Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 9566 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Puji Triastuti; Pembimbing: Ronnie Rivany
B-516
Depok : FKM-UI, 2001
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Achmad Benyamin; Pembimbing: Suprijanto Rijadi; Penguji: Pujiyanto, Mieke Savitri, Endang Adriyani
B-897
Depok : FKM UI, 2005
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Suharno; Pembimbing: Ronnie Rivany
B-687
Depok : FKM-UI, 2003
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sity Kunarisasi; Pembimbing: Supriyanto Riyadi; Penguji: Alex Papilaya, Dumilah Ayuningtyas, Minarsih Murdoko
Abstrak: Dalam upaya mengembangkan Poliklinik Asma RS Persahabatan maka perlu dilakukan analisis situasi lingkungan internal dan situasi lingkungan eksternal untuk tahun 2006 melalui 3 tahap yang dilaksanakan dalam penelitian yaitu : 1.Input Stage melalui proses identifikasi Internal Factors Evaluation (IFE) dan External Factors Evaluation (EFE). 2.Matching Stage dengan Matrix Internal-Eksternal dan Matrix TOWS. 3.Decisison Stage dengan QSPM. Tahap-tahap tersebut didapat dari pengumpulan data melalui pengamatan data sekunder, identifikasi faktor internal dan eksternal melalui wawancara mendalam kepada Kepala Bagian Pulmonologi, Kepala Bagian Asma, Direksi, Staff Pengajar dan pelaksana Poliklinik Asma RS Persahabatan kemudian dilakukan CDMG. Rangkuman CDMG yang pertama untuk bahan CDMG yang kedua menghasilkan program-program yang akan dilaksanakan dalam jangka pendek (1 tahun). Dari hasil penelitian, didapatkan hasil bahwa posisi Poliklinik Asma RS Persahabatan melalui Matrix TOWS terletak pada kuadran Internal Fix It dan melalui Matrix IE terletak pada kuadran Hold and Maintain. Hasil matching kedua matrix tersebut yaitu Product Development. Strategi bisnis untuk mencapai visi dan misi RS Persahabatan dan Bagian Pulmonologi adalah meningkatkan produk yang ada, mutu pelayanan, profesionalisme dan pemasaran dengan kemitraan kerja.
In order to develop Asthma Policlinic of Persahabatan Hospital, it was necessary to make situational analysis of internal and external environment for the year 2006 through 3 stages conducted in the research which were : 1.Input Stage by identifying Internal Factors of Evaluation (IFE) and External Factors of Evaluation (EFE). 2.Matching Stage with both Internal-External Matrix and Matrix TOWS. 3.Decision Stage with QSPM. Stages above were obtained from collected data through secondary data observation, internal and external factor identification resulted from in depth interview with Chief of Pulmonology Department and Asthma, Top management, and Staff of Astma Policlinic of Persahabatan Hospital and then followed by conducting CDMG. First CDMG conclusion for second CDMG material has resulted many programs applicated in a short term (a year). From the research we may conclude that position of Asthma Policlinic of Persahabatan Hospital via TOWS Matrix was at Internal Fix It Quadrant and via IE Matrix was at Hold and Maintain Quadrant. Result of matching both matrix was Product Development. Bussiness strategy to achieve vision and mision of Persahabatan Hospital and Pulmonology Department was to increase existing product, service quality, profesionalism, and marketing with joint venture.
Read More
B-863
Depok : FKM-UI, 2005
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nurdjamil Sayuti; Pembimbing: Ronnie Rivany; Penguji: M. Hafizurrachman, Suprijanto Rijadi, Supriyantoro
Abstrak: Latar Belakang
Dalam menghadapi berbagai perubahan dan tantangan strategis yang mendasar baik internal maupun eksternal, maka pembangunan Nasional khususnya pembangunan Kesehatan harus dapat menjawab tantangan tersebut yang di jabarkan melalui visi Indonesia Sehat 2010. Lebih spesifik lagi dalam bidang pelayanan kesehatan visinya adalah Pelayanan Medik Prima 2010, dengan misi yang khusus mengenai perumah sakitan adalah di antaranya ” Mempersiapkan Sistim Rumah Sakit dan Sarana Kesehatan dalam Menghadapi Perubahan akibat Globalisasi dan Desentralisasi”. Untuk turut mendukung tercapainya Misi tersebut Rumah Sakit di jajaran kesehatan Angkatan Darat melakukan pelayanan terhadap masyarakat umum dengan berpedoman kepada etika perumahsakitan yang ada. Rumah Sakit Salak Bogor yang merupakan bagian dari Rumah Sakit di jajaran Angkatan Darat perlu menyusun perencanaan strategi untuk menselaraskan dengan Misi pemerintah tentang pelayanan Kesehatan.

Tujuan
Untuk keperluan penyusunan perencanaan strategi Rumah Sakit Salak Bogor periode 2006 – 2010 dilakukan penelitian dengan tujuan untuk menganalisis faktor – faktor yang berpengaruh baik eksternal maupun internal.

Metode
Penelitian yang dilakukan menggunakan metode penelitian operasional dengan deskriptif analitik melalui pendekatan kualitatif.

Hasil
Lingkungan eksternal, peluang : Politik, Ekonomi, Sosial, Demografi, Geografi, Pemasok dan Pelanggan, untuk Ancaman : Teknologi dan Pesaing. Lingkungan internal, kekuatan : Visi & Misi, SDM, Produk layanan, Pemasaran dan Keuangan, untuk kelemahan : Fasilitas Fisik, Organisasi dan Sisitim Informasi. Pada formulasi strategi tahap input dengan matriks EFE dan IFE, tahap penentuan posisi dengan matriks IE Hold and Maintain dan matriks SPACE Competitive, selanjutnya dilakukan matching dengan pilihan strategi Product Development dan Market Penetration, pada tahap keputusan dengan QSPM nilai TAS tertinggi pada Product Development pilihan produk layanan Tim Ambulan Cepat.

Kesimpulan
Strategi terpilih yang direkomendasikan adalah Product Development dengan produk layanan Tim Ambulan Cepat.

Kata kunci : Rencana strategi, product development, Tim Ambulan Cepat

Background
In the face of various elementary strategic challenges and as well as internal external changes, National development especially health development should be able to answer the challenges which is formulated by Indonesia Sehat 2010 vision. More specifically the vision of health service is Pelayanan Medik Prima 2010, with one of the special missions regarding hospital services “ Drawing up Hospital systems and Health Media in the face of changes due to Globalization and Decentralization. In order to participate in achieving the mission, Salak Hospital Bogor as an integral part of the Indonesian Army Health services, carries out health services to the public based on conducts the existing ethics. As a consequence Salak Hospital Bogor has to set up a strategic planning.

Objective
A research on the internal and external influencing factors was done to formulate the Salak Hospital Bogor Strategic Planning for 2006 – 2010.

Methods
The research method taken is an operational research with descriptive analysis by qualitative approach.

Results
The external factors are, opportunity : politic, economics, social, demography, geography, customer and supplier. Threat : technological and competitor. The internal factors comprise of Strength : mission and vision, human resources, service product, finance and marketing. Weaknesses : physical facility, organizational and information systems. The input stage of the strategic formulation uses EFE and IFE matrix, the determining stage of position Hold and Maintain with IE matrix, Competitive with SPACE matrix, further stage conducted by matching with strategy choice product development and market penetration, the decision stage uses QSPM with highest TAS value at product development is Rapid Team Ambulance.

Conclusions
The strategic recommended is product development with Rapid Team Ambulance. By implementing the selected strategy into the annual work plan, Salak Hospital Bogor will be able to improve his performance gradually and continuously.

Keywods : Strategic plan, product development, Rapid Team Ambulance
Read More
B-859
Depok : FKM UI, 2005
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Pattiselanno Roberth Johan; Pembimbing: Ronnie Rivany; Penguji: Wachyu Sulistiadi, Adang Bachtiar, Iman Hidayat Dahlan, Ahmad Zainuri
Abstrak:

Rumah sakit M. Ridwan Meuraksa merupakan RS Tingkat II Kesdam Jaya yang dalam perkembangannya sering mengalami pergantian pimpinan (rata-rata setiap 18 bulan dalam sembilan tahun terakhir). Masing-masing pimpinan mempunyai kebijakan sendiri-sendiri dalam mengelola rumah sakit, yang dibuat tanpa suatu rencana yang matang. Hal ini disebabkan karena belum adanya suatu rencana strategis sebagai dasar pengembangan rumah sakit ini di masa yang akan datang. Kondisi inilah yang melatar belakangi dilakukannya penelitian ini, dengan harapan dapat disusunnya suatu perencanaan strategis melalui analisis situasi yang ada di RS M. Ridwan Meuraksa saat ini.Tujuan dari penelitian ini adalah menyusun suatu perencanaan strategis RS M. Ridwan Meuraksa tahun 2002 - 2007 yang benar-benar representatif dengan melibatkan pimpinan rumah sakit, para dokter serta karyawan lainnya yang menjadi anggota tim perencanaan strategis. Penelitian ini dilakukan dengan metode Operational Research dengan telaah dan analisis data serta pengamatan langsung terhadap kondisi dan situasi RS M. Ridwan Meuraksa. Penyusunan strategi dilakukan melalui tiga tahapan. Tahap I (input stage) dilakukan analisis situasi dengan menggunakan matriks EFE dan IFE. Tahap II (matching stage) menggunakan matriks TOWS dan IE, dan tahap III (decision stage) dengan menggunakan QSPM. Dalam menentukan critical success factors maupun dalam pembobotan, dilakukan dengan metode CDMG.Hasil penelitian, dengan matriks TOWS didapatkan posisi RS M. Ridwan Meuraksa berada pada kuadran 2 yaitu Internal Fix-it Quadrant (penguatan internal). Dengan matriks IE, posisi RS M. Ridwan Meuraksa berada pada sel V yaitu posisi Hold and Maintain. Setelah dilakukan penyesuaian (matching), didapat strategi yang direkomendasikan oleh kedua matriks tersebut, yaitu strategi pengembangan produk (product development). Setelah disepakati produk-produk yang akan dikembangkan, dilakukan penilaian untuk menentukan skala prioritas dengan menggunakan QSPM. Hasilnya adalah paket pemeriksaan endoskopi mendapat prioritas sebagai produk utama yang akan dikembangkan. Agar strategi terpilih dapat diimplementasikan dan berjalan sesuai perencanaan, perlu dilakukan penjabaran ke dalam program kerja tahunan yang lebih spesifik, serta didukung dengan program sosialisasi baik kepada karyawan maupun kepada induk organisasi RS M. Ridwan Meuraksa, dalam hal ini Kesdam Jaya.


 

Mohammad Ridwan Meuraksa hospital is a level II Hospital of Kesdam Jaya which in the last nine years has undergone various changes at the management level at the average of every 18 months. Each of the new management has implemented his own policy, all of which lacking in comprehensive planning. This is due to the absence of a strategic plan as a base for future development of the hospital. It is against this backdrop that this study is conducted, with the view that a strategic plan can be developed through analysis of the current situation at M. Ridwan Meuraksa Hospital.The objective of the study is to formulate a representative strategic plan of M. Ridwan Meuraksa Hospital for the period of 2002-2007 with the involvement of hospital managers, doctors, and other staffs which constitute the strategic planning team. The study is conducted with Operational Research method with data analysis and direct observation of the condition at M. Ridwan Meuraksa Hospital. The formulation of the strategy is implemented through 3 (three) stages. Stage I (the input stage) is situational analysis using EFE and IFE matrixes. Stage H (the matching stage) using TOWS and IE matrixes, and stage III (the decision stage) is using QSPM. CDMG method is used in deciding of critical success factors and scoring for every matrixes.The result of the study is, with TOWS matrix we found M. Ridwan Meuraksa Hospital position in 2nd quadrant, namely the Internal Fix-it Quadrant. By using IE matrix, we found the M. Ridwan Meuraksa Hospital position in cell V, in Hold and Maintain position. After matching, it is found that the recommended strategy by both matrixes is Product Development strategy. Upon agreement of products to be further developed, an assessment is carried out to determine the scale of priority with QSPM. The result of which is endoscopic examination is selected as the main product to be developed. So as to enable the implementation of the selected strategy in accordance with the planning, it is important to put it into a more specific yearly program, supported through socialization of the program to all staff members and also to Kesdam Jaya, the core organization M. Ridwan Meuraksa Hospital.

Read More
B-631
Depok : FKM-UI, 2002
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Erie Dharma Irawan; Pembimbing: Amal Chalik Sjaaf; Penguji: Dumilah Ayuningtyas, Purnawan Junadi, Achmad Subagio
Abstrak:

ABSTRAK

 Tesis ini membahas tentang kebijakan layanan kesehatan umum di Rumah Sakit Jiwa dr. H. Marzoeki Mahdi Bogor. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dianalisis memakai analisis isi (content analysis). Hasil penelitian menyarankan agar dalam pelayanan rumah sakit jiwa dikembangkan layanan Consultation Liaison Psychiatry (CLP) sebagai center of excellent yang menunjukkan layanan kesehatan jiwa dan umum yang komprehensif dan terintegrasi.

ABSTRACT

This thesis discusses about general health care policy (non psychiatri) at dr. H. Marzoeki Mahdi Mental Hospital Bogor. This is a qualitative study were analyzed using content analysis (content analysis). The results of study suggest that develoving of psychiatri care in dr. H. Marzoeki Mahdi Mental Hospital should be focussed to developed Consultation Liaison Psychiatry (CLP) program as a centers of excellence. to realize a comprehensive and integrated service

Read More
B-1524
Depok : FKM UI, 2013
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Onni Habie; Pembimbing: Ronnie Rivany; Penguji: Dumilah Ayuningtyas, Mukhtar Ikhsan
Abstrak:
Pasang surutnya pertumbuhan ekonomi nasional dan kebijakan politik yang selalu berubah akhir-akhir ini telah membebani kehidupan masvarakat. Berada di tengah kawasan industri Jababeka yang berkembang pesat dan perumahan padat penduduk di Lemah Abang Cikarang Bekasi, Puskesmas DTP Mekar Mukti harus menjalankan perannya sebagai ujung tombak program pengembangan kesehatan pemerintah, dan menjadi penyedia layanan kesehatan bagi lingkungan yang saling berlawanan; lingkungan industri yang dinamis dan penuh persaingan serta lingkungan pinggiran yang penuh kekurangan. Sebagai lembaga pelayanan kesehatan pemerintah, puskesmas ini harus selalu melaksanakan program kebijakan pemerintah yang pada umumnya kurang memperhatikan perencanaan yang menyeluruh akan kebutuhan setempat. Dengan BOR kurang dari 40% dan LOS mendekati dua hari, puskesmas ini harus dikembangkan untuk menjawab tingginya tuntutan kebutuhan masyarakat dan agar mampu bersaing dengan penyedia layanan kesehatan setempat lainnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menyusun perencanaan strategik pengembangan Puskesmas DTP Mekar Mukti tahun 2003-2008. Perencanaan strategik ini harus mampu memanfaatkan peluang yang ada di lingkungannya, menghindari ancaman dari luar, mengandalkan kekuatan dari dalam dan mengurangi kelemahan yang dimiliki. Penelitian dilakukan menggunakan metoda penelitian operasional melalui analisis data dan pengamatan lapangan terhadap keadaan yang ada di puskesmas ini. Penyusunan strategi dilakukan dengan mengasialisis dan memahami pengaruh faktor lingkungan luar dan dalam yang berdampak pada perencanaan strategik puskesmas ini. Dimulai dengan memusatkan kelompok diskusi dalam membahas kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman dengan menggunakan matriks evaluasi faktor dalam (ME) dan luar (EFE). Hasil kedua matriks ini lalu dianalisis menggunakan matriks luar-dalam (GE) yang menghasilkan posisi bersaing bagi puskesmas ini dalam kuadran keempat. Dengan mencocokkan hasil matrik IE dan matrik posisi strategik dan evaluasi tindakan (SPACE), diperoleh penetrasi pasar dan pengembangan produk sebagai strategi yang dapat dipilih untuk diterapkan. Akhirnya dengan menentukan skala prioritas menggunakan matrik perencanaan strategik kuantitatif (QSPM), strategi pengembangan produk berupa PONED (program obstetri neonatal emergensi dasar) dapat diterapkan untuk meningkatkan pelayanan dan mengembangkan Puskesmas DTP Mekar Mukti.

The turbulence of national economic growth and the ever changing of political policy recently, have, anyway, weighted the public life. Situated between the center of growing paced industrial estate Jababeka and crowded public housing in Lemah Abang Cikarang Bekasi, Public Health Center DTP Mekar Mukti should conduct its role as the front runner of national health development program, beside of as the health care provider for both of nontraditionally competitive dynamical industrial life and poor urban environment. As the government health care institution, this health care provider must always implement government development policy, all of which lacking in locally comprehensive planning. With BOR less than 40% and LOS approaching two days, the public health center has to be developed to cope against high public demand and to compete with other locally health care provider. The objective of the study is to formulate a representative strategic plan of Public 'Health Center DTP Mekar Mukti Bekasi for the period of 2003-2008: The strategic plan should take advantage of opportunities in the environment, avoid external threats, capitalize on internal strengths, and reduce any .weaknesses. The research is conducted with operational research method with data analysis and direct observation of the real condition at this public health center. The formulation of the strategy is implemented by analyzing and understanding the influence of both internal and external environment factors that gave impaction this public health's planning strategy. It starts from focusing discussion group on evaluating the strengths, weaknesses, opportunities and threats using internal (IFE) and external factor evaluation (EFE) matrix. Using of both matrices results, internal-external (IE) matrix gives competitive position of the public health center in fourth quadrant. By matching the results of LE matrix and strategic position and action evaluation (SPACE) matrix, we have market penetration and product development as the chosen applied strategy. Finally by determining the scale of priority with quantitative strategic planning matrix (QSPM), product development strategy i.e. PONED (neonatal and pregnant woman special emergency program) could be applied and developed to best position the public health center within its external environment and will help assure success to the development of Public Health Centre Mekar Mukti with Inpatient Care Unit as a whole.
Read More
B-710
Depok : FKM-UI, 2003
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dennys Hermawati; Pemb. Peter Pattinama; Penguji: Dumilah Ayuningtyas, Anhari Achadi, Torang P. Batubara
B-1058
Depok : FKM UI, 2008
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Kusnanto; Pembimbing: Adang Bachtiar; Penguji: Hafizurrachman, Ronnie Rivany, Titi Masrifahati
B-1188
Depok : FKM-UI, 2009
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive