Ditemukan 41691 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
Bella Anggia; Pembimbing: Ridwan Zahdi Syaaf; Penguji: Zulkifli Djunaidi, Nurul Iman
Abstrak:
Penelitian ini membahas tentang analisis risiko keselamatan dan kesehatan kerjapada proses kerja pembuatan kemeja dan kaos sablon di Asrila Konveksi, Mugi,dan Mitra Pengancingan, Jakarta tahun 2017. Pada penelitian ini, identifikasibahaya menggunakan Job Safety Analysis (JSA) dan analisis risikomenggunakan ukuran standar semi kuantitatif W.T. Fine. Penelitian inidilakukan dengan pendekatan observasi dan wawancara. Pada penelitian initerdapat tujuh proses kerja yang terdiri atas 17 task kerja dan ditemukan 5 jenisbahaya yaitu fisik, biologi, kimia, ergonomi, dan psikososial dengan jumlah 103bahaya keselamatan dan kesehatan kerja. Bahaya yang paling banyak ditemukanadalah bahaya fisik. Analisis risiko dilakukan dengan menghitung nilai basicrisk, existing risk, dan predictive risk yang selanjutnya diketahui tingkat risikopada setiap penilaian tersebut dengan mempertimbangkan pengendalian yangsudah diterapkan dan rekomendasi pengendalian yang diberikan.
Kata Kunci: Analisis risiko; Konveksi; K3; Pembuatan kemeja; Kaos sablon
Read More
Kata Kunci: Analisis risiko; Konveksi; K3; Pembuatan kemeja; Kaos sablon
S-9316
Depok : FKM UI, 2017
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Allysa Maulidyah Nur; Pembimbing: Mila Tejamaya; Penguji: Hendra, Lena Kurniawati
Abstrak:
Kesadaran mengenai manajemen risiko kesehatan dan keselamatan kerja yang kurang sering kali menjadi penyebab utama permasalahan K3 di Usaha Kecil Menengah sehingga dibutuhkan langkah identifikasi risiko untuk dapat menemukan manajemen risiko yang tepat dibutuhkan oleh Usaha Kecil Menengah. Penelitian ini merupakan penilaian risiko pada proses produksi kerupuk ikan yang bertempat di dua lokasi pabrik kerupuk yang ada di Jakarta Pusat dan Depok pada tahun 2017. Penilaian risiko berupa identifikasi dan analisis risiko yang bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat risiko kesehatan dan keselamatan kerja yang ada pada proses pembuatan kerupuk ikan. Metode penelitian mengacu pada metode semikuantitatif sesuai dengan kriteria W.T. Fine. Prosedur pelaksanaan analisis risiko menggunakan langkah panduan dari AS/NZS ISO 31000:2009 tentang Manajemen Risiko di Usaha Kecil Menengah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa level risiko yang ada di tiap langkah kerja adalah tingkat Very high yaitu pada bahaya Kimia, Priority 1 pada bahaya listrik , tingkat Substantial pada bahaya ergonomi, tingkat Priority 3 pada bahaya fisik dan Acceptable pada bahaya mekanik. Kata kunci: analisis risiko, usaha kecil, konsekuensi, pajanan, kemungkinan, manajemen risiko. The lack of awareness of Occupational Health and Safety in Small-Medium size industries oftenly being the main cause of occupational problem in Small-Medium Enterprises. This research is used to assess occupational health and safety risks in two crackers factories located in Depok and Central Jakarta. The occupational health and safet assessment has to be done in order to rise the awareness of risk management. Implementation of risk assessment was doneby using semiquantitative risk level analysis and scoring the levels of Consequence, Exposure, and Likelihood by W. T. Fine. Procedure was conducted by using AS/NZS ISO 31000:2009 of risk management in Small-Medium Enterprise. The results from residual risk table showed that the risk of chemical hazard (Liquid Petroleum Gas) is at the highest risk levels, followed by electrical risk which categorized at Priority 1 levels, ergonomic hazard at Substantial levels, physical hazard at Priority 3 level, and mechanical hazard at Acceptable level. Keywords: risk assessment, small enterprise, Consequence, Exposure, Likelihood, risk management
Read More
S-9327
Depok : FKM-UI, 2017
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Endra Muhamad Fadillah; Pembimbing: L. Meily Kurniawidjaja; Penguji: Indri Hapsari Susilowati, Indri Pujriani
Abstrak:
Penelitian ini membahas Manajemen risiko keselamatan dan kesehatan kerja dipabrik tahu x tahun 2012, penelitian ini bersifat deskriptif. Desain studi yangdigunakan merupakan desain studi berdasarkan standar AS/NZS 4360:2004 dengan metode semi kuantitatif menggunakan Job Hazard Analysis (JHA).Analisis risiko dilakukan menganalisis nilai konsekuensi, peluang serta frekuensidan dianalisis menggunakan metode Fine yang ada pada AS/NZS 4360:2004.Hasil penelitian menunjukkan bahwa ditemukan level risiko yang belumacceptable pada setiap proses pembuatan tahu yaitu very high, priority 1,substansial, dan priority 3. Oleh karena itu, diberikan rekomendasi yang bersifatengineering, administrative, serta penggunaaan alat pelindung diri.
Kata kunci:AS/NZS 4360:2004, penilain risiko, kemungkinan, pemajanan, konsekuensi, levelrisiko.
This Risk management of safety and health research that was held at plant tofu xin 2012, is a descriptive study. This study design used a study design based onstandard AS / NZS 4360:2004 with a semi-quantitative method using the JobHazard Analysis (JHA). Risk analyzes were conducted to analyze the value of theconsequences, opportunities and the frequency and analyzed using the methods ofFine existing AS / NZS 4360:2004. The results showed that the level of risk thathas not been found acceptable on every process of making out is very high,priority one, substantial, and priority 3. Therefore, given the recommendation thatis engineering, administrative, and use of protective equipment.
Keywords:AS/NZS 4360:2004, risk assessment, probability, exposure, consequences, Levelof risk
Read More
Kata kunci:AS/NZS 4360:2004, penilain risiko, kemungkinan, pemajanan, konsekuensi, levelrisiko.
This Risk management of safety and health research that was held at plant tofu xin 2012, is a descriptive study. This study design used a study design based onstandard AS / NZS 4360:2004 with a semi-quantitative method using the JobHazard Analysis (JHA). Risk analyzes were conducted to analyze the value of theconsequences, opportunities and the frequency and analyzed using the methods ofFine existing AS / NZS 4360:2004. The results showed that the level of risk thathas not been found acceptable on every process of making out is very high,priority one, substantial, and priority 3. Therefore, given the recommendation thatis engineering, administrative, and use of protective equipment.
Keywords:AS/NZS 4360:2004, risk assessment, probability, exposure, consequences, Levelof risk
S-7720
Depok : FKM UI, 2013
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Arief Kurniawan; Pembimbing: Ridwan Zahdi Syaaf; Penguji: Chandra Satrya, Harumiti Ramli
Abstrak:
Pabrik Tahu X Citeureup merupakan produsen makanan di Kabupaten Bogor yangmemiliki faktor dan potensi bahaya dan risiko pada setiap prosesnya. Penelitian inibertujuan untuk mengetahui risiko keselamatan dan kesehatan kerja, melakukanpenilaian, dan menentukan pengendalian yang mungkin dilakukan. Penelitian inimerupakan penelitian deskriptif dan desain studi cross-sectional denganmenggunakan tool berupa standar manajemen risiko AS/NZS 4360:2004 danperhitungan risiko dengan formula W.T Fine. Hasil penelitian menunjukkan bahwaterdapat level risiko yang belum acceptable pada setiap proses pembuatan tahu,yaitu very high, priority 1, substantial, priority 3, dan acceptable. Rekomendasiyang dapat diberikan bersifat substitusi, engineering, administratif, dan penggunaanAPD.
Kata Kunci: AS/NZS 4360:2004, Penilaian Risiko, Kemungkinan, Pemajanan,Konsekuensi, Level Risiko.
Tofu Factory X Citeureup is food producers in. Bogor, which has factors and hazardand risk potentials in each process. This study aims to know the occupational healthand safety risks, do assessment, and determine control may be performed. Thisstudy is a descriptive study and cross-sectional study design using tools such as riskmanagement standard AS/NZS 4360:2004 and risk calculation with the W.T Fineformula. The results showed that there are risk levels not acceptable in any processof making tofu, is very high, priority 1, substantial, priority 3, and acceptable.Recommendations that can be provided is substitution, engineering, administrative,and use of PPE.
Keywords: AS / NZS 4360: 2004, Risk Assessment, Probabilities, Exposure,Consequences, Risk Level.
Read More
Kata Kunci: AS/NZS 4360:2004, Penilaian Risiko, Kemungkinan, Pemajanan,Konsekuensi, Level Risiko.
Tofu Factory X Citeureup is food producers in. Bogor, which has factors and hazardand risk potentials in each process. This study aims to know the occupational healthand safety risks, do assessment, and determine control may be performed. Thisstudy is a descriptive study and cross-sectional study design using tools such as riskmanagement standard AS/NZS 4360:2004 and risk calculation with the W.T Fineformula. The results showed that there are risk levels not acceptable in any processof making tofu, is very high, priority 1, substantial, priority 3, and acceptable.Recommendations that can be provided is substitution, engineering, administrative,and use of PPE.
Keywords: AS / NZS 4360: 2004, Risk Assessment, Probabilities, Exposure,Consequences, Risk Level.
S-9070
Depok : FKM UI, 2016
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Kenya Lintang Wienantu; Pembimbing: Mila Tejamaya; Penguji: Hendra, Lena Kurniawati
Abstrak:
Manajemen risiko yang lemah menjadi faktor utama masalah K3 pada UMKM sehingga identifikasi bahaya dan penilaian risiko dibutuhkan dalam rangka manajemen risiko. Penelitian ini berisi tentang analisis risiko keselamatan dan kesehatan kerja pada UMKM Pembuatan Furnitur di Kelapa Dua, Depok tahun 2017. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui tingkat risiko K3 pada setiap tahapan proses pembuatan furnitur. Penelitian ini menggunakan metode analisis risiko semi kuantitatif dengan kriteria W.T. Fine 1971 untuk menentukan nilai konsekuensi, frekuensi pajanan, dan kemungkinan. Hasil penelitian menyatakan bahwa tingkat risiko pada setiap proses meliputi kategori very high berupa bahaya kimia dan mesin potong, kategori priority 1 berupa bising dan ergonomi, kategori substantial berupa getaran, kategori priority 3 yaitu suhu panas dan bahaya mekanik, serta kategori acceptable yaitu bahaya kinetik dan bahaya psikososial. Pengendalian yang ada dinilai belum sepenuhnya efektif dalam mengurangi risiko yang terdapat di lingkungan kerja.
Poor risk management becomes the main factor of occupational health and safety issue in SMEs. This study focused on hazard identification and risk analysis at SME for furniture making at Kelapa Dua, Depok in 2017. This study aimed to know risk level of processes in making furniture. Risk assessment done by using semi quantitative risk analysis of W.T. Fine 1971 by scoring consequences, exposure, and likelihood. The results showed that risk of cutting machine and chemical hazard were very high, risk of noise and ergonomic hazard were categorized as priority 1, risk of vibration was substantial, risk of hot temperature and mechanical hazard were categorized as priority 3, and risk of kinetical and psychosocial hazard were acceptable. Existing controls were not implemented effectively to minimize hazards and risks in the workplace.
Read More
Poor risk management becomes the main factor of occupational health and safety issue in SMEs. This study focused on hazard identification and risk analysis at SME for furniture making at Kelapa Dua, Depok in 2017. This study aimed to know risk level of processes in making furniture. Risk assessment done by using semi quantitative risk analysis of W.T. Fine 1971 by scoring consequences, exposure, and likelihood.
S-9320
Depok : FKM-UI, 2017
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Saltiani Damayanti; Pembimbing: L. Meily Kurniawidjaja; Penguji: Mila Tejamaya, Ike Pujiriani
S-9784
Depok : FKM UI, 2018
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Kurnia Fadyanti; Pembimbing: Chandra Satrya; Penguji: Djunaedi, Zulkifli; Rangkuti, Bal`an Kamali
Abstrak:
Skripsi ini membahas tentang proses pembuatan pagar teralis di Bengkel LasSampurno yang memiliki berbagai hazard yang ada di area kerja sehinggaterdapat berbagai risiko keselamatan dan kesehatan kerja pada proses kerjanya.Untuk itu, dibutuhkan penilaian risiko pada tiap tahapan proses pembuatan produkuntuk mengetahui tingkat risiko kerja sehingga kedepannya dapat dilakukanpengelolaan dan pengendalian risiko tersebut dengan baik sesuai dengan risikoyang ada. Jenis penelitian ini menggunakan metode deskriptif observasional.Analisis yang digunakan yaitu analisis risiko kualitatif. Hasil penelitian inimenyarankan bahwa pada proses pembuatan pagar teralis besi di BL Sampurnomemiliki tingkat risiko yang berdampak pada pekerja sehingga diperlukanpengendalian risiko khususnya untuk risiko yang tidak dapat diterima (tinggi danekstrim) untuk menekan terjadinya kecelakaan pada pekerja.Kata kunci:Penilaian risiko, analisis risiko kualitatif, pengendalian risiko
The focus of the study is the process of making iron rail in Bengkel Las Sampurnowhich has a variety of hazards in the work area so that there are a variety of safetyand health risks in the working process. Therefore, the required risk assessment atevery stage of the product creation process to determine the level of risk to do thework so that future risk management and control of the well in accordance withthe existing risks. This research uses descriptive observational method. Theanalysis is qualitative risk analysis. The results of this study suggest that theprocess of making iron trellis fence in BL Sampurno have a level of risk thatimpact on workers so that necessary risk control in particular to an unacceptablerisk (high and extreme) to suppress the occurrence of accidents to workers.Keywords:Risk assessment, qualitative risk analysis, risk control.
Read More
The focus of the study is the process of making iron rail in Bengkel Las Sampurnowhich has a variety of hazards in the work area so that there are a variety of safetyand health risks in the working process. Therefore, the required risk assessment atevery stage of the product creation process to determine the level of risk to do thework so that future risk management and control of the well in accordance withthe existing risks. This research uses descriptive observational method. Theanalysis is qualitative risk analysis. The results of this study suggest that theprocess of making iron trellis fence in BL Sampurno have a level of risk thatimpact on workers so that necessary risk control in particular to an unacceptablerisk (high and extreme) to suppress the occurrence of accidents to workers.Keywords:Risk assessment, qualitative risk analysis, risk control.
S-9218
Depok : FKM UI, 2016
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Fatdriati Junita; Pembimbing: L. Meily Kurniawidjaja; Penguji: Doni Hikmat Ramdhan, Ike Pujiriani
Abstrak:
Penelitian yang dilakukan membahas mengenai proses manajemen risiko yangada pada tempat cuci mobil FJM mulai dari tahapan identifikasi hazard dan risiko,analisis dan evaluasi risiko, penilaian risiko, upaya pengendalian, komunikasi dan konsultasi hingga pemantauan dan telaah ulang. Penelitian yang dilakukan menggunakan metode semi kuantitatif yang mengacu pada standar AS/NZS4360:2004. Pada tahap identifikasi hazard dan risiko menggunakan tabel JobHazard Analysis (JHA) yang mengacu pada OSHA 3071 Revised (2002).Kemudian untuk proses analisis risiko mengacu pada tabel ukuran semi-kuantitatif berdasarkan kriteria Fine.Hasil penelitian menunjukkan bahwa ditemukan level of risk pada masing-masingtahapan proses pencucian mobil dari level of risk very high, priority 1,substantial, priority 3 hingga acceptable. Oleh karena itu dibutuhkan upaya pengendalian yang bersifat engineering, administrative, serta penggunaaan alat pelindung diri (APD).
Kata kunci :AS/NZS 4360:2004, manajemen risiko, kemungkinan, pemajanan, konsekuensi, level of risk.
This research was conducted in order to examine the process of risk managementthat happened at FJM Car Wash process, started from the hazard and riskidentification stages, analysis and the evaluation of risk, risk assessment, riskcontrolling, communication and consultation up to monitoring and review. Thisresearch was done by using semi-quantitative risks analysis that refers to theAS/NZS 4360:2004 standards. Hazard and risk identification stage was done byusing the table of Job Hazard Analysis (JHA) refers to the OSHA 3071 Revised(2002). For the process of risks analysis, it refers to the table of semi-quantitativemeasure based on fine criteria.The result of this research showed that the level of risk has been found on eachstage in the car wash process ranging from the very high level, priority 1,substantial, priority 3 up to acceptable. Therefore, the necessary control effortsare including the engineering, administrative and also the use of personalprotective equipment (PPE).
Keywords :AS/NZS 4360:2004, risk management, likelihood, exposure, consequences, levelof risk.
Read More
Kata kunci :AS/NZS 4360:2004, manajemen risiko, kemungkinan, pemajanan, konsekuensi, level of risk.
This research was conducted in order to examine the process of risk managementthat happened at FJM Car Wash process, started from the hazard and riskidentification stages, analysis and the evaluation of risk, risk assessment, riskcontrolling, communication and consultation up to monitoring and review. Thisresearch was done by using semi-quantitative risks analysis that refers to theAS/NZS 4360:2004 standards. Hazard and risk identification stage was done byusing the table of Job Hazard Analysis (JHA) refers to the OSHA 3071 Revised(2002). For the process of risks analysis, it refers to the table of semi-quantitativemeasure based on fine criteria.The result of this research showed that the level of risk has been found on eachstage in the car wash process ranging from the very high level, priority 1,substantial, priority 3 up to acceptable. Therefore, the necessary control effortsare including the engineering, administrative and also the use of personalprotective equipment (PPE).
Keywords :AS/NZS 4360:2004, risk management, likelihood, exposure, consequences, levelof risk.
S-7566
Depok : FKM UI, 2013
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Aprilia Widiyani; Pembimbing: L. Meily Kurniawidjaja; Penguji: Doni Hikmat Ramdhan, Ike Pujiriani
Abstrak:
Penelitian ini membahas risiko keselamatan dan kesehatan kerja pada aktivitas pekerjaan diBengkel Las AW Jakarta Selatan Tahun 2012. Penelitian ini adalah deskriptif observasional yangbertujuan untuk manajemen risiko. Penelitian ini menggunakan metode identifikasi bahaya dandampak menggunakan JHA (Job Hazard Analysis) dan analisis penilaian risiko ukuran semikuantitatif menurut AS/NZS 4360 dengan mengalikan consequences, exposure, dan probability.Hasil penelitian mendapatkam rekomendasi pengendalian risiko, komunikasi dan pemantauanberdasarkan penilaian tingkat risiko yang meliputi very high, priority 1, substancial, priority 3,dan acceptable.
Kata kunci:Manajemen risiko, penilaian AS/NZS, bengkel las.
This research describes risk management of safety and health occupational for productionactivity task at Bengkel Las AW South Jakarta 2012. Design for this research was descriptiveobservational study that objective to manage of risk. The research were used JHA (Job HazardAnalysis) for hazards and effects identification, then for analysis of assessment risk rating usedAS/NZS 4360 standard by multiplied of consequences, exposure, and probability. The results ofthe research were recommendations control, communication, and monitoring of risk based onrisk assessment of the risk rating in each activity that includes very high, priority 1, substantial,priority 3, and acceptable.
Keywords:Risk management, risk assessment with AS/NZS 4360, informal workshop.
Read More
Kata kunci:Manajemen risiko, penilaian AS/NZS, bengkel las.
This research describes risk management of safety and health occupational for productionactivity task at Bengkel Las AW South Jakarta 2012. Design for this research was descriptiveobservational study that objective to manage of risk. The research were used JHA (Job HazardAnalysis) for hazards and effects identification, then for analysis of assessment risk rating usedAS/NZS 4360 standard by multiplied of consequences, exposure, and probability. The results ofthe research were recommendations control, communication, and monitoring of risk based onrisk assessment of the risk rating in each activity that includes very high, priority 1, substantial,priority 3, and acceptable.
Keywords:Risk management, risk assessment with AS/NZS 4360, informal workshop.
S-7662
Depok : FKM UI, 2013
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Lady Farah Fatmawati; Pembimbing: Chandra Satrya; Penguji: L. Meily Kurniawidjaja, Farida Tusafariah
S-8085
Depok : FKM UI, 2014
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
