Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 32190 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Adinda Risnanda Putri; Pembimbing: Mardiati Nadjib; Penguji: Pujiyanto, Kurnia Sari, Tati Suryati, Amir Su`udi
Abstrak: Penelitian ini bertujuan mengetahui determinan utilisasi pengobatan keluhan gangguan mental emosional di Indonesia dengan menganalisis data Riskesdas 2013. Data menunjukkan bahwa 6% populasi berusia >= 15tahun menderita gangguan mental emosional. Hanya 12% responden dengan gangguan mental emosional yang melakukan pengobatan, hal ini menunjukkan kurangnya kesadaran akan pentingnya kesehatan jiwa. Kepemilikan jaminan kesehatan dan pengetahuan mengenai keberadaan faskes berhubungan utilisasi. Disarankan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat melalui promosi Aplikasi Sehat Jiwa, termasuk pengetahuan tentang gejala gangguan mental emosional serta informasi ketersediaan fasilitas kesehatan yang bisa diakses. Layanan kesehatan jiwa di Puskesmas perlu diperkuat dengan meningkatkan kemampuan dokter untuk mendiagnosis dan menangani gejala gangguan mental emosional sehingga menurunkan resiko mengalami ganguan jiwa. Kata kunci: utilisasi, pengobatan, ganguan mental emosional
Read More
T-4786
Depok : FKM UI, 2016
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Lamhot Tambunan; Pembimbing: Pujiyanto; Penguji: Armasytra Bahar, Rocky Gunung Hasudungan
Abstrak: Rendahnya utilisasi pelayanan kesehatan gigi di Indonesia menjadipermasalahan yang selama ini menjadi suatu kendala dalam meningkatkan derajadkesehatan di Indonesia karena menurut Undang-Undang nomor 36 tahun 2009bahwa pelayanan kesehatan gigi dan mulut dilakukan untuk memelihara danmeningkatakan derajad kesehatan masyarakat. Dari data penelitian menunjukkanrendahnya utilisasi pelayanan kesehatan gigi padahal prevalensi karies gigi diIndonesia cukup tinggi. Peneliti ingin melihat determinan utilisasi pelayanankesehatan gigi di Indonesia.Penelitian ini merupakan analisis data sekunder Susenas 2012 yangmerupakan penelitian kuantitatif dengan rancangan cross sectional. Penelitian inimelihat determinan utilisasi pelayanan kesehatan gigi diindonesia.Hasil analisis menunjukkan bahwa faktor usia, jenis kelamin, statuspernikahan, status pendidikan, status pekerjaan dan status tempat tinggal tidakmenunjukan hubungan yang sangat kuat dalam memanfaatkan pelayanankesehatan gigi di Indonesia, Sementara faktor kepemilikan asuransi, statusekonomi,wilayah domisili, dan adanya gangguan aktivitas menunjukan hubunganyang sangat kuat terhadap utilisasi pelayanan kesehatan gigi di Indonesia.Saran dari studi ini adalah karena adanya hubungan yang sangat kuatantara kepemilikan asuransi dengan utilisasi pelayanan kesehatan gigi hendaknyacakupan asuransi diperluas terutama untuk masyarakat miskin agar supayautilisasi pelayanan kesehatan gigi juga bisa meningkat, dan distribusi dokter gigijuga harus lebih terdistribusi dengan baik.Kata Kunci:Determinan, unmet need, utilisasi, Susenas 2012.
Lack of dental health services utilization in Indonesia became a problem aslong as it becomes a constraint in increasing degree movies health in Indonesiabecause according to Undang-undang no 36 tahun 2009 that oral health servicesdone to nurture and increases public health degree movies. Data from the sudyshowed poor dental health service utilization whereas the prevalence of dentalcaries in Indonesia is quite high. Researchers would like to see the dental healthservice utilization determinants in Indonesia.This research is analysis of data secondary susenas 2012 that is researchquantitative to a draft cross sectional. This research see determina the utilizationof health services of health services teeth in Indonesia.The result analysis shows that a factor of age, gender, the status ofmarriage, the status of education, the status of the job and the satatus of thedwelling place of not show a very strong in the harness of health services inIndonesia, the teeth insurance, while a factor of possession economic status, theregion of domicile, and any disturbance activity showed a very strong against theutilization of health services teeth in Indonesia.Advice from this study is due to the powerful relationship betweeninsurance with the utilization of health service should tooth-reinsurance coveragesexpanded especially for the poor health services so that the utilization rise, canalso distribution dentist must be distributed properly.Key words :Determinant, Unmet Need, Utilization, Susenas 2012.
Read More
T-4044
Depok : FKM-UI, 2014
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Murhaban; Pembimbing: Mardiati Nadjib; Penguji: Pujiyanto, Kurnia Sari, Tati Suryati, Amir Su`udi
Abstrak: Kematian ibu di negara berkembang masih tinggi, selain faktor medis faktorpelayanan kesehatan ibu hamil merupakan salah satu penyebab kematian ibu.Cakupan pelayanan antenatal (K4) di Provinsi Aceh masih di bawah targetNasional. Tujuan penelitian untuk mengetahui gambaran pemanfaatan pelayananantenatal dan menganalisis determinan yang berhubungan dengan pemanfaatanpelayanan antenatal di Provinsi Aceh. Penelitian ini menggunakan data RisetKesehatan Dasar (Riskesdas) Tahun 2013, fokus pada wanita yang pernah hamilselama 3 tahun terakhir sebelum survei, dengan jumlah sampel adalah 2.081responden. Metode analisis menggunakan model regresi logistik, untukmemprediksi faktor penentu pemanfaatan pelayanan antenatal. Hasilmenunjukkan 66,12% ibu hamil memanfaatkan pelayanan antenatal minimal 4kali sesuai standar waktu yang ideal. Faktor-faktor yang secara konsisten danpositif berhubungan dengan pemanfaatan pelayanan antenatal (K4) adalah statusekonomi, kepemilikan buku KIA, keinginan hamil, umur, dan pendidikan. faktorkomplikasi kehamilan cenderung berhubungan positif apabila standar pelayananantenatal (K4) yang digunakan tidak ditentukan waktu pemeriksaan.Kata kunci: Kematian Ibu, Pelayanan Antenatal, Regresi Logistik, Aceh.
Maternal mortality in developing countries is still high, in addition to medicalfactors, factors of maternal health services is of the causes of maternal death.Coverage of antenatal care (K4) in the province of Aceh still below nationaltargets. The purpose of research to describe and analyze the utilization ofantenatal care determinants related to the utilization of antenatal care in theprovince. This study uses data from Riskesdas In 2013, focusing on women whohave been pregnant for 3 years prior was to the survey, with a sample size is 2,081respondents. The method of analysis using logistic regression model, which wasuseful for predicting the determinants of the utilization of antenatal care. Resultsshowed that 66.12% of pregnant women utilize antenatal care at least 4 times thecorresponding standard ideal time. Factors that consistently and positivelyassociated with utilization of antenatal care (K4) is the economic status, maternaland child health handbook, pregnant wishes, age, and education. pregnancycomplications factors tend to be associated positively if the standard antenatalcare (K4) used an unspecified time of the examination.Keywords: Maternal Mortality, Antenatal Care, Logistic Regression, Aceh.
Read More
T-4781
Depok : FKM UI, 2016
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Moudy Muhaiminurrohima Putri; Pembimbing: Pujiyanto; Penguji: Atik Nurwahyuni, Kurnia Sari, Ibu Atmiroseva, Ibu Amila Megraini
Abstrak:

Laporan International Diabetes Federation (IDF) melaporkan prevalensi diabetes melitus di Indonesia pada orang dewasa meningkat setiap tahunnya dan menyebabkan beban biaya kesehatan meningkat. Pelayanan kesehatan di tingkat Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) berfungsi sebagai gatekeeper dalam memberikan layanan promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitative diharapkan dapat membantu menekan progresivitas penyakit, mencegah komplikasi, serta mengurangi beban rujukan ke fasilitas kesehatan tingkat lanjutan. Namun, pemanfaatan layanan FKTP masih dihadapkan dengan berbagai tantangan. Penelitian ini bertujuan untuk melihat faktor-faktor yang mempengaruhi layanan kesehatan di FKTP. Penelitian ini menggunakan data sekunder data sampel BPJS Kontekstual DM tahun 2017-2023. Data dianalisis secara univariat, bivariat, dan multivariat menggunakan regresi. Hasil analisis distribusi frekuensi pemanfaatan layanan kesehatan FKTP tahun 2017-2023 didominasi oleh Puskesmas (59,08%). Peserta BPJS dengan segmen peserta Bukan Pekerja, berjenis kelamin perempuan, status perkawinan cerai, lansia (>65tahun), memiliki hak kelas rawat I, dan berdomisili di DKI Jakarta memiliki kemungkinan lebih besar mengunjungi pelayanan FKTP. Faktor segmentasi kepesertaan, jenis kelamin, usia, status perkawinan, hak kelas rawat, dan provinsi FKTP memiliki pengaruh signifikan terhadap penggunaan layanan FKTP oleh peserta JKN dengan DM


 

The International Diabetes Federation (IDF) report reports that the prevalence of diabetes mellitus in Indonesia in adults increases every year and causes an increase in health costs. Health services at the Primary Health Facility (FKTP) level function as gatekeepers in providing promotive, preventive, curative, and rehabilitative services that are expected to help suppress disease progression, prevent complications, and reduce the burden of referrals to advanced health facilities. However, the use of FKTP services still faces various challenges. This study aims to examine the factors that influence health services at FKTP. This study uses secondary data from the Contextual BPJS DM sample data for 2017- 2023. Data were analyzed univariately, bivariately, and multivariately using regression. The results of the frequency distribution analysis of the use of FKTP health services for 2017-2023 were dominated by Community Health Centers (59.08%). BPJS participants with the Non-Worker participant segment, female, divorced, elderly (>65 years), have class I care rights, and are domiciled in DKI Jakarta are more likely to visit FKTP services. The factors of participant segmentation, gender, age, marital status, class care rights, and FKTP province have a significant influence on the use of FKTP services by JKN participants with DM

Read More
T-7231
Depok : FKM-UI, 2025
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Fredrik Lumbantobing; Pembimbing: Atik Nurwahyuni; Penguji: Budi Hidayat, Kurnia Sari, Doni Hendrawan, Ismiwanto
T-4311
Depok : FKM-UI, 2015
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ruly Wahyuni; Pembimbing: Atik Nurwahyuni; Penguji: Budi Hidayat, Pujiyanto, Upik Rukmini, Agus Marzuki Prihantoro
Abstrak: Pemanfaatan pelayanan kesehatan mempunyai pengaruh dalammeningkatkan status kesehatan lanjut usia. Jumlah lanjut usia di Indonesia tahun2012 merupakan nomor lima terbesar di dunia dan jika dibandingkan dengantahun 1990 jumlah tersebut diprediksikan akan meningkat 414% pada tahun 2025namun tingkat pemanfaatan pelayanan kesehatan lansia di Indonesia paling rendahdi antara tetangga di Asia Tenggara, sedangkan angka kesakitan lansia tahun 200529,98% dan tahun 2007 meningkat menjadi 31,11%..Penelitian ini merupakan analisis data sekunder Susenas tahun 2012 yangmerupakan penelitian kuantitatif dengan rancangan cross sectional danmenggunakan uji chi square. Penelitian ini bertujuan untuk melihat determinanyang berhubungan dengan pemanfaatan pelayanan kesehatan di rawat jalan(RJTP/RJTL) dan rawat inap pada lanjut usia di Indonesia. Unit analisis adalahlanjut usia berumur ≥ 60 tahun yang mengalami keluhan kesehatan.Hasil analisis menunjukkan bahwa pemanfaatan yankes pada lansiamemang sangat rendah dengan masih banyaknya lansia dengan keluhan kesehatannamun tidak memanfaatkan yankes (unmet need), faktor yang berhubungandengan pemanfaatan pelayanan kesehatan rawat jalan tingkat pertama (RJTP):pendidikan, kepemilikan jamkes, status ekonomi, variabel urban/rural, gangguanaktivitas; sedangkan di rawat jalan tingkat lanjut(RJTL) yaitu: status kawin,pendidikan, pekerjaan, kepemilikan jamkes, status ekonomi, urban/rural sertagangguan aktivitas; Serta di rawat inap(ranap): pendidikan, kepemilikan jamkes,status ekonomi, gangguan aktivitas.Saran dari studi ini adalah Untuk meningkatkan utilisasi/pemanfaatanpelayanan kesehatan di Puskesmas maka diharapkan adanya sosialisasi yangberkesinambungan kepada masyarakat tentang pentingnya pemeliharaankesehatan lansia, meningkatkan akses informasi pelayanan kesehatan bagi lansia,mendorong Pemerintah Pusat dan Daerah untuk memberi dukungan anggarandalam menyediakan fasilitas pelayanan kesehatan yang sesuai dengan kondisilansia, diantaranya Home Care bagi lansia, menambah dan memperkuat sertapemerataan tenaga kesehatan yang terlatih dalam menangani lansia, memperluascakupan jaminan kesehatan yang menjamin seluruh biaya pengobatan para lansiatermasuk lansia dengan kasus multipatologis, mendorong Pemerintah Pusatmaupun Daerah untuk mensosialisasikan ke para dokter di pelayanan kesehatantingkat Pertama seperti Puskesmas, Dokter praktek Umum supaya lebihmemahami konsep dan penerapan SJSN.Kata Kunci:Pemanfaatan pelayanan kesehatan, unmet need, Susenas Panel 2012.
Utilization of health services have an influence in improving the healthstatus of the elderly. The number of elderly people in Indonesia in 2012 is the fifthlargest in the world and when compared with 1990 that number is projected to beincreased 414% by the year 2025, but the level of utilization of health services inthe Indonesian elderly is the lowest among Southeast Asian countries, while themorbidity of elderly in 2005 is 29.98% and increased in 2007 which reached31.11%.This study is a secondary data analysis of Susenas Panel in 2012 which isa quantitative study with cross-sectional design and the use of chi square test. Thisstudy aims to look at the determinant related to the utilization of health services inoutpatient (RJTP / RJTL) and hospitalization in the sick elderly in Indonesia. Theunit of analysis is the elderly aged ≥ 60 years who had health complaintsThe analysis showed that the utilization of health services is very low inthe sick elderly because still many elderly with health complaints but does notutilize health services (unmet need), factors related to the utilization of outpatienthealth services first level (RJTP): education, ownership health insurance,economic status, variable urban / rural, impaired activity; while in outpatientsettings (RJTL) ie: marital status, education, occupation, ownership healthinsurance, economic status, urban / rural and impaired activity; in the facility ofhospitalization (ranap): education, ownership health insurance, economic status,impaired activity.Suggestions of this study is to increase the utilization of health services atthe health center, it is expected that continuous socialization to the communityabout the importance of elderly health maintenance, improving access to healthcare information for the elderly, encourage the Central and Local Government toprovide budget support in providing health care facilities in accordance with theconditions of the elderly such as home care service, add and strengthend theequity of health personnel trained in handling elderly, expanding health insurancecoverage that ensures the entire cost of treatment of the elderly including elderlywith multipatologis case, encourage central and regional government to socializethe doctors at first level health services such as health centers, physician practices,so that the health personel at the first level better understand the concept andapplication of the Social Security System.Key words :Utilization of health services, unmet need, Susenas Panel 2012
Read More
T-4097
Depok : FKM-UI, 2014
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dian Kurniawati; Pembimbing: Mardiati Nadjib/ Penguji: Jaslis Ilyas, Ede Surya Darmawan, Tati Suryati
Abstrak: Infeksi saluran pernafasan akut (ISPA) merupakan penyakit menular melaluiudara yang menyerang saluran nafas atas hingga saluran nafas bawah. ISPA padabalita terutama pneumonia merupakan penyebab kematian kedua di Indonesia.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemanfaatan fasilitas kesehatan olehbalita penderita ISPA di Indonesia berdasarkan Riskesdas 2013. Sampel padapenelitian cross sectional ini adalah balita penderita ISPA dan menjadi sampelRiskesdas 2013, berjumlah 23.310 orang. Hasil penelitian, 36% balita penderitaISPA memanfaatkan fasilitas kesehatan. Terdapat hubungan antara umur, waktutempuh, dan alat transportasi ke fasilitas kesehatan dengan pemanfaatan fasilitaskesehatan. Akses yang dianalisis yaitu waktu tempuh dan alat transportasi yangdigunakan terbukti berhubungan dengan pemanfaatan fasilitas pelayanankesehatan balita dengan ISPA. Faktor yang berhubungan dengan pemanfaatanfasilitas kesehatan adalah umur, waktu tempuh dan alat transportasi ke fasilitaskesehatan. Masih ada kendala akses dalam pemanfaatan fasilitas kesehatanterutama di pedesaan dan luar Pulau Jawa. Pemerintah perlu memperhatikanpeningkatan akses ke fasilitas kesehatan di pedesaan dan luar Pulau Jawa sertameningkatkan program pencegahan.Kata kunci: pemanfaatan fasilitas pelayanan kesehatan, balita, infeksi saluranpernafasan akut (ISPA), Indonesia, Riskesdas 2013.
Acute respiratory infections (ARI) was airborne communicable diseases, attacksupper respiratory to lower respiratory track. ARI in children under 5 years,especially pneumonia was second leading cause of death in Indonesia. Theobjective of this study was to know the healthcare facilities utilization among thechildren under five with ARI in Indonesia. Samples were the children under fivewith ARI in Riskesdas 2013, amounted to 23,310. The study found that only 36%children under five with ARI utilized healthcare facilities. Factors related to theutilization were age, time, and transportation to healthcare facilities withhealthcare facilities utilization. Factors associated with utilization were age,times and transportation to healthcare facilities. It was suggested to solve barrierto access healthcare facilities in rural and outside Java island, as well ascontinuing preventive programs.Key words: utilization of healthcare facilities, children under 5 years, acuterespiratory infections (ARI) , Indonesia , Riskesdas 2013
Read More
T-4675
Depok : FKM-UI, 2016
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Arthur Andreas Alfonso; Pembimbing: Ascobat Gani; Penguji: Pujiyanto, Beno Herman, Wasja
Abstrak:

Indonesia telah menjadi pelopor dalam pengelolaan program jaminan kesehatan sosial (JKN) terbesar di dunia. Program ini diinisiasi sejak tahun 2011 berdasarkan Undang-Undang No 40 tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional dengan pencapaian kepesertaan JKN sebesar 96% terhadap jumlah penduduk pada Desember 2023. Cakupan kesehatan semesta sebagai salah satu upaya dalam program JKN tidak hanya berkaitan dengan kepesertaan, tetapi juga mencakup manfaat yang diterima serta mekanisme pembiayaannya. Ekuitas sebagai salah satu asas dalam memenuhi persyaratan Universal Health Coverage (UHC) masih menjadi masalah dalam pelaksanaan program JKN ini, hal ini terlihat dari data grafik yang dianalisa oleh Ascobat Gani pada tahun 2019 bahwa masih terjadi disparitas yang sangat signifikan antara wilayah propinsi di Indonesia. Tujuan dari penelitian ini untuk melakukan analisis terhadap faktor dari sisi penyedia atau supply side yang mempengaruhi terjadinya disparitas pemanfaatan layanan kesehatan pada fasilitas kesehatan tingkat pertama program JKN. Penelitian ini menggunakan data sekunder BPJS Kesehatan, dan data publikasi dari Kementrian Keuangan dan Kemntrian Dalam Negeri serta Badan Pusat Statistik. Data dianalisis secara univariat, bivariat, dan multivariat dengan menggunakan metode regresi linier berganda. Secara statistik, pemanfaatan layanan kesehatan ditingkat pertama dipengaruhi sebesar 30% oleh kondisi geografis melalui alat ukur status keterpencilan Desa melalui variabel Skor Indeks Desa Membangun (IDM), dan kondisi sosioekonomi melalui alat ukur kapasitas fiskal dan persentase Pendapatan Asli Daerah (PAD) terhadap APBD kabupaten dan kota. Skor IDM dan Persentase PAD terhadap APBD secara signifikan berpengaruh positif sedangkan rasio kapasitas fiskal daerah secara signifikan berpengaruh negatif dengan nilai signifikansi P < 0,05 terhadap kontak rate kunjungan rawat jalan tingkat pertama


Indonesia has become a pioneer in managing the largest social health insurance (JKN) program in the world. This program was initiated in 2011 based on Law No. 40 of 2004 concerning the National Social Security System with the achievement of JKN membership of 96% of the total population in December 2023. Universal health coverage as one of the efforts in the JKN program is not only related to membership, but also includes the benefits received and the financing mechanism. Equity as one of the principles in fulfilling Universal Health Coverage (UHC) requirements is still a problem in the implementation of the JKN program. This can be seen from graphic data analyzed by Ascobat Gani in 2019 that there are still very significant disparities between provincial regions in Indonesia. The aim of this research is to conduct an analysis of factors from the provider side or supply side that influence disparities in health service utilization in first level health facilities of the JKN program. This research uses secondary data from BPJS Kesehatan, and published data from the Ministry of Finance and Ministry of Home Affairs as well as the Central Statistics Agency. Data were analyzed univariately, bivariately and multivariately using multiple linear regression methods. Statistically, the utilization of health services at the first level is influenced by 30% by geographical conditions through measuring village remoteness status through the Village Development Index Score (IDM) variable, and socio-economic conditions through measuring fiscal capacity and the percentage of Regional Original Income (PAD) to the district APBD and city. The IDM score and the percentage of PAD to APBD have a significant positive effect, while the regional fiscal capacity ratio has a significant negative effect with a significance value of P < 0.05 on the contact rate of first level outpatient visits.

Read More
T-7044
Depok : FKM UI, 2024
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rosselini Triana; Pembimbing: Pujiyanto; Penguji: Vetty Yulianty Permanasari, Purnawan Junadi, Donni Hendrawan, Laila Mahmudah
Abstrak:
Sejak mulai diimplementasikan pada tahun 2014, program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) telah mendorong peningkatan utilisasi pelayanan kesehatan bagi ibu hamil baik di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) maupun di Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL). Pelayanan kesehatan ini seharusnya dapat dimanfaatkan oleh seluruh masyarakat Indonesia tanpa ada halangan. Geografis Indonesia yang luas menjadi salah satu hambatan dalam memanfaatkan pelayanan kesehatan. Menggunakan metode analisa cross sectional, penelitian ini melihat karakteristik utilisasi pelayanan antenatal care (ANC) di Indonesia menggunakan data sampel BPJS Kesehatan tahun 2023. Selanjutnya dilakukan analisa menggunakan regresi logistik dengan model logit dengan menggunakan estimator maximum likelihood untuk melihat pengaruh geografis terhadap utilisasi pelayanan antenatal care (ANC). Kami menemukan bahwa terdapat pengaruh provinsi tempat tinggal, usia, status perkawinan, hak kelas rawat dan segmen kepesertaan dalam utilisasi pelayanan ANC dengan signifikansi 5%. Temuan ini menunjukkan bahwa peserta yang berada di 28 Provinsi berpeluang memanfaatkan pelayanan ANC dibandingkan dengan peserta yang berada di Papua Barat. Peserta dengan status kawin berpeluang 1,09 kali dibandingkan peserta belum kawin/cerai. Peserta dengan hak kelas rawat 1 dan 2 berpeluang lebih besar dalam memanfaatkan pelayanan ANC. Peserta PBI berpeluang lebih besar daripada peserta nonPBI dalam memanfaatkan pelayanan ANC.

Since its implementation in 2014, the National Health Insurance programme has encouraged utilization of health care for pregnant mothers in both primary and secondary health care. This should be accessible to the entire Indonesian without any obstacles. Indonesia's vast geography has become one of the obstacles to access health services. Using cross sectional analysis methods, the study looked at the characteristics of the utilization of antenatal care services (ANC) in Indonesia using Social Health Insurance Sample Data 2023. We found that there was an influence of province of residence, age, marital status, rights of the care class and segments of participation in the utilization of ANC with a significance of 5%. These findings show that participants in the 28 provinces had a greater chance of having ANC compared to participants in West Papua. Participants with married status were 1.09 times more likely than non-married/divorced participants. Participants with 1st and 2nd grade entitlements are more likely to take advantage of the ANC services. PBI participants have a greater chance than non-PBI participants for having ANC services.
Read More
T-6956
Depok : FKM UI, 2024
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Lutfi Nurzaman; Pembimbing: Luknis Sabri; Penguji: Besral, Farida Mutiarawati Tri Agustina, Juhandi
T-2611
Depok : FKM-UI, 2007
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive