Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 40049 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Khadijah Azhar, Ika Dharmayanti, Ida Mufida
MPPK Vol.26, No.1
Jakarta : Balitbangkes Kemenkes RI, 2016
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Galih Wuly Paramitha; Pembimbing: Budi Haryanto; Penguji: Sri Tjahyani Budi Utami, Erry Siana Sri Endah
s-5493
Depok : FKM UI, 2008
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Parulian Situmorang; Pembimbing: Sumengen Sutomo, Haryoto Kusnoputranto
T-1806
Depok : FKM UI, 2003
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Fery Anthony; Pemb. Dewi Susanna, Budi Haryanto; Penguji: Sri Tjahjani Budi Utami, Sri Endah Suwarni
Abstrak:

Penyakit infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) pada balita di wilayah Puskesmas Meral menempati urutan pertama dari sepuluh besar penyakit berdasarkan Laporan Tahunan Puskesmas. Hal ini berhubungan dengan kualitas udara dalam rumah antara lain partikulat debu {PM10), kondisis fisik rumah, sumber polutan daJam rumah dan karakteristik balita. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan partikulat debu (PM 10) dalam rumah dengan gangguan ISPA pada balita. Penelitian ini mengunakan rancangan studi cross-sectional, dengan populasi balita usia 0-59 bulan di Desa Pangke dan Kelurahan pasir Panjang Kecamatan Meral dan yang menjadi sampel balita usia 0-59 bulan yang terpilih dengan metode simple random sampling secara proporsional. Data yang dikumpulkan dengan pengukuran adalah kadar PM 10 kelembaban dan suhu dalam rumah sedangkan data variable lainnya dengan observasi dan wawancara menggunakan daftar pertanyaan. Data dianalisis secara univariat, bivariat dan multivariat. Hasil analisis chi square diperoleh delapan variabel berhubungan bermakna (p<0,005) dengan timbulnya gangguan ISPA pada balita yaitupartikulat debu (PM 10) dalam rumah, suhu dalam rumah, rasio luas jendela/luas kamar, kepadatan hunian rumah, jenis dinding rumah, lubang asap dapur, letak dapur dan jenis bahan bakar memasak. Variabel kelembaban dalam rumah, asap rokok, penggunaan obat nyamuk, status gizl dan imunisasi tidak menunjukkan hubungan yang bermakna (p > 0,05) dengan timbuJnya gangguan lSPA pada balita. Hasil analisis multivariat secara statistik tidak ditemukan adanya interaksiantara variabel yang diteliti, tetapi variabel kelembaban dalam rumah. suhu dalam rumah dan jenis bahan bakar memasak diternukan sebagai faktor yang mempengaruhi gangguan ISPA pada balita yang terpejan partikulat debu (PM10) dalam rumah. Dari penelitian ini disarankan melaiui upaya upaya penyuluhan kepada masyarakat untuk meningkatkan kualitas hunian serta penyebarluasan informasi mengenai kualitas udara dalam rumah yang buruk dapat menimbulkan gangguan ISPA dan penyakit berbasis lingkungan lainnya.


Incidence of Acute Respiratory Infections (ARI} among children under five in Public Health Center Metal has occupied the first rangk of big ten diseases based on yearly report of community health center. This matter relate to the quality of air in house for example Particulate Matter (PM10), physical house conditions, source of pollutans in house and characteristics of children under five. This research aim to study relation particulate Matter (PM 10) in house with disturbance of acute respiratory infections among children under five. This research use cross-sectional study device, with population of children under five of age 0-59 months in countryside Pangke and sub-district Pasir Panjang district of Metal and sample of children under five of age 0-59 chosen months with sampling random simple method by proportional. Collected data with measurement is PM 10 rate, temperature and dampness in house while other variable data with interview and observation use questionnaire. Data analysed by univariate, bivariate and multivariate. Result of chi-square analysis obtained by eight variable correlate to have a meaning of (p < 0,05) with incidence disturbance of acute respiratory infections among children under five that is Particulate Matter (PM 10 ) in house, temperature in house, dampness in house, wide of chamber/wide of room, density of house dwelling, house wall type, kitchen smoke hole, kitchen situation and ripe fuel type. Dampness variable in house, cigarette smoke) usage medicine mosquito, gizi status and immunize do not show relation having a meaning of (p > 0,05) with incidence disturbance of acute respiratory infections among children under five. Result of multivariate analysis statistically do not be found the existence of interaction between accurate variable, but temperature variable in house. dampness in house and ripe fuel type found as factor influencing disturbance of acute respiratory infections among children under five which is Particulate Matter (PM 10) exposure in house. From this research is suggested to passing observation efforts., tuition, counselling to society to increase the quality of dwelling and also dissemination of information hiting the quality of air in ugly house can generate disturbance of acute respiratory infections and disease base on other environment.

Read More
T-2871
Depok : FKM UI, 2008
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Gertrudis T; Pembimbing: Budi Haryanto; Penguji: Sri Tjahjani Budi Utami, Ririn Arminsih Wulandari, Eulis Wulantari, Calvin S. Wattimena
T-3218
Depok : FKM UI, 2010
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Agus Rochaini; Pembimbing: Soekidjo Notoatmodjo
S-358
Depok : FKM UI, 1988
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Efi Kurniatiningsih; Pembimbing: Budi Hartono; Penguji: Ririn Arminsih Wulandari, Ema Hermawati, Leo Hariono
Abstrak: Konsentrasi PM2,5 dalam ruang mempengaruhi kesehatan apabila terhirup oleh manusia terutama pada kelompok rentan seperti balita. Balita yang tinggal dalam rumah dengan konsentrasi PM2.5 tidak memenuhi syarat memiliki risiko terhadap kejadian gejala ISPA. Penelitian ini dilakukan dengan desain studi cross sectional pada balita diwilayah kerja Puskesmas Mekarmukti yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi di desa Mekarmukti, Pasirgombong dan desa Wangunharja sebanyak 130 orang. Penentuan gejala ISPA pada balita berdasarkan hasil wawancara dan observasi menggunakan kuesioner sedangkan pengukuran konsentrasi PM2,5 dalam ruang menggunakan Haz dustEPAM 5000.Analisis dilakukan dengan menggunakan analisis regresi logistik ganda. Hasil analisis menunjukkan hubungan yang signifikan antara konsentrasi PM2,5 dengan gejala ISPA pada balita (8,47 ; 3,52-20,36). Faktor lain yang mempengaruhi adalah statusmerokok (1,38; 0,58-3,26), jenis kelamin (1,22; 0,58-2,55), status gizi (1,64; 0,56-4,84), suhu (2,48; 0,97-6,32) dan kelembaban (1,96; 0,89-4,34). Analisis multivariat menunjukkan bahwa balita yang tinggal dalam rumah dengan konsentrasi PM2,5 tidak memenuhi syarat memiliki risiko 15,71 kali mengalami gejala ISPA setelah dikontrol dengan variabel kelembaban dan pendapatan orang tua. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat hubungan bermakna antara konsentrasi PM2.5 dengan kejadian gejala ISPA pada balita. Oleh karena itu, perlu dilakukan pengendalian dan pencegahan terhadap efek PM2.5 dengan konseling kesehatan lingkungan dan peningkatan promosi kesehatan terkait faktor risiko gejala ISPA pada balita
Read More
T-6447
Depok : FKM-UI, 2022
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Aris Budianto; Pembimbing: Agustin Kusumayati, Sri Tjahjani Budi Utami; Penguji: I Made Djaja, Atang Saputra, Maman Sudirman
T-2961
Depok : FKM UI, 2008
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Karina Nurmy; Pembimbing: Agustin Kusumawati; Penguji: Budi Hartono, Ema Hermawati, Heri Nugroho, Diah Wati Soetojo
Abstrak: Penyakit ISPA merupakan salah satu penyakit yang sering terjadi pada balita. Di wilayah Puskesmas Telaga Murni yang berada di sekitar industri baja, ISPA menjadi masalah kesehatan masyarakat yang serius dan menduduki urutan pertama dari sepuluh penyakit terbanyak. Jumlah kasus baru ISPA untuk umur 1-4 tahun yaitu 56,15 % dan umur 0-1 tahun mencapai 62,0 %. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan partikulat matter 10 mikron (PM10) udara dalam ruang rumah dengan ISPA pada balita di Kecamatan Cikarang Barat dan Kecamatan Sukatani. PM10 dalam rumah diukur di ruangan balita sering tidur dan dilakukan satu kali di setiap rumah responden. Rentang waktu penelitian antara bulan Maret-Mei 2015. Desain penelitian ini adalah kohort retrospektif. Populasi terpajan adalah balita bertempat tinggal di wilayah pemukiman yang berjarak 1 kilometer dan populasi tidak terpajan adalah balita yang berjarak lebih 10 kilometer dari industri baja. Jumlah sampel seluruhnya 80 balita terdiri dari 40 kelompok terpajan dan 40 kelompok tidak terpajan. Hasil analisis bivariat dengan derajat kepercayaan 95% menunjukkan 6 variabel yang berhubungan dengan kejadian ISPA pada balita, yaitu PM10 dengan nilai p = 0,000, jarak rumah tinggal dengan industri dengan nilai p = 0,025, Vitamin A dengan nilai p = 0,023, ASI Eksklusif dengan nilai p=0,045, perokok dalam rumah dengan nilai p=0,040 dan penggunaan obat nyamuk bakar dengan nilai p = 0,009. Disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara PM10 udara ruangan dengan kejadian ISPA (p<0,05) pada balita yang dipengaruhi oleh jarak tempat tinggal dan vitamin A. Kadar PM10 yang tidak memenuhi syarat (>70 μg/m3) mempunyai peluang untuk menjadi penyebab ISPA pada balita sebesar 5,37 kali dibandingkan dengan PM10 dalam rumah yang memenuhi syarat (<70 μg/m3) setelah dikontrol jarak tempat tinggal dan vitamin A. Disarankan kepada masyarakat untuk tidak merokok dalam rumah dan teratur dalam pemberian vitamin A pada balita saat kegiatan posyandu. Kata kunci: kadar PM10, Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) pada balita
Read More
T-4380
Depok : FKM UI, 2015
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Heru Nugroho; Pembimbing: Rachmadhi Purwana; Penguji: Laila Fitria, Muslina Handayani
S-7295
Depok : FKM UI, 2012
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive