Ditemukan 40372 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
Intan Kusumaningtyas
JIMKI Vol.1, No.1
Jakarta : SM-IKM FK-UI, 2010
Indeks Artikel Jurnal-Majalah Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Suharto
CDK No.133, 2001
Jakarta : Kalbe Farma, 2001
Indeks Artikel Jurnal-Majalah Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Patience Mia Chiotha; Pembimbing: Budi Haryanto; Penguji: Budi Hartono, Laila Fitria, Save Kumwenda, ria Kusuma
Abstrak:
Read More
Diare pada anak masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang penting di Malawi. Survei Demografi dan Kesehatan Malawi (MDHS) tahun 2015–2016 dan 2024 sama-sama melaporkan prevalensi diare sekitar 22%, yang menunjukkan belum adanya penurunan yang berarti selama satu dekade terakhir. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara faktor air, sanitasi, dan higiene rumah tangga (WASH) dengan diare pada anak balita di Malawi. Penelitian ini menggunakan desain potong lintang dengan data Malawi Demographic and Health Survey (MDHS) 2024, yang mencakup 23.070 rumah tangga dan 12.312 anak balita. Setelah penerapan kriteria inklusi dan eksklusi, sebanyak 11.514 anak balita diikutsertakan dalam analisis. Analisis dilakukan menggunakan Complex Samples Logistic Regression (CSLOGISTIC) dengan mempertimbangkan faktor anak, ibu, rumah tangga, dan geografis.Prevalensi diare dalam dua minggu terakhir adalah 22,4%. Akses terhadap sumber air minum layak tergolong tinggi, namun cakupan sanitasi layak, pengolahan air minum rumah tangga, dan fasilitas cuci tangan dengan sabun dan air masih rendah. Setelah penyesuaian, sanitasi tidak layak dan tidak adanya pengolahan air minum rumah tangga berhubungan dengan peningkatan peluang diare pada anak. Usia anak, usia ibu, pendidikan ibu, dan status pekerjaan ibu juga berhubungan signifikan dengan kejadian diare. Hubungan antara sanitasi dan diare lebih kuat pada anak yang tinggal di daerah perdesaan dibandingkan daerah perkotaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan sanitasi, pengolahan air minum rumah tangga, dan intervensi yang berfokus pada kelompok rentan berpotensi mengurangi beban diare pada anak di Malawi.
Childhood diarrhoea remains a major public health problem among children under five years of age in Malawi. The Malawi Demographic and Health Surveys (MDHS) 2015–2016 and 2024 both reported a diarrhoea prevalence of approximately 22%, indicating limited progress in reducing the burden of the disease over the past decade. This study examined the association between household water, sanitation, and hygiene (WASH) factors and childhood diarrhoea among children under five years of age in Malawi. A cross-sectional study was conducted using data from the 2024 Malawi Demographic and Health Survey, which surveyed 23,070 households and identified 12,312 children under five years of age. After applying the inclusion and exclusion criteria, 11,514 children were included in the analysis. Complex Samples Logistic Regression (CSLOGISTIC) was used to assess the association between household WASH factors and childhood diarrhoea while accounting for child, maternal, household, and geographic factors. The two-week prevalence of childhood diarrhoea was 22.4%. Access to improved drinking water sources was high, but coverage of improved sanitation facilities, household water treatment, and handwashing facilities with soap and water remained low. After adjustment, unimproved sanitation facilities and lack of household water treatment were independently associated with higher odds of childhood diarrhoea. Child age, maternal age, maternal education, and maternal employment status were also significant predictors. The association between sanitation facilities and childhood diarrhoea was stronger among rural children than among urban children. Childhood diarrhoea remains a persistent public health challenge in Malawi. Improving sanitation infrastructure, promoting household water treatment, and strengthening interventions targeting vulnerable children and mothers may contribute to reducing the burden of childhood diarrhoeal disease.
T-7672
Depok : FKM-UI, 2026
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Kliping koran Republika 2015
[s.l.] :
[s.n.] :
s.a.]
Indeks Koran Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Lusianawaty Tana, Frans Xaverius Suharyanto Halim
JInMA-Vol.61/No.4
Jakarta : IDI, 2011
Indeks Artikel Jurnal-Majalah Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Lusianawaty Tana, Delima
MPPK Vol.23, No.1
Jakarta : Balitbangkes Kemenkes RI, 2013
Indeks Artikel Jurnal-Majalah Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Khairi Lufti Sinaga; Pembimbing: L. Meily Kurniawidjaja; Penguji: Chandra Satrya, Doni Hikmat Ramdhan, Hanny Harjulianti, Irma Setiawaty Wulandari
Abstrak:
Nyeri punggung bawah merupakan gangguan otot tulang dan rangka yang palingsering dialami dokter gigi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaranfaktor risiko keluhan nyeri punggung bawah pada mahasiswa profesi kedokterangigi saat melakukan pembersihan karang gigi. Penelitian bersifat cross-sectional,berlokasi di Klinik Integrasi 1 RSKGM X pada bulan Januari 2016 dengan objekpenelitian adalah kursi operator, kursi pasien dan postur. Data dikumpulkanmelalui kuesioner, pemeriksaan fisik, dan observasi. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa desain kuri operator dan kursi pasien berdampak padatimbulnya postur janggal. Edukasi posisi ideal, prosedur pemeliharaan saranakerja, aktivitas fisik diharapkan dapat mengurangi keluhan nyeri punggungbawah.
Kata kunci: nyeri punggung bawah, postur janggal, dokter gigi, kursi operator,kursi pasien.
This study aims to describe the risk factors of low back pain of dentistry students whoperform scaling. The study design was cross-secctional descriptive analytic,located at Klinik Integrasi 1 RSKGM X with dental stool, dental chair and workposture as the object. Data collected from questionnaires, physical examinationand observation. The results showed that design of dental stool and dental chairaffected awkward posture of the operator. Training of ideal position, inspectionand maintenance procedures of facilities, training of physical activity are expectedto reduce low back pain.
Keywords: low back pain, awkward posture, dentist, dental stool, dental chair
Read More
Kata kunci: nyeri punggung bawah, postur janggal, dokter gigi, kursi operator,kursi pasien.
This study aims to describe the risk factors of low back pain of dentistry students whoperform scaling. The study design was cross-secctional descriptive analytic,located at Klinik Integrasi 1 RSKGM X with dental stool, dental chair and workposture as the object. Data collected from questionnaires, physical examinationand observation. The results showed that design of dental stool and dental chairaffected awkward posture of the operator. Training of ideal position, inspectionand maintenance procedures of facilities, training of physical activity are expectedto reduce low back pain.
Keywords: low back pain, awkward posture, dentist, dental stool, dental chair
T-4756
Depok : FKM UI, 2016
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Ezra Munarjinah; Pembimbing: Hendra; Penguji: Dadan Erwandi, Puji Supriyono
S-6459
Depok : FKM-UI, 2011
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
A.A. Bgs. Ngr. Nuartha
CDK No.54 (1989)
Jakarta : Kalbe Farma, 1989
Indeks Artikel Jurnal-Majalah Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Berita AIDS Indonesia, Vol.III, No. 03, 1994, hal. 11-14. ( ket. ada di bendel Maj. campuran No. 14 )
[s.l.] :
[s.n.] :
s.a.]
Indeks Artikel Jurnal-Majalah Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
