Ditemukan 40425 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
Budi Setyawati, Julianty Pradono, Rika Rachmalina
MPPK Vol.25, No.4
Jakarta : Balitbangkes Kemenkes RI, 2015
Indeks Artikel Jurnal-Majalah Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Yulinda Lubis; Pembimbing: Budi Hartono; Penguji: Laila Fitria, Fitri Kurniasari, Indra Chahaya, Ali Imron
Abstrak:
Read More
Diare merupakan salah satu penyakit menular berbasis lingkungan yang hingga saat ini masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat di tingkat global. Penyakit ini dapat terjadi pada semua kelompok umur serta berpotensi menimbulkan Kejadian Luar Biasa (KLB) dan kematian. Penelitian ini bertujuan menganalisis determinan kejadian diare pada balita usia 6–59 bulan di Provinsi Jawa Barat berdasarkan data Survei Status Gizi Indonesi (SSGI) 2024 serta mengidentifikasi determinan yang paling dominan. Penelitian menggunakan desain penelitian cross sectional dengan menggunakan data Survei Status Gizi Indonesia tahun 2024 dengan sampel sebesar 16.395 orang. Analisis data menggunakan uji chi square dan regresi logistik model determinan prediksi. Hasil penelitian menunjukkan prevalensi diare pada balita usia 6–59 bulan di Provinsi Jawa Barat sebanyak 1.417 balita (8,6%). Analisis bivariat menunjukkan bahwa usia balita (OR=1,710; 95%CI=1,489–1,964), status gizi (OR=1,832; 95%CI=1,536–2,185), jenis kelamin (OR=1,279; 95%CI=1,113–1,470), dan pendidikan ibu (OR=1,361; 95%CI=1,165–1,590) berhubungan signifikan dengan kejadian diare (p<0,05). Status gizi merupakan faktor dominan yang berhubungan dengan kejadian diare, dimana balita dengan status gizi kurang memiliki risiko 1,825 kali lebih tinggi mengalami diare dibandingkan balita dengan status gizi baik (AOR=1,825; 95% CI: 1,530–2,176). Oleh karena itu perlu memperkuat integrasi program pencegahan diare dengan intervensi perbaikan gizi pada balita usia 6–23 bulan melalui pemantauan pertumbuhan, deteksi dini masalah gizi, serta edukasi gizi dan higiene. Kata Kunci : Diare, status gizi, usia balita, jenis kelamin, pendidikan ibu
Diarrhea is one of the major environmentally related infectious diseases that remains a significant global public health problem. It affects all age groups and has the potential to cause outbreaks and mortality. This study aimed to analyze the determinants of diarrhea among children aged 6–59 months in West Java Province using data from the 2024 Indonesian Nutritional Status Survey (SSGI) and to identify the most dominant determinant. This study employed a cross-sectional design using secondary data from the 2024 Indonesian Nutritional Status Survey, involving 16,395 children aged 6–59 months. Data were analyzed using the chi-square test and multivariable logistic regression with a determinant prediction model. The results showed that the prevalence of diarrhea among children aged 6–59 months in West Java was 8.6% (1,417 children). Bivariate analysis indicated that child age (OR=1.710; 95% CI: 1.489–1.964), nutritional status (OR=1.832; 95% CI: 1.536–2.185), sex (OR=1.279; 95% CI: 1.113–1.470), and maternal education (OR=1.361; 95% CI: 1.165–1.590) were significantly associated with diarrhea (p<0.05). Nutritional status was identified as the most dominant determinant, with undernourished children having a 1.825-fold higher risk of developing diarrhea than well-nourished children (AOR=1.825; 95% CI: 1.530–2.176). Therefore, strengthening the integration of diarrhea prevention programs with nutrition improvement interventions for children aged 6–23 months is recommended through growth monitoring, early detection of nutritional problems, and nutrition and hygiene education. Keywords: Diarrhea, nutritional status, child age, sex, maternal education.
T-7533
Depok : FKM-UI, 2026
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Evie Sopacua, Widjiartini
BPSK Vol.13, No.2
Surabaya : Balitbangkes Kemenkes RI, 2010
Indeks Artikel Jurnal-Majalah Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Dwi Anggraini Puspitasari; pembimbing: Asih Setiarini; Penguji: Yvone M. Indrawani, Salimar
S-7005
Depok : FKM-UI, 2012
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Muhammad Ansori; Pembimbing: Syafri Guricci
S-988
Depok : FKM UI, 1996
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Departemen Kesehatan
612.3 IND m
Jakarta : Departemen Kesehatan RI, 2002
Buku (pinjaman 1 minggu) Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Azkia Afiatun Najah Wahyudi ; Pembimbing: Budi Hartono; Penguji: Laila Fitria, Didik Supriyono
Abstrak:
Read More
Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA) masih menjadi infeksi menular yang termasuk dalam 10 penyakit penyebab utama kematian balita di Indonesia. Berdasarkan data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 menemukan bahwa balita (0-59 bulan) menjadi individu paling rentan untuk terinfeksi penyakit ini. Penyebab utama penyakit ini adalah mikroorganisme, namun faktor lainnya dapat berkontribusi dalam meningkatkan risiko penyakit. Jawa Barat menjadi wilayah besar yang memiliki polusi udara tinggi karena memiliki banyak kawasan industri, namun masih sedikit penelitian yang meneliti terkait ISPA di dalamnya. Penelitian ini menggunakan SKI 2023 yang bertujuan untuk mengetahui hubungan antara karakteristik individu (imunisasi dan BBLR), karakteristik rumah tangga (kepadatan hunian dan tipe wilayah), dan jenis bahan bangunan (lantai, dinding, atap, plafon) terhadap kejadian ISPA pada Balita di Jawa Barat. Penelitian dilakukan dengan studi cross-sectional melalui analisis univariat, bivariat (chi-square), dan multivariat (regresi logistik biner). Hasil penelitian menunjukkan dari total 5.138 balita, 5% (259) nya mengalami kejadian ISPA. Hasil analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan signifikan pada variabel tipe wilayah, jenis atap, dan plafon karena memiliki nilai p<0,05, sementara yang lainnya tidak menunjukkan adanya hubungan signifikan. Pada variabel jenis atap didapati nilai POR=1,607 (CI:1,204–2,146) yang artinya memiliki kecenderungan faktor risiko untuk kejadian ISPA. Sedangkan, pada variabel tipe wilayah dan plafon memiliki nilai POR
Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA) masih menjadi infeksi menular yang termasuk dalam 10 penyakit penyebab utama kematian balita di Indonesia. Berdasarkan data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 menemukan bahwa balita (0-59 bulan) menjadi individu paling rentan untuk terinfeksi penyakit ini. Penyebab utama penyakit ini adalah mikroorganisme, namun faktor lainnya dapat berkontribusi dalam meningkatkan risiko penyakit. Jawa Barat menjadi wilayah besar yang memiliki polusi udara tinggi karena memiliki banyak kawasan industri, namun masih sedikit penelitian yang meneliti terkait ISPA di dalamnya. Penelitian ini menggunakan SKI 2023 yang bertujuan untuk mengetahui hubungan antara karakteristik individu (imunisasi dan BBLR), karakteristik rumah tangga (kepadatan hunian dan tipe wilayah), dan jenis bahan bangunan (lantai, dinding, atap, plafon) terhadap kejadian ISPA pada Balita di Jawa Barat. Penelitian dilakukan dengan studi cross-sectional melalui analisis univariat, bivariat (chi-square), dan multivariat (regresi logistik biner). Hasil penelitian menunjukkan dari total 5.138 balita, 5% (259) nya mengalami kejadian ISPA. Hasil analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan signifikan pada variabel tipe wilayah, jenis atap, dan plafon karena memiliki nilai p<0,05, sementara yang lainnya tidak menunjukkan adanya hubungan signifikan. Pada variabel jenis atap didapati nilai POR=1,607 (CI:1,204–2,146) yang artinya memiliki kecenderungan faktor risiko untuk kejadian ISPA. Sedangkan, pada variabel tipe wilayah dan plafon memiliki nilai POR
S-12267
Depok : FKM-UI, 2026
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Nur Ani; Pembimbing: Siti Arifah Pudjonarti; Penguji: Ahmad Syafiq, Dien Sanyoto Besar
S-5883
Depok : FKM UI, 2010
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Sri Poedji Hastoety Djaiman; Promotor: Anhari Achadi; Ko Promotor: Endang L. Achadi, Kusharisupeni; Penguji: Purnawan Junadi, Tjuk Eko Hari Basuki, Soewarta Kosen, Arum Atmawikarta
D-305
Depok : FKM-UI, 2015
S3 - Disertasi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Heri Yunarto; Pembimbing: Diah M. Utari
S-3838
Depok : FKM UI, 2004
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
