Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 17631 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Esty Febriani; Promotor: Adik Wibowo; Kopromotor: Purwantyastuti, Erlina Burhan; Penguji: Agustin Kusumayati, Syahrizal Syarif, Kholis Ernawati, Trihono, Timothy Mienke
D-334
Depok : FKM-UI, 2016
S3 - Disertasi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rifqatussa'adah; Promotor: Sudijanto Kamso; Kopromotor: Purwantyastuti, Ratna Djuwita; Penguji: Ella Nurlaela Hadi, Sutanto Priyo Hastono, Besral, Soewarta Kosen, Artha Budi Susial Duarsa
D-333
Depok : FKM-UI, 2016
S3 - Disertasi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Puput Oktamianti; Ketua Sidang: Sabarinah; Promotor: Adang Bachtiar; Ko Promotor: Indang Trihandini; Tim Penguji: Anhari Achadi, Amal Chalik Sjaaf, Wachyu Sulistiadi, Dumilah Ayuningtyas, Sutoto, Miko Hananto
Abstrak: Pelaporan kasus Tuberkulosis di Indonesia masih menjadi tantangan besar dengan masih tingginya kasus TB yang ditemukan khususnya di rumah sakit tetapi tidak terlaporkan kepada Program TB Nasional. Oleh karena itu, pemerintah telah mengintegrasikan pengendalian TB ke dalam akreditasi rumah sakit dimana akreditasi merupakan bentuk tuntutan legitimasi terhadap rumah sakit dan tuntutan stakeholder. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana kontribusi akreditasi terhadap pelaporan kasus TB oleh rumah sakit sehingga diperoleh rekomendasi kebijakan penguatan upaya pelaporan untuk TB pada rumah sakit. Penelitian menggunakan data sekunder hasil penilaian akreditasi rumah sakit dan pelaporan kasus TB dalam SITT pada semua rumah sakit yang lulus SNARS 2018 periode Januari 2018-Juni 2019. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah rumah sakit menunjukkan peningkatan pada periode setelah akreditasi. Variabel akreditasi yang dikontruksi indikator manajemen informasi dan rekam medik, peningkatan mutu dan keselamatan pasien, dan program nasional penurunan angka kesakitan tuberkulosis berpengaruh terhadap pelaporan kasus TB dimana karakteristik rumah sakit (tempat tidur, kelas RS dan ukuran RS) mempengaruhi kedua variabel tersebut. Kerangka penguatan upaya pelaporan TB di rumah sakit yang dikembangkan mencakup: regulasi dan kebijakan, manajemen proses, fokus pada pelanggan, manajemen sumber daya, monitoring dan evaluasi serta feedback. Hal ini didukung juga oleh strategi manajemen data yang terdiri dari: (1) sumber data TB yang berasal dari berbagai unit pelayanan dilaporkan kepada tim DOTS, (2) koordinasi melalui labeling dan komunikasi rutin serta integrasi data berbasis SIMRS, (3) leveraging dan manajemen data melalui manajemen data induk, analisis data dan kualitas data, (4) tata kelola data yang didukung SDM, proses/standar, kebijakan/regulasi, dan teknologi/fasilitas, serta (5) penyelarasan data internal rumah sakit dan database kementerian kesehatan. Rekomendasi dalam penelitian ini adalah: (1) penguatan pada proses penilaian akreditasi dengan memanfaatkan komponen penilaian bab manajemen informasi dan rekam medik serta bab peningkatan mutu dan keselamatan pasien; (2) penguatan pada manajemen data TB di internal rumah sakit dengan memanfaatkan sistem informasi yang terkoneksi dan terintegrasi dengan database internal dan eksternal yang disertai monitoring, evaluasi serta feedback oleh Dinas Kesehatan dan Kementerian Kesehatan sehingga surveilans TB dapat optimal;dan (3) penguatan insentif dan disinsentif dalam mendukung pelaporan kasus TB oleh rumah sakit.
Read More
D-438
Depok : FKM-UI, 2021
S3 - Disertasi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Murtiwi; Pembimbing: Soekidjo Notoatmodjo, Adang Bachtiar, Elly Nurachmah; Penguji: Hadi Pratomo, Kusharisupeni, Soewarta Kosen, Keliat Budi Anna, Fahmi Idris
D-110
Depok : FKM-UI, 2005
S3 - Disertasi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Tegar Septyan Hidayat; Promotor: Kemal Nazaruddin Siregar; Kopromotor: Rita Damayanti, Dhanasari Vidiawati; Penguji: Tris Eryando, Ermita Isfandiary Ibrahim, Leonardo Lubis, Heru Purnomo Ipung, Harimat Hendarwan
Abstrak:
Latar Belakang: Urgensi mengoptimalkan jendela kesempatan (window of opportunity) generasi muda khususnya mahasiswa dalam program promosi kesehatan holistik sejak dini terutama dalam aspek aktifitas fisik, konsumsi sayur dan buah, kualitas tidur, dan kesehatan mental/kebahagiaan. Tujuan :Meningkatkan perilaku hidup sehat pada mahasiswa melalui solusi gameful metaverse. Metode: Menggunakan IDE (Identifikasi, Desain, Eksekusi-Evaluasi), yaitu identifikasi pengguna di fase awal, yang kemudian menuju fase desain yang berisi pengembangan prototipe digital yang diuji di fase eksekusi-evaluasi. Pada fase evaluasi, pengujian dilakukan melalui studi eksperimental berbasis randomisasi yang dibedakan menjadi dua grup yaitu grup intervensi yang mendapatkan intervensi langsung gameful metaverse dan grup kontrol non intervensi selama jangka waktu lima minggu. Hasil: Penelitian ini menghasilkan GAR (GameAsReality)-verse yang menggunakan prinsip gameful metaverse dengan bentuk teknologi digital yang mendorong pengguna untuk melakukan gaya hidup sehat melalui berbagai fitur yang ada. Inovasi ini mampu mendorong perubahan rata-rata perilaku hidup sehat pada keseluruhan aspek luaran sebesar 12,7 % (p-value < 0,05) selama jangka waktu lima minggu. Hasil ini signifikan untuk masing-masing luaran. Untuk luaran aktivitas fisik terdapat perubahan yang signifikan antar kelompok intervensi dan kontrol (p-value <0,05) sebesar 15,4%. Untuk kualitas tidur, terdapat perubahan yang signifikan antar kelompok intervensi dan kontrol (p<0,05) sebesar 16,7%. Untuk total konsumsi sayur dan buah, terdapat perubahan yang signifikan antar kelompok intervensi dan kontrol (p<0,05) sebesar 10,4%. Untuk tingkat kebahagiaan, terdapat perubahan yang signifikan antar kelompok intervensi dan kontrol (p<0,05) sebesar 16%. Dari hasil yang didapatkan ini, bisa disimpulkan bahwa penelitian ini telah berhasil menjawab tujuan penelitian yang ditetapkan.

Background: The urgency to optimize window of opportunity for the young generation, especially college/university students, in holistic health promotion programs from an early age, especially in the aspects of physical activity, consumption of vegetables and fruit, quality of sleep, and wellbeing/happiness. Objective : Improving healthy living behavior in college students through gameful metaverse solutions. Method: Using methodology iterative steps IDE (Identification, Design, Execution-Evaluation), starting from user identification in the initial phase, which then goes to the design phase which contains the development of digital prototypes that are tested in the execution-evaluation phase. In the evaluation phase, testing was carried out through a randomized-based experimental study which was divided into two groups, the intervention group that received gameful metaverse direct intervention and the non-intervention control group, for a period of five weeks. Results: This research produces a GAR (GameAsReality)-verse that uses the gameful metaverse principle in the form of digital technology that encourages users to adopt a healthy lifestyle through various innovative features. This innovation was able to encourage changes in the average healthy lifestyle in all aspects of outcome by 12.7% (p-value <0.05) over a period of five weeks. This result is significant for each outcome. For physical activity outcomes, there was a significant change between the intervention and control groups (p-value <0.05) of 15.4%. For sleep quality, there was a significant change between the intervention and control groups (p<0.05) of 16.7%. For total vegetable and fruit consumption, there was a significant change between the intervention and control groups (p<0.05) of 10.4%. For the level of happiness, there was a significant change between the intervention and control groups (p<0.05) of 16%. From the results obtained, it can be concluded that this study has successfully answered the research objectives.
Read More
D-484
Depok : FKM-UI, 2023
S3 - Disertasi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Maria Holly Herawati; Promotor: Amal Chalik Sjaaf; Kopromotor: Purnawan Junadi, Trihono; Penguji: Anhari Achadi, Sudarto Ronoatmodjo, Sandi Iljanto, Soewarta Kosen
Abstrak: Penyakit TB masih merupakan masalah kesehatan di Indonesia, walaupun upaya pengendalian sudah dilakukan sejak jaman penjajahan. Evaluasi yang dilakukan selama ini masih merupakan evaluasi proses, maka kali ini peneliti menawarkan suatu evaluasi yang menyeluruh yaitu adanya cara pengukuran baru berupa variabel laten ( lingkungan, sarana prasarana, proses, target dan output) dengan tujuan hasil evaluasi ini untuk memberi masukan pada penentu kebijakan pengendalian TB di masa yang akan datang.
 
Penelitian di lakukan dengan memakai gabungan data Rifaskes 2011 dan P2PL 2011.
 
Metode yang dipakai adalah analisa data sekunder, serta penambahan data kualitatif dengan memakai penelitian sistem, serta metode pemodelan variabel dengan menggunakan analisa Struktural Equation Modeling. Hasil yang didapat adalah di perolehnya 4 model hasil evaluasi program pengendalian TB: Model nasional, model wilayah Sumatra, model Jawa Bali, model wilayah lainnya. Secara garis besar ada beberapa perbedaan kontribusi setiap hubungan variabel laten; pada model nasional kontribusi terbesar (1.sarana prasarana ke proses, 2. Target 1 dan CDR 3. proses ke target 2) pada hasil evaluasi Sumatra (1. sarana prasarana ke proses; 2. target 1 dan CDR 2. target 1 dengan CNR 3.lingkungan dan sarana prasarana) hasil evaluasi Jawa Bali (1.target 1 dan CNR 2.target 1 dengan CDR 3. Target 2 dan CR ) dan hasil evaluasi wilayah lainnya (1. target 1 dengan CNR 2. lingkung dan sarana prasarana 3. sarana prasarana ke proses).
 

TB disease remains a health problem in Indonesia, despite the control measures already carried out since the colonial era. Evaluations were conducted for this is still an evaluation process, so this time offers researchers a comprehensive evaluation that is the way of new measures in the form of latent variables (environment, infrastructure, processes, targets and output) with the purpose of this evaluation to provide input on policy makers TB control in the future.
 
The experiment was conducted using a combination of data P2PL Rifaskes 2011 and 2011. The method used is the analysis of secondary data, as well as additional qualitative data using systems research, as well as variable modeling methods using Structural Equation Modeling analysis. The result is a model of evaluation results oBTAin it 4 TB control program: The national model, a model region of Sumatra, Java and Bali models, models of other regions. Broadly speaking, there are some differences in the contribution of each relationship latent variables; the largest contribution to the national model (1. infrastructure to process, targets 1 and CDR 3.target 1 to process) on evaluation of Sumatra (1. infrastructure to process; 2. target 1 and CDR 2. target of 1 to CNR. 3.the environment and infrastructure) on the evaluation of Java Bali (1.target 1 and CNR 2.target 1 with CDR 3. Target 2 and CR) and the results of evaluation of other areas (1.targets 1 with CNR 2. infrastructure with the environment and 3.infrastructure to process).
Read More
D-342
Depok : FKM-UI, 2016
S3 - Disertasi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Chandra Rudyanto; Promotor: Purnawan Junadi; Kopromotor: Rita Damayanti; Penguji: Anhari Achadi, Besral, Evi Martha, Ermita Isfandiary Ibrahim Ilyas, Rustika, Nana Mulyana
Abstrak: Kondisi kesehatan yang memadai sangat dibutuhkan oleh jemaah haji karena prosesibadah haji melibatkan aktivitas fisik yang sangat berat. Jemaah haji yang bugar adalahjemaah haji yang memenuhi istifa'ah kesehatan. Untuk menjadi bugar dan istifa'ah,jemaah haji harus diberdayakan dan diberi pembinaan, sehingga memiliki kemampuan diri melakukan latihan fisik secara teratur. Partisipasi jemaah haji dalam program peningkatan kebugaran, baik secara perorangan maupun kelompok, dapat diupayakan melalui pembinaan latihan fisik dengan melibatkan peran kader kesehatan olahraga (kesorga).
 
Studi ini bertujuan untuk mengetahui: (i) peran kader kesorga dalam mendukungkeberhasilan latihan fisik jemaah haji di Kabupaten Lumajang, Provinsi Jawa Timur; (ii) hubungan variabel komposisional level individu dengan latihan fisik; (iii) diketahuinya hubungan variabel kontekstual level desa dan level Puskesmas dengan latihan fisik. Penelitian ini menggunakan mixed method yaitu metode kuantitatif dan kualitatif, dengan desain studi potong lintang cross sectional. Variabel yang diukur ada 3 level yaitu: (i) level individu meliputi karakteristik demografik dan penerapan konsep HBM pada 178 jemaah haji; (ii) level desa terdiri atas karakteristik demografik kader, motivasi dan keaktifan 61 kader serta dukungan 61 kepala desa; (iii) level Puskesmas mencakupdukungan 22 Puskesmas dan 19 KUA. Analisis data menggunakan uji statistik multilevel regresi logistik berganda untuk membuktikan hipotesis penelitian.
 
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan konsep HBM terbukti memilikihubungan yang signifikan dengan partisipasi jemaah haji dalam melakukan latihan fisik.Fakta ini menerangkan bahwa berolahraga secara teratur bukanlah hambatan bagi jemaahhaji. Selanjutnya jemaah haji juga meyakini mampu melakukan latihan fisik secara teraturdan cenderung menjadikannya sebagai kebiasaan hidup. Ditemukan pula bahwa kaderkesorga terbukti berperan dan memiliki hubungan yang signifikan dengan tingkat latihanfisik jemaah haji.
 
Studi ini menemukan ada variasi atau perbedaan peran kader kesorga menurut penerapaan konsep HBM dalam kaitannya dengan tingkat latihan fisik jemaah haji. Disarankan agar setiap Puskesmas dapat mengembangkan pola alternatif pembinaaan kader kesorga dan calon jemaah haji dengan melibatkan klub olahraga, kelompok jemaah haji, kepala desa dan KBIH. Program latihan fisik jemaah haji dengan melibatkan peran kader kesorga perlu diadopsi oleh Kementerian Kesehatan RI dan selanjutnya direplikasikan ke daerah lain.
 

 
Adequate health condition urgently required by pilgrims because the process ofpilgrimage involves a very heavy physical activity. Hajj pilgrims with good physical fitnessclassified as pilgrims who fulfill health isti'ah. In order to become fit and isti'ah,pilgrims should be empowered and provided such a coaching, so they will have the abilityto execute physical exercise in a regular basis. Participation of pilgrims in a fitness improvement program, either individually or in groups, could be pursued through physical exercise coaching by involving the role of sport health cadres.
 
The main purpose of this study was to find out: (i) the role of sport health cadres inorder to support the success of pilgrims physical exercise in Lumajang District, East Java Province; (ii) examine the association of compositional variables individual level with physical exercise; (iii) examine the association of contextual variables village and Puskesmas levels with physical exercise.
 
This research was conducted using a mixed method quantitative and qualitative methods with cross sectional study design. The measured variables consisted of 3 levels: (i) individual level included demographic data and the application of HBM concept to 178 pilgrims; (ii) village level consisted of cadre demographic characteristics, cadres motivationand cadres; activeness of 61 cadres and the support of 61 village heads; iii Puskesmaslevel included the support of 22 Puskesmas and 19 KUAs. Data analysis was performedusing multilevel statistical test of multiple logistic regression to prove a research hypothesis.
 
The application of the HBM concept proved to have a significant relationship withparticipation of pilgrims in physical exercise. The findings of the study explain that regularphysical exercise is not an obstacle for pilgrims. Furthermore, pilgrims also convince thatthey are able to maintain physical exercise regularly and tend to make it as a habit of life. Another result of study indicates the cadres proved to have a significant relationship withthe level of pilgrims; physical exercise.
 
Finally, in conclusion this study found that there was a variation or differencebetween the application of the HBM concept and the role of cadres with the level ofpilgrims; physical exercise. It was suggested that each Puskesmas should develop variousalternative coaching patterns for cadres and pilgrims by involving sports clubs, hajj groups, village heads and KBIH. Hajj pilgrims; physical exercise program involving the role ofcadres required to be adopted into the Ministry of Health program and then replicated toother provinces.
Read More
D-386
Depok : FKM-UI, 2018
S3 - Disertasi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Susianto; Promotor: Kusharisupeni; Ko-Promotor: Sudijanto Kamso, Suyanto Pawiroharsono; Penguji: Anhari Achadi, Purwantyastuti, Mien Karmini Mahmud, Yvonne M. Indrawani, Ahmad Syafiq
D-265
Depok : FKM-UI, 2012
S3 - Disertasi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Meiyanti; Promotor: Dumilah Ayuningtyas; Kopromotor: Besral, Rina Kurniasri Kusumaratna; Penguji: Adang Bachtiar, Raden Rara Diah Handayani, Vivian Soetikno, Maxi Rein Rondonuwu, Henry Candra
Abstrak:
Angka keberhasilan pengobatan Tuberkulosis Indonesia tahun 2023 belum mencapai target 90%. Keberhasilan pengobatan berdampak terhadap penurunan penyebaran infeksi dan kasus resistensi obat, sehingga perlu untuk memprediksi keberhasilan pengobatan lebih dini. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model pendekatan pembelajaran mesin untuk prediksi keberhasilan pengobatan. Penelitian ini menggunakan data kohort Sistem Informasi Tuberkulosis (SITB) Indonesia. Pasien usia produktif (15-64 tahun) terdiagnosis tuberkulosis sensitif obat dan mendapatkan pengobatan dari 1 Januari 2020 sampai 31 Desember 2023 diikutsertakan dalam penelitian ini. Data dikelompokkan secara acak ke dalam set data pelatihan untuk membangun model (80%) dan set data pengujian untuk validasi model (20%), dan dilakukan validasi silang untuk data. Algoritma yang digunakan meliputi decision tree, random forest, multilayer perceptron, extreme gradient boosting, dan logistic regression. Dilakukan konsensus untuk pengambilan keputusan variabel yang diperlukan dalam melakukan pemodelan berbasis pembelajaran mesin dari data SITB untuk memprediksi keberhasilan pengobatan dengan menggunakan metode Delphi. Hasil dari penelitian model algoritma pembelajaran mesin random forest menunjukkan kinerja terbaik dan akurasi tertinggi dalam memprediksi keberhasilan pengobatan. Aplikasi prediksi berbasis pembelajaran mesin dapat memberikan prediksi dini dengan interpretasi berbasis SHAP (SHapley Additive ExPlanations) yang memudahkan tenaga kesehatan dalam mengambil keputusan.

The tuberculosis treatment success rate in Indonesia in 2023 did not reach the 90% target. Treatment success impacts the reduction of infection spread and drug resistance cases, making early prediction of treatment success crucial. This study aims to develop a machine-learning model to predict treatment success. Data from Indonesia's Tuberculosis Information System (SITB) cohort was used. The study included productive-age patients (15-64 years) diagnosed with drug-sensitive tuberculosis who received treatment from January 1, 2020, to December 31, 2023. Data was randomly split into training (80%) and testing (20%) sets for model validation, with cross-validation performed. The algorithms used include decision tree, random forest, multilayer perception, extreme gradient boosting, and logistic regression. A consensus was reached for decision-making variables required in performing machine learning-based modeling of SITB data to predict treatment success using modeling of SITB data to predict treatment success using the Delphi method. The results of the study show that the random forest machine learning algorithm had the best performance and highest accuracy in predicting treatment success. This machine learning–based prediction tool can provide early predictions with SHAP (SHapley Additive ExPlanations) interpretation, helping healthcare workers make informed decisions more easily.

 

Read More
D-573
Depok : FKM-UI, 2025
S3 - Disertasi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rosfita Rasyid; Promotor:Sudijanto Kamso; Ko-Promotor: Kusharisupeni, Rizanda Machmud; Penguji: Soekidjo Notoatmodjo, Purwantyastuti, Soewarta Kosen, Ratna Djuwita, Adang Bachtiar
D-241
Depok : FKM-UI, 2010
S3 - Disertasi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive