Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 39774 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Ridh Restila; Pembimbing: Umar Fahmi Achmadi; Penguji: Budi Hartono, Laila Fitria, Cucu Cakrawati, Didik Supriyono
T-4649
Depok : FKM-UI, 2016
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Riani Triesnawati; Pembimbing: Haryoto Kusnoputranto
T-727
Depok : FKM UI, 2000
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Tiara Ayuwardani; Pembimbing: Laila Fitria; Penguji: Budi Hartono, Heny D Mayawati
Abstrak: Penanganan batubara akan selalu menghasilkan debu batubara dalam jumlah yang signifikan, termasuk di dalamnya PM10. PM10 adalah partikulat respirabel yang dapat terhirup manusia dan mengendap di thoraks.Penelitian ini menggunakan pendekatan Analisis Risiko Kesehatan Lingkungan dengan desain studi cross sectional untuk mengetahui tingkat risiko kesehatan pekerja Divisi Alat Berat di PT Z.Penelitian dilakukan di PT Z pada bulan Mei-Juni 2015.Jumlah sampel diambil dengan metode total sampling sejumlah 47 responden. Konsentrasi PM10 diukur di 6 titik sampling dengan hasil konsentrasi tertinggi 0,355 mg/m3 dan konsentrasi terendah 0,151 mg/m3 . Rata-rata pola aktivitas pekerja di divisi Alat Berat PT Z menunjukkan waktu kerja selama 8 jam/ hari, 263 hari/ tahun, selama 13,3 tahun. Hasil perhitungan asupan untuk durasi realtime adalah 0,0065 mg/kg/hari dengan RQ = 0,75. Sedangkan hasil perhitungan untuk asupan lifetime yaitu 0,012 mg/kg/hari dengan RQ = 1,38. Manajemen risiko yang paling mungkin dilakukan adalah dengan menurunkan konsentrasi menjadi 0,16 mg/m3 . Pengendalian PM10 di area kerja dapat dilakukan dengan carakonstruksi jalan yang tepat, pengairan rutin di sepanjang jalan, penggunaan terpal untuk menutup muatan truk, hingga pemasangan barrier tanaman. Kata kunci: Analisis Risiko, PM10, Batubara
Read More
S-8774
Depok : FKM-UI, 2015
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Isnatami Nurul Azni; Pembimbing: Bambang Wispriyono; Penguji: Abdur Rahman, Heni D. Mayawati
Abstrak: Pajanan agen risiko kesehatan dari lingkungan kerja berdampak pada timbulnya risiko penyakit akibat kerja sehingga pekerja menjadi tidak produktif. Oleh karena itu, untuk mengestimasi risiko kesehatan dari pajanan agen risiko berupa PM10 dari lingkungan kerja, sebuah penelitian analisis risiko telah dilakukan pada 70 orang pekerja industri readymix PT. X Plant Kebon Nanas. Penelitian ini menggunakan desain studi cross sectional dengan pendekatan analisis risiko. Risiko kesehatan akibat pajanan PM10 dihitung dengan membandingkan asupan PM10 dengan dosis referensi. Konsentrasi PM10 diukur pada 6 titik. Hasil konsentrasi tertinggi yaitu 0,407 mg/M3 dan terendah yaitu 0,167 mg/M3 dengan perhitungan konsentrasi rata-rata yaitu 0,289 mg/M3 . Hasil perhitungan risiko yang diterima saat ini (realtime) terdapat 21,4% pekerja yang berada dalam kategori berisiko. Sedangkan hasil estimasi risiko yang diterima seumur hidup (lifetime) hanya 2 orang pekerja yang dalam kategori tidak berisiko. Manajemen risiko yang dapat dilakukan adalah dengan menurunkan konsentrasi menjadi 0,08 mg/M3 . Dengan konsentrasi tersebut pekerja diestimasikan aman bekerja selama 11 jam per hari dan 362 hari per tahun.
Kata kunci: PM10, Analisis Risiko, Industri Beton
Read More
S-8666
Depok : FKM UI, 2015
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Endang Krisnawaty; Pembimbing: Ema Hermawati; Penguji: Suyud Warno Utomo, Budi Hartono, Ardan Kurniawan, Yanny Septia
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis risiko pajanan timbal dalam air minum terhadap kejadian hipertensi pada penduduk yang bermukim di sekitar TPA Cipayung Kota Depok, Tahun 2019. Penelitian ini menggunakan metode PHA (Public Health Assessment) yaitu terdapat dua metode penelitian: ARKL (Analisis Risiko Kesehatan Lingkungan) dan EKL (Epidemiologi Kesehatan Lingkungan) dengan desain studi cross sectional. Hasil penelitian didapatkan tingkat risiko terhadap efek non karsinogenik pada pajanan timbal dalam air sumur yang dikonsumsi oleh penduduk di sekitar TPA Cipayung masih berada dibawah batas aman yaitu RQ real-time ≤1 (RQ real-time maksimal pada 0.669). Sedangkan pada perhitungan RQ lifespan 40 tahun didapatkan nilai RQ>1 yaitu RQ=1.071. Artinya responden yang mengkonsumsi air sumur terpajan timbal akan berisiko tidak aman terhadap gangguan kesehatan non karsinogenik pada 40 tahun yang akan datang. Perhitungan tingkat risiko terhadap efek karsinogenik pada pajanan timbal dalam air sumur yang dikonsumsi oleh penduduk di sekitar TPA Cipayung, pada jangka waktu 100 tahun yang akan datang berada pada batas aman (ECR 100 tahun = 1.37x10-6). Analisis bivariat yang dilakukan antara tingkat risiko pajanan timbal dalam air sumur dengan kejadian hipertensi tidak didapatkan hubungan yang signifikan dengan nilai p=0.322. Hasil analisis multivariat didapatkan peluang pada responden yang mengkonsumsi air sumur terpajan timbal sebesar 0.193 kali menderita hipertensi dibandingkan dengan responden yang tidak mengkonsumsi air sumur terpajan timbal setelah dikontrol oleh variabel konsumsi lemak jenuh, umur, kebiasaan merokok, aktivitas fisik kurang dan konsumsi garam tinggi
Read More
T-5636
Depok : FKM-UI, 2019
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Fitriyani; Pembimbing: Budi Haryanto; Penguji: Sri Tjahjani Budi Utami, Ririn Arminsih Wulandari, Priagung, Widiawati
Abstrak:

Pemaparan partikulat PM10 dapat menimbulkan risiko terjadinya penyakit kesehatan terhadap pekerja, seperti gangguan saluran pernafasan atau gejala infeksi saluran pernafasan akut/ISPA. Penelitian ini menggunakan desain studi cross sectional bertujuan ingin mengetahui besarnya masalah hubungan pajanan PM10 dengan kejadian gejala ISPA pada pekerja pergudangan semen di Kotamadya Palembang sebanyak 420 pekerja dari 19 gudang semen dijadikan responden dalam penelitian ini, serta dilakukan pengukuran konsentrasi PM10 dan variabel lain seperti umur, masa kerja, kebiasaan merokok, indeks masa tubuh dan penggunaan APD. Hasil penelitian menunjukkan PM10 mempunyai hubungan yang kuat terhadap gejala ISPA pada pekerja, kebiasaan merokok, indeks masa tubuh dan penggunaa APD. Diantara faktor-faktor yang berhubungan secara signifikan tersebut konsentrasi PM10 merupakan faktor dominan, yang berpengaruh terhadap kejadian gejala ISPA. Hasil akhir model persamaan regresi logistik kejadian gejala ISPA pada pekerja di pergudangan semen risiko kejadian gejala ISPA pada pekerja yang bekerja di gudang semen dengan kadar PM10 tidak memenuhi syarat, IMT tidak normal, merokok dan tidak menggunakan APD adalah 5,1 kali dibandingkan dengan pekerja yang bekerja di gudang semen dengan kadar PM10 yang memenuhi syarat, IMT normal, tidak merokok dan menggunakan APD. Kata kunci: Partikulat PM10, gejala ISPA.


PM10 particulate exposure may pose health risk for the disease to workers, such as respiratory tract disorders or symptoms of acute respiratory tract infection / ARI. This study used a cross-sectional study design aimed to know the magnitude of relationship problems with PM10 exposure on the incidence of respiratory symptoms cement warehouse workers in the Municipality of Palembang as many as 420 workers from 19 warehouses cement used as respondents in this study, as well as the measured concentrations of PM10 and other variables such as age, period of employment, smoking habits, body mass index and use of PPE. The results showed that PM10 has a strong relationship to the symptoms of ARI on the workers, smoking habits, body mass index and use of PPE. Among the factors associated significantly the concentration of PM10 is a dominant factor, which affects the incidence of respiratory symptoms. The final outcome logistic regression equation model ARI incidence of symptoms in workers in cement warehousing risk of symptoms of ARI incidence in workers who worked at the cement warehouse with high levels of PM10 are not eligible, not normal BMI, smoking and not using the PPE was 5.1 times compared with workers who worked at the cement warehouse with PM10 levels are eligible, a normal BMI, not smoking and using PPE. Key words : Particulate Matter (PM10), symptoms ARI

Read More
T-3519
Depok : FKM UI, 2012
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sukadi; Pembimbing: Abdur Rahman; Penguji: Budi Hartono, Abdur Rochman
Abstrak: Indek standar pencemaran udara DKI Jakarta, parameter kritis terbanyak diKelapa Gading. Untuk mengestimasi risiko kesehatan dilakukan analisis risikokesehatan PM10 dan SO2 di Kelapa Gading. Konsentrasi risk agent diperolehstasiun pemantau udara BPLHD DKI Jakarta selama 365 hari. Berat badan, waktupajanan diukur dari 80 responden. Estimasi risiko kesehatan dinyatakan dalamRQ, dihitung dari intake risk agent dan dosis referensinya. Risiko kesehatandianggap berisiko bila RQ>1. Hasil penelitian menunjukkan RQ PM10 dan SO2pajanan realtime tidak berisiko. Pajanan lifespan konsentrasi maksimum PM10berisiko terhadap kesehatan populasi. Konsentrasi PM10 diturunkan hingga 118µg/m3,merupakan batas aman untuk semua pupolasi. Kata Kunci : Kelapa Gading, analisis risiko, PM10, SO2
Air pollution standard index of Jakarta, the most critical parameters in KelapaGading. To estimate the health risk health risk analysis of PM10 and SO2 inKelapa Gading. Concentration risk agent obtained air monitoring station BPLHDfor 365 days. Weight, measured exposure time of 80 respondents. Health riskestimates are expressed in RQ, calculated from intake and risk agent referencedose. The health risks are considered at risk if RQ>1. The results showed RQPM10 and SO2 exposure risk is not realtime. Lifespan exposure to the maximumconcentration of PM10 risk for population health. Concentration of 118 μg/m3 ofPM10 is reduced to, a safe limit for all pupolasi.Keywords: Kelapa Gading, risk analysis, PM10, SO2
Read More
S-8163
Depok : FKM-UI, 2014
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rubi Ginanjar; Pembimbing: I Made Djaja; Penguji: Budi Haryanto, Tri Yunis Miko Wahyono, Ika Lastyaningrum, Ali Isha Wardhana
T-4373
Depok : FKM UI, 2015
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nada Syifa; Pembimbing: Laila Fitria; Penguji: Haryoto Kusnoputranto, Syafran Arrazy
Abstrak: Pencemaran udara luar ruangan telah menjadi salah satu risiko lingkungan terbesar terhadap kesehatan. Pedagang kaki lima dianggap sebagai populasi yang paling berisiko karena bekerja dalam waktu yang cukup lama dan secara terus-menerus terpapar polusi udara. Penelitian ini bertujuan untuk mengestimasi risiko kesehatan akibat pajanan agen risiko partikulat yaitu Total Suspended Particulate (TSP), PM10, dan PM2.5 terhadap pedagang kaki lima di Kelurahan Glodok, Jakarta Barat. Penelitian menggunakan pendekatan Analisis Risiko Kesehatan Lingkungan (ARKL) menggunakan data primer dengan jumlah sampel pedagang kaki lima sebanyak 65 responden. Berdasarkan hasil pengukuran, konsentrasi TSP sebesar 43 μg/m3, PM10 sebesar 25 μg/m3, dan PM2.5 sebesar 16 μg/m3. Seluruh konsentrasi partikulat masih di bawah standar baku mutu Indonesia, namun untuk PM2.5 sudah sedikit melebihi standar baku mutu World Health Organization (WHO). Berdasarkan hasil perhitungan menggunakan nilai rata-rata dan nilai tengah, tingkat risiko seluruh pajanan partikulat (TSP, PM10, PM2.5) menunjukkan nilai RQ 1 atau dinyatakan aman. Berdasarkan hasil perhitungan setiap responden, terdapat 2 responden berisiko terhadap pajanan PM10 dan PM2.5. Pengelolaan risiko yang dapat dilakukan adalah menurunkan konsentrasi partikulat hingga batas aman, salah satunya dengan mengembangkan substitusi bahan bakar dengan yang lebih ramah lingkungan dan menggunakan sumber tenaga alternatif rendah polusi seperti tenaga listrik.
Outdoor air pollution has become one of the greatest environmental risks to health. Street vendors are considered to be the population at risk because they work long hours and are constantly exposed to air pollution. This study aims to estimate the health risks due to exposure to particulate risk agents, namely Total Suspended Particulate (TSP), PM10, and PM2.5 to street vendors in Glodok Urban Village, West Jakarta. The study used an Environmental Health Risk Analysis (EHRA) approach using primary data with a sample of 65 street vendors. Based on the measurement results, the concentration of TSP was 43 g/m3, PM10 was 25 g/m3, and PM2.5 was 16 g/m3. All particulate concentrations are still below the Indonesian quality standards, but PM2.5 has slightly exceeded the World Health Organization (WHO) quality standards. Based on the results of calculations using the average and median values, the risk level of all particulate exposures (TSP, PM10, PM2.5) shows an RQ1 or is declared safe. Based on the calculation results of each respondent, there are 2 respondents at risk of exposure to PM10 and PM2.5. Risk management that can be done is to reduce the concentration of particulates to a safe limit, one of them is by developing fuel substitution with more environmentally friendly and using alternative sources of low-pollution energy such as electric power.
Read More
S-11140
Depok : FKM-UI, 2022
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Iis Naini; Pembimbing: Budi Haryanto; Penguji: Laila Fitria, Tutut Indra Wahyuni
S-5953
Depok : FKM UI, 2010
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive