Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 23531 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Sri Unon Purwati, Efa Deswarni, Oktaria Diah Pitalokasari
EJPKL Vol.2, No.1
Tangerang : Puspitek, 2008
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Buku 1, Republika, hal 33
[s.l.] : [s.n.] : s.a.]
Indeks Koran   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Buku 1, Republika, hal. 89
[s.l.] : [s.n.] : s.a.]
Indeks Koran   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Misriati; Pembimbing: Ririn Arminsih Wulandari
S-1730
Depok : FKM UI, 2000
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Istiqma Azmi Ardina Noor; Pembimbing: Dewi Susanna; Penguji: Budi Hartono, Umi Zakiati
Abstrak: Telepon seluler menjadi bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan manusia. Hal ini dikarenakan manfaat serta kemudahan yang diperoleh dari penggunaan telepon seluler. Namun, dengan semua manfaat yang ditawarkan, telepon seluler memiliki peran potensial dalam transmisi mikroorganisme yang berbahaya terhadap kesehatan dengan berperan sebagai pembawa sejumlah mikroorganisme yang hidup di setiap inchi permukaan telepon seluler, salah satunya adalah Escherichia coli. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional untuk menganalisis hubungan antara kebersihan tangan, kebersihan telepon seluler, dan penggunaan telepon seluler dengan keberadaan bakteri Escherichia coli pada telepon seluler mahasiswa sarjana Fakultas Kesehatan Masyarakat sebuah Universitas Negeri. Pengambilan data dilakukan kepada 98 responden mahasiswa kesehatan masyarakat tingkat sarjana, baik reguler maupun ekstensi angkatan 2015-2018, dengan menggunakan kuesioner mengenai perilaku kebersihan tangan, kebersihan telepon seluler, dan penggunaan telepon seluler oleh mahasiswa. Responden diperoleh menggunakan teknik sampling aksidental. Sedangkan sampel bakteri pada telepon seluler diambil dengan teknik swab menggunakan larutan Buffered Pepton Water pada bagian layar, samping, dan belakang telepon seluler. Bakteri dari sampel kemudian diidentifikasi di laboratorium menggunakan metode Total Plate Count (TPC) dengan media Chromocult Coliform Agar (CCA). Hasil pemeriksaan laboratorium pada 98 sampel telepon seluler adalah negatif atau tidak terdapat bakteri Escherichia coli pada sampel. Kondisi kebersihan tangan, kebersihan telepon seluler, dan penggunaan telepon seluler mahasiswa kesehatan masyarakat masing-masing sebesar 53.1%, 70.4%, dan 60.2%. Berdasarkan hal tersebut maka dapat disimpulkan bahwa kebersihan tangan, kebersihan telepon seluler, dan penggunaan telepon seluler mahasiswa termasuk ke dalam kategori baik.
Read More
S-10212
Depok : FKM UI, 2019
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Buku II, Media Indonesia. hal : 36
[s.l.] : [s.n.] : s.a.]
Indeks Koran   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Lia Arsyina; Pembimbing: Bambang Wispriyono, Ririn Arminsih; Penguji: Ema Hermawati, Dian Novianti, Sukanda
Abstrak: Tesis ini membahas hubungan antara faktor higiene dan sanitasi yakni sarana pembuangan tinja, penyaluran tinja, sumber air bersih, kondisi sumber air bersih, sumber air minum, tempat penyimpanan air minum, tempat sampah di dapur, dan perilaku Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) dengan kandungan bakteri Escherichia coli (E.coli) dalam air minum rumah tangga yang ada di Kota Depok. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional dengan melakukan analisis data sekunder yang berasal dari hasil penelitian Survei Kebersihan dan Kesehatan Lingkungan Masyarakat Kota Depok Tahun 2019 milik PKKLI FKM UI. Hasil penelitian yakni ada hubungan yang signifikan antara tempat penyimpanan air minum (OR=2,60; CI 95%: 1,18-5,71) dan perilaku CTPS (OR=1,65; CI 95%: 1,04-2,62) dengan kandungan E.coli dalam air minum rumah tangga. Faktor dominan yang mempengaruhi kandungan E.coli dalam air minum rumah tangga adalah tempat penyimpanan air minum. Berdasarkan hasil dari penelitian ini, disarankan bagi masyarakat untuk menggunakan tempat penyimpana air minum yang tertutup dan dijaga kebersihannya. Terkait perilaku CTPS, disarankan bagi Dinas Kesehatan Kota Depok melalui puskesmas setempat untuk lebih menggalakkan kampanye CTPS terutama di sekolah-sekolah agar dapat membentuk sebuah kebiasaan CTPS sejak dini.
Read More
T-5789
Depok : FKM UI, 2019
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Laura Dwi Pratiwi; Pembimbing: Bambang Wispriyono; Penguji: Ririn Arminsih Wulandari, Ema Hermawati, Sukanda, Rr. Dian Novianti
Abstrak:
Di Kota Depok, diare merupakan 4 penyakit teratas diderita oleh balita. Salah satu faktor risiko penyakit diare adalah mengonsumsi air minum yang terkontaminasi tinja. Kontaminasi tinja dapat dilihat dari jumah kandungan bakteri E. coli dalam air minum rumah tangga. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara kandungan Escherichia coli (E. coli) dalam air minum rumah tangga dengan kejadian diare pada balita di Kota Depok Penelitian merupakan studi cross-sectional dengan 300 responden di Kecamatan Sawangan, Kecamatan Cipayung dan Kecamatan Bojong Sari. Pengambilan sampel adalah total sampling dari data engambilan sampel air minum rumah tangga menggunakan metode SNI 3554:2015. Kandungan E. coli pada air minum rumah tangga diuji dengan menggunakan metode TPC (Total Plate Count). Kejadian diare yang dirasakan dalam 6 bulan terakhir pada balita didapatkan dengan wawancara terhadap ibu. Wawancara dan observasi dilakukan untuk mengetahui sanitasi, higiene dan karakteristik ibu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan E. coli dalam air minum rumah tangga yang tidak memenuhi syarat sejumlah 174 Sarana jamban keluarga, kondisi sumber air bersih, penyimpanan air minum, pengelolaan sampah rumah tangga, usia ibu dan pendidikan ibu tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan kejadian diare balita. Kesimpulan dari penelitian ini adalah rumah tangga dengan kandungan bakteri E. coli dalam air minum tidak memenuhi syarat dan menerapkan CTPS berisiko 0,9 kali mengalami diare pada balita. Rumah tangga dengan kandungan bakteri E. coli dalam air minum tidak memenuhi syarat dan tidak menerapkan CTPS berisiko 3,7 kali mengalami diare pada balita

H2S is dangerous compound that colorless and has smell like rotten egg. One of this compound source is produced from decomposition process in landfill. The most sensitive body system when exposed to H2S is respiratory system. This study aims to analyze the effect of H2S intake to respiratory symptoms at people living around the Cipayung Landfill. This study design uses cross sectional. Data collection was carried out by interview by questionnaire and measure  H2S ambient at 9 poimts locate aroundd community settlements. The result were found intake of H2S associated with respiratory symptoms (p value=0,012; OR=10,5; CI 95%=1,25-88,02). The result of multivariat analysis were found H2S intake influence respiratory symptoms after controlled by duration living variable (p value=0,026; OR=6,78; CI 95%= 1,612-64,572). It needs to measure routine H2S ambient and ensure that concentration was safe as well as proper management efforts from City Government of Depok, Cipayung Landfill and related stakeholders in order to reduce the health risk problems to the people living around Cipayung landfill.

Read More
T-5909
Depok : FKM-UI, 2020
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Gistya Isma Thihara; Pembimbing: R. Budi Hartono; Penguji: Budi Haryanto, Yulia Fitria Ningrum
Abstrak: Street food (SF) sangat populer dan digemari oleh masyarakat di seluruh dunia. Tercatat sebanyak 2,5 miliar orang di dunia dan jutaan orang di negara berkembang mengkonsumsi street food setiap harinya. Pada negara berkembang, Makanan yang dijual oleh SF umumnnya diolah pada ruangan terbuka dengan praktik kebersihan yang buruk, infrastruktur sanitasi yang tidak layak, dan minimnya ketersediaan air bersih. Kontaminasi makanan oleh E. coli telah dilaporkan oleh banyak negara, diantaranya India, Indonesia, Ethiopia, Mexico, Filipina, China, dan Sudan yang dikaitkan dengan higiene sanitasi yang buruk. Tujuan penelitian ini adalah Menganalisis hubungan higiene sanitasi (bahan makanan, penyimpanan makanan matang, peralatan, dan higiene personal penjamah makanan) dengan kontaminasi Escherichia coli pada street food di negara berkembang. Desain studi yang digunakan adalah systematic review dengan metode PRISMA yang dianalisis dengan sintesis naratif pada 10 literatur, dengan rincian 9 jurnal dan 1 skripsi UI yang dipublikasikan antara tahun 2012 hingga 2021. Berdasarkan hasil kajian, Seluruh literatur dilakukan di Indonesia, menggunakan desain studi cross-sectional, dan hanya 1 literatur yang instrumennya dilakukan uji realibilitas. Sebagian besar menggunakan referensi jurnal, Buku/Modul/Diktat, dan peraturan/publikasi resmi instansi terkait. Variabel yang banyak diteliti adalah higiene personal penjamah makanan. kesimpulan pada penelitian ini yaitu pada variabel bahan makanan, permasalahan yang ditemukan adalah penyimpanan terbuka dan penggunaan bahan makanan yang tidak memiliki izin. Permasalahan pada penyimpanan makanan matang adalah penyimpanan makanan pada wadah terbuka. Pada variabel peralatan yang ditemukan adalah praktik pencucian yang jarang dilakukan dan tidak adanya penyimpanan khusus. Dan pada higiene personal penjamah makanan, masalah yang ditemukan adalah tidak mencuci tangan dengan sabun, tidak menggunakan APD, kebiasaan buruk, seperti merokok, menggaruk anggota badan, bersin, penggunaan perhiasan, dan tidak menutup luka
Street food (SF) is popular and loved by people around the world. Every day, as many as 2.5 billion people worldwide and millions of people in developing countries consume street food. In developing countries, SF generally prepares their food in open spaces with poor hygiene practices, inadequate sanitation infrastructure, and a lack of clean water. Many countries reported food contamination by E. coli, including India, Indonesia, Ethiopia, Mexico, Philippines, China, and Sudan. These countries are associated with poor sanitary hygiene. This study aims to analyze the relationship of sanitary hygiene (food ingredients, cooked food storage, equipment, and personal hygiene of food handlers) with Escherichia coli contamination on street food in developing countries. The study design used in this research is a systematic review using the PRISMA method, analyzed by narrative synthesis on 10 works of literature, with details of 9 journals and 1 thesis published between 2012 and 2021. Based on the review result, all literature was conducted in Indonesia, using a cross-sectional study design, and only 1 literature whose instrument was tested for reliability. Most of them use reference journals, books/modules/dictation, and regulations/official publications of relevant agencies. The variable that is widely studied is the personal hygiene of food handlers. The conclusion in this study, on food ingredients the problems found are the open storage and the use of unlicensed food ingredients. The problem with cooked food storage is that the food is stored in open containers. On the equipment variables, the researcher found that they rarely washed and the absence of specific storage. For the personal hygiene of food handlers, the problems are the lack of washing hands with soap, not using PPE, and bad habits, such as smoking, scratching limbs, sneezing, wearing jewelry, and not covering wounds
Read More
S-11031
Depok : FKMUI, 2022
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Athena, Sukar, Haryono
Bulitkes Vol.32, No.4
Jakarta : Balitbangkes Kemenkes RI, 2004
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive