Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 32602 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Jimmy Agung Pambudy; Pembimbing: Sandi Iljanto; Penguji: Mardiati Nadjib, Pujiyanto, Dewi Yuliawaty, Beny Hartono
Abstrak: RS Jantung Sehat merupakan rumah sakit khusus jantung swasta yang hingga saatini belum menjalin kerja-sama dengan BPJS dalam penyelenggaraan jaminankesehatan. Hal ini disebabkan karena adanya kesenjangan tarif antara tarif rumahsakit dengan tarif yang ditetapkan oleh BPJS kesehatan. Dengan adanyakesenjangan tarif antara tarif rumah sakit Jantung Sehat dengan tarif pasien BPJS,maka rumah sakit sangat membutuhkan input dalam bentuk informasi yanglengkap, salah satunya adalah perhitungan biaya satuan (unit cost) untukpelayanan intervensi non bedah. Tujuan penelitian ini adalah menghitung biayasatuan (unit cost) di RS Jantung Sehat Jakarta dengan menghitung biaya langsungdan biaya tidak langsung yang terjadi. Jenis penelitian ini adalah analisisdeskriptif dengan pendekatan studi kasus dan menggunakan data primer berupawawancara dan data sekunder dari RS Jantung Sehat, penghitungan biayamenggunakan metode Activity Based Costing (ABC).Berdasarkan hasil penghitungan biaya tindakan PCI tanpa penyulit diperoleh ;Biaya satuan aktual tindakan PCI tanpa penyulit sebesar Rp. 24.984.200,22,- ;Total biaya langsung (Investasi) sebesar Rp. 67.241.952,80 ; Total biayalangsung (Operasional) sebesar Rp. 686.393.711,12 ; Total Biaya langsung(Pemeliharaan) sebesar Rp. 11.914.085,65 ; Total Biaya Penunjang (Investasi danOperasional) sebesar Rp. 18.042.818,84. CRR antara revenue pasien swastadengan biaya satuan aktual sebesar192.12% sedangkan CRR antara revenuepasien BPJS dengan biaya satuan aktual sebesar 40.91%.Kebijakan kenaikan kelas rumah sakit Jantung Sehat dan kebijakan efisiensi biayaharus ditetapkan oleh rumah sakit agar dapat melayani pasien BPJS tanpamengalami kerugian yang dapat mengancam kelangsungan hidup rumah sakit.Kata kunci : Unit Cost, Activity Based Costing (ABC)
Jantung Sehat Hospital is a private cardiac hospital that has not establishedcooperation with BPJS in the administration of health insurance until now. This iscaused by the discrepancy between tariff rates by the hospital with tariff rates thatby BPJS Health Services. Hence, the difference of tarrifs mentioned above,makes the hospital requires input in the form of complete information, which oneof the information is the cost calculation unit (unit cost) for the non-surgicalintervention services. The purpose of this study is to calculate the unit cost in theJantung Sehat Hospital Jakarta by calculating the direct and indirect cost thatoccurs. The type of this reserach is descriptive analysis, with the case studyapproach and the use of primary data in the form of interviews and secondary datafrom the Jantung Sehat Hospital. The methods of the cost calculations is usingActivity Based Costing (ABC).Based on the results of the PCI costs calculation whithout complicating, obtained;The actual unit cost measures without complication PCI is Rp 24,989,200.22 ,- ;Total Direct Costs (investment) is Rp. 67.241.952,80 ; Total Direct Cost(Operational) is Rp. 686.393.711,12 ; Total Direct Costs (Maintenance) is Rp.11.914.085,65 ; Total Costs of Support (Investment and Operational) is Rp.18.042.818,84. The CRR between private patient revenue with actual unit cost is192.12% while the percentage of CRR between BPJS Health Service patientrevenue with actual unit cost is 40.91%.The policy to increase the class of Jantung Sehat Hospital and the cost efficiencypolicy should be set by the hospital to serve BPJS Healt Service patients withoutexperiencing losses which could endanger the existence of the hospital itself.Keywords : Unit Cost, Activity Based Costing (ABC)
Read More
B-1814
Depok : FKM-UI, 2016
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Fenny Hamka; Pembimbing: Pujiyanto; Penguji: Budi Hidayat, Kurnia Sari, Atiek S. Asmawati
B-1277
Depok : FKM UI, 2011
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Atty Supraba; Pembimbing: Puput Oktamianti; Penguji: Kurnia Sari, Atik Nurwahyuni, Ermilda Sriwastuti, Abdi Setia Putra
B-1641
Depok : FKM UI, 2014
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ria Hendarwulan; Pembimbing: Ede Surya Darmawan; Penguji: Pujiyanto. Nienne Aridayanthi Hainum, Lies Nugrohowati
Abstrak: Pemerintah telah berupaya mencegah dan mengurangi angka kejadian penyakit dengan Inpres No.1 Tahun 2017 tentang GERMAS. GERMAS adalah suatu tindakan sistematis dan terencana yang dilakukan secara bersama-sama oleh seluruh komponen bangsa dengan kesadaran, kemauan dan kemampuan berperilaku sehat untuk meningkatkan kualitas hidup. Puskesmas merupakan ujung tombak pelayanan kesehatan di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan GERMAS di Puskesmas Kota Depok tahun 2019. Desain penelitian ini adalah cross-sectional dan data dikumpulkan dari 30 Puskesmas di Kota Depok. Analisis data statistik univariat dengan distribusi frekuensi, analisis bivariat menggunakan chi-square dan analisis multivariat dengan korelasi logistik Hasil penelitian menunjukkan 83,3% Puskesmas melaksanakan sosialisasi GERMAS dan edukasi sehat, 100% Puskesmas melakukan penyuluhan ASI ekslusif, 83.3 % Puskesmas melakukan kegiatan deteksi dini penyakit, IVA dan Ca mammae dan 80% Puskesmas melakukan kegiatan sosialisasi gemar aktivitas fisik. Ketersediaan sumber daya manusia, dana, sarana dan prasarana dalam pelaksanaan GERMAS di Puskesmas Kota depok memadai, namun belum adanya petunjuk pelaksana/SK dari Dinas Kesehatan maupun SK Kepala Puskesmas untuk pelaksanaan GERMAS di Puskesmas. Saat ini petunjuk pelaksana yang dipakai sebagai pedoman kegiatan GERMAS masih mengikuti Perwal yang ada. Perencanaan dan pengorganisasiannya belum mempunyai roadmap pelaksanaan GERMAS di Puskesmas dan 70 % Puskesmas pengawasannya baik. Terdapat hubungan yang signifikan antara sarana dan prasarana terhadap kegiatan GERMAS (p-value<0,05). Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara perencanaan, pengorganisasian dan pelaksanaan terhadap kegiatan GERMAS (p-value >0,05) dan terdapat hubungan yang signifikan antara pengawasan dengan pelaksanaan GERMAS . Analisis multivariat menunjukkan faktor yang dominan mempengaruhi kegiatan GERMAS adalah pengawasan. Puskesmas diharapkan meningkatkan sosialiasi dan upaya pemberdayaan masyarakat dalam pelaksanaan GERMAS.
Read More
B-2139
Depok : FKM-UI, 2020
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ardiansyah; Pembimbing: Amal Chalik Sjaaf; Penguji: Kurnia Sari, Pujiyanto, Dovy Djanas, Pribadi Wiranda Busro
Abstrak:
Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan desain penelitian kualitatif dan kuantitatif dengan tujuan melakukan analisis perhitungan biaya satuan tindakan bedah jantung Coronary Artery Bypass Graft (CABG) dalam satu episode rawatan dengan metode Activity Based Costing (ABC) di RSUP DR. M. Djamil Padang. Penelitian dilakukan di RSUP Dr M. Djamil Padang, Waktu penelitian November-Desember 2023. Terdapat 23 sampel pada penelitian ini. Semua sampel yang ada dibuatkan simulasi aktivitasnya berdasarkan telaah berkas klaim, wawancara, serta observasi langsung untuk mendapatkan gambaran terkait komponen biaya yang memengaruhi pelayanan pasien operasi bedah jantung CABG dalam satu episode rawatan. Berdasarkan hasil analisis biaya didapatkan bahwa biaya satuan pasien operasi bedah jantung CABG di RSUP M. Djamil Padang dalam satu episode rawatan didapatkan total unit cost sebesar Rp. 141.143.737,56. Total biaya langsung Rp. 124.767.235,56 dan biaya tidak langsung adalah sebesar Rp. 16.376.502,00. Kedisiplinan dalam menjalankan clinical pathway menjadi kunci utama bagi rumah sakit untuk melakukan efektivitas pembiayaan. Jumlah operasi memiliki potensi besar untuk ditingkatkan mengingat antrian bedah jantung terbuka di RSUP M. Djamil Padang sudah mencapai enam bulan lebih. Semakin banyak operasi yang dilakukan akan berdampak positif terhadap efektivitas biaya. Beberapa BMHP, alat-alat kesehatan, pemeriksaan laboratorium, pemeriksaan radiologi dan pemberian obat-obatan bisa lebih diefektifkan yang berdasarkan analisis penelitian ini mampu mengefektifkan biaya sampai dengan 25-30%.

This is a descriptive study with a qualitative and quantitative design with the aim to analyze the unit cost of Coronary Artery Bypass Graft (CABG) heart surgery in one hospitalization episode using the Activity Based Costing (ABC) method at RSUP DR. M. Djamil Padang. The research was conducted at Dr M. Djamil Hospital Padang on November-December 2023 with 23 samples. All existing samples were simulated activities based on a review of claims files, interviews, and direct observation to get an idea of the cost components that influence the CABG heart surgery patients in one episode of hospitalization. Based on the cost analysis results, it was found that the unit cost for CABG heart surgery patients at M. Djamil General Hospital in Padang in one hospitalization period was Rp. 141,143,737.56. Total direct costs are Rp. 124,767,235.56 and indirect costs are Rp. 16,376,502.00. Discipline in implementing clinical pathways is the main key for hospitals to make financing effective. The number of operations has great potential to be increased considering that the queue for open heart surgery at M. Djamil Hospital in Padang has reached more than six months. The more operations performed will have a positive impact on cost effectiveness. Several disposable medical materials, medical devices, laboratory examinations, radiological examinations and administration of medicines can be made more effective, which based on the analysis of this analysis can reduce the costs until 25-30%.
Read More
B-2413
Depok : FKM-UI, 2024
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Virna Wita; Pembimbing: Hendrik M. Taurany; Penguji: Amal Chalik Sjaaf, Wahyu Sulistiadi, Budi Hartono
Abstrak:

Dalam era globalisasi tumbuhnya rumah sakit menyebabkan terjadinya kompetisi antar rumah sakit yang makin keras untuk dapat merebut pasar yang semakin terbuka lebar. Hal ini mendorong pihak rumah rumah sakit maupun stakeholder untuk menghitung secara riil berapa biaya pelayanan yang dibutuhkan sehingga dapat menjadi alat dalam pembiayaan pelayanan kesehatan tanpa mengurangi mutu pelayanan yang diberikan, yaitu dengan melakukan analisis perhitungan biaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besaran biaya satuan tindakan appendiktomi akut di kamar operasi rumah sakit X dengan menghitung biaya langsung dan tidak langsung yang terjadi. Penelitian ini merupakan penelitian operational research dan bersifat deskriptif analisis dengan menggunakan data sekunder rumah sakit tahun 2010 di RS X Jakarta. Metode perhitungan biaya menggunakan metode ABC (Activity Based Costing) dan distribusi sederhana. Metode ABC untuk mengalokasikan biaya langsung dengan menghitung biaya dari kegiatan yang terjadi menggunakan cost driver berdasarkan waktu kegiatan. Metode distribusi sederhana untuk mengalokasikan biaya tidak langsung yang secara tidak langsung terlibat dalam pelayanan appendiktomi dengan melakukan pendistribusian biaya dari unit penunjang ke unit produksi (kamar operasi). Biaya satuan aktual appendiktomi sebesar Rp. 5.344.551,48,- dan biaya satuan normatif sebesar Rp. 5.312.912,-. Biaya operasional jasa medis dan paramedis merupakan biaya yang terbesar.


 In an era of growing globalization of the hospital which led to competition among hospitals is increasingly more difficult to capture the wide open market. This prompted the hospital as well as the stakeholders to quantify how much the real cost of services is needed, and could be a reference tool in health care financing without reducing the quality of service provided by analyzing the cost calculation. The objective of this study is to determine the amount of unit cost in acute appendectomy surgery at operating room of hospital X by calculating the direct costs and indirect costs. This research type is operational research and descriptive analysis by using secondary data from hospital X Jakarta for the year 2010. Methods of cost calculation are ABC (Activity Based Costing) and simple distribution. ABC method is used for allocating direct costs by calculating the cost of activities that occur using time-based cost driver activity. Simple distribution method is used for allocating indirect costs that are not directly involved in appendectomy service by distribution of unit costs which supports the production unit (operating room). Actual unit cost of appendectomy surgery is Rp. 5.344.551,48, - and normative unit cost is Rp. 5.312.912, -. Operational costs of medical and paramedical consumable materials become the largest consumption.

Read More
B-1399
Depok : FKM UI, 2012
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Imas Rahmi Wisdiani; Pembimbing: Mardiati Nadjib; Penguji: Jaslis Ilyas, Djoni Darmadjaja
Abstrak:

ABSTRAK Nama : Imas Rahmi Wisdiani Program Studi : Kajian Adminstrasi Rumah Sakit Judul Tesis : Analisis Implikasi Sistem Pembayaran JKN terhadap Pendapatan Rumah Sakit di Dua Rumah Sakit Swasta Kelas C di Karawang Tahun 2017 (Studi Kasus Herniotomi Tanpa Penyulit) Besaran tarif yang diatur dalam INA-CBG mendorong rumah sakit untuk menciptakan berbagai macam upaya khususnya berupa usaha pengendalian biaya agar tercipta efisiensi yang baik dan mutu pelayanan kesehatan tetap berkualitas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implikasi system pembayaran JKN terhadap pendapatan rumah sakit di dua rumah sakit swasta kelas C berdasarkan tarif BPJS dan tarif rumah sakit. Desain penelitian ini berupa studi kasus di dua rumah sakit swasta kelas C dengan desain potong lintang dan melihat tren yang terjadi pada periode tahun 2014 – 2016. Pengumpulan data dilakukan dalam dua bagian, analisis kuantitatif  bertujuan untuk menganalisis selisih pendapatan berdasarkan tarif BPJS dan tarif rumah sakit dan menganalisis komponen-komponen yang menentukan besaran tarif rumah sakit. Analisis kualitatif bertujuan untuk mendapatkan informasi kebijakan-kebijakan dan upaya-upaya yang dilakukan oleh pihak manajemen rumah sakit dalam merespon selisih biaya. Penelitian dilakukan pada bulan Mei – Juni 2017 di RS A dan RS B dengan karakteristik rumah sakit yang mirip dan bekerjasama dengan BPJS sejak tahun 2014. Terdapat  selisih negatif antara pendapatan berdasarkan tarif umum dengan pendapatan berdasarkan tarif BPJS pada periode tahun 2014 – 2016 baik di RS A maupun di RS B. Selisih negative di RS A sebesar  21,2% dari nilai pendapatan berdasarkan tarif umum, dan selisih negative di RS B sebesar 50,5% dari nilai pendapatan berdasarkan tarif umum. Besaran tarif dan metode pembayaran INACBGs menyebabkan adanya upaya-upaya efisiensi dan kendali biaya rumah sakit bagi pasien BPJS berupa pembayaran jasa medis yang lebih rendah, penggunaan obat generik, pengendalian pemeriksaan penunjang, pengendalian biaya di ruang operasi serta pengendalian jumlah hari rawat. Kata kunci : pembayaran JKN, pendapatan Rumas sakit,  Rumah Sakit swasta,


ABSTRACT Nama : Imas Rahmi Wisdiani Program Studi : Hospital Administration Judul Tesis : Analysis on JKN Payment System and its relation to Hospital Income in two type C private hospitals in Karawang, 2017 The implementation of payment system using INA-CBGs (bundling) has lead hospital to improve efficiency to provide good quality of care. The purpose of this study is to analyze implication of JKN payment system toward hospital revenue in two type C private hospitals. This case study in two type C private hospitals was done using Cross Sectional design. Data was retrospectively collected to capture trend for period 20142016,and analysed to compare hospital revenue using hospital charge vs BPJS payment scheme as set up by BPJS. The study was conducted in May-June 2017 covering 548 cases with Herniotomy in the two private hospitals with similar characteristics and contracted as BPJS service provider since 2014. The study revealed that both hospitals tend to have lower revenue from BPJS using bundling scheme as compared to hospital charge, for period 2014-2016. The result showed that in hospital A  21,2% loss and in hospital B was 50,5% loss, this may caused by unefficient use of resources, or no proper monitoring system. The two hospitals have tried to improved efficiency, implement cost containment such as fee adjustment, use of generic drug, proper length of stay, cost containment in providing medical exam and operation. Key words: JKN payment, private hospital, revenue

Read More
B-1928
Depok : FKM-UI, 2017
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Erita Fitri Surbakti; Pembimbing: Kurnia Sari; Penguji: Prastuti Soewondo, Pujiyanto, Alvina Rubianti, Doni Arianto
Abstrak: Percutaneous Coronary Intervention (PCI) adalah suatu tindakan intervensi nonbedah dengan menggunakan kateter untuk melebarkan atau membuka pembuluhkoroner yang menyempit dengan balon dan dilanjutkan dengan pemasangan stent agarpembuluh darah tetap terbuka. Proses penyempitan pembuluh darah koroner ini dapatdisebabkan proses aterosklerosis atau thrombosis. PCI merupakan suatu tindakan yangbiayanya relatif mahal. Hal ini terkait dengan sumber daya manusia yang terlibat, bahanhabis pakai yang digunakan dan penggunaan alat-alat medik. Penelitian ini bertujuanuntuk menganalisis faktor-faktor yang terkait dengan biaya perawatan pasien dengantindakan PCI di RSUP Fatmawati. Penelitian ini merupakan penelitian cross sectionaldengan pendekatan kuantitatif melalui telaah data Sistem Informasi Rumah Sakit(SIRS), billing dan unit cost dan pendekatan kualitatif melalui wawancara mendalam.Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata biaya perawatan untuk tindakan PCI diRSUP Fatmawati pada tahun 2017 adalah sebesar Rp53.629.532, dan komponen biayaterbesar dari total biaya perawatan tindakan PCI adalah biaya tindakan intervensi PCI,yaitu 82,8%. Hasil uji statistik menunjukkan bahwa variabel yang berpengaruh terhadapbiaya perawatan adalah tingkat keparahan penyakit, lama hari rawat, penggunaan ICCUdan jumlah stent, sedangkan kelas perawatan, jumlah oklusi pembuluh darah dan kasuselektif tidak berpengaruh terhadap total biaya perawatan.Kata kunci:Percutaneous Coronary Intervention, Cost of Percutaneous Coronary Intervention,Hospital PCI cost, stent jantung
Percutaneous Coronary Intervention is a nonsurgical intervention procedure byusing a catheter to dilate or open coronary vessels that are narrow with balloons andfollowed by stent replacement to keep blood vessels open. The process of narrowing ofthese coronary arteries can be due to the process of atherosclerosis or thrombosis. PCI isan procedure that is relatively expensive. It is related to the human resources involved,the consumabled used and the used of medical devices. This study aims to analyse thefactors associated with patient care costs with PCI procedure at Fatmawati GeneralHospital. This cross sectional study was conducted quantitatively through hospitalinformation system, billing and unit cost, and qualitatively through in-depth interview.The results show that the average cost for PCI procedure at Fatmawati General Hospitalin 2017 was Rp53,629,532 and the largest cost component of total PCI cost was the costof PCI intervention measure of 82,8%. The statistic results showed that the variablesseverity level, length of stay, use of ICCU and number of stents are correlated with totalcosts of procedure PCI, but variable room class, blood vessel occlusion and electivecases is not correlated to total cost of PCI.Keywords:Percutaneous Coronary Intervention, Cost of Percutaneous Coronary Intervention,Hospital PCI cost, Coronary stent.
Read More
B-1977
Depok : FKM-UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Reny Puspita; Pembimbing: Jaslis Ilyas; Penguji: Sandi Iljanto, Dumilah, Ichsan Hanafi
B-1730
Depok : FKM UI, 2015
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dionisius Indri Priyobodo; Pembimbing: Wiku Bakti Bawono Adisasmito; Penguji: Pujiyanto, Mochamamad Ridwan Indivana, Amila Megraini
Abstrak:
Dalam era JKN ini, unit cost diperlukan untuk membantu dalam mengelola keuangan rumah sakit dan bisa menambah atau mempertahankan pendapatan rumah sakit. Tonsilektomi merupakan salah satu tindakan tersering di bagian THT di banyak rumah sakit di dunia. Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh biaya satuan pasien tonsilektomi di RS Aisyiyah Bojonegoro dan perbandingannya dengan tarif INA-CBGs. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan variabel yaitu direct cost, indirect cost, dan biaya total pada pasien yang mendapatkan tindakan tonsilektomi di RS Aisyiyah Bojonegoro. Metode perhitungan biaya ini menggunakan sistem ABC. Biaya satuan pasien yang mendapatkan tonsilektomi ringan pada kelas 1 sebesar Rp 5.585.881,24 dibandingkan dengan tarif INA-CBGs sebesar Rp 5.118.600,00, kelas 2 sebesar Rp 5.361.090,46 dibandingkan dengan tarif INA-CBGs sebesar Rp 4.483.600,00, dan kelas 3 sebesar Rp 5.198.101,09 dibandingkan dengan tarif INA-CBGs sebesar Rp 3.848.600,00. Berdasarkan hasil penelitian ini didapatkan bahwa secara keseluruhan biaya satuan pada tonsilektomi ringan di RS Aisyiyah Bojonegoro tahun 2022 lebih besar dibandingkan dengan tarif INA-CBGs.

In this JKN era, unit costs are needed to help manage hospital finances and can increase or maintain hospital income. Tonsillectomy is one of the most common procedures in the ENT department in many hospitals in the world. The purpose of this study was to obtain unit costs for tonsillectomy patients at Aisyiyah Bojonegoro Hospital and compare them with INA-CBGs rates. This study uses a descriptive method with variables namely direct cost, indirect cost, and total cost in patients who get tonsillectomy at Aisyiyah Bojonegoro Hospital. This cost calculation method uses the ABC system. The unit cost of patients who received mild tonsillectomy in class 1 amounted to Rp 5.585.881,24 compared to the INA-CBGs rate of Rp 5,118,600.00, class 2 amounted to Rp 5.361.090,46 compared to the INA-CBGs rate of Rp 4,483,600.00, and class 3 amounted to Rp 5.198.101,09 compared to the INA-CBGs rate of Rp 3,848,600.00. Based on the results of this study, it was found that the overall unit cost of mild tonsillectomy at Aisyiyah Bojonegoro Hospital in 2022 was greater than the INA-CBGs tariff
Read More
B-2446
Depok : FKM-UI, 2024
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive