Ditemukan 41925 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
Wahyu Tri Susilawati; Pembimbing: Haryoto Kusnoputranto; Penguji: Dewi Susana
T-1745
Depok : FKM-UI, 2002
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Nur Ariati Mukharomah; Pembimbing: Laila Fitria; Penguji: Bambang Wispriyono, Budi Hartono, Medita Ervianti, Ikha Purwandari
Abstrak:
Read More
Diare adalah penyebab utama morbiditas dan mortalitas pada balita, terutama di daerah dengan keterbatasan akses air bersih seperti kepulauan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kualitas lingkungan dengan status kesehatan balita dalam hal ini kejadian diare di Pulau Kelapa. Desain penelitian yang digunakan adalah studi kasus-kontrol dengan melibatkan responden dari kelompok kasus (balita diare) dan kelompok kontrol (balita tidak diare). Pengambilan data melalui wawancara dan uji laboratorium terhadap kualitas air bersih dan feses balita untuk mendeteksi keberadaan diarrheagenic E.coli. Periode penelitian selama tiga bulan dengan sampel kasus sebesar 20 sampel dan sampel kontrol sebesar 74 sampel. Analisis bivariat menunjukkan bahwa perilaku cuci tangan pakai sabun dan sumber air minum berhubungan signifikan dengan kejadian diare pada balita (OR = 3.789; OR = 5,914). Analisis multivariat menunjukkan bahwa sumber air minum adalah faktor yang paling berpengaruh terhadap kejadian diare balita (OR = 5,393). Temuan ini menunjukkan pentingnya intervensi pada perilaku higienis dan penyediaan air minum yang aman untuk mencegah diare pada balita khususnya di wilayah kepulauan.
Diarrhea is a major cause of morbidity and mortality in toddlers, especially in areas with limited access to clean water such as islands. This study aims to analyze the relationship between environmental quality and the health status of toddlers in this case the incidence of diarrhea on Kelapa Island. The research design used was a case-control study involving respondents from the case group (toddlers with diarrhea) and the control group (toddlers without diarrhea). Data collection through interviews and laboratory tests on the quality of clean water and toddler feces to detect the presence of diarrheagenic E. coli. The study period was three months with a case sample of 20 samples and a control sample of 74 samples. Bivariate analysis showed that handwashing behavior with soap and drinking water sources were significantly associated with the incidence of diarrhea in toddlers (OR = 3.789; OR = 5.914). Multivariate analysis showed that drinking water sources were the most influential factor in the incidence of diarrhea in toddlers (OR = 5.393). These findings indicate the importance of interventions on hygienic behavior and the provision of safe drinking water to prevent diarrhea in toddlers, especially in island areas.
T-7235
Depok : FKM-UI, 2025
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Firda Alfianti; Pembimbing: Bambang Wispriyono; Penguji: Ririn Arminsih Wulandari, Muhammad Olik Abdul Holik
Abstrak:
Read More
Latar Belakang : Air merupakan salah satu sumber daya yang menjadi kebutuhan dasar manusia untuk bertahan hidup. Air berhubungan erat dengan kesehatan manusia, sehingga kualitas air perlu mendapatkan perhatian khusus. Salah satu parameter yang mejadi indikator kualitas air minum adalah parameter mikrobiologi yaitu bakteri Escherichia coli dan Coliform. Kedua bakteri tersebut dapat menyebabkan masalah kesehatan seperti diare, kolera dan disentri. Universitas Indonesia merupakan salah satu Universitas terbaik di Indonesia telah berupaya menyediakan air minum melalui pemurni air untuk warga Universitas Indonesia. Tujuan : Menganalisis perbandingan kualitas mikrobiologi pada air sebelum filtrasi dan sesudah filtrasi di Universitas Indonesia. Metode : Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan pendekatan kuantitatif dan desain studi eksperimental yang dilakukan pada air sebelum dan sesudah filtrasi di 8 Fakultas Universitas Indonesia. Hasil : Hasil uji beda dua mean menunjukan bahwa bakteri Coliform (p = 0,028) terdapat perbedaan dan bakteri Escherichia coli (p = 1,000) tidak terdapat perbedaan kualitas pada air sebelum dan sesudah filtrasi. Kesimpulan : Terdapat perbedaan kandungan Coliform pada air sebelum dan sesudah filtrasi. Tidak terdapat perbedaan kandungan Escherichia coli pada air sebelum dan sesudah filtrasi.
Background: Water is one of the resources that is a basic human need for survival. Water is closely related to human health, so water quality needs special attention. One of the parameters that serve as an indicator of drinking water quality is the microbiological parameter, the bacteria Escherichia coli and Coliform. Both bacteria can cause health problems such as Diarrhoea, Cholera and Dysentery. Universitas Indonesia, one of the best universities in Indonesia, has endeavoured to provide drinking water through a water purifier for the citizens of Universitas Indonesia. Objective: Analyse the comparison of microbiological quality in pre-filtration and post-filtration water at Universitas Indonesia. Methods: This research is an analytical study with a quantitative approach and experimental study design conducted on water before and after filtration in 8 faculties of the University of Indonesia. Results: The results of the two-mean t-test showed that Coliform bacteria (p = 0.028) had a difference and Escherichia coli bacteria (p = 1.000) had no difference in quality before and after filtration. Conclusion: There is a difference in the coliform content of the water before and after filtration. There is no difference in Escherichia coli content in water before and after filtration.
S-11257
Depok : FKM-UI, 2023
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Zilfia Adrianti; Pembimbing: Bambang Wispriyono; Penguji: Budi Hartono, Ririn Arminsih Wulandari, Juri Hendrajadi, Abdur Rahman
Abstrak:
Read More
Stunting merupakan permasalahan gizi yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan dan menimbulkan dampak terhadap kualitas sumber daya manusia dan perekonomian. Salah satu penyebab stunting yaitu terjadinya infeksi berulang. Infeksi terjadi dapat disebabkan oleh air minum yang dikonsumsi telah terkontaminasi oleh bakteri Eschericia coli. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kualitas mikrobiologi (Eschericia coli) pada air minum dengan kejadian stunting anak usia 12 – 59 bulan. Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan desain studi kasus kontrol. Sampel penelitian sebanyak 76 di wilayah kerja Puskesmas Aia Gadang yang terdiri dari 38 kasus dan 38 kontrol. Pengumpulan data penelitian dengan menggunakan compact dry EC dan membrane filter untuk kualitas mikrobiologi (Eschericia coli) dan juga menggunakan kuisioner serta dianalisis menggunakan uji chi square dan regresi logistic. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas mikrobiologi (Eschericia coli) air minum (OR=3,222; 95%CI:1,207-8,6), buang air besar sembarangan (OR=3,222 ; 95%CI:1,207-8,6) dan cuci tangan pakai sabun (OR=4,694; 95%CI:1,784-12,351) berhubungan dengan kejadian stunting anak usia 12-59 bulan. Kualitas mikrobiologi (Eschericia coli) air minum anak usia 12-59 bulan yang tidak memenuhi standar baku mutu berpeluang mengalami kejadian stunting 3,997 Kali lebih tinggi dibandingkan dengan anak usia 12-59 bulan yang memiliki kualitas mikrobiologi air minum (Eschericia coli) memenuhi standar baku mutu setelah dikontrol variabel cuci tangan pakai sabun. Kata kunci : Stunting, Eschericia coli ,air minum
Stunting is a nutrition problem that affects growth and development and has an impact on the quality of human resources and economy. One of the causes of stunting is repeated infections. Infection can occur because the drinking water consumed has been contaminated Eschericia coli . This study aims to determine the relationship between microbiological quality ( Eschericia coli) in drinking water and the stunting in children aged 12 – 59 mounths. Thie study is an observational analytic research with a case control study design. The research sample was 76 in Puskesmas Aia Gadang consist of 38 cases and 38 controls. The data was collected using compact dry EC and membrane filter for microbiology quality (Eschericia coli) and quistionnaires and analyzed using chi square test and logistic regression. The results showed that the microbiological quality ( Eschericia coli) in drinking water (OR=3,222; 95%CI:1,207-8,6), open defecation (OR=3,222 ; 95%CI:1,207-8,6) and hand washing using soap (OR=4,694; 95%CI:1,784-12,351) associated with stunting in children aged 12-59 mounths. The Microbiological quality ( Eschericia coli) in drinking water children aged 12-59 mounths who do not qualified is 3,997 times higher risk of experiencing stunting than chikdren aged 12-59 mounths whose Microbiological quality ( Eschericia coli) qualified after controlling variable hand washing using soap . Keywords : Stunting, Eschericia coli, drinking water
T-7098
Depok : FKM UI, 2024
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Airadiba Hadad; Pembimbing: Ririn Arminsih; Penguji: Budi Hartono, Yulia Fitria Ningrum
Abstrak:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proporsi diare pada balita di DKI Jakarta dan mengetahui hubungan sumber air minum, pengolahan air minum, fasilitas sanitasi, fasilitas cuci tangan, suplementasi vitamin A, dan pendidikan ibu sebagai faktor risiko terhadap kejadian diare pada balita. Desain penelitian menggunakan desain studi potong lintang dengan menggunakan data sekunder dari SDKI 2017. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh balita usia 0-59 bulan yang tercatat dalam data Provinsi DKI Jakarta sebagai bagian dari sampel SDKI 2017. Dari 695 sampel balita hidup, didapatkan 370 sampel yang memenuhi kriteria. Analisis yang dilakukan adalah analisis univariat dan bivariat.
Read More
S-10584
Depok : FKM UI, 2021
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Ajeng Sewelas Ekapermatasari; Pembimbing: Ririn Arminsih; Penguji: Budi Haryanto, Yulia Fitria Ningrum
Abstrak:
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan sumber air minum dengan kejadian diare pada balita di Banten menggunakan data Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2017. Penelitian ini menggunakan desain studi cross-sectional dengan jumlah sampel 467 balita. Analisis data yang digunakan adalah distribusi frekuensi dan chi-square. Prevalensi diare pada balita sebesar 10,7%.
Read More
S-10544
Depok : FKM-UI, 2021
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Julia Afni; Pembimbing: Zakianis; Penguji: Ririn ArminsihWulandari, Yunaenah
S-6857
Depok : FKM UI, 2012
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Khusnul Fariqa; Pembimbing: Rachmadi Purwana; Penguji: Ema Hermawati, Amrul Munif
Abstrak:
Pendahuluan: Diare merupakan penyebab kematian pada balita terbanyak di Indonesia dengan proporsi 25,2%. Kasus diare pada balita di Kelurahan Manggarai, Jakarta Selatan Tahun 2012 sebesar 34,09% dari seluruh kasus diare yang ada. Penelitian ini ingin mengetahui hubungan antara jenis sumber air bersih dan faktor risiko lainnya dengan kejadian diare pada balita di Kelurahan Manggarai, Kecamatan Tebet, Jakarta Selatan. Metode dan desain studi: Dengan menggunakan desain studi cross sectional, dilakukan survey berbasis populasi pada 153 balita berusia 0—59 bulan di Kelurahan Manggarai, Kecamatan Tebet, Jakarta Selatan pada bulan Mei 2013. Data mengenai kejadian diare balita, jenis sumber air bersih yang digunakan, dan faktor risiko lainnya diukur dalam waktu bersamaan melalui wawancara dengan kuesioner. Hasil: Prevalensi diare balita sebesar 32,70%. Melalui analisis bivariat chi square,diperoleh beberapa variabel berhubungan signifikan secara statistik dengan kejadian diare pada balita, yaitu jenis sumber air bersih berupa sumur pompa (SPT/SPM) (95% CI 1,30—5,04) PR= 2,56; sarana pembuangan sampah (95% CI1,10—2,70) PR= 1,73; dan risiko pencemaran sumber air bersih (95% CI 1,11—2,84) PR= 1,78. Kesimpulan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sarana sanitasi, pengetahuan ibu/pengasuh, dan hygiene perorangan yang cukup baik saja kurang efektif mencegah terjadinya daire pada balita tanpa diimbangi dengan tersedianya air bersih dari sumber yang berisiko kecil mengalami pencemaran.
Introduction: Diarrhea is the main leading causes responsible for under-fives death in Indonesia with a proportion 25,2%. Under-fives diarrhea cases in Kelurahan Manggarai, South Jakarta in 2012 is 34,09% from all diarrhea cases. This study assessed the correlation between types of water sources used and other related risk factors and the incidence of diarrhea among under-fives in Kelurahan Manggarai, Tebet, South Jakarta. Methods and study design: By using a cross sectional study, a population based survey conducted among 153 children aged 0 to 59 months in Kelurahan Manggarai, Tebet, South Jakarta during May 2013. Data about the incidence of diarrhea among under-fives, types of water sources used, and other related risk factors were assessed in one time interview by a questionnaire. Result: Diarrhea prevalence among under-fives was 32,70%. By using chi square analysis, variable statistically significant related to the incidence of diarrhea among under-fives were types of water sources in the form of pump well (handpump well/machine-pump well) (95% CI 1,30—5,04) PR= 2,56; solid waste treatment and facilities (95% CI 1,10—2,70) PR= 1,73; and the risk of contamination of water sources (95% CI 1,11—2,84) PR= 1,78. Conclusion: The results show that adequate sanitation facilities, caregiver knowledge, and personal hygiene only are not enough to prevent diarrhea incidence among under-fives without adequate water supply from the minimum risk of contamination of water sources.
Read More
Introduction: Diarrhea is the main leading causes responsible for under-fives death in Indonesia with a proportion 25,2%. Under-fives diarrhea cases in Kelurahan Manggarai, South Jakarta in 2012 is 34,09% from all diarrhea cases. This study assessed the correlation between types of water sources used and other related risk factors and the incidence of diarrhea among under-fives in Kelurahan Manggarai, Tebet, South Jakarta.
S-7973
Depok : FKM-UI, 2013
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Rico Kurniawan; Pembimbing: Haryoto Kusnoputranto; Penguji: Suyud Warno Utomo, Diah Wati
S-7479
Depok : FKM UI, 2012
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Enina Alemina La Thersia; Pembimbing: Budi Haryanto; Penguji: Dewi Sussana, Rina Fitriani Bahar
S-6452
Depok : FKM UI, 2011
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
