Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 34056 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Mutiara Ika Sofia; Pembimbing: Laila Fitri; Penguji: Ririn Arminsih Wulandari, Yulia Fitria Ningrum
Abstrak: Pekerja industri sepatu informal berisiko terhadap dampak kesehatan akibat pajanan benzena yang terdapat dalam lem sepatu. Penelitian ini betujuan mendeskripsikan hubungan antara lama bekerja, jenis pekerjaan, dan penggunaan APD dengan jumlah leukosit dan eritrosit pada pekerja industri sepatu informal di Kecamatan Ciomas. Penelitian ini menggunakan data sekunder dengan responden sebanyak 259 pekerja. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara lama bekerja, jenis pekerjaan, dan penggunaan APD dengan jumlah leukosit dan eritrosit dalam darah pada pekerja industri sepatu informal di Kecamatan Ciomas. Namun terdapat perbedaan risiko pada kelompok pekerja yang dibagi berdasarkan variabel independen terhadap variabel dependen. Kata kunci: pekerja industri sepatu informal, pajanan benzena, lama bekerja, jenis pekerjaan, penggunaan APD, jumlah leukosit, jumlah eritrosit Shoe industry workers are at risk for the health effects of exposure to benzene that is contained in shoe glue. This study aims to describe the relationship between length of work, type of work, and the use of PPE with leukocytes count and erythrocytes count in the informal shoe industry workers in Sub-District Ciomas. This study uses secondary data with respondents as many as 259 workers. The results of this study indicate that there is no significant relationship between length of work, type of work, and the use of PPE with leukocytes count and erythrocytes count in the informal shoe industry workers in Sub-District Ciomas. However, there are risk differences in the groups of workers towards dependent variables. Keywords: informal shoe industry workers, benzene exposure, length of work, type of work, the use of PPE, leukocytes count, erythrocytes count
Read More
S-9165
Depok : FKM-UI, 2016
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Lora Agustina; Pembimbing: Ririn Arminsih Wulandari, Laila Fitria; Penguji: Budi Hartono, Heri Nugroho, Didik Supriyono
T-5446
Depok : FKM UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ridcho Andrian; Pembimbing: Sri Tjahjani Budi Utami; Penguji: Budi Hartono, Didik Supriyono
S-8280
Depok : FKM UI, 2014
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Putri Wulandari; Pembimbing: Bambang Wispriyono; Penguji: Laila Fitria, Abdur Rahman, Sonny Priajaya Warouw, Didi Purnama
Abstrak: Pajanan kronis benzena di lingkungan kerja selalu dihubungkan dengan gangguanhematologi. Hal ini dikarenakan sistem hematologi adalah jaringan target yangpaling kritis terhadap pajanan benzena melalui rute inhalasi dan diketahui sebagaipenyebab pansitopenia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubunganantara kadar S-PMA urin dengan leukosit pada pekerja industri sepatu informalyang terpajan benzena. Penelitian menggunakan desain cross sectional di enamindustri sepatu informal yang berada di kawasan Cibaduyut dengan jumlah sampel64 pekerja. Sampel urin dan darah diambil pada masing-masing sampel untukmenilai kadar S-PMA urin dan jumlah leukosit. Kadar S-PMA urin diukur denganmenggunakan alat LC-MS/MS dan leukosit diukur menggunakan alat AutomatedHematology Analyzer. Data karakteristik individu diperoleh melalui wawancaralangsung. Konsentrasi benzena di udara menggunakan data sekunder daripenelitian sebelumnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubunganyang signifikan antara kadar S-PMA dengan leukosit (p value: 0,048) dan kadarS-PMA urin dengan jenis pekerjaan (p value: 0,004). Sebanyak 31,3% pekerjamemiliki kadar S-PMA urin melampaui BEI ACGIH (>25 μg/g kreatinin).Semakin tinggi konsentrasi benzena di udara ruang kerja, semakin banyak pekerjayang memiliki kadar S-PMA urin >25 μg/g kreatinin. Hasil uji regresi linearganda menemukan bahwa ada kecenderungan asosiasi antara kadar S-PMA urindengan leukosit, setelah dikontrol dengan variabel jenis pekerjaan, jam kerja perhari, dan kebiasaan berolahraga. Hasil penelitian dapat disimpulkan terdapatasosiasi antara kadar S-PMA urin dengan penurunan jumlah leukosit.Kata kunci: benzena, S-phenylmercapturic acid, leukosit, industri sepatu informal
Benzene high exposure in working is environment always connected tohematology disorders. This is caused by hematology system is the most criticaltarget network toward benzene exposure through inhaling route. This study aimsto analyze the relation between urinary and leukocytes S-PMA level of informalshoes industrial workers exposed to benzene. This study uses cross sectionaldesign in six informal shoes industries which are located in Cibaduyut with thenumber of sample of 64 workers. Urinary and blood samples are collected on eachsample to measure urinary S-PMA level and the number of leukocytes. Urinary S-PMA level is measured using Automated Hematology Analyzer. Individualcharacteristic data are obtained through direct interview. To measure benzeneconcentration, secondary data of previous study is used. The result of the studyindicates that there is significant correlation between S-PMA level withleukocytes (p value: 0.048) and urinary S-PMA level with the type of job (p value:0.004). By 31.3% workers have urinary S-PMA level more than BEI ACGIH (>25μg/g creatinine). The higher the benzene concentration of indoor air, the moreworkers have urinary S-PMA level > 25 μg/g creatinine. The result of doublelinear regression test finds that there is association tendency between urinary andleukocytes S-PMA level, after it is controlled by type of job, time of work perday, and exercising habit variables. It can be concluded that there is associationbetween urinary S-PMA level and the number of leukocytes decrease.Keywords: benzene, S-phenylmercapturid acid, leukocytes, informal shoesindustries
Read More
T-4768
Depok : FKM-UI, 2016
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Fea Firdani; Pembimbing: I Made Djaja; Penguji: Budi Hartono, Ema Hermawati, Didik Supriyono, Didi Purnama
T-5088
Depok : FKM UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ummyatul Hajrah; Pembimbing: Agustin Kusumayati; Penguji: Budi Hartono, Didik Supriyono, Heri Nugroho
T-5096
Depok : FKM UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nissa Noor Annashr; Pembimbing: I Made Djaja; Penguji: KLusharisupeni, Bambang Wispriyono, Diah Wati, Didik Supriyono
Abstrak: Timbal merupakan salah satu logam berat yang mencemari udara dan terus menjadi permasalahan kesehatan masyarakat yang paling serius. Absorpsi timbal yang meningkat menyebabkan terjadinya penurunan kadar Hb, penurunan jumlah dan pemendekan masa hidup eritrosit, peningkatan jumlah retikulosit dan peningkatan jumlah eritrosit berbintik basofilik. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis efek dari kadar timbal dalam darah terhadap kadar Hb dan eritrosit berbintik basofilik pada siswa SD di Desa Cinangka, Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor. Penelitian ini menggunakan rancangan cross sectional. Sampel darah vena diambil dari 103 siswa SD Cinangka untuk diukur kadar timbal dalam darah, kadar Hb dan eritrosit berbintik basofilik. Kuesioner digunakan untuk mengetahui data mengenai tingkat pendidikan pendapatan orangtua dan asupan zat gizi. Variabel status gizi diketahui melalui perhitungan Indeks Massa Tubuh/Umur (IMT/U) yang dikonversikan ke dalam skala Z-Score. Hasil penelitian menunjukkan 61,2% siswa SD memiliki kadar timbal dalam darah tinggi (≥ 10 μg/dl). Hasil analisis statisik dengan chi square menunjukkan bahwa asupan protein (p = 0,03; OR = 4,184 95% CI : 1,062-16,49) dan asupan zat besi (p = 0,008; OR = 5,398 95% CI : 1,406-20,718) memiliki hubungan yang signifikan dengan kadar Hb pada siswa SD Cinangka. Untuk variabel dependen eritrosit berbintik basofilik, hasil analisis statistik menunjukkan bahwa kadar timbal dalam darah yang tinggi (p = 0,001; OR = 180 95% CI : 38,093-850,551) dan pendidikan ibu yang rendah (P = 0,005; OR = 3,92 95% CI : 1,459-10,532) merupakan faktor risiko terjadinya eritrosit berbintik basofilik pada siswa SD. Kata Kunci : kadar timbal dalam darah, kadar Hb, eritrosit berbintik basofilik
Read More
T-4280
Depok : FKM-UI, 2015
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ridcho Andrian AM; Pembimbing: Ema Hermawati; Penguji: Budi Hartono, Bambang Wispriyono, Miko Hananto, Dian Novianti
T-5123
Depok : FKM UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Bayu Rizki Sanjaya; Pembimbing: ; Penguji: Laila Fitria, Inswiarsi, Miko Hananto
Abstrak:

ABSTRAK Nama :  Bayu Rizki Sanjaya Program Studi              :  Magister Ilmu Kesehatan Masyarakat Judul                            :   Asosiasi Pajanan Benzene Terhadap Kadar Hemoglobin  (Studi Pada Pekerja Laki-Laki Di Industri Sepatu Informal Cibaduyut, Jawa Barat) xvi + 85 halaman, 16 tabel, 9 gambar Benzene merupakan senyawa yang berbahaya bagi kesehatan. Dampak nonkarsinogenik yang diakibatkan diantaranya anemia dan pensitopenia. Pada pajanan benzene ditingkat rendah, menunjukkan adanya perbedaan dampak hematologi. Kadar hemoglobin merupakan salah satu parameter awal yang digunakan untuk mengetahui dampak hematologi. Penelitian ini bertujuan untuk mengtahui asosiasi pajanan benzene terhadap kadar hemoglobin. hasil penelitian. Metode penelitian. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional. Pemilihan sampel mengggunakan cluster satu tingkat. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 71 pekerja laki-laki responden. Pengukuran benzene menggunakan metode NIOSH 1501, pemeriksaan kadar hemoglobin menggunakan automated hematlogy analyzer. Lama kerja, usia, status merokok, konsumsi alkohol dan riwayat infeksi diukur menggunakan kuesioner Hasil penelitian menunjukkan rata-rata pajanan benzene adalah 0,34 ppm dan kadar hemoglobin pekerja laki-laki adalah15,34 ± 1,14 g/dL. Berdasarkan analisis statistik, rata-rata kadar hemoglobin pajanan benzene  ≤ 0,50 ppm adalah 15.15 g/dL (95% CI : 14.80 - 15.50) dan pada pajanan benzene   0,51 – 1 ppm adalah g/dL 15.55 (95% CI : 15.19 - 15.91). Pekerja dengan lama kerja lebih dari 6 tahun memiliki kadar hemoglobin lebih rendah 0,7 g/dL (95% CI: -1.32 s.d. -0.13) dibandingkan pekerja dengan lama kerja kurang dari 6 tahun. Hal ini menunjukkan bahwa pajanan benzene di bawah 1 ppm tidak ada asosiasi yang signifikan terhadap kadar hemoglobin, namun pekerja terdapat indikasi bahwa durasi pajanan yang diukur dengan lama kerja berasosiasi dengan penurunan hemoglobin. Kata kunci: benzene, hemoglobin, pekerja laki-laki


ABSTRACT Name :  Bayu Rizki Sanjaya Program of Study :  Master of Public Health Title of Thesis              :   Association of benzene exposures and hemoglobin (Study among the footware male workers in Cibaduyut West Java) xvi + 85 pages, 16 tables, 9 pictures Benzene is one of the chemical substances which can cause some health effect. Noncarcinogenics effect can caused by benzene is anemia and pancytopenia. Benzene at lower concentrations have is conflicting evidence on potential hematological effects. Hemoglobin is one of hematological paramaters of hematological effects. The purpose of this study to explain association benzene exposure and effect of hemoglobin.   Cross sectional study design was used, and 71 male workers selected by cluster random sampling. Benzene measurement used NIOSH 1501 method and hemoglobin measurement used by automated hematalogy analyzer.  Confounding factors such as work duration, age, smoking status, alcohol consumption, and history of infection measurements by questionnares.   The results showed that means of benzene exposure is 0,34 ppm and means of hemoglobin is 15,34 ± 1,14 g/dL. Statistical analysis showed that means of hemoglobin at benzene exposure ≤ 0,50 ppm is 15.15 g/dL (95% CI : 14.80 - 15.50) and means of hemoglobin at benzene exposure   0,51 - 1 ppm is 15.55 g/dL (95% CI : 15.19 - 15.91). Male-workers that work duration more than 6 yearshave decreased of hemoglobin 0,7 g/dL (95% CI: -1.32 s.d. -0.13). The conclution is benzene exposure below 1 ppm statistically not association with hemoglobin. However long-time exposure of benzene that measure with work duration statistically significant with decreased of hemoglobin. Keywords: benzene, hemoglobin, male workers

Read More
T-4759
Depok : FKM-UI, 2016
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ratih Fatimah; Pembimbing: Suyud Warno Utomo; Penguji: Ema Hermawati, Laila Fitria; Sonny P. Warouw, Margareta Maria Sintorini
Abstrak: Indonesia merupakan pemain besar dalam industri sepatu di dunia, yaitu terbesar kelima setelah Cina, India, Vietnam dan Brasil. Perakitan sepatu menggunakan perekat atau lem yang mengandung senyawa organik volatil (diantaranya benzena, toluen, dan xylen)dengan kandungan benzena di dalam lem diketahui mencapai 2%. Benzena dapat masuk secara tidak sempurna dengan cepat ke tubuh manusia dan hewan melalui pajanan pernafasanpajanan benzena pada manusia terbukti berhubungan dengan berbagai penyakit akut dan parah termasuk kanker dan anemia aplastik. Selain itu benzena dan metabolitnya juga terbukti dalam peningkatan stres oksidatif yang terlihat dari peningkatan malondialdehid (MDA) dan penurunan antioksidan dalam tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengindentifikasi konsentrasi benzena di udara tempat kerja dan hubungan antara benzena di dalam tubuh melalui pengukuran biomarker S-Phenylmercapturic Acid (S-PMA) terhadap stres oksidatif melalui pengukuran kadar plasma MDA pekerja bengkel sandal/sepatu. Penelitian ini menggunakan studi cross-sectional pada sepuluh bengkel sandal/sepatu di Desa Sukajaya, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor pada Maret-Mei 2018. Jumlah sampel sebanyak 64 pekerja diambil dengan metode total sampling. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata konsentrasi benzena di udara empat kerja masih dibawah NAB yang ditentukan oleh Peraturan Menteri Tenaga Kerja No. 13 Tahun 2011 yaitu 0,002066 ppm dan tidak ada hubungan yang signifikan antara konsentrasi S-PMA dalam urin terhadap kadar MDA plasma darah. Sementara itu ada hubungan yang signifikan antara variabel kebiasaan olahraga terhadap kadar MDA plasma darah namun tidak ada hubungan yang signifikan antara variabel konsentrasi status merokok, konsumsi kopi, dan IMT pekerja dengan kadar MDA plasma darah pekerja. Konsentrasi benzena masih dalam batas aman namun tetap harus diminimalisasi karena benzena merupakan zat karsinogenik yang dapat terakumulasi dalam tubuh sehingga diperlukan pencegahan seperti perbaikan ventilasi, pengaturan jam kerja, dan pelarangan merokok saat bekerja.

Indonesia is the fifth largest country with shoe industri in the world, the biggest after China, India, Vietnam and Brazil. Shoe assembly using adhesives or glue that contain volatile organic compounds (such as benzene, toluene and xylen) with benzene content in the glue is known to reach 2%. Benzene can enter imperfectly rapidly into the human body and animals through inhalation exposure, human benzene exposure is shown to be associated with various acute and severe diseases including cancer and aplastic anemia. In addition, benzene and its metabolites are also proven in increased oxidative stress seen from increased malondialdehyde (MDA) and decreased antioxidants in the body. This study aims to identify benzene concentrations in the air of the workplace and the relationship between benzene in the body through measurement of S-Phenylmercapturic Acid (S-PMA) biomarkers against oxidative stress through measurement of MDA plasma level of sandal / shoe workers.This study used cross-sectional study on ten shoe workshops in Desa Sukajaya , Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor from March to May 2018. The number of samples as much as 64 workers taken by total sampling method. The results showed an average concentration of benzene in the air of the workplace is still under the treshold value which determined by Peraturan Menteri Tenaga Kerja No. 13 Year 2011 (0.002066 ppm) and there are no significant relationship between concentrations of S-PMA in urine against the levels of MDA blood plasma. Meanwhile, there is a significant relationship between exercise habit variables against blood plasma MDA level but no significant relationship between variable length of work, smoking status, coffee consumption, and BMI of workers againist blood plasma MDA levels of workers.The concentration of benzene is still below the treshold limit but should be minimized because benzene is a carcinogenic substance that can accumulate in the body so that the preventive action such as improvement of ventilation, regulation of working hours, and a prohibition on smoking at work should be applied. 
Read More
T-5246
Depok : FKM UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive