Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 33364 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Agung Susanto; Pembimbing: Rokiah Kusumapraja; Penguji: Amila Megraini, Adang Bachtiar, Christophora Susilowati, Djuhari Suryasaputra
Abstrak:

Rumah Sakit Karya Medika Bekasi merupakan rumah sakit swasta yang terletak di wilayah Kabupaten Bekasi. Dalam dunia perumahsakitan dituntut untuk melakukan perubahan, agar mampu mempersiapkan produk maupun sumber daya manusia yang berdaya saing dalam menghadapi persaingan bebas di pasar ASEAN maupun di pasar global. Pelayanan keperawatan di Rumah Sakit kedudukannya sangat strategis, oleh karena proses pelayanan dilaksanakan secara terus menerus selama 24 jam, sehingga baik buruknya pelayanan di Rumah Sakit sangat tergantung dari penampilan kinerja tenaga keperawatan yang memberikan asuhan keperawatan kepada pasien atau keluarga.Aktivitas pelayanan keperawatan merupakan subsistem dari pelayanan kesehatan yang sifatnya memberikan bantuan kepada pasien untuk memelihara kesehatan atau untuk kesembuhan. Kebutuhan pasien akan ketergantungan dari tenaga keperawatan yaitu berfluktasi yang sesuai dengan kondisi pasien. Hal ini berpengaruh kepada jumlah sumber Daya Manusia (tenaga perawat)yang dibutuhkan untuk memberikan asuhan keperawatan kepada pasien dengan baik dan benar. Penelitian yang dilakukan yaitu Analisis Terhadap Aktivitas Keperawatan Kaitannya dengan beban Kerja Perawat di Ruang Rawat inap Kelas III; penelitian ini menggunakan metode work sampling serta perawat pelaksana sebagai sampelnya.Dari hasil penelitian diperoleh, bahwa di ruang perawatan Asoka, aktivitas keperawatan langsung mengambil porsi terbanyak (44,39%),dibandingkan dengan aktivitas lain/non keperawatan (29,91%) serta aktivitas keperawatan tidak langsung (25,30%), serta total waktu produktif yang dibutuhkan untuk pelayanan keperawatan yaitu 76,65%. Jumlah waktu pelayanan keperawatan/ asuhan keperawatan yang diberikan dari scoarang perawat kepada pasien selama 24 jam yaitu 6,38 jam/pasien/24 jam; Sedangkan di ruang perawatan Tulip, aktivitas keperawatan langsung mengambil porsi waktu terbaniyak (41,30%), dibandingkan dengan aktivitas non keperawatan t lainnya (29,72%) maupun aktivitas keperawatan tidak langsung (28,98%), serta total waktu produktif yang dibutuhkan untuk pelayanan keperawatan yaitu 75,82%. Jumlah waktu pelayanan keperawatan/asuhan keperawatan yang diberikan dari seorang perawat kepada pasien selama 24 jam yaitu 4,16 jam/pasien/24 jam.Hasil penelitian ini memperlihatkan, bahwa aktivitas keperawatan langsung lebih tinggi, jika dibandingkan dengan aktivitas keperawatan tidak langsung maupun aktivitas lainnya/non keperawatan, Oleh karena penelitian ini hanya mengukur pemanfaatan waktu kerja dilakukan oleh tenaga keperawatan dalam memberikan pelayanan asuhan keperawatan kepada pasien atau keluarganya.Disarankan untuk aktivitas adminisirasi, transportasi serta kurir pasien seyogyanya dilaksanakan oleh tenaga non keperawatan, agar tenaga keperawatan yang ada dapat memberikan pelayanan keperawatan lebih banyak kepada pasien dalam upaya meningkatkan kualitas asuhan keperawatan.


 

Analysis Of The Nursery Activity Relating to the Working Burden of Nurses in the Stay - Care Room Third Class Of Karya Medika Bekasi HospitalKarya Medika Bekasi hospital is a private hospital which is located in the area of Bekasi Regency. In the world of hospitalization it is forced to always make changes, in doing so able to prepare both competitive product and human resource to face the competition both in ASEAN and global market. The nursery service in the hospital has a very strategic position, because the process of service is performed continually for 24 hours, so the bad and good effect of the service in the hospital mainly relics on the performance of the nursery force that gives care to patients or families.The activity of nursery service is a subsystem of the health service that gives help to patients to maintain their health or recovery. The patients' needs will be relied on the nursery service to fluctuate based on the patients' condition. This effects to the number of human resource (nurses) that are needed to give nursery service well and correctly to the patients. The research performed is The Analysis On The Nursery Activity Relating To The Working Burden Of Nurse In The Stay - Care Room Third Class, the method used is Work Sampling and the sample is the nurses/nursery forces.From the result of the research, it is gained that in the Asoka care room, the nursery service directly gets the most portion (44,39%), compared with other activity/ non - nursery (29,91%) and indirect nursery activity (25,30%), and the productive time total needed is 76,65%. The nursery service time given by a nurse for 24 hours is 6,38 hours/patient/24 hours ; whereas in the Tulip stay- care room, the direct nursery service gets the most portion (41,30%), compared with the non - nursery activity/ others (29,72%) as well as the indirect nursery activity (28,98%), and the productive time total needed is 75,82%. The amount of time of the nursery service given by a nurse to the patient for 24 hours is 4,16 hours / patient / 24 hours.This research result shows that the direct nursery service is higher compared with the indirect nursery service or other activities/non - nursery. Because this research only examines the usage of working hours performed by nursery force 1 nurses to give nursery service to patients or families.It's suggested that an administration activity, transportation as well as patients courier be performed by non- nursery force, so that the existing nursery force can be consistent to give the nursery service to patients in order to improve the quality of the nursery service.

Read More
B-610
Depok : FKM-UI, 2002
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Muslim Sudirman; Pembimbing: Sumiatun
B-741
Depok : FKM-UI, 2003
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Vony Vionita; Pembimbing: Amila Megraini; PengujiL Peter Albert W. Pattinama, Mieke Savitri, Sumijatun
B-934
Depok : FKM UI, 2006
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
I Made Mahadinata Putra MN; Pembimbing: Ede Surya Darmawan; Penguji: Adang Bachtiar, Pujiyanto, I.D.G.N. Ari Baskara, Adib Abdullah Yahya
Abstrak: Latar Belakang : Pelayanan keperawatan di rumah sakit merupakan salah satufaktor penting dalam pelayanan kesehatan. Kinerja perawat yang baik akanmemberikan kepuasan pada pengguna jasa baik internal maupun eksternal. Kinerja perawat dipengaruhi oleh berbagai macam faktor. Dipersepsikan bahwapenyebab kinerja perawat terganggu adalah gaya kepemimpinan, motivasi kerja,beban kerja, dan kelelahan kerja. Kinerja perawat di RSU Prima MedikaDenpasar selama ini dilaporkan baik, namun belum diketahui secara pasti kinerjaperawat yang sebenarnya. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahuifaktor-faktor determinan yang berpengaruh terhadap kinerja tenaga perawat.

Metode : Metode penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif denganrancangan cross-sectional yang dianalisis menggunakan analisis multivariat,dengan sampel perawat pelaksana yang berjumlah 74 responden.

Hasil : Hasil penelitian menunjukkan proporsi kinerja yang kurang baik lebihbesar dibandingkan dengan kinerja yang baik, adanya hubungan yang bermaknaantara gaya kepemimpinan, beban kerja, dan kelelahan kerja terhadap kinerjaperawat berturut-turut sebesar 3,784, 2,971, dan 1,320. Sedangkan tidak terdapathubungan yang bermakna antara motivasi kerja dengan kinerja perawat.

Simpulan : Kepemimpinan memiliki hubungan paling besar terhadap kinerjaperawat pelaksana. Kepemimpinan yang baik perlu senantiasa diterapkan dalamupaya meningkatkan kinerja perawat.

Kata kunci :Kepemimpinan, motivasi kerja, beban kerja, kelelahan kerja; kinerja perawat
Read More
B-2011
Depok : FKM UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Irwan Heriyanto; Pembimbing: Jaslis Ilyasl; Penguji: Purnawan Junadi, Sandi Ilyanto, Sensusiati
Abstrak:

Latar belakang Pelayanan kesehatan yang bermutu mempakan salah satu kcbutuhan dasar bagi semua masyarakal. Masyarakat menuntut layanan yang lcbih baik, yaitu suatu layanan yang tidak hanya semala mendapatkan pemeriksaan fisik, tetapi juga suatu Iayanan yang ramah, berkesinambungan dapat diterima dan wajar Serta bermulu. Pengukuran mutu layanan dapat di lakukan secara subyektif mnupun secara obyektiti Pengukuran secara obyektif adalah pengukuran terhadap profesionalisme pelayanan seperti Standard Operating Procedurs. Standard Operating Procedurs adalah Suatu perangkat inslruksil langkah-langkah yang di bakukan untuk menyelesaikan suatu proses kerja rutin tertenlu. Kasus diare merupakan kasus yang paling sering di jumpai di rumah sakit. Penatalaksanaan kasus diare pada anak sangat panting, karena kesalahan pada penanganan, dimana konsentrasi terhadap kebutuhan keseimbangan cairan dan elektrolit dapat berakibat fatal yaitu kemalian. Dalam pengawasan pasien ini perawat dalam menjalankan tugasnya dituntut mtuk dapat menjalankan SOP yang telah di buat dan ditetapkan oleh mmah sakit pcnyedia jasa Iayanan kesehatan. Tujuan: Penelitian yang penulis lakukan bemgjuan untuk menjawab pertanyaan mengenai bagaimana gambaran serta apakah ada monitoring dan evaluasi pelaksanaan SOP wuhan keperawatan anak dengan diana oleh perawat di ruang rawat Rumah Sakit Rawa Lumbu. Metode penelitian: Rancangan penelitian ini adalah kualitatif dan kuantitatif dengan menganalisa data secara retrospektif dan dengan melakukan metode wawancara serta Focus Group Discussion terhadap perawat pclaksana, kepala unit ruangan, kepala bidang pcrawat dan dokter spesialis anak Rumah Sakit Rawa Lumbu. Hasil penelitian: Semua responden mengetahu adanya SOP diare pada anak dan mereka mengemhui bahwa sebagian perawat tidak menjalankan SOP tesebut, hal tersebut tenjadi di karenakan perbandingan jumlah perawat dan jumlah tempat tidur tidak seimbang Sementara itu monitoring dan evaluasi terhadap SOP belum pemah dilakukan. Kesimpulan: SOP muhan keperawatan diare pada anak saat ini sudah baik, tetapi pefawat ada sebagian yang belum memahami SOP tersebut dan belum secara lengkap menempkan SOP asuhan keperawatan diare pada anak di karenakan beban kerja perawai yang tinggi. Hal tersebut disebabkan antara Iain adalah tidak tersedianya alat penunjang kcgiatan pelaksanaan SOP juga tidak seimbangnya perbandingan jumlah perawai dan jumlah tcmpax tidur


 

Background: High quality health services were one of the basic needs in all communities. Community was urging for better services, services which do not only comprising of physical diagnosis, but also kind, continual, acceptable, appropriate and high quality services. Assessment of services quality could be done by either subjective or objective ways. Objective assessment was assessment of services professionalism such as Standard Operating Procedures (SOP). SOP is an instruction or steps protocol that has to be standardized in order to finish some routine work process. Diarrhea cases were ease which very probable to found in hospital. Management of diarrhea cases in children is very important, because of error in handling, such as in the concentration of electrolyte and fluid balance needs, could causing final consequences, in the end was death. When watching these patients, nurses who doing these jobs were urged to do SOP that have been made and signed by the hospital which supplying health services. Aim: Study which writer done was aimed to answer quwtions about how is the description and is there any monitoring and evaluation of children with diarrhea nursing care SOP implementation by nurses in Rawa Lumbu Hospital treatment room. Researching method: this study was designed using qualitative and quantitative method by analyzing data retrospectively and by doing interview method and Focus Group Discussion with practitioner nurses, head of the room unit, and podiatrist ofllawa Lumbu Hospital. Result of the study: All respondents knew the existence of diarrhea in children SOP and they knew that some nurses were not implementing the SOP caused by comparison of nurses and beds amount was unbalanced. ln the other hand, monitoring and evaluation of SOP were never being done before. Conclusion: Diarrhea in children nursing care SOP were good these time, but there were some nurses who have not understand these SOP and have not completely implementing the Diarrhea in children nursing care SOP because of nurse’s high workloads. This could be caused by such thing as instrument of the SOP implementation were not provided and the unbalanced number of comparison between nurses and beds amount.

Read More
B-1195
Depok : FKM-UI, 2009
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Vindy Villien Lesnussa; Pembimbing: Jaslis Ilyas; Penguji: Puput Oktamianti, Purnawan Junadi, Ester Manapa Samparaya, Siti Sultoni
Abstrak:
Ketidakseimbangan jumlah tenaga perawat dengan kebutuhan ideal di ruang rawat inap menjadi isu utama dalam manajemen rumah sakit, khususnya di RSUP Dr. Johannes Leimena Ambon. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis beban kerja perawat menggunakan metode Identifikasi Produk Unit dan membandingkan perencanaan tenaga dengan metode Ilyas, WISN, dan Douglass. Beban kerja perawat dihitung berdasarkan kategori pasien, yaitu perawatan minimal (2,85 jam), perawatan parsial (69,42 jam), dan perawatan total (16,17 jam), dengan total beban kerja harian sebesar 3,465 jam. Metode Ilyas menghasilkan 18 tenaga perawat, cocok dengan jumlah aktual di ruang Bugenvil. Metode WISN menghasilkan 25 perawat, sehingga dibutuhkan penambahan 7 tenaga perawat. Sedangkan, metode Douglass menghasilkan 14 perawat, yang artinya perlu pengurangan 4 tenaga perawat. Kesimpulan penelitian ini metode Ilyas adalah pilihan terbaik untuk perencanaan tenaga kerja di ruang rawat inap Bugenvil karena unggul dari segi akurasi dan efektifitas. Metode ini menyeimbangkan antara kualitas pelayanan dan efisiensi anggaran sehingga RS dapat survive menghadapi monopoli pasar BPJS. Penelitian ini merekomendasikan penerapan metode Ilyas sebagai standar nasional untuk perencanaan tenaga perawat di Indonesia baik rumah sakit pemerintah maupun rumah sakit swasta.

The imbalance between the number of nurses and the ideal requirements in inpatient wards is a critical issue in hospital management, particularly at RSUP Dr. Johannes Leimena Ambon. This study aims to analyze the workload of nurses using the Unit Product Identification method and compare workforce planning using the Ilyas, WISN, and Douglass methods. Nurse workload was calculated based on patient categories: minimal care (2.85 hours), partial care (69.42 hours), and total care (16.17 hours), resulting in a total daily workload of 3,465 hours. The Ilyas method determined a need for 18 nurses, aligning with the actual number in the Bugenvil ward. The WISN method indicated a requirement of 25 nurses, suggesting an additional 7 nurses are needed. Meanwhile, the Douglass method identified a need for 14 nurses, implying a reduction of 4 nurses. The study concludes that the Ilyas method is the optimal choice for workforce planning in the Bugenvil inpatient ward due to its accuracy and effectiveness. This method strikes a balance between service quality and budget efficiency, enabling the hospital to remain sustainable amidst the BPJS market monopoly. This study recommends adopting the Ilyas method as a national standard for nurse workforce planning in both public and private hospitals across Indonesia.
Read More
B-2496
Depok : FKM UI, 2025
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Mayang Sari; Pembimbing: A.W. Budiarso
B-784
Depok : FKM UI, 2004
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Suherman, Eva Mardiani; Pembimbing: Hasbullah Thabrany; Penguji: Vetty Yulianty Permanasari, Dony Setiawan
Abstrak: Skripsi ini membahas tentang gambaran beban kerja perawat di Ruang Rawat Inap Cempaka RSUD Pasar Rebo Tahun 2013. Penelitian ini termasuk ke dalam jenis penelitian deskriptif. Metode yang digunakan dalam pengumpulan data adalah melalui wawancara tidak terstruktur dan observasi setiap kegiatan yang dilakukan perawat dengan menggunakan teknik work sampling. Work sampling merupakan salah satu teknik pengukuran beban kerja personel pada suatu unit, bidang atau jenis tenaga tertentu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beban kerja perawat di Ruan gRawat Inap Cempaka RSUD Pasar Rebo belum tinggi karena persentase total waktu kegiatan produktif pegawai hanya 75,12% atau belum melebihi nilai standar optimum yang ada yaitu sebesar 80%. Berdasarkan penelitian ini maka disarankan kepada pihak Manajemen SDM untuk melakukan analisis perencanaan kebutuhan tenaga perawat berdasarkan beban kerja demi terselenggaranya asuhan keperawatan yang baik, dan sebaiknya penelitian dilakukan minimal satu tahun sekali guna mendapatkan jumlah kebutuhan tenaga keperawatan yang rasional serta dapat memantau sejauh mana kegiatan produktif kerja perawat di ruang rawat inap.

This thesis discusses about the workload of nurses in the Inpatient Room Cempaka atPasar Rebo Hospital on 2013. This research is a descriptive research. The methodswhich used to collect data are unstructure interviews and observation of each activitythat carried out by nurses with using work sampling technique. Work samping is oneof the work load measurement techniques of personnel on a unit, sector, or certaintypes of labour. The results show that the workload of nurses in the Inpatient RoomCempaka at Pasar Rebo Hospital has not been high, because the percentage of totalproductive activity time nurses is 75,12% or not exceeding the optimum standardvalue that is 80%. The advice for HRD Management is conduct analysis of nursingmanpower needs planning based on workload for the sake of this good nursing care,and preferably research carried out at least once a year in order to get the number ofnursing manpower needs are rational and can monitor the extent to which theactivities of the productive work of nurses in inpatient care.
Read More
S-8103
Depok : FKM UI, 2014
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Jemmi R Bulkhaftab; Pembimbing: Ascobat Gani, Irma Suryani; Penguji: Anhari Achadi, Dumilah Ayuningtyas
Abstrak:

Beban kerja yang dilimpahkan kepada perawat untuk memasukkan data administrasi pasien ke dalam komputer mengambil sebagian waktu perhatian untuk pasien. Kemampuan perawat untuk memasukkan data ke dalam komputer berbeda - beda memberi dampak terhadap jumlah waktu yang berkurang kepada pasien. Kebijakan regulasi yang diambil pihak manajemen rumah sakit untuk menugaskan perawat melaksanakan aktivitas pemasukan data. Pemanfaatan komputer untuk pemasukan data yang harus tetap menjaga kerahasiaan pasien. Keluhan pada perawat yang mengatakan beban kerjanya terlalu tinggi karena harus melaksanakan tugas pemasukan data yang merupakan tugas administrasi. Penelitian dilakukan di ruang rawat inap ibu RSIA Hermina Podomoro menggunakan pendekatan kuantitatif dan kualitatif dengan melakukan observasi terhadap aktivitas perawat menurut metode work sampling dan kemudian hasil observasi dianalisis dan dilakukan wawancara kepada perawat. Pemasukan data mencapai 7,04% dan jenis tugas perawat di rumah sakit 39,87% dengan 2 orang perawat mengeluh pemasukan data dilakukan setelah jam kerja. Disarankan pemasukan data pasien yang dilakukan setelah melaksanakan secara penuh tugas perawat di rumah sakit. Diperlukan pengkajian kegiatan asisten dokter dan lain-lain yang dimungkinkan untuk disederhanakan. Kata Kunci: Beban Kerja, Pemasukan Data.


 The workload is delegated to nurses to enter data into the computer patient administratiotook some time for patient care. The ability of nurses to enter data into computers of differeimpacts on the reduced amount of time to patients. Regulatory policy taken by the hospitamanagement to assign nurses perform data entry activity. Use of computers for data entry thamust keep patient confidentiality. Complaints to the nurse who said her workload is too hig because they have to perform data entry tasks that are administrative duties. The study was conducted in mother of wards using quantitative and qualitative approacheto observe the activities of nurses according to the method of work sampling then analyzed thresults of observations and interviews with nurses. The data entry reached 7.04% and the typof duties of nurses in hospitals 39.87% with 2 nurses complain of data entry is done aftbusiness hours. It is recommended that the patient data entry is done after fully carrying out theduties of nurses at the hospital. Assessment activities required physician assistants and othethat it is possible to be simplified. Keywords: Workload, Data Entry

Read More
B-1448
Depok : FKM-UI, 2012
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ratu Helena Wijaksana; Pembimbing: Peter A.W. Pattinama, Sumijatun; Penguji: Wahyu Sulistiadi, Saida Simanjuntak, Didin Syaefudin
B-1082
Depok : FKM UI, 2008
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive