Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 31624 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Ricky Suwandi; Pembimbing: Wachyu Sulistiadi; Penguji: Ronnie Rivany, Hendrianto Trisnowibowo, Ede Suryadarmawan, Djarot Pambengkas
Abstrak:
Dengan meningkatnya jumlah rumah sakit di kota-kota besar, khususnya Jakarta, maka dirasakan perlu untuk memasarkan jasa rumah sakit dengan tetap mengingat etika yang telah ditetapkan oleh Departemen Kesehatan dan PERSI. Kerjasama dengan berbagai perusahaan dan perusahaan asuransi dianggap oleh RS Pluit sebagai upaya dalam meningkatkan jumlah pasien dan pemanfaatan fasilitas. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus untuk melihat peran dan fungsi bagian pemasaran dalam memasarkan ikatan kerjasama dengan berbagai perusahaan. Dari penelitian ini diketahui bahwa struktur organisasi manajemen pemsaran di RS Pluit tidak mengikuti teori dan tidak mempunyai target dan mekanisme kontrol dalam menyusun rencana jangka pendek dan jangka panjang. Keberhasilan maupun kegagalan diukur dengan membandingkan pencapaian bulan berjalan dengan bulan sebelumnya. Pendapatan rumah sakit dari ikatan kerjasama sampai dengan bulan Juli 2001 adalah Rp.168.862.614, suatu jumlah yang tidak terlalu besar bagi RS seperti RS Pluit. Disimpulkan bahwa proses manajemen pemasaran di sini, khususnya dalam perencanaan belum optimal sehingga disarankan untuk memperbaikinya dengan menetapkan target dan mempunyai mekanisme kontrol untuk menilai kinerja.

The Role of Marketing Management in Marketing Partnership with Companies at Pluit HospitalMany new hospital emerged in big cities like Jakarta led to the need of marketing health services provided by hospital although ethics stipulated by Ministry of Health and PERSI in doing so must always be considered and followed. Pluit hospital considers partnership with companies and insurance companies as a tool in increasing patients and utilization of ancillary services. This is a qualitative research with case study approach to analyze the role of Marketing Management in Marketing Partnership with Companies at Pluit Hospital. It was found that organization structure in marketing department of Pluit hospital was not following theory of organization, it also did not stipulated goal and target and did not have a control mechanism in planning a short term as well as long term plan. Success and failure measured by comparing this month's performance with that of the previous month. This year's income earned in this partnership up to July 200I was Rp.168.862.614, an average amount for a high class hospital such as Pluit hospital. It was concluded that the role of marketing management, especially in planning, was not yet maximal. Goal, target and control mechanism has to be stipulated to be able to measure performance.
Read More
B-551
Depok : FKM-UI, 2001
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Devi Desianti Pritasari; Pembimbing: Hendrik M. Taurany
B-744
Depok : FKM UI, 2003
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Loly Gusvita Reni; Pembimbing: Wachyu Sulistiadi; Penguji: Ratu Ayu Dewi Sartika, Atik Nurwahyuni, Endang Apriyani, Budi Hartono
Abstrak: Abstrak

Fungsi pengendalian dan kinerja manajemen persediaan memegang peranan penting dalam siklus logistik. Banyak metode yang digunakan dalam fungsi pengendalian termasuk metode min-max stock dan just in time. Tujuan penulisan adalah untuk mengevaluasi penerapan metode kombinasi min-max stock dan just in time terhadap fungsi logistik dan kinerja manajemen persediaan. Metode penelitian adalah metode kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam dan penelusuran dokumen.

Hasil penelitian didapatkan bahwa penerapan metode kombinasi min-max stock dan just in time efektif terhadap fungsi penyimpanan dan distribusi, fungsi pemeliharaan dan fungsi penghapusan tetapi tidak efektif terhadap fungsi perencanaan, penganggaran dan pengadaan. Penerapan metode kombinasi ini menyebabkan kinerja manajemen persediaan menjadi efisien dari segi keuangan tetapi tidak efektif terhadap segi layanan atau operasional.


Function control and inventory management performance played an important role in logistics cycle. Many methods are used in the function control method including min-max stock and just in time. The purpose of writing is to evaluate the application of the method of combination of min-max stock and just in time for the function of logistics and inventory management performance. The research method was qualitative descriptive method. Data collection was carried out with a deep interview and document searches.

Results of the study found that the application of this method is this method to be effective against the function of storage and distribution, maintenance and removal. However, it is not effective against the function of planning, budgeting and procurement. The application of this method causes the performance of inventory management to be efficient in terms of finance but is not effective for service or hospital operations.

Read More
B-1478
Depok : FKM-UI, 2013
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Prita Hapsari Setiastuti; Pembimbing: M. Hafizurrachman; Penguji: Mieke Savitri, Wahyu Sulistiadi, Erlina P. Mahadewi
B-955
Depok : FKM UI, 2006
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Yusrahma Nurina; Pembimbing: Purnawan Junadi; Penguji: HM. Hafizurrachman, Wiku Bakti Bawono Adisasmito, Ahmad Husni Basuni
Abstrak: Situasi saat ini RS Cengkareng sedang dalam tahap mengubah image atau citra rumah sakit pemerintah yang masih melekat dan berkonotasi negative, Perencanaan strategik pemasaran merupakan upaya pemecahan masalah dan antisipasi terhadap keadaan mendatang, strategi pemasaran yang akan dijalankan adalah migrasi segmentation ke target market kelompok masyarakat menengah keatas, hal ini dilakukan karena peluang yang besar , dimana wilayah RS berada merupakan daerah pemukiman dan industri, sehingga peluang ini dapat memberikan kontribusi maksimal bagi pendanaan RS, tetapi tidak meninggalkan segmen awalnya (current market ). Desain strategi pemasaran RS Cengkareng secara sistematis terdiri dari : strategi segmentasi pasar, marketing targeting srategik dan yang terakhir adalah market positioning strategy. Kemudian dilakukan Taktis strategi berupa marketing program development dengan mix marketing (produk, price, place, promotion). Penelitian dilaksanakan di RS Cengkareng dengan metoda penelitian operational reseach. Dimana data sekunder diperoleh dari berbagai sumber yang kemudian dilakukan proyeksi dan korelasi data base . Hasil proyeksi tersebut digunakan sebagai informasi didalam kegiatan Diskusi Kelompok Terarah (FGD) untuk mengidentifikasi variabel lingkungan eksternal dan internal rumah sakit. Dari hasil penelitian Wilayah yang menjadi segmentasi target sasarannya adalah wilayah Jakarta Barat , Tanggerang serta Jakarta Utara berusia 25-64 tahun dengan pendidikan D3 – S1. Target sasarannya secara moderat maka potensi penjualan untuk Jakarta barat per bulan rata ratanya pada tahun 2005 sampai dengan 2010 adalah 210, 814, 907 , 979, 984 : dengan pertumbuhan pertahunnya masing- masing wilayah ± 30 – 40 % , keadaan ini diimbangi dengan penambahan kapasitas layanan meningkat 50 % di tahun 2006 dan 100 % pada tahun 2007. Untuk pengembangan pemasaran produk RS Cengkareng adalah mengoptimalkan performance core produknya : poliklinik dan rawat inap serta mengangkat issue kesehatan dan keselamatan kesehatan kerja, termasuk medical check up. Promosi produk tersebut diimbangi dengan Penetapan harga dimulai berdasarkan kebutuhan dan manfaat yang didapat dari produk dibandingkan dengan produk dari kompetitor. Harga ditentukan relatif lebih murah dibandingkan dengan harga dari kompetitor untuk dapat memberikan nilai lebih bagi konsumen . Selain itu distribusi (place) Lebih mendekat ke industrial market dan pasar komunitas kelas menengah keatas di sekitar RS. Cengkareng, tujuannya adalah untuk menyesuaikan citra produk yang dihubungkan dengan segmen yang dituju. dengan memaksimalkan kinerja staf pemasaran. Kata kunci :Strategik pemasaran (STP) , Bauran Pemasaran
At present Cengkareng Hospital has just entering into the stage of changing an image of a government Hospital that is still attached and has a negative conotation.marketing strategic Plan constitutes an effort of solving the problem and anticipation toward the future, a marketing strategy that will be perform is migration segmentation toward a target on middle to upper community group market, this issue is performed because of a large opportunity, where the existence area of the Hospital is a residencial and industrial area so that this opportunity will be able to give maximum contribution for the hospital funding, however it doesn’t leave out the current market. The Design of Cengkareng Hospital systematically consist of market segmentation strategy, marketing targeting strategy and the last one is strategy positioning market. Further Tactic strategy is carried out in the form of development marketing program by mix marketing (product, price, place and promotion). This research is held in RS Cengkareng , using kuantitative and kualitatif analysis . Where secondary data obtained from various sources and corelation data base . And result from projection of the data used as information in Focus Group Discussion (FGD) activity to identify hospital’s internal and external environmental. From the result of regional research that become the segmentation target, its aim is West Jakarta district, Tanggerang as well as North Jakarta with the community segmentation who domiciled in the area mentioned above aged 25 – 64 , with minimal graduate diploma 1 – University. The main objective is in a moderate manner then the selling potential for west Jakarta per month in the year of 2005 up until 2010 is as follow : 210, 814, 907 , 979, 984 persons. By the annual increase of each district +/- 30 – 40 % this condition is kept in balance by additional service capacity increases with 50 % in 2006 and 100 % in 2007. To optimalize more the result of developing in marketing product of Cengkareng Hospital is to optimalize the performance of its core product : Policlinic and Hospitalization and also to raise the issue of health and work health safety, including medical checkup. The promotion product mentioned is balanced by decisioning of price which start based on the need and benefit which is gained from the product to compared with the product of competitors. The price is decided relatively to be compared with competitors price to be able to give value added for the consumers. Other than that (becides) the place is closer to the industrial market and middle and upper class community market around Cengkareng Hospital, its objective is to make in accordance with the image product which is connected with the pricing segment by maximalizing marketing staff performance. Intensive networking by Soekarno Hatta Airport managers and the road managers around Cengkareng . Keyword : strategic marketing , marketing mix
Read More
B-905
Depok : FKM-UI, 2005
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Natasya Claresta Viano; Pembimbing: Purnawan Junadi; Penguji: Pujiyanto, Mardiati Nadjib, Novita Dwi Istanti, Titi Anggraeni
Abstrak:
Manajemen Pelayanan Pasien merupakan peran yang dijalankan oleh case manager, agar tercipta pelayanan yang bermutu dengan biaya yang efisien. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi peran case manager terhadap kendali mutu dan kendali biaya pasien rawat inap bedah dengan penjaminan JKN di RS UI tahun 2022. Penelitian menggunakan pendekatan sistem menurut Donabedian dan teori KARS. Kendali mutu dilihat dari LOS, tingkat kepuasan pasien, kepatuhan penerapan clinical pathway, kepatuhan visit dokter, serta penundaan operasi elektif. Kendali biaya dilihat dari selisih klaim dan tagihan RS dan formulasi biaya tindakan. Pada penelitian ini, data kuantitatif diambil dari data sekunder melalui data rekam medis pasien, hasil telaah dokumen dari berkas tagihan pasien, tarif INA-CBG’s, data laporan operasi, dan data Komite Mutu Rumah Sakit. Data diolah dengan Ms. Excel dan didapatkan tiga (3) tindakan terbanyak yaitu odontektomi, SC, dan AV shunt. Studi kualitatif, dilakukan dengan Focus Group Discussion untuk mendapatkan formulasi pembiayaan tindakan dan wawancara mendalam. Didapatkan hasil peran case manager di RS UI sudah mengalami perbaikan dibandingkan tahun 2021, kinerja case manager sudah baik berdasarkan selisih klaim, pengendalian LOS, tingkat kepuasan pasien, tingkat kepatuhan visit dokter, dan tingkat kepatuhan terhadap clinical pathway. Hanya tingkat penundaan operasi elektif di RS UI masih belum tercapai target.

Patient Service Management is carried out by case manager to create quality services with efficient cost. This study aims to evaluate the role of case managers on quality and cost control of surgical inpatients with JKN assurance at the UI Hospital in 2022. This study uses the concept of Donabedian and KARS theory. Quality control is seen from LOS, patient satisfaction, compliance clinical pathway, compliance doctor visits, and delays in elective surgery. Cost control is seen from the difference between INA-CBG's claims and hospital bills and cost formulations. Secondary data were collected from medical record and document review. The data were processed with Ms. Excel. The three common procedures conducted with FGD and interviews to find out the role of case managers. It was found that the role of the case manager at UI Hospital had improved compared to 2021. Case manager's performance is good based on the difference in overall surgical patient klaims, LOS control, the level of patient satisfaction, the level of compliance with doctor visits , the level of compliance with the clinical pathway. Only the level of delay in elective surgery at UI Hospital has not reached the target.
Read More
B-2426
Depok : FKM-UI, 2024
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Isti Ratnariningsih; Pembimbing: Hasbullah Thabrany; Penguji: Faiq Bahfen, Tjipta Lesmana, Bambang Sarjono, Yoyok Sudaryoko
B-874
Depok : FKM-UI, 2005
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Aradita Syah Kameswara; Pembimbing: Wiku Bakti Bawono Adisasmito; Penguji: Sandi Iljanto, Wahyu Sulistiadi, Tiningsih Hardiani
Abstrak:

Pada prinsipnya asuransi merupakan himpunan dana dari suatu populasi untuk dimanfaatkan membiayai sejumlah kecil dari populasi tersebut apabila sedang jatuh sakit. Jaminan asuransi kesehatan merupakan sumber dana potensial yang dapat digalang untuk pemeliharaan masyarakat. Pemanfaatkan jasa asuransi didalam pembayaran pasien baik rawat jalan maupun rawat inap juga dilaksanakan di Rumah Sakit Ibu dan Anak Hermina Jatinegara. Di RSIA Hermina Jatinegara, yang paling berpotensi menghasilkan piutang paling banyak dari segi nominal adalah piutang rawat inap asuransi dan perusahaan. Jumlah piutang tak tertagih pasien rawat inap jaminan asuransi dan perusahaan di RSIA Hermina Jatinegara mengalami peningkatan dari tahun 2004 ke tahun 2005 (Rp.48.942.938 3 Rp.116.072.250). Presentase piutang tak tertagih terhadap total tagihan asuransi dan perusahaan pada tahun 2004 dan tahun 2005 adalah sebesar 1,30%, dan 1,07%. Berarti jugs terjadi peningkatan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang bersifat pengembangan yang pengumpulan datanya dilakukan melalui observasi pada bagian bagian terkait, wawancara mendalam dengan para informan serta pengumpulan dokumen-dokumen pendukung. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisa efektifitas penagihan piutang rawat inap pada jaminan asuransi dan perusahaan sehingga dapat menurunkan jumlah piutang tak tertagih dan meningkatkan pendapatan rumah sakit pada tahun 2005. Metode yang dipakai dalam penelitian ini adalah menggunakan pendekatan sistem I.P.O. yaitu Input, Process dan Output. Melalui hasil penelitian ini diharapkan adanya perbaikan pada manajemen piutang yang akhirnya akan berdampak pada optimalisasi penagihan piutang rumah sakit. Hasil dari penelitian ini diketahui bahwa jumlah pelaksana di beberapa tahap siklus piutang dirasa kurang memadai. Begitu juga mengenai sarana pendukung untuk melaksanakan proses siklus piutang antara lain komputer, telepon, line telepon, faksimili dan ruangan kerja_ Selain itu kebijakan tentang periode penagihan belum ditetapkan, juga mengenai isi kontrak perjanjian kerjasama antara pihak rumah sakit dengan pihak asuransi dan perusahaan juga belum sepenuhnya dilaksanakan (punishmentldenda 2% bila debitur tidak melunasi kewajibannya dalam 30 hari). Pada akhir penelitian ini direkomendasikan perlunya diadakan diklat atau sosialisasiyang lebih sering pada bagian informasi, koordinasi yang lebih balk antara bagian terkait, pengadaan sarana yang lebih baik serta ketegasan dalam menjalankan perjanjian isi kontrak dengan pihak ketiga.


 

Principally insurance is the fund collection from a population in order to be used in costing a few amounts from such population if getting illness. Healthy insurance guarantee is a potential fund source that can be collected in order to maintain the society. The using of insurance service in paying of patient both out-patient or in-patient also be executed in Hermina Jatinegara Hospital. In Hermina Jatinegara Hospital. the most potential in producing receivable is from in-patient of insurance and company. In-patient bad-debt of insurance and company in Herrnina Jatinegara Hospital increase from 2004 to 2005 (Rp.48.942.938 - Rp.116.072.250). Percentage of bad-debt to total collectible amount in-patient of insurance and company of 2004 and 2005 is about 1,30%, and 1,07%. It means, increasing too. This research named qualitative descriptive research that have development characteristic which its data collection using observation in related department, in-depth interview with the informan and supporting documents collections. The goal of this research is to analize the effectiveness of in-patient insurance collection, so it can decrease bad-debt and increase the income of hospital in 2006. The method used in this research is I.P.O. approach system namely Input, Process and Output. By this result of research be hoped there is repairing in receivable management and finally, it have an effect into hospital collecting optimalizalion. The result of this research is known that the staff amount in some ciclus collection be felt less suitable. it is also about supporting tools in order to execute ciclus collection process which are computer. telephone, phone line, faximile and room. Beside that the policy about collection period that have not decided yet. also about cooperation agrement contract contain between hospital side and insurance and company side is not executed (punishment about 2% if the debitor is not pay their obligation in 30 days). In the end of this research recommended the importance of training education event or socialization that more frequent into information department, more better coordination between related department, the better supply of supporting tools and also the clearness in operating the contract contain agreement with the third party.

Read More
B-997
Depok : FKM UI, 2006
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Putri Halley Sari Hadi; Pembimbing: Wachyu Sulistiadi; Penguji: Adang Bachtiar, Vetty Yulianty Permanasari, Ni'matullah Mansur
Abstrak:

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan bauran pemasaran (product, price, place, dan promotion) dan pemasaran spiritual (rabbâniyyah, al-insâniyyah, al- wâqi’iyyah, dan akhlâqiyyah) terhadap loyalitas pasien di Rumah Sakit Sari Asih Ciledug Tahun 2023 serta mengetahui pengaruh secara langsung dan secara tidak langsung dari variabel-variabel yang digunakan. Adapun dua variabel yang dicurigai berpengaruh terhadap loyalitas pasien rumah sakit bersertifikasi syariah adalah bauran pemasaran dan pemasaran spiritual dan dimediasi oleh kepuasan. Penelitian dilakukan di Rumah Sakit Sari Asih Ciledug yang telah tersertifikasi syariah sejak tahun 2018. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Pengumpulan data mengunakan kuesioner dengan jumlah responden sebanyak 145 pasien rawat inap dan diolah menggunakan SmartPLS 3. Semua variabel lolos dalam uji outer model, kemudian hasil dari inner model adalah adanya hubungan yang signifikan antara bauran pemasaran dengan loyalitas p-value 0,049 (p-value <0,05) dan kepuasan pasien p-value 0,003 (p- value <0,05) secara langsung serta loyalitas pasien dimediasi oleh kepuasan pasien p- value 0,026 (p-value <0,05). Sedangkan, pada pemasaran spiritual tidak terdapat hubungan yang bermakna terhadap loyalitas pasien secara langsung p-value 0,931 (p- value >0,05) dan bernilai negatif. Namun, hubungan pemasaran spiritual dengan kepuasan dan hubungan pemasaran spiritual yang dimediasi oleh kepuasan pasien menunjukkan hasil yang signifikan terhadap loyalitas dengan nilai p-value 0,000 (p-value <0,05). Terdapat hubungan antara kepuasan dengan loyalitas pasien di Rumah Sakit Sari Asih Ciledug p-value 0,000 (p-value <0,05). Semakin baik kepuasan pasien, maka akan meningkatkan loyalitas. Implikasi dalam penelitian ini dapat menjadi acuan dalam membangun loyalitas pasien dan memaksimalkan pemasaran di rumah sakit bersertifikasi syariah. Kata kunci: Bauran Pemasaran, Pemasaran Spiritual, Rumah Sakit Syariah, Kepuasan dan Loyalitas


The purpose of this study is to determine the relationship between marketing mix (product, price, place, and promotion) and spiritual marketing (rabbâniyyah, al- insâniyyah, al-wâqi’iyyah, and akhlâqiyyah) on patient loyalty at Sari Asih Ciledug Hospital in 2023, as well as to determine the direct and indirect effects of the variables used. The two variables suspected to influence patient loyalty in a sharia-certified hospital are marketing mix and spiritual marketing, mediated by satisfaction. The research was conducted at Sari Asih Ciledug Hospital, which has been sharia-certified since 2018. This study is a quantitative research with a cross-sectional approach. Data collection was done using a questionnaire with 145 inpatient respondents and analyzed using SmartPLS 3. All variables passed the outer model test, and the results of the inner model showed a significant relationship between marketing mix and loyalty with a p-value of 0.049 (p- value <0.05), as well as patient satisfaction with a p-value of 0.003 (p-value <0.05) directly, and patient loyalty mediated by patient satisfaction with a p-value of 0.026 (p- value <0.05). On the other hand, there was no significant direct relationship between spiritual marketing and patient loyalty with a p-value of 0.931 (p-value >0.05), and it had a negative value. However, the relationship between spiritual marketing and satisfaction, as well as the relationship between spiritual marketing mediated by patient satisfaction, showed significant results on loyalty with a p-value of 0.000 (p-value <0.05). There is a relationship between satisfaction and patient loyalty at Sari Asih Ciledug Hospital with a p-value of 0.000 (p-value <0.05). The better the patient satisfaction, the higher the loyalty. The implications of this study can serve as a reference for building patient loyalty and maximizing marketing in sharia-certified hospitals. Key words: Marketing Mix, Spiritual Marketing, Shariah Hospital, Satisfaction and Loyalty

Read More
B-2448
Depok : FKM-UI, 2024
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Galianti Prihandayani; Pembimbing: Jaslis Ilyas; Penguji: Puput Oktamianti, Wahyu Sulistiadi, Fidiansjah, Desmiarti
Abstrak:
Sumber daya manusia adalah salah satu tonggak utama dan pengerak keberlangsungan organisasi. Manajemen sumber daya manusia yang baik diharapkan dapat mewujudkan pegawai yang puas akan pekerjaannya dan hasil pekerjannya. Setiap pegawai mengharapkan kompensasi dari pekerjaannya dan merupakan alasan seorang pegawai bertahan pada pekerjaannya tersebut. Selain kompensasi, komitmen afektif yang merupakan keterikatan pegawai terhadap organisasi juga berkontribusi terhadap ketahanan seseorang dalam bekerja. Kompensasi dan komitmen afektif berhubungan dengan kepuasan kerja yang dapat berpengaruh terhadap intensi berhenti bekerja yang merupakan prediksi terjadinya turnover pegawai. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan apakah variabel kompensasi, komitmen afektif dan kepuasan kerja berhubungan dengan intensi berhenti bekerja kelompok tenaga kesehatan Rumah Sakit Jiwa Dr. Soeharto Heerdjan Jakarta. Sampel penelitian ini sebanyak 230 sampel, pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisis data pada penelitian ini menggunakan Path Analysis (analisis jalur) dengan program SPSS AMOS (Analysis of Moment Structures). Besarnya koefisien determinasi yang ditunjukan oleh nilai Squared Multiple Correlation (R2 ) 0,702 yang berarti variabel kepuasan kerja yang dapat dijelaskan oleh variabel komitmen dan kompensasi sebesar 70,2% dan 0,308 yang berarti intensi berhenti bekerja yang dapat dijelaskan oleh variabel kompensasi, komitmen afektif dan kepuasan kerja sebesar 30,8%. Hasil penelitian ini menunjukan variabel kompensasi dan komitmen afektif memiliki hubungan langsung positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja dan hubungan langsung negatif dan signifikan terhadap intensi berhenti bekerja. Hubungan langsung kepuasan kerja terhadap intensi berhenti bekerja negatif dan tidak signifikan. Kepuasan kerja bukan merupakan variabel intervening hubungan tidak langsung kompensasi dan komitmen afektif terhadap intensi berhenti bekerja. Kata kunci: Kompensasi, Komitmen Afektif, Kepuasan Kerja, Intensi Berhenti Bekerja

Human resources are one of the main pillars and factor of organizational sustainability. Good human resource management is expected to create employees who are satisfied with their work and the results of their work. Every employee expects compensation from his job and is the reason an employee stays on the job. In addition to compensation, affective commitment which is an employee's attachment to the organization also contributes to a person's resilience at the job. Compensation and affective commitment are related to job satisfaction which can affect the intention to quit which is a predictor of employee turnover. This study aims to explain whether the variables of compensation, affective commitment and job satisfaction are related to the intention to quit of the health workers group at mental hospital Dr. Soeharto Heerdjan Jakarta. The sample of this research is 230 samples, data collection using a questionnaire. Data analysis in this study used Path Analysis with the SPSS AMOS (Analysis of Moment Structures) program. The coefficient of determination shown by the value of Squared Multiple Correlation (R2 ) is 0.702 that means job satisfaction variable can be explained by the affective commitment and compensation variable is 70.2% and 0.308 which means the intention to quit can be explained by the variable compensation, affective commitment and job satisfaction by 30.8%. The results of this study indicate that the variables of compensation and affective commitment have a positive and significant direct relationship to job satisfaction and a negative and significant direct relationship to the intention to stop working. The direct relationship of job satisfaction to the intention to quit is negative and not significant. Job satisfaction is not an intervening variable, there is an indirect relationship between compensation and affective commitment to the intention to quit. Key words: Compensation, Affective Commitment, Job Satisfaction, Intention to Quit
Read More
B-2254
Depok : FKM-UI, 2022
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive