [s.n.] : s.a.]
Indeks Koran   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Maj. Kedokteran Indonesia (MKI), Vol.55, No.7, Juli, 2005 : hal. 503-508
[s.l.] : [s.n.] : s.a.]
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive