Ditemukan 32264 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
Mariana Raini, Ani Isnawati
BPK Vol.45, No.1
Jakarta : Balitbangkes Depkes RI, 2016
Indeks Artikel Jurnal-Majalah Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Mukhlidah Nanun Siregar; Pembimbing: Fatmah; Penguji: Ratu Ayu Dewi Sartika, Trini Sudiarti, Hardiansyah, Misty
Abstrak:
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan determinan- determinan terkait profil lipid darah berdasarkan data Riskesdas tahun 2013 pada kelompok umur 18-59 tahun. Desain penelitian Cross Sectional dengan sampel 21.055 orang. Data dianalisis dengan analisis multivariat Regresi Logistik Berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa umur, jenis kelamin, status perkawinan, obesitas sentral, merokok, dan aktivitas fisik berhubungan dengan kadar kolesterol total. Jenis kelamin, status perkawinan, merokok, aktivitas fisik, pola konsumsi makanan berlemak/berkolesterol/gorengan, dan konsumsi kopi berhubungan dengan kadar kolesterol HDL. Umur, jenis kelamin, status perkawinan, obesitas sentral, merokok, dan aktivitas fisik berhubungan dengan kadar kolesterol LDL. Umur, jenis kelamin, status perkawinan, obesitas sentral, merokok, stres, dan pola konsumsi kopi berhubungan dengan kadar trigliserida. Umur menjadi determinan utama pada kadar kolesterol total, kadar kolesterol LDL, dan kadar trigliserida. Sedangkan determinan utama pada kadar kolesterol HDL adalah obesitas sentral. Disarankan kepada masyarakat usia 18-59 tahun untuk menjaga gizi seimbang, meningkatkan aktivitas fisik, dan berhenti merokok untuk menjaga agar terhindar dari obesitas sentral yang berdampak kepada profil lipid darah tidak normal. Kata kunci : Umur, kolesterol total, kolesterol HDL, kolesterol LDL, trigliserida
Read More
T-4356
Depok : FKM-UI, 2015
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Departemen Kesehatan
R 613.028 IND p
Jakarta : Departemen Kesehatan RI, 2013
Referensi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Pramita Mandasari; Pembimbing: Helda; Penguji: Nasrin Kodim, Chita Septiawati
S-8861
Depok : FKM-UI, 2015
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Kantor Menteri Negara Kependudukan
640 KAN p
Jakarta : KMNK/BKKBN, 1995
Buku (pinjaman 1 minggu) Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Febriyana Mustika Dewi; Pembimbing: Haryoto Kusnoputranto; Penguji: Budi Hartono, Laila Fitria, Inswiasri, Mitta Ratna
Abstrak:
Sampah menjadi masalah beberapa negara yang sedang berkembang salah satunya Indonesia. Pada bulan Desember 2019, terjadi wabah penyakit yang disebabkan oleh koronavirus atau biasa disebut COVID-19, kota Cimahi adalah salah satu kota yang padat di Provinsi Jawa Barat dengan kasus isolasi mandiri sebanyak 10.323 Tujuan untuk mengetahui seberapa jauh penularan COVID- 19 klaster keluarga berdasarkan penanganan sampah spesifik rumah tangga yang dihasilkan pasien penyintas COVID-19 yang melakukan isolasi mandiri (isoman) di Kota Cimahi 2022. Metode penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. sampel penelitian ini adalah 237 Orang penyintas COVID-19 yang melakukan Isolasi mandiri di rumah. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah data primer dengan menggunakan kouisoner yang telah dilakukan iji validitas dan realibilitas. Hasil penelitian didapatkan terdapat hubungan yang signifikan antara sikap dengan kejadian penularan klaster keluarga (p=0,025), terdapat hubungan yang signifikan antara pendidikan dengan penularan klaster keluarga (p= 0,014), terdapat hubungan yang signifikan pengetahuan dengan penularan setelah dikontrol oleh variabel confounding yaitu pendidikan dan terdapat hubungan yang signifikan sikap dengan penularan setelah dikontrol oleh variabel confounding yaitu usia pada penyintas COVID-19 yang melakukan isolasi mandiri di rumah dengan kejadian COVID-19 klaster keluarga di Kota Cimahi 2022 Kesimpulan tidak terdapat penyebaran COVID-19 yang masif di klaster keluarga, Pengetahuan baik dan sikap buruk pada pasien survivor COVID-19, Ada hubungan yang signifikan antara sikap dengan kejadian penularan klaster keluarga, Ada hubungan yang signifikan antara pendidikan dan kejadian penularan klaster. Ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan kejadian penularan klaster keluarga yang dikendalikan oleh variabel pengganggu pendidikan. Terdapat hubungan yang signifikan antara sikap dengan kejadian penularan klaster keluarga yang dikendalikan oleh variabel pengganggu yaitu usia. Saran bagi Dinas Lingkungan Hidup dan Dinas Kesehatan PEMKOT Kota Cimahi perlunya memberikan penyuluhan mengenai penanganan sampah yang perlu dilakukan selama melakukan isolasi mandiri dalam upaya menekan kasus penyebaran kasus COVID-19 di klaster keluarga.
Factors on the Household Specific Waste Handling Characteristics of COVID-19 Survivors Patients Self-Isolating (Isoman) at Home With Family Cluster COVID-19 Incidences in Cimahi City 2022 Counsellor : Prof. dr. Haryoto Kusnoputranto, S.KM., Dr.PH. Waste is a problem in several developing countries, one of which is Indonesia.In December 2019, there was an outbreak of a disease caused by the corona virus or commonly called COVID-19, the city of Cimahi is one of the densest cities in West Java Province with 10,323 cases of self-isolation.Household-specific waste generated by COVID-19 survivor patients who are self-isolating (isoman) in Cimahi City 2022. This research method is a quantitative research with a cross sectional design. The sample of this study 237 respondent COVID-19 survivors who were self-isolating at home. The data collected in this study is primary data using a questionnaire that has been tested for validity and reliability. The results showed that there was a significant relationship between attitudes and the incidence of family cluster transmission (p = 0.025), there was a significant relationship between education and family cluster transmission (p = 0.014), there was a significant relationship between knowledge and transmission after being controlled by the confounding variable, namely education. and there is a significant relationship between attitudes and transmission after being controlled by the confounding variable, namely the age of COVID-19 survivors who are self-isolating at home with the incidence of family cluster COVID-19 in Cimahi City 2022. The conclusion is that there is no massive spread of COVID-19 in family clusters, Good knowledge and bad attitudes in patients who survive COVID-19, There is a significant relationship between attitudes and the incidence of family cluster transmission, There is a significant relationship between education and the incidence of cluster transmission. There is a significant relationship between knowledge and the incidence of family cluster transmission which is controlled by the educational confounding variable. There is a significant relationship between attitudes and the incidence of family cluster transmission controlled by the confounding variable, namely age.Suggestions for Dinas Lingkungan Hidup dan Dinas Kesehatan Kota Cimahi of PEMKOT Cimahi City need to provide counseling regarding waste management that needs to be done during self-isolation in order to suppress the spread of COVID-19 cases in family clusters
Read More
Factors on the Household Specific Waste Handling Characteristics of COVID-19 Survivors Patients Self-Isolating (Isoman) at Home With Family Cluster COVID-19 Incidences in Cimahi City 2022 Counsellor : Prof. dr. Haryoto Kusnoputranto, S.KM., Dr.PH. Waste is a problem in several developing countries, one of which is Indonesia.In December 2019, there was an outbreak of a disease caused by the corona virus or commonly called COVID-19, the city of Cimahi is one of the densest cities in West Java Province with 10,323 cases of self-isolation.Household-specific waste generated by COVID-19 survivor patients who are self-isolating (isoman) in Cimahi City 2022. This research method is a quantitative research with a cross sectional design. The sample of this study 237 respondent COVID-19 survivors who were self-isolating at home. The data collected in this study is primary data using a questionnaire that has been tested for validity and reliability. The results showed that there was a significant relationship between attitudes and the incidence of family cluster transmission (p = 0.025), there was a significant relationship between education and family cluster transmission (p = 0.014), there was a significant relationship between knowledge and transmission after being controlled by the confounding variable, namely education. and there is a significant relationship between attitudes and transmission after being controlled by the confounding variable, namely the age of COVID-19 survivors who are self-isolating at home with the incidence of family cluster COVID-19 in Cimahi City 2022. The conclusion is that there is no massive spread of COVID-19 in family clusters, Good knowledge and bad attitudes in patients who survive COVID-19, There is a significant relationship between attitudes and the incidence of family cluster transmission, There is a significant relationship between education and the incidence of cluster transmission. There is a significant relationship between knowledge and the incidence of family cluster transmission which is controlled by the educational confounding variable. There is a significant relationship between attitudes and the incidence of family cluster transmission controlled by the confounding variable, namely age.Suggestions for Dinas Lingkungan Hidup dan Dinas Kesehatan Kota Cimahi of PEMKOT Cimahi City need to provide counseling regarding waste management that needs to be done during self-isolation in order to suppress the spread of COVID-19 cases in family clusters
T-6477
Depok : FKM-UI, 2022
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Gurendro Putro, Noor Edi Widya Sukoco
Bulitsiskes Vol.15, No.3
Surabaya : Balitbangkes Kemenkes RI, 2012
Indeks Artikel Jurnal-Majalah Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Denny Saptono Fahrurodzi; Pembimbing: Helda; Penguji: Yovsyah, Julianty Pradono
Abstrak:
Latar Belakang: Gagal jantung memiliki angka bertahan hidup yang rendah. Sekitar 26 juta orang dewasa hidup dengan gagal jantung di dunia. Berdasarkan Riskesdas 2013, prevalensi gagal jantung berdasarkan wawancara terdiagnosis dokter di Indonesia sebesar 0,13 %. Metode: Penelitian ini menggunakan data Riskesdas tahun 2013 dengan desain studi cross-sectional. Sampel adalah seluruh penduduk yang berada di Indonesia berusia ≥18 tahun. Diagnosis gagal jantung (decompensatio cordis) berdasarkan diagnosa dokter. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 655.192 orang. Hasil: Analisis data menunjukkan prevalensi gagal jantung terdiagnosis sebesar 0,1%. Faktor risiko yang paling besar terhadap kejadian gagal jantung di Indonesia adalah penyakit jantung koroner (POR=42,578; 95% CI=35,982-50,383; p<0,001). Kesimpulan dan saran: Kejadian gagal jantung berdasarkan diagnosis dokter memiliki prevalensi 0,1% dan penduduk perempuan yang memasuki masa menopause dan berumur lebih dari 41 tahun diharapkan rutin melakukan cek kesehatan jantung serta mengurangi aktivitas sedentari. Selain itu, penduduk disarankan untuk menghindari penyakit jantung koroner, diabetes mellitus, stress, hipertensi, obesitas, dan merokok dengan pola hidup sehat agar terhindar dari gagal jantung. Kata kunci: Gagal Jantung, Sosiodemografi, Gaya Hidup, Riwayat Penyakit Latar Belakang: Gagal jantung memiliki angka bertahan hidup yang rendah. Sekitar 26 juta orang dewasa hidup dengan gagal jantung di dunia. Berdasarkan Riskesdas 2013, prevalensi gagal jantung berdasarkan wawancara terdiagnosis dokter di Indonesia sebesar 0,13 %. Metode: Penelitian ini menggunakan data Riskesdas tahun 2013 dengan desain studi cross-sectional. Sampel adalah seluruh penduduk yang berada di Indonesia berusia ≥18 tahun. Diagnosis gagal jantung (decompensatio cordis) berdasarkan diagnosa dokter. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 655.192 orang. Hasil: Analisis data menunjukkan prevalensi gagal jantung terdiagnosis sebesar 0,1%. Faktor risiko yang paling besar terhadap kejadian gagal jantung di Indonesia adalah penyakit jantung koroner (POR=42,578; 95% CI=35,982-50,383; p<0,001). Kesimpulan dan saran: Kejadian gagal jantung berdasarkan diagnosis dokter memiliki prevalensi 0,1% dan penduduk perempuan yang memasuki masa menopause dan berumur lebih dari 41 tahun diharapkan rutin melakukan cek kesehatan jantung serta mengurangi aktivitas sedentari. Selain itu, penduduk disarankan untuk menghindari penyakit jantung koroner, diabetes mellitus, stress, hipertensi, obesitas, dan merokok dengan pola hidup sehat agar terhindar dari gagal jantung. Kata kunci: Gagal Jantung, Sosiodemografi, Gaya Hidup, Riwayat Penyakit.
Read More
S-9318
Depok : FKM-UI, 2017
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Susilo Wulan; Pembimbing: Vetty Yulianty Permanasari; Penguji: Mardiati Nadjib, Kurniasari, Budi Hartono, M. Lintang
Abstrak:
Penyakit TB menempatkan beban luar biasa bagi penderita, keluarga, masyarakat,dan anggaran pemerintah. Selain kehilangan produktivitas kerja efek paling mendalam adalah penurunan tingkat kesejahteraan bahkan pemiskinan. Tujuanpenelitian ini menganalisis beban ekonomi yang ditanggung pasien dan anggota rumah tangga akibat penyakit Tuberculosis. Merupakan penelitian eksploratif deskriptif secara retrospektif dengan desain studi cross sectional. Sampel adalahpasien TB Paru BTA + dengan metode pengambilan sample probabilityproportional to size sebanyak 71 pasien.Estimasi total beban ekonomi akibat sakit TB di Kota Bengkulu adalah Rp7.259.600,- atau sebesar 28.48% dari rata-rata pendapatan rumah tangga. Komponen biaya yang paling dominan adalah biaya tidak langsung yaitu sebesar Rp 5.134..400,- atau 20.14% rata-rata pendapatan rumah tangga di ikuti biaya langsung sebesar Rp 2.125.200,- (8.34%) rata-rata pendapatan rumah tangga. Pasien dengan penghasilan rendah, umur lebih dari 43 tahun, tidak memiliki jaminan kesehatan, memiliki jumlah anggota rumah tangga lebih dari 4, melakukan coping strategy dan pernah menjalani rawat inap akan menangalami katastropik dibandingkan dengan kelompok lainnya, pada akhirnya mempengaruhi tingkat kesejahteraan dan pemiskinan rumah tangga. Diperlukan kajian kebijakan kesehatan yang dapat melindungi rumah tangga dari semua aspek biaya karena sakit, khususnya TB dalam mengurangi pengeluaran kesehatan dalam biaya non medis maupun indirect cost. Kata kunci : Beban Ekonomi, Coping Strategy, Katastropik, Pemiskinan.
Tuberculosis puts a tremendous burden for patients, families, communities andgovernment budgets. In addition to the work productivity loss, the most profoundeffect is the decrease in the level of well-being even impoverishment. The purposeof this study is analyze the economic burden by patient and households as a resultof Tuberculosis. It is an explanatory retrospective descriptive study with crosssectional design. Total respondents were 71, they were pulmonary TB patientswith smear positive. Sampling technique used probability proportional to size.Estimated total economic burden of illness due to Tuberculosis int the Bengkulucity is Rp 7.259.600, which is 28.48% of the average household income. The mostdominant component costs are indirect costs amounting to RP 5.134.400,-whilethe direct cost is Rp 2.125.200,-. Patients with low income, age over 43 years, donot have health insurance, have a household size of more than 4, do copingstrategy and have ever hospitalized will experience catastrophic compared to othergroups, which then affecting the level of household welfare and poverty. It is aneed to produce a health policy with the that can protect householdsexpencesndue to do TB illness, especially expenses on non medical costs andindirect costs.Keywords: Economic Burden, Coping Strategy, catastrophic,impoverishment.
Read More
Tuberculosis puts a tremendous burden for patients, families, communities andgovernment budgets. In addition to the work productivity loss, the most profoundeffect is the decrease in the level of well-being even impoverishment. The purposeof this study is analyze the economic burden by patient and households as a resultof Tuberculosis. It is an explanatory retrospective descriptive study with crosssectional design. Total respondents were 71, they were pulmonary TB patientswith smear positive. Sampling technique used probability proportional to size.Estimated total economic burden of illness due to Tuberculosis int the Bengkulucity is Rp 7.259.600, which is 28.48% of the average household income. The mostdominant component costs are indirect costs amounting to RP 5.134.400,-whilethe direct cost is Rp 2.125.200,-. Patients with low income, age over 43 years, donot have health insurance, have a household size of more than 4, do copingstrategy and have ever hospitalized will experience catastrophic compared to othergroups, which then affecting the level of household welfare and poverty. It is aneed to produce a health policy with the that can protect householdsexpencesndue to do TB illness, especially expenses on non medical costs andindirect costs.Keywords: Economic Burden, Coping Strategy, catastrophic,impoverishment.
T-4150
Depok : FKM-UI, 2014
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Sri Wahyuni; Pembimbing: Susanto P. Hastono, Budi Hartono; Penguji: Sri Irianti, Joko Irianto
Abstrak:
Pneumonia tercatat sebagai salah satu masalah kesehatan utama pada balita. Pneumonia merupakan penyebab utama morbiditas dan mortalitas balita. Berdasarkan laporan Global Action Plan for Pneumonia and Diarrhoea (GAPPD) tahun 2013 pengurangan polusi udara rumah tangga dapat mengurangi kejadian pneumonia berat pada anak sebesar 33%. Penelitian ini menggunakan data Riskesdas 2013, jumlah sampel penelitian adalah 67.026 balita, analisis data menggunakan regresi logistik ganda dengan model faktor risiko.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa PURT yang diukur berdasarkan penggunaan bahan bakar rumah tangga (BBRT) dan keberadaan ventilasi rumah berhubungan signifikan dengan kejadian pneumonia pada balita (BBRT tidak aman: ORc=1,4; SK 95%: 1,2-1,6; rumah yang tidak memiliki ventilasi memadai: ORc=1,2; SK 95%:1,0- 1,4). Terdapat interaksi antara penggunaan bahan bakar rumah tangga dengan status imunisasi balita dan terdapat interaksi antara ventilasi rumah dengan perumahan kumuh. Disarankan kepada pengelola program P2PL untuk menggalakan program pencegahan penyakit menular khususnya pneumonia pada balita, serta memberikan KIE terkait penggunaan bahan bakar yang aman, keberadaan ventilasi yang memadai, pemberian imunisasi pada balita, dan kebersihan lingkungan rumah kepada masyarakat khususnya ibu-ibu rumah tangga oleh tenaga kesehatan.
Kata kunci: imunisasi; perumahan kumuh; Pneumonia; PURT; ventilasi.
Read More
Hasil penelitian menunjukkan bahwa PURT yang diukur berdasarkan penggunaan bahan bakar rumah tangga (BBRT) dan keberadaan ventilasi rumah berhubungan signifikan dengan kejadian pneumonia pada balita (BBRT tidak aman: ORc=1,4; SK 95%: 1,2-1,6; rumah yang tidak memiliki ventilasi memadai: ORc=1,2; SK 95%:1,0- 1,4). Terdapat interaksi antara penggunaan bahan bakar rumah tangga dengan status imunisasi balita dan terdapat interaksi antara ventilasi rumah dengan perumahan kumuh. Disarankan kepada pengelola program P2PL untuk menggalakan program pencegahan penyakit menular khususnya pneumonia pada balita, serta memberikan KIE terkait penggunaan bahan bakar yang aman, keberadaan ventilasi yang memadai, pemberian imunisasi pada balita, dan kebersihan lingkungan rumah kepada masyarakat khususnya ibu-ibu rumah tangga oleh tenaga kesehatan.
Kata kunci: imunisasi; perumahan kumuh; Pneumonia; PURT; ventilasi.
T-4359
Depok : FKM UI, 2015
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
