Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 20548 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Ahmad Hudoyo ... [et al.]
JTI Vol.4, No.2
Jakarta : Perkumpulan Pemberantasan Tuberkulosis Indonesia, 2007
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Maj. Kedokteran Indonesia (MKI), Vol.55, No.5, Mei. 2005: hal. 418-423
[s.l.] : [s.n.] : s.a.]
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ika Dewi Subandiyah; Pembimbing: Sudaryo, Mondastri Korib; Wahyono, Tri Yunis Miko; Wahyono; Penguji: Indah Raksi Padmasari, Henti Helpita
Abstrak: Pengobatan TB- HIV memerlukan pengobatan sekaligus yakni OAT dan ARV untukmencegah progresivitas TB. Penelitian sebelumnya, kepatuhan terhadap kedua pengobatanmasih kurang. Studi ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kepatuhan minum OAT danARV dengan progresivitas TB paru pada koinfeksi TB-HIV di Jakarta Selatan. Desain yangdigunakan adalah Kohort Retrospektif dengan menggunakan data yang berasal dari kartupengobatan TB dan ikhtisar perawatan HIV yang dimiliki pasien TB-HIV di puskesmas danRSUD di Jakarta Selatan tahun 2015-2017. Hasilnya adalah responden yang patuh minumkedua obat 56,8% , patuh ARV 13,5% ,patuh OAT 14,2 % dan tidak patuh keduanya 15,5 %.29,7% penderita koinfeksi TB HIV menunjukkan progresivitas sedangkan 70,3% tidak.Analisis cox regresi menunjukkan bahwa ada hubungan antara kepatuhan dengan progresivitasTB paru pada koinfeksi TB-HIV (p.0.000).Probabilitas survival pada responden yang tidakpatuh minum keduanya 17.4 %, patuh minum ARV saja 30,6%,patuh OAT saja 69,7% danpatuh keduanya 88,4%. Resiko untuk progresif pada responden yang tidak patuh minum keduaobat adalah 24 kali(HR 24.56;95 % CI 9.49-63.53). Resiko responden yang patuh minum ARVsaja 8,6 kali(HR 8,59; 95 % CI 3.15-23.42) dan resiko yang patuh minum OAT saja 3,3 kali(HR3.3; 95% CI 1.01-10.97).
Read More
T-5169
Depok : FKM-UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ida Diana Sari, Rofiangatul Mubasyiroh, Sudibyo Supardi
BPK Vol.45, No.1
Jakarta : Balitbangkes Depkes RI, 2016
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ike Anggraeni Gunawan; Pembimbing: Farida Mutiarawati Tri Agustina
S-2115
Depok : FKM UI, 2001
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rini Handayani; Pembimbing: Nurhayati Adnan; Penguji: Tri Yunis Miko Wahyono, Febya Asmirna
Abstrak: Tuberkulosis (TB) merupakan penyakit infeksi menular yang masih menjadi permasalahan di dunia. TB dapat menyebabkan kematian pada penderitanya. Salah satu tempat penyebaran tinggi TB adalah Penjara. Pada penelitian sebelumnya diketahui bahwa prevalensi TB di Penjara lebih besar dibandingkan dengan prevalensi TB di masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah diketahuinya hubungan status HIV dengan kejadian TB Paru berdasarkan karakteristik individu, kepadatan hunian kamar, kontak dalam sel, dan faktor perilaku pada narapidana di Lembaga Permasyarakatan Narkotika Kelas II A Jakarta tahun 2013. Penelitian ini dilakukan denngan desain cross sectional, dengan sampel 250 naparidana yang terdata pada tahun 2013 dan masih berada di Lapas Narkotika Kelas II A Jakarta. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat 6,2% responden yang mengalami TB Paru. Berdasarkan hasil uji bivariat didapatkan bahwa ada hubungan antara status HIV dengan kejadian TB Paru. Setelah dilakukan stratifikasi, di dapatkan bahwa hubungan status HIV dengan kejadian TB Paru lebih cenderung terjadi pada responden yang memiliki kepadatan hunian kamar yang memenuhi syarat, memiliki kontak dalam sel dengan pasien TB, atau pernah merokok.
 

Tuberculosis (TB) is communicable infection disease that still is problem in the world. TB can make people who affected with bacteria of TB dead. One of high-risk group of TB is prisoners. Recent researches show that prevalence of TB in prisons higher than prevalence of TB in public. This research then comes to find the relationship between status of HIV and Pulmo TB be stratificated based on individual factors, rooms occupy density, contact in cell, and behavior factors on prisoners in Lembaga Permasyarakatan Narkotika Kelas II A Jakarta on 2013. The research was done with cross-sectional design with 250 samples of prisoners who registered on 2013 and still is in Lembaga Permasyarakatan Narkotika Kelas II A Jakarta. It found that 6,2% respondents were have Pulmo TB. Based on bivariate analysis, the research also found that there are relationships between status of HIV with pulmo TB. After stratification, it show that relationship between status of HIV and pulmo TB have preference happen in respondent who having good Room occupy density, having contact in cell with patients of TB, or have been smokers in the past.
Read More
S-7996
Depok : FKM-UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Winda Sofvina; Pembimbing: Nurhayati Adnan; Penguji: Putri Bungsu, Anna Rozaliyani, Elyn Dohar Idarin Aritonang
Abstrak:

Latar belakang: Kasus aspergilosis paru kronik di Indonesia diperkirakan semakin meningkat seiring dengan peningkatan kasus TB paru. Keterlambatan mendapatkan pengobatan akan memengaruhi kualitas hidup pasien Aspergilosis Paru Kronik (APK). Data mengenai APK pada pasien dengan riwayat TB masih terbatas di Indonesia, penelitian mengenai APK yang pernah dilakukan hanya terbatas pada populasi yang berasal dari rumah sakit di Jakarta. Diperlukan studi mengenai kualitas hidup dan APK dengan mempertimbangkan faktor penyakit lain, terutama penyakit kronis yang dapat memperburuk kualitas hidup pasien, khususnya penyakit dengan prevalens tinggi di Indonesia, yaitu diabetes melitus dan hipertensi. Penyakit pernapasan lain yang juga harus dipertimbangkan adalah penyakit paru obstruktif kronik (PPOK).
Matode: Penelitian ini berdisain potong lintang, yang merupakan bagian dari penelitian sebelumnya mengenai Aspergilosis Paru Kronik pada pasien dengan Riwayat TB paru di beberapa area di Indonesia. Data penelitian berasal dari rekrutmen penelitian sebelumnya periode Juni 2023-Maret 2024. Studi ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara APK dan kualitas hidup pasien riwayat TB paru.
Hasil: Subjek terbanyak berada pada kelompok usia 50-59 tahun, dan subjek paling sedikit berada pada kelompok usia <=29 tahun. Proporsi kejadian APK pada subjek dengan riwayat TB paru pada studi ini sebesar 67,83%. Proporsi subjek dengan riwayat TB paru yang memiliki kualitas hidup buruk sebesar 53,04%
Kesimpulan: Pasien riwayat TB paru yang mengalami APK memiliki risiko 1,45 kali kualitas hidup buruk dibandingkan pasien yang bukan APK. Tidak ada faktor kovariat yang memengaruhi hubungan antara APK dan kualitas hidup pada studi ini.
Kata kunci: Aspergilosis, kualitas hidup, APK


Background: Cases of chronic pulmonary aspergillosis in Indonesia are expected to increase along with the increase in cases of pulmonary TB. Delays in getting treatment will affect the quality of life of chronic pulmonary aspergillosis (CPA) patients. Data on CPA in patients with a history of TB is still limited in Indonesia; research on CPA that has been conducted is limited to the population from hospitals in Jakarta. A study is needed on the quality of life and CPA by considering other disease factors, especially chronic diseases that can worsen the quality of life of patients, especially diseases with a high prevalence in Indonesia, namely diabetes mellitus and hypertension. Another respiratory disease that must also be considered is chronic obstructive pulmonary disease (COPD). Method: This study is a cross-sectional design, which is part of a previous study on chronic pulmonary aspergillosis in patients with a history of pulmonary TB in several areas in Indonesia. The research data comes from the recruitment of previous studies from June 2023 to March 2024. This study aims to determine the relationship between APK and the quality of life of patients with a history of pulmonary TB. Results: The largest number of subjects were in the 50-59 year age group, and the fewest subjects were in the <=29 year age group. The proportion of APK incidence in subjects with a history of pulmonary TB in this study was 67.83%. The proportion of subjects with a history of pulmonary TB who had poor quality of life was 53.04%. Conclusion: Patients with a history of pulmonary TB who experienced APK had a 1.45 times risk of poor quality of life compared to patients who were not APK. There were no covariate factors that influenced the relationship between APK and quality of life in this study. 

Read More
T-7200
Depok : FKM UI, 2025
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Majalah Dokter Keluarga (MDK), vol.4, No.4, Maret 1985. hal. 171-173
[s.l.] : [s.n.] : s.a.]
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ribka Kezia Angelica Sagala; Pembimbing: Popy Yuniar; Penguji: Martya Rahmaniati Makful, Umi Zakiati
Abstrak:
Kepatuhan pengobatan Tuberkulosis (TB) masih menjadi salah satu masalah kesehatan utama dalam menanggulangi TB di Indonesia. Proporsi kepatuhan minum obat TB di Indonesia mengalami penurunan dari tahun 2018 (69,2%) ke tahun 2023 (62,5%). Dalam strategi DOTS, dijelaskan bahwa salah satu upaya mengendalikan kepatuhan pengobatan adalah  kehadiran Pengawas Menelan Obat (PMO). Namun, proporsi pasien TB yang memiliki PMO juga mengalami penurunan dari 66,2% menjadi 62,1%. Oleh karena itu, penelitian ini hendak menelusuri apakah penurunan keberadaan PMO berkontribusi terhadap penurunan kepatuhan pasien TB usia ≥ 15 Tahun meminum obat di Indonesia menggunakan data sekunder Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023. Desain studi yang digunakan adalah potong lintang. Analisis yang dilakukan adalah analisis univariabel, bivariabel, dan multivariabel. Hasil penelitian menemukan hubungan signifikan antara keberadaan PMO dengan kepatuhan minum obat (OR: 4,62; 95% CI: 2,39–8,93). Setelah dikontrol dengan usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan, status ekonomi, dan komorbid DM, dan kepemilikan jaminan kesehatan, keberadaan PMO masih berhubungan positif dengan kepatuhan (AOR: 4,41; 95% CI: 2,18–8,90). Hasil tersebut menunjukkan bahwa kehadiran PMO relevan dan penting untuk meningkatkan kepatuhan dan keberhasilan pengobatan TB Paru di Indonesia. Upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kepatuhan pasien TB adalah mengoptimalisasi peran dan kualitas PMO baik dari keluarga maupun tenaga kesehatan.


Treatment adherence for tuberculosis (TB) remains one of the major health challenges in TB control efforts in Indonesia. The proportion of TB patients adhering to treatment decreased from 69.2% in 2018 to 62.5% in 2023. In the DOTS strategy, one of the key efforts to improve treatment adherence is the presence of a Treatment Supervisor (Pengawas Menelan Obat or PMO). However, the proportion of TB patients with a PMO also declined from 66.2% to 62.1%. This study aims to examine whether the decline in PMO presence contributed to the decrease in treatment adherence among TB patients aged ≥15 years in Indonesia, using secondary data from the 2023 Indonesia Health Survey (Survei Kesehatan Indonesia or SKI). The study design is cross-sectional, and analyses were conducted using univariate, bivariate, and multivariate methods. The results showed a significant association between the presence of a PMO and treatment adherence (OR: 4.62; 95% CI: 2.39–8.93). After controlling for age, sex, education level, economic status, comorbid diabetes mellitus, and health insurance ownership, the presence of a PMO remained positively associated with adherence (AOR: 4.41; 95% CI: 2.18–8.90). These findings indicate that the presence of a PMO is relevant and essential for improving TB treatment adherence and success in Indonesia. The efforts to enhance patient adherence should also focus on optimizing the role and quality of PMO, whether from family members or healthcare providers.
Read More
S-12109
Depok : FKM UI, 2025
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Liong Boy Kurniawan ... [et al.]
CDK 195, Vol.39, No.7
Jakarta : Kalbe Farma, 2012
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive