Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 34032 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Nadya Syafira; Pembimbing: L. Meily Kurniawidjaja; Penguji: Zulkifli Djunaidi, Yusuf
Abstrak: Kurangnya pencahayaan di tempat kerja berdampak pada kesehatan mata.Penelitian ini membahas tentang gambaran tingkat pencahayaan terhadap keluhansubjektif kelelahan mata pekerja di ruang security and safety PT. XYZ tahun 2016.Penelitian bersifat deskriptif dengan pendekatan desain studi cross sectional. Datadidapat dari penyebaran kuesioner dan melakukan pengukuran tingkat pencahayaandi ruang kerja yang kemudian dibandingkan dengan tingkat pencahayaan yang adapada KepMenKes No.1405/MENKES/SK/XI/2002. Hasil penelitian menunjukkantingkat cahaya 81,3% tidak memenuhi NAB dan mengalami keluhan mata sebesar87,5%. Faktor tampilan layar monitor dan kelainan refraksi memiliki hubunganyang signifikan terhadap kelelahan mata.Kata kunci : keluhan subjektif, kelelahan mata, tingkat pencahayaan.
Read More
S-9214
Depok : FKM UI, 2016
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Setyanti; Pembimbing: Zulkifli Djunaidi; Penguji: Indri Hapsari Susilowati, Ryan Hendra
Abstrak: Aktivitas administrasi di dalam ruang kantor seperti menulis, membaca, mengetik dan menggunakan komputer merupakan pekerjaan yang dilakukan terus menerus dan membutuhkan tingkat pencahayaan yang memadai. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat pencahayaan dan keluhan subjektif kelelahan mata pada pekerja di ruang kantor PT. XYZ tahun 2017. Variabel independen dalam penelitian ini adalah tingkat pencahayaan, usia, lama kerja, kelainan refraksi, perilaku berisiko terhadap kesehatan mata, durasi kerja, kekontrasan, dan tampilan layar monitor. Sedangkan variabel dependen adalah keluhan subjektif kelelahan mata. Penelitian ini dilakukan kepada 45 orang pekerja dengan desain studi cross sectional. Hasil pengukuran tingkat pencahayaan menggunakan lux meter diketahui bahwa 80% area kerja tidak memenuhi standar Permenkes No. 48 Tahun 2016, dimana terdapat 82,2% pekerja mengalami keluhan subjektif kelelahan mata. Hasil penelitian ini tidak menunjukan adanya hubungan yang bermakna antara karakteristik individu (usia, lama kerja, kelainan refraksi, perilaku berisiko terhadap kesehatan mata), faktor pekerjaan (durasi kerja, kekontrasan,tampilan layar monitor), dan tingkat pencahayaan dengan keluhan subjektif kelelahan mata.
Kata kunci : tingkat pencahayaan, keluhan subjektif, kelelahan mata

Administrative activities in office such as writing, reading, typing and using computers are work that are done repetitively and require adequate lighting levels. This study aims to analyze the lighting level and subjective complaints of eye fatigue in workers in the office of PT. XYZ in 2017. The independent variables in this study are the lighting level, age, duration of employment, refractive abnormalities, risky behavior, duration of work, contrast, and monitor screen display. While the dependent variable is subjective complaints of eye fatigue. This research was conducted to 45 workers with cross sectional study design. From the measurement of ligthing level using lux meter, 80% work area is known to not meet the standard of Permenkes. 48 of 2016, where 82.2% of workers are experiencing eyestrain due to insufficient level of lighting. The results of this study did not show any significant relationship between individual characteristics (age, duration of work, refractive abnormalities, risky behavior to eye health), occupational factors (duration of work, contrast, monitor screen display) and lighting level with subjective complaints of eyestrain on workers.
Keywords: lighting level, subjective complaints, eyestrain
Read More
S-9598
Depok : FKM UI, 2018
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Andri Fayrina Ramadhani; Pembimbing: Hendra; Penguji: Chandra Satrya, Setyo Nugroho
S-7083
Depok : FKM UI, 2012
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Siti Sakdiah; Pembimbing: Hendra; Penguji: Dadan Erwandi, Eva Maulidiyah
S-5564
Depok : FKM UI, 2008
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sekar Tina Amiaty Naro Putri; Pembimbing: Hendra; Penguji: Dadan Erwandi, Yuni Kusminanty
S-5897
Depok : FKM UI, 2010
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Cornelius Silaban; Pembimbing: Sjahrul Meizar Nasri; Penguji: Mila Tejamaya, Fauzi Adrianto
S-7735
Depok : FKM UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Diandra Renya Rosari; Pembimbing: Syahrul Meizar Nasri; Penguji: Chandra Satrya, Tasdikin
Abstrak: Proses kerja di bagian Bagging Off memiliki risiko MSDs untuk pekerja.Penelitian ini menggambarkan tingkat risiko ergonomi yang berpotensimenyebabkan gangguan muskuloskeletal pada pekerja dan gambaran dari keluhansubjektif gangguan muskuloskeletal dari pekerja di PT. JAPFA ComfeedIndonesia Unit Tangerang. Desain penelitian ini adalah cross sectional denganmenggunakan REBA dan RULA untuk menilai tingkat risiko ergonomi padasetiap tahap proses kerja dan Nordic Body Map (NBM) untuk mengetahui dimana keluhan pada pekerja. Berdasarkan penilaian REBA pada proses palletingbekerja menunjukkan tingkat risiko sangat tinggi, penilaian RULA pada prosespenjahitan menunjukkan tingkat risiko yang sangat tinggi dan penilaian REBApada proses pengantongan menunjukkan tingkat risiko tinggi dan tingkat risikosedang. Penilaian NBM menunjukkan ada 20 pekerja memiliki keluhan dipinggang, 8 pekerja mengeluh di bawah pinggang dan 7 pekerja memiliki keluhandi leher bagian atas dan bahu kanan. Tingkat risiko dapat dikurangi denganmenyediakan Pallet Adjustable Berdiri untuk proses kerja palleting, mendesainulang tempat kerja pada proses penjahitan dan memberikan kursi yang cocokuntuk pekerja pada proses pengantongan. Selain itu, pekerja harus meregangkanotot sebelum bekerja, di tengah-tengah bekerja dan setelah bekerja, dan kemudianbekerja dengan postur tubuh yang benar.
Working process in section Bagging Off has the risk of MSDs to workers. Thisstudy describe the risk level of ergonomic which potentially causingmusculoskeletal disorders to workers and an overview of complaint subjectivemusculoskeletal disorders on workers at PT. JAPFA Comfeed Indonesia UnitTangerang. The design of this study is cross sectional using REBA and RULA toassess the ergonomic risk level at each stage of working process and Nordic BodyMap (NBM) to know where the complaints on workers. Based on REBAassessment on working process of palleting showed very high risk level, RULAassessment on working process of sewing showed very high risk level and REBAassessment on working process of bagging showed high risk level and mediumrisk level. NBM assessment showed there is 20 workers have complaint in waist,8 workers have complain in under waist and 7 workers have complaint in upperneck and right shoulder. This level of risk can be reduced by providing AdjustablePallet Stand to working process of palleting, redesign workplace on workingprocess of sewing and providing chair which is suitable to workers on workingprocess of bagging. Besides that, workers have to stretch the muscles beforeworking, in the middle of working and after working, and then working with thecorrect posture.
Read More
S-9054
Depok : FKM UI, 2016
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Syifa Maulida; Pembimbing: Sjahrul Meizar Nasri; Penguji: Hendra, Yuni Kusminanti
Abstrak: Pajanan getaran tangan dan lengan dalam kurun waktu tertentu dapat menyebabkan gangguan kesehatan yaitu Sindrom Getaran Tangan dan Lengan atau Hand-Arm Vibration Syndrome. Gejala yang dirasakan berupa kesemutan, baal/mati rasa, pemutihan pada jari (blanching) dan nyeri pada tangan dan lengan. Getaran tangan dan lengan dihasilkan dari alat-alat tangan (hand-held tools) yang digunakan saat bekerja. Penelitian ini menggunakan desain studi potong lintang dan bersifat deskriptif untuk melihat distribusi frekuensi keluhan subjektif berupa kesemutan, baal/mati rasa, dan pemutihan jari pada pekerja yang terpajan getaran tangan dan lengan di PT XYZ Stamping Plant Jakarta. Data keluhan subjektif didapat dari hasil pengisian kuisioner oleh 35 orang operator alat bergetar di area door assy welding dan dies maintenance PT XYZ Stamping Plant Jakarta. Sedangkan data pengukuran getaran tangan dan lengan sendiri merupakan data milik perusahaan terkait. Hasil penelitian menunjukan bahwa sebesar 65.7% responden mengalami keluhan kesemutan, 28.6% mengalami keluhan pemutihan jari, dan 14.3% mengalami keluhan baal/mati rasa. Hasil pengukuran getaran tangan dan lengan untuk alat bergetar yang digunakan (buffing dan gerinda) masih dibawah Nilai Ambang Batas (NAB) 5 m/s2. Hasil analisis bivariat menunjukan tidak ada hubungan yang signifikan antara usia, masa kerja, lama pajanan per hari, kebiasaan merokok, dan training dengan keluhan subjektif yang diteliti.
Kata Kunci: Getaran Tangan dan Lengan, Keluhan Subjektif, Buffing, Gerinda

Long-term exposure to hand-arm vibration can cause a health problem known as Hand-Arm Vibration Syndrome (HAVS). The symptoms include tingling and numbness in the fingers, blanching on the tips of the fingers, aches and pains in the lower arm and hands. The exposure of hand-arm vibration comes from the vibrating machine tools which were used by the workers at work. The aim of this study is to obtain the frequency distribution of subjective health complaints (tingling, numbness, and finger blanching) of the workers who have been exposed to hand-arm vibration in PT XYZ Stamping Plant Jakarta. This study used cross-sectional design and a questionnaire was given to 35 workers who is using hand-held vibrating tools everyday at work in Sub Assy Welding and Dies Maintenance area of PT XYZ Stamping Plant Jakarta. The result of this study showed that 65.7% workers complaint of tingling, 28.6% workers complaint of finger blanching, and 14.3% workers complaint of numbness. However, the result of magnitude measurement of vibration tools (grinder and buffing) which exposed the workers is still under the exposure limit value. The result of chi-square analysis showed that there were no significant differences between independent variables (ages, years of working, daily exposure to vibration, smoking, and training) and dependent variables (tingling, numbness, and finger blanching).
Keywords: Hand-Arm Vibration, Subjective Health Complaints, Buffing, Grinder
Read More
S-9796
Depok : FKM UI, 2018
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
M. Wahid Nurudin; Pembimbing: Robiana Modjo; Penguji: Ridwan Z. Syaaf, Agus Uditomo
S-5999
Depok : FKM UI, 2010
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Iwan Setiawan; Pemimbing: Robiana Modjo; Penguji: Doni Hikmat Ramdhan, Ili Rianti
S-7336
Depok : FKM UI, 2012
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive