Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 29356 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Soni Widodo; Pembimbing: Zulkifli Djunaidi; Penguji: Chandra Satrya, Fatma Lestari, Rockyanto V Sasabone, G Sony Hernantyo
Abstrak: Kegagalan pada sistem transportasi saluran pipa gas bawah laut dapat mengakibatkan beberapa risiko yang dapat membahayakan bagi manusia dan lingkungan di sekitar saluran pipa apabila terjadi kebocoran atau bahkan ledakan. Kegagalan tersebut dapat disebabkan beberapa faktor, antara lain terjadinya kebocoran (leaking) karena risiko korosi. Berbagai penelitian dan laporan kasus membuktikan tingkat kecelakaan atau kebakaran dan kebocoran pipa gas bawah laut masih terus terjadi. Analisis safety barriers risiko korosi pipa gas bawah laut dilakukan untuk mengetahui tingkat performa pipeline safety barriers risiko korosi dengan studi kasus pada jaringan pipa gas bawah laut sumur A di PT. XYZ. Penelitian ini dilakukan dengan desain deskriptif analitik melalui data sekunder yang ada di perusahaan. Penelitian ini menggambarkan performa pipeline safety barriers risiko korosi, merujuk kepada pipeline risk level, dan pada akhirnya akan diperoleh pipeline safety level sebagai acuan dalam operasional jaringan pipa gas bawah laut. Kata kunci: Bawah laut, gas, pipeline, safety barriers, risiko, korosi, pipeline risk level, pipeline safety level Failure on the offshore gas pipelines can cause some risks that can be harmful to humans and the environment around the pipeline in case of leakage or even an explosion. The failure may be due to several factors, including leaking to the lining of pipelines due corrosion risks. Various studies and case reports indicate the level of accidents or fires and leaking offshore gas pipeline is still going on. Analysis of safety barriers corrosion risks offshore gas pipeline conducted to determine the performance levels of pipeline safety barriers with a case study on an offshore gas pipeline A wells, PT. XYZ. This research was conducted with descriptive analytic design using secondary data that has available in the company. This study illustrates the performance of the pipeline safety barriers, refers to the pipeline level of risk, and ultimately will be obtained a pipeline safety level as reference in the operation. Key words: Offshore, gas, pipeline, safety barriers, risk, corrosion, pipeline risk level, pipeline safety level
Read More
T-4848
Depok : FKM-UI, 2017
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Shinta Dwi Anggraeny; Pembimbing: Zulkifli Djunaidi; Penguji: Fatma Lestari, Mila Tejamaya, Karel Piet Missa, Handoko Arimurti
Abstrak: Latar belakang Salah satu kegiatan dalam industri pengolahan minyak dan gas adalah transfer minyak bumi, gas alam, dan/atau hasil bensin melalui pipa. Kegiatan ini memerlukan program manajemen (seperti perencanaan, pengawasan dan inspeksi, serta pemeliharaan peralatan) karena pipa memiliki potensi bahaya terhadap lingkungan seperti kebakaran, ledakan atau kontaminasi lingkungan. Tujuan studi ini meneliti penilaian risiko secara kuantitatif dan kualitatif untuk pipa bawah laut. Model yang digunakan adalah referensi untuk DNVGL RP F-107 Recommended Practice Risk Assesment of Pipeline Protection. Bahwa 42,6 % terkait dengan procedure/drawing/plan yang mana merupakan risk yang paling significan dan 29,6% terkait dengan program-program yang akan diimplementasikan oleh Perusahaan. Berdasarkan scenario kejatuhan dan tergaruk jangkar, level kerusakan berada pada level D3 (level damage) tepatnya masih bersifat tolerable jika ALARP, yang berarti dibutuhkan adanya pengurangan risiko untuk menurunkan residual risk. Sesuai dengan hasil studi penilaian risiko maka direkomendasikan untuk melakukan pelapisan pipa dengan lapisan beton dan dilakukan pemendaman. Kata kunci : Kuantitatif dan penilaian risiko kualitatif, keselamatan, pipa, orang, kerugian
Read More
T-5766
Depok : FKM-UI, 2019
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Firmansyah; Pembimbing: Fatma Lestari; Penguji: Zulkifli Djunaidi, Mirza Mahendra, Anggia Fatmawati
T-4709
Depok : FKM-UI, 2016
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Irwan Mangatur Victor; Pembimbing: Zulkifli Djunaidi; Penguji: Fatma Lestari, Mufti Wirawan, Fajar Seno Jati, Doni Agus Sumitro
Abstrak: Dalam operasi industri migas lepas pantai instalasi pipa bawah laut digunakan sebagai moda transportasi untuk memindahkan produk migas dari satu tempat ke tempat lainnya, operasi pipa bawah laut tersebut tidak lepas dari bahaya dan resiko yang bisa disebabkan oleh berbagai faktor. Mayoritas kegagalan pipa bawah laut terjadi disebabkan karena kegagalan dalam mengenali bahaya dan tidak adanya mitigasi bahaya yang tepat. Kegagalan tersebut dapat dicegah melalui suatu metode manajemen risiko keselamatan dan salah satu tahapan dari manajemen risiko tersebut adalah penilaian risiko. Pipa memiliki kerentanan dalam mengalami kerusakan yang dapat mengakibatkan berbagai insiden keselamatan yang berdampak pada keselamatan manusia, pencemaran lingkungan, serta bisnis perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan penilaian risiko pipa bawah laut 20 inchi yang berlokasi di perairan Kalimantan Timur milik PT.X pada fase operasi. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan data sekunder yang didapatkan dari dokumen PT. X. Metodologi penilaian risiko pipeline (DNV-RP-F107) digunakan untuk mengidentifikasi risiko. Dari hasil analisis yang dilakukan dalam penelitian ini, didapatkan bahwa penilaian Risiko pada Pipa utama 20 penyalur MIGAS PT X telah dilakukan pada skenario kejatuhan dan terseret jangkar, kebocoran pipa, dan kapal tenggelam dengan hasil penelitian menunjukan risiko yang masih bisa diterima (acceptable/minor risk). Mitigasi yang telah dilakukan oleh PT X dalam mengoperasikan pipa 20 untuk terus dipertahankan agar risiko pada ketiga skenario yang diteliti dapat terus terkontrol dan berada pada tingkat risiko yang rendah/dapat diterima
In offshore oil and gas industry operations, underwater pipeline installations are used as transportation to move oil and gas products from one place to another, the underwater pipeline operation cannot be separated from the dangers and risks that can be caused by various factors. Most subsea pipeline failures occur due to failure to recognize hazards and the absence of proper hazard mitigation. These failures can be prevented through a safety risk management method and one of the stages of risk management is risk assessment. Pipes have a vulnerability to damage that can result in various safety incidents that have an impact on human safety, environmental pollution, as well as the company's business. This study aims to conduct a risk assessment of the 20-inch submarine pipeline located in the waters of East Kalimantan belonging to PT.X in the operation phase. This research is a quantitative research using secondary data obtained from PT. X. A pipeline risk assessment methodology (DNV-RP-F107) will be used to identify risks. From the results of the analysis carried out in this study, it was found that the Risk assessment of the 20 main pipeline for oil and gas distributor PT X had been carried out in the scenarios of falling and being dragged by anchors, pipe leaks, and sinking ships with the results of the study showing acceptable risks. The mitigation that has been carried out by PT X in operating the 20 pipe is to be maintained so that the risks in the three scenarios studied can be controlled and are at a low/acceptable level of risk
Read More
T-6387
Depok : FKM-UI, 2022
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Narulia; Pembimbing: Suharnyoto Martomulyono; Penguji: Baiduri, Indri Hapsari Susilowati
S-4861
Depok : FKM-UI, 2006
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Bahrain Munir; Pembimbing: Zulkifli Djunaidi; Penguji: Fatma Lestari, Mufti Wirawan, Doni Agus Sumitro, Maruli Halomoan Manik
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis risiko pipa bawah laut milik PT. AZ yang terdampak proyek reklamasi kilang PT.XY berlokasi di perairan Jawa Barat. Menggunakan penilaian risiko proteksi pipa bawah laut DNVGL-RP-F107, penelitian memperhatikan Skenario Bahaya Besar yang teridentifikasi, yaitu: kejatuhan jangkar (dropped anchor) dan pengerukan tanah (soil excavation). Objek penelitian difokuskan pada pipa bawah laut berdiameter 12 dari GG A ke OPF (Onshore Processing Facilities) dalam kondisi terkubur dengan tingkat kedalaman 2 meter dari KP 24,6 ke KP 34,713 dekat area Reklamasi kilang seluas 280 Ha. Penelitian menggunakan data sekunder yang melingkupi karakteristik dan properti pipa bawah laut, karakteristik kapal serta jangkar yang melintas, dan aktivitas pengerukan Jawa Barat. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif analitik yang mengutamakan indepth-analysis. Hasil penelitian menunjukkan konsekuensi dropped anchor mendapat level kerusakan pipa D1, yang artinya tidak diperlukan tambahan safeguard untuk menurunkan residual risk. Untuk penilaian risiko soil excavation nilai initial risk yang dihasilkan adalah 9 (medium) dengan tingkat kerusakan D3 sehingga direkomendasikan safeguard tambahan untuk menurunkan residual risk menjadi Tolerable (ALARP). Beberapa saran ditambahkan untuk menjamin keselamatan operasi pasca proyek
This study aims to analyze the risk on subsea pipeline of PT. AZ affected by the PT. XY refinery reclamation project located on West Java Coastal. Using the DNVGL-RP-F107 subsea pipeline protection risk assessment, the study pays attention to the identified Major Accident Event, i.e., dropped anchor and soil excavation. The object of this research is focused on the 12 diameter subsea pipeline from GG A to OPF (Onshore Processing Facilities) with 2 meters burial depth from KP 24.6 to KP 34,713 near the 280 Ha refinery reclamation area. This study uses secondary data covering the characteristics and properties of the subsea pipeline, the passage ships/tugboat and deployed anchors, and the soil excavation activity. The approach used is quantitative descriptive analytic which prioritizes in-depth analysis. The results shows that the consequence of dropped anchor is with pipe damage level of D1 which means that no additional safeguard is needed to further reduce the residual risk. On soil excavation risk assessment, the initial risk value generated is 9 (medium) with pipe damage level of D3, therefore some additional safeguards recommended so that the residual risk becoming Tolerable (ALARP). Some additional advises are provide to ensure post-project operational safety
Read More
T-6438
Depok : FKM-UI, 2022
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Yuniria Mukmin; Pembimbing: Mila Tejamaya; Penguji: Fatma Lestari, Laksita Ri Hastiti, Dodi Suryadi, Meddy Harjanto
Abstrak:
PT. X merupakan fasilitas proses pengolahan hidrokarbon minyak dan gas di anjungan lepas pantai yang berlokasi di Pulau Jawa. Fasilitas pengolahan hidrokarbon minyak dan gas di PT. X merupakan fasilitas sumur anjungan yang mengandung gas bertekanan tinggi dan berada di area yang sangat dekat dengan pemukiman dan jalur pelayaran umum. Keadaan tidak terkontrol seperti kebakaran, ledakan atau kebocoran dapat menyebabkan terjadinya bahaya serius pada keselamatan manusia dan hilangnya aset. Hal ini dapat memberikan dampak yang besar baik bagi fasilitas PT. X beserta keberlangsungan bisnis. Oleh karena itu, penting untuk perusahaan melakukan analisis Layers of Protection yang dapat mencegah terjadinya kecelakaan terutama major incidents.Tujuan dari studi ini adalah menentukan besar risiko yang terjadi akibat kegagalan Safety instrumented function (SIF) di anjungan lepas pantai PT.X berdasarkan skenario kegagalan yang telah diidentifikasi dan bagaimana evaluasi risiko terhadap Safety Instrumented Level (SIL) node Gas compressor dan KO drum pada pengolahan minyak dan gas PT.X tahun 2022. Metode Layers of Protection Analysis (LOPA) digunakan untuk Menghitung SIL dan menentukan apakah diperlukan Independent Protection Layers (IPL) tambahan untuk mencapai Risk Tolerance Criteria (RTC) dari PT.X. Hasil menunjukkan bahwa terdapat 2 safety instrumented function (TSHH gas compressor dan LSHH KO drum) yang memiliki nilai SIL 1 yang berarti bahwa diperlukan penambahan IPL pada kedua SIF tersebut untuk mencapai RTC PT.X.

PT. X is an oil and gas hydrocarbon processing facility on an offshore platform located in Java Island. PT. X facility is a well and processing platform facility that contains high pressure gas and is located in a close area to residential areas and public shipping lanes. Uncontrolled circumstances such as fire, explosion or oil spill can cause serious harm to human safety and loss of assets. This can have a big impact on PT. X facilities and business continuity. Therefore, it is important for the company to conduct analysis regarding layers of protection that can prevent accidents, especially major incidents. The purpose of this study is to determine the risk that occurs due to the failure of the Safety Instrumented Function (SIF) on the PT.X offshore platform based on the SIF failure scenario that has been identified and also to perform risk evaluation of its Safety Instrumented Level (SIL) in node Gas Compressor and KO drum at oil and gas processing facility. Layers of Protection Analysis (LOPA) method is used to calculate SIL and determine whether additional Independent Protection Layers (IPL) are required to achieve PT.X's Risk Tolerance Criteria (RTC). The results show that there are 2 safety instrumented functions (TSHH gas compressor and LSHH KO drum) which have SIL value of 1 which means that it is necessary to add IPL to both SIFs to achieve PT.X RTC.
Read More
T-6482
Depok : FKM-UI, 2022
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Zulkifli Djunaidi; Promotor: Haryoto Kusnoputranto; Ko-promotor: Johny Wahyudi M. Soedarsono; Penguji: Sudarto Ronoatmodjo, Sulistijono, Dedi Priadi, Fatma Lestari, Tri Edi Budhi Soesilo
D-242
Depok : FKM-UI, 2010
S3 - Disertasi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Frik Mick Febby; Pembimbing: Zulkifli Junaidi; Penguji: Fatma Lestari, Chandra Satrya, Bambang Sisharyono, Anggia Fatmawati
Abstrak: Keselamatan proses adalah sebuah disiplin yang bertujuan untuk mengelola integritas sistem operasi dan peralatan proses bahan berbahaya. Pada industri proses, integritas peralatan proses merupakan perhatian utama, kegagalan peralatan proses merupakan kontribusi pada dasar masalah sejumlah besar kecelakaan / insiden terjadi di fasilitas proses. Pengelolahan integritas peralatan dari fasilitas proses dilakukan dengan memastikan kecukupan dan kehandalan dari lapisan proteksi (layer of protection). Penentuan kecukupan peralatan lapisan proteksi dilakukan dengan menghitung SIL (Safety Integrity Level) dari suatu fungsi instrumentasi. Terdapat dua metode yang paling banyak digunakan pada industri minyak dan gas untuk penentuan SIL adalah metode Risk Graph dan LOPA (Layer Of Protection Analysis). Analisa dari kedua metode Risk Graph dan LOPA dilakukan untuk memahami dan mengetahui faktor-faktor apa saja yang perlu dipertimbangkan dalam penentuan SIL dengan kedua metode tersebut. Penelitian dilakukan dengan melakukan analisa data primer melalui pelaksanaan workshop dan analisa data sekunder dengan mengulas beberapa jurnal terkait. Hasil dari penelitian adalah pemaparan kelebihan dan limitasi dari kedua metode dan pengembangan metode Risk Graph serta penggabungan dengan beberapa metode penentuan target SIL semi kuantitatif dan kuantitatif lainnya sebagai penyaring awal.

Process safety is a dicipline that framework for managing the integrity of operating system and processes handling hazardous substances. In the process industry, asset integrity is a major concern. Failure of eqiupment are observed as fundamental contributory issues in the large number of accidents in the process facilities. Asset integrity management in the process industry is carried out by ensuring the adequacy and relibility of the protection layer. Determination of the protection layer equipment adequation is done by calculating SIL (Safety Integrity Level) of a safety instrumented function. Two widely used methods in the Oil & Gas industry for SIL determination are Risk Graphs and Layer of Protection Analysis (LOPA). Analysis both Risk Graph and LOPA methods is performed to understand what factors should be considered in SIL determination study with both methods. The research was conducted by conducting analyze of primary data through SIL study workshop and secondary data by reviewing several related internation journals. The results of this research are the explanation of the advantages and limitations of both methods and the modification of the Risk Graph method and combination to other SIL determination methods (semi quantitative and quantitative) as the initial screening. 
Read More
T-4900
Depok : FKM UI, 2017
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ridha Syalli Adha; Pembimbing: L. Meily; Penguji: Laksita Ri Hastiti, Mila Tejamaya, Sudi Astono, Hanny Harjulianti
Abstrak:
Berat badan berlebih merupakan pintu gerbang berbagai penyakit dan angkanya terus meningkat. Penelitian ini membahas faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian berat badan berlebih pada pekerja Perusahaan minyak dan gas bumi di laut jawa tahun 2024. Desain penelitian ini adalah cross sectional dengan metode mixed method – sequencial explanatory design. Jumlah responden pada penelitian ini sebanyak 105 orang. Variabel dependen penelitian yaitu berat badan berlebih dan variabel independen terdiri atas jenis kelamin, usia, kondisi psikologis, akses informasi kesehatan, akses makanan/minuman sehat, akses makanan/minuman tidak sehat, pola makan, aktivitas fisik, waktu tidur, perilaku menetap, lokasi kerja, dan shift kerja. Hasil penelitian menyebutkan 63% pekerja mengalami kondisi berat badan berlebih dimana 17% nya obesitas. Berdasarkan hasil analisis, akses informasi kesehatan dan pola makan memiliki hubungan signifikan dengan berat badan berlebih, pola makan merupakan faktor risiko dominan penyebab berat badan berlebih dengan OR 9. Perusahaan diharapkan dapat menyusun program kesehatan untuk pekerja terutama untuk menangani kejadian berat badan berlebih. Penelitian selanjutnya dapat dilakukan untuk melihat variabel lain yang belum diteliti yang mungkin berhubungan dengan berat badan berlebih.

Overweight is a gateway to various diseases, and its prevalence continues to rise. This study examines the risk factors associated with the occurrence of overweight among oil and gas company workers in the Java Sea in 2024. The study employs a cross-sectional design with a mixed-method sequential explanatory approach. A total of 105 respondents participated in the study. The dependent variable is overweight, while the independent variables include gender, age, psychological condition, access to health information, access to healthy food/drinks, access to unhealthy food/drinks, eating patterns, physical activity, sleep duration, sedentary behavior, work location, and work shift. The results indicated that 63% of workers experienced excess weight, with 17% being obese. Analysis revealed that access to health information and eating patterns have a significant relationship with excess weight, with eating patterns being the dominant risk factor (OR 9). It is recommended that the company develop health programs for workers, particularly to address the issue of excess weight. Future research should explore other variables that may be related to excess weight.
Read More
T-7071
Depok : FKM UI, 2024
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive