Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 29373 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Lannywati Ghani, Laurentia K. Mihardja, Delima
Bulitkes Vol.44, No.1
Jakarta : Balitbangkes Depkes RI, 2016
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Adolfina R. Amahorseja; Pembimbing: Sudijanto Kamso
T-298
Depok : FKM UI, 1992
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nabila Putri Mayshanda; Pembimbing: Dwi Gayatri; Penguji: Trisari Anggondowati, Muhammad Habibi Syahidi
Abstrak:

Stroke merupakan salah satu penyebab utama kematian di Indonesia. Individu dengan diabetes mellitus tipe 2 memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami stroke dibandingkan populasi umum. Namun, penelitian terkait faktor-faktor kejadian stroke pada penderita diabetes mellitus tipe 2 di Indonesia masih terbatas dan umumnya dilakukan di tingkat rumah sakit, sehingga cakupan populasinya kecil dan tidak merepresentasikan kondisi secara nasional. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran faktor kejadian stroke pada penderita diabetes mellitus tipe 2 di Indonesia. Data berasal dari Survei Kesehatan Indonesia 2023 dengan menggunakan desain studi potong lintang. Responden terdiri dari 17.186 penderita diabetes mellitus tipe 2 di Indonesia. Analisis menggunakan uji kai kuadrat untuk jenis data kategorik dan uji-t independent untuk jenis data numerik berdistribusi normal/Mann Whitney untuk jenis data numerik yang tidak berdistribusi normal. Hasil penelitian ini menemukan bahwa prevalensi kejadian stroke pada penderita diabetes mellitus tipe 2 di Indonesia sebesar 4,5%. Hasil penelitian juga menemukan asosiasi perbedaan proporsi antara beberapa faktor secara individual terhadap kejadian stroke. Pada faktor sosiodemografi, usia ≥ 55 Tahun (POR: 1,768; 95% CI: 1,378 – 2,267), jenis kelamin laki-laki (POR: 1,475; 95% CI: 1,179 – 1,845), tingkat pendidikan rendah (POR: 0,556; 95% CI: 0,416 – 0,743), dan wilayah tempat tinggal di perdesaan (POR: 0,748; 95% CI: 0,576 – 0,972); faktor metabolik, kadar tekanan darah tinggi (hipertensi) (POR: 1,549; 95% CI: 1,203 – 1,995); faktor klinis, usia pertama kali didiagnosis DM ≤ 43 tahun (POR: 0,514; 95% CI: 0,358 – 0,736) dan lama menderita DM 5 – 9 Tahun (POR: 1,363; 95% CI: 1,037 – 1,791) dan ≥ 10 Tahun (POR: 1,322; 95% CI: 1,009 – 1,731); dan faktor perilaku, konsumsi makanan berisiko (POR: 0,603; 95% CI: 0,462 – 0,787) menunjukkan perbedaan proporsi yang berarti antara masing masing faktor terhadap kejadian stroke. Diharapkan pemangku kebijakan dapat mempertimbangkan faktor-faktor tersebut untuk menerapkan kebijakan atau program yang dapat menurunkan prevalensi kejadian stroke pada penderita diabetes mellitus tipe 2 di Indonesia.


 

Stroke is one of the leading causes of death in Indonesia. Individuals with type 2 diabetes  mellitus are at a higher risk of experiencing stroke compared to the general population.  However, research on stroke risk factors among type 2 diabetes mellitus patients in  Indonesia remains limited and mostly on hospital-based, resulting in a small population  scope that does not represent the national condition. Therefore, this study aims to examine  the factors associated with stroke among type 2 diabetes mellitus patients using data from  the 2023 Indonesian Health Survey with a cross-sectional design, involving 17,186  respondents. The analysis used the chi-square test for categorical data and the independent  t-test for numerical data with a normal distribution, or the Mann-Whitney test for  numerical data that are not normally distributed. This study found that the prevalence of  stroke among individuals with type 2 diabetes mellitus in Indonesia was 4.5%. The results  also showed differences in proportions between several single factors and the occurrence  of stroke: sociodemographic factors such as age ≥ 55 years (POR: 1,768; 95% CI: 1,378  – 2,267), male (POR: 1,475; 95% CI: 1,179 – 1,845), low education level (POR: 0,556;  95% CI: 0,416 – 0,743), and residing in rural areas (POR: 0,748; 95% CI: 0,576 – 0,972);  metabolic factor was high blood pressure (POR: 1,549; 95% CI: 1,203 – 1,995); clinical  factors such as being diagnosed with diabetes at  ≤ 43 years old (POR: 0,514; 95% CI:  0,358 – 0,736) and diabetes duration of 5 – 9 years (POR: 1,363; 95% CI: 1,037 – 1,791)  and ≥ 10 years (POR: 1,322; 95% CI: 1,009 – 1,731); and behavioral factor was  consumption of high-risk foods (POR: 0,603; 95% CI: 0,462 – 0,787). These findings  highlight the need for policymakers to consider these factors in developing strategies and  programs to reduce the prevalence of stroke among individuals with type 2 diabetes  mellitus in Indonesia.

Read More
S-11967
Depok : FKM-UI, 2025
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Tati Suryati; Promotor: Hasbullah Thabrany; Ko-Promotor: Nasrin Kodim, Soewarta Kosen; Penguji: Anhari Achadi, Sri Moertiningsih Adioetomo, Mardiati Nadjib, Trihono, Rustika
D-281
Depok : FKM-UI, 2013
S3 - Disertasi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sekar Ayudia Rahmadani; Pembimbing: Helda; Penguji: Renti Mahkota, Hidayat Nuh Ghazali Djajuli
Abstrak:
Stroke merupakan penyakit kardiovaskular penyebab kematian peringkat kedua di tingkat dunia. Stroke dapat dikategorikan menjadi stroke iskemik dan stroke hemoragik. Secara global, sekitar 4,6 juta kasus dari 12,2 kasus stroke baru tiap tahunnya merupakan stroke hemoragik. Jumlah kasus stroke hemoragik lebih sedikit dibandingkan stroke iskemik, namun memiliki tingkat kematian yang lebih tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui korelasi faktor risiko stroke hemoragik dengan kejadian stroke hemoragik di 34 provinsi Indonesia pada tahun 2019. Peneliti menggunakan desain studi ekologi dengan unit analisis populasi. Penelitian menggunakan data sekunder dari hasil Riskesdas tahun 2018, BPS, dan penelitian oleh Widyasari, Rahman, dan Ningrum (2023). Analisis bivariat menggunakan uji korelasi dan regresi linear. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan incidence rate stroke hemoragik suatu provinsi berkorelasi dengan penurunan prevalensi hipertensi (ρ = -0,201), penurunan prevalensi diabetes mellitus (ρ = -0,291), penurunan proporsi obesitas (ρ = -0,161), dan peningkatan jumlah penduduk laki-laki (ρ = 0,250) provinsi tersebut. Peningkatan prevalensi stroke hemoragik suatu provinsi berkorelasi dengan peningkatan proporsi obesitas (R = 0,167) dan peningkatan jumlah penduduk laki-laki (R=0,308) provinsi tersebut. Akan tetapi, korelasi tersebut secara statistik tidak signifikan. Meskipun demikian, upaya pengendalian dan pencegahan faktor risiko dapat berperan dalam mengurangi kejadian stroke hemoragik.

Stroke is the second leading cause of death in the world. Stroke can be categorized into ischemic stroke and hemorrhagic stroke. Globally, about 4,6 million of 12,2 million new stroke cases are hemorrhagic strokes. Hemorrhagic stroke has a higher mortality rate than ischemic stroke despite having fewer cases. This study aims to determine the correlation of hemorrhagic stroke risk factors with hemorrhagic stroke occurrence in 2019 at 34 provinces of Indonesia. The research uses an ecological study design and secondary data from the 2018 Riskesdas, BPS, and research by Widyasari, Rahman, and Ningrum (2023). Bivariate analysis uses correlation and linear regression. Results showed that an increase of hemorrhagic stroke incidence rate in a province was correlated with a decrease in the prevalence of hypertension (ρ = -0.201), decrease in the prevalence of diabetes mellitus (ρ = -0.291), decrease in the proportion of obesity (ρ = -0.161), and an increase in the male population (ρ = 0.250). A province’s increase of hemorrhagic stroke prevalence is correlated with an increase in the proportion of obesity (R = 0.167) and the male population (R = 0.308). Correlation is not statistically significant, but controlling and preventing risk factors can still reduce hemorrhagic stroke occurrence.
Read More
S-11457
Depok : FKM-UI, 2023
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Eveline Averina; Pembimbing: Siti Arifah Pujonarti; Penguji: Diah Mulyawati Utari, Agus Triwinarto
Abstrak:
Diabetes melitus tipe 2 dan obesitas merupakan dua kondisi kronis yang saling berkaitan dan telah menjadi masalah kesehatan masyarakat secara global. DM tipe 2 ditandai oleh hiperglikemia akibat gangguan metabolisme glukosa, sedangkan obesitas disebabkan oleh ketidakseimbangan antara asupan dan pengeluaran energi. Saat ini, epidemi ganda DM tipe 2 dan obesitas terjadi di berbagai negara, termasuk Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan faktor gaya hidup, kesehatan, dan sosioekonomi, faktor individu, serta faktor dominan yang berhubungan dengan kejadian obesitas pada penderita DM tipe 2 usia dewasa (19 - 59 tahun) di Indonesia.  Penelitian ini menggunakan desain cross sectional berdasarkan data sekunder Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023, dengan jumlah sampel sebanyak 4922 responden. Analisis dilakukan menggunakan uji chi-square dan regresi logistik ganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa prevalensi obesitas pada penderita DM tipe 2 di Indonesia usia dewasa (19 – 59 tahun) mencapai 52.4%. Terdapat hubungan yang signifikan antara kejadian obesitas dengan jenis kelamin, tingkat pendidikan, dan durasi menderita DM tipe 2 (p-value < 0.05). Faktor dominan yang berhubungan pada kejadian obesitas pada penderita DM tipe 2 usia dewasa adalah tingkat pendidikan (p-value < 0.001; OR = 0.612, 95% CI = 0.489 – 0.766).

Obesity and type 2 diabetes mellitus (T2DM) are two interconnected chronic diseases that have emerged as major global public health concerns. T2DM is marked by hyperglycemia due to impaired glucose metabolism, while obesity results from an energy imbalance. The co-occurrence of obesity and T2DM is termed a dual epidemic that increases risks of complications and mortality. This study aims to identify lifestyle, health, socioeconomic, and individual factors and the dominant factor associated with obesity among Indonesian adults (ages 19–59) with T2DM. A cross-sectional design was used with secondary data from the 2023 Indonesian Health Survey, involving 4922 respondents with T2DM. Statistical analysis included chi-square tests and binary logistic regression. Results showed that 52.4% of adults with T2DM were classified as obese. Significant associations were found between obesity and gender, education level, and duration of T2DM (p < 0.05). The most dominant factor was education level, where individuals with higher education had a lower risk of obesity (p < 0.001; OR = 0.612; 95% CI = 0.489–0.766).
Read More
S-11906
Depok : FKM-UI, 2025
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Muchsin; Pembimbing: Dwi Gayatri; Penguji: Krisnawati Bantas, Ronny Yoesyanto Pragono
Abstrak: Stroke merupakan penyebab kematian nomor dua didunia setelah penyakit jantung iskemik dengan 6,7 juta kematian. Personel TNI AL baik yang aktif maupun telah purnawirawan berisiko untuk terjadinya penyakit stroke. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor risiko kejadian stroke pada personel TNI AL dengan riwayat diagnosis stroke Tahun 2013-2015 di Poli Penyakit Saraf RSAL dr. Mintohardjo. Penelitian ini menggunakan desain studi kasus kontrol dengan jumlah sampel 64 kasus dan 64 kontrol. Penelitian ini dilakukan di Poli Penyakit Saraf RSAL dr. Mintohardjo pada bulan Juni-Juli 2015. Kasus adalah personel TNI AL yang berkunjung ke Poli Penyakit Saraf RSAL dr. Mintohardjo dengan riwayat diagnosis stroke serangan pertama (2013-2015) oleh dokter spesialis saraf berdasarkan pemeriksaan neurologis dan atau pemeriksaan CT scan. Pemilihan kasus dan kontrol dalam penelitian ini dilakukan dengan tehnik consecutive sampling. Berdasarkan hasil analisis multivariat risiko kejadian stroke pada personel TNI AL, maka dapat disimpulkan faktor risiko penyebab stroke pada personel TNI AL (aktif dan pensiun) adalah riwayat hipertensi dengan (OR 5,1, 95% CI 2,01-12,63), riwayat stroke pada keluarga (OR 3,3, 95% CI 1,08-10,16) , dan umur 55-65 tahun (OR 4,6, 95% CI 1,1-19,14). Oleh karena itu diperlukan upaya pencegahan dan deteksi dini terhadap penyakit hipertensi serta prilaku hidup sehat bagi personel TNI AL yang mempunyai riwayat stroke pada keluarga. Kata kunci : Stroke, RSAL Mintohardjo
Read More
T-4517
Depok : FKM-UI, 2015
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Aan Syukrona; Pembimbing: Suprijanto Rijadi; Penguji: Ronnie Rivany, Atik Nurwahyuni, Chita Septiawati
T-4192
Depok : FKM-UI, 2014
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Frima Nurahmi; Pembimbing: Nasrin Kodim
S-2969
Depok : FKM UI, 2002
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
616.81 JUN s
[s.l.] : Yogyakarta : Andi, 2011, s.a.]
Kumpulan Daftar Isi Buku   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive