Ditemukan 27843 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
Sri Wahyuni; Pembimbing: Mieke Savitri; Penguji: PAW. Pattinama, Sumiatun, Sri Lestari
B-893
Depok : FKM-UI, 2005
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Yan Riyadi; Pembimbing: Suprijanto Rijadi
B-714
Depok : FKM-UI, 2003
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Sudarmaji; Pembimbing: Amila Megraini; Penguji: Sumijatun, Petter A.W. Pattinama, Ahmad Qoyim
Abstrak:
Read More
ABSTRAK Pelayanan di rumah sakit merupakan bagian integral dari pelayanan kesehatan, yang tercliri dari berbagai disiplin ilmu, salah satunya adalah disiplin ilmu di bidang keperawatan, pelayanan keperawatan dituntut untuk dapat bersifat profcsional, yang herarti pelayanan perawatan dituntut untuk memiliki akuntabilitas yang sesuai dengan kcwenangannya. Pelayanan keperawatan di Badan RSUD Ariawinangun menurut hasil survey kepuasan pelanggan kurang memuaskan bagi pelanggannya, maka itu perlu kiranya dilakukan evaluasi terhadap kompetcnsi para perawat di Badan RSUD Aljawinangun. Pcncltian ini menggunakan metode studi kasus, yang meneliti aspek kompetensi para perawat., yang terdiri dari aspek kompetensi intelektual, aspek kompetensi komunilcasi interpersonal dan aspek kompctcnsi leknikal. I-Iasil penclitian ini menunjukan bahwa perawat di BRSUD Arjawinangun rata- rata berumur 29 tahun dengan masa kerja 97 bulan (8 tahun lbulan), dan nilai rata-rata kompetensi perawat di BRSUD Arjawinangun adalah 59,0 yang terdiri nilai rata-rata kompetensi intcleklual sebesar 53,5 kompetensi komunikasi interpersonal 56,5 dan kompetcnsi teknikal 66,9. Hasil uji statistik menunjukan bahwa tidak ada perhedaan yang bemakna antara umur, masa kexja, pendidikan, dan jenis kelamin dengan kompetensi perawat diBRSUD Arjawinangun, akan tetapi ada kecenderungan korelasi negatiflyang berani bahwa semakin banyak umur perawat, masa kelja akan semakin kecil nilai kompctensinya, oleh karena itu untuk meningkatkan kualitas pelayanan keperawatan, perlu di upayakan perbaikan kualitas melalui peningkatan pengetahuan, dan peiatihan tcntang keuampilan tcknikal dan ketrampilan berkomunikasi dengan pasien/ klien secara konsisten dan berkelanjutan.
ABSTRACT Hospital services is an integral part of health services, which consist of various science discipline, one of it is science discipline in nursing sector. Nursing services demanded to have appropriate accountability with their authority. Nursing services in BRSUD Arjawinangun according to costiuner satisfaction survey was less satisfying for their costumer, so that needs evaluation toward nurses? competence in BRSUD Arjawinangun. This research is using case study method, that identifying nutse`s competence aspect, which consist of intellectual competence aspect, interpersonal communication competence aspect and technical competence aspect. This research result shows that nurses in BRSUD Arjawinangun avemgely ages of 29 years old with work length of 97 months (8 years l month). Average value of nurse competence in BRSUD Aijawinangun is 59.0 that consist of average value of intellectual competence as much as 53.5, interpersonal communication competence as much as 56.5 and technical competence as much as 66.9. Statistical test result shows that there is no significant difference between age, work length, education and gender with nurse competence in BRSUD Aijawinangun, however there is a tendency of negative correlation, which means the older thc nurse, work length will have lesser competence value. Therefore, to increase nursing services quality, require quality renovation through increasing knowledge, training of technical ability and communication ability with patients/clients as consistently ad continually.
B-1021
Depok : FKM UI, 2007
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Henri Azis; Pembimbing: Atik Nurwahyuni; Penguji: Helen Andriani, Alfurqon, Ifan M. Fahriansyah
Abstrak:
Read More
Latar Belakang : Pandemi COVID-19 telah berdampak langsung terhadap pelayanan rumah sakit, terutama rumah sakit yang menyelenggarakan pelayanan COVID-19. Banyak rumah Sakit mengalami masalah keuangan. Hal ini disebabkan penurunan angka kunjungan pasien, baik rawat jalan maupun rawat inap ke rumah sakit. Di samping itu pengeluaran rumah sakit justru semakin meningkat karena besarnya biaya operasional untuk penanganan pasien COVID-19. Pembiayaan pasien yang dirawat dengan Penyakit Infeksi Emerging (PIE) tertentu termasuk infeksi COVID-19 dapat diklaim ke Kementerian Kesehatan melalui Dirjen Pelayanan Kesehatan. Beban rumah sakit yang menangani pasien COVID-19 semakin tinggi ketika dalam pelaksanaannya banyak didapatkan kendala pada saat pengajuan klaim tersebut. Klaim dispute merupakan klaim yang setelah dilakukan verifikasi oleh BPJS Kesehatan terdapat ketidaksesuaian antara RS dan BPJS Kesehatan. Metode : Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus dengan cara mengumpulkan data melalui wawancara mendalam atau observasi. Penelitian ini dilakukan di RSUD HM Rabain pada bulan Juli ? September 2022. Informan merupakan pejabat struktural dan fungsional yang terlibat langsung dalam proses penyelesaian dispute klaim pasien covid 19 di RSUD HM Rabain. Hasil : terdapat 127 klaim dispute pasien COVID-19, sebanyak 124 klaim (97,64%) berhasil dibayarkan, sedangkan sebanyak 3 klaim (2,36%) tidak berhasil dibayarkan. Faktor input yang berpengaruh dalam terjadinya klaim dispute COVID-19 adalah jumlah petugas yang kurang, tempat kerja yang belum optimal, belum ada insentif untuk petugas klaim, aplikasi yang terjadi gangguan. Sedangkan faktor proses yang mempengaruhi terjadinya klaim dispute adalah : belum ada perencanaan, SOP maupun kebijakan rumah sakit untuk penyelesaian dispute klaim, pemeriksaan penunjang pasien kritis sering terlewat, belum dilakukan verifikasi berkas, pelaksanaan revisi klaim menunggu tim TPKD dan evaluasi belum dilakukan secara periodik dan kontinu. Kesimpulan : Faktor input, proses dan output berperan dalam terjadinya klaim dispute pasien COVID-19 di RSUD HM Rabain Muara Enim. Penyelesaian klaim dispute di RSUD HM Rabain tahun 2021 telah diselesaikan. Karakteristik klaim pending BPJS mirip seperti klaim dispute COVID-19 sehingga rekomendasi penelitian ini dapat dipakai untuk mengurangi klaim pending BPJS. Upaya yang dapat dilakukan Rumah Sakit antara lain membuat kebijakan dan SOP pengajuan Klaim COVID-19, menambah jumlah koder, meningkatkan kompetensi verifikator, melengkapi dan meperbaiki saran, prasana dan sistem infromasi Rumah Sakit.
Background: COVID-19 pandemic has given a direct impact on hospital health services, mainly on those who administered COVID-19 services. Financial problem has been an issue to a lot of hospitals. This is due to lower rate of patient visit, both outpatients and inpatients visit. Furthermore, the hospital outcome keeps increasing since operational cost for COVID-19 patient is awfully expensive. Financing of inpatients with certain Emerging Infection Diseases (EIDs) including COVID-19 infection can be claimed by Health Ministry via director of health services. However, in execution, there are many difficulties in proposing those claims which give a burden build up for hospitals who administered COVID-19 services. Dispute claim is a claim which has discrepancy between the hospital and BPJS Kesehatan after the claim has been verified by BPJS Kesehatan. Method: This research is qualitative research with case study approach by collecting data from deep interview or observation. The current research was implemented in RSUD HM Rabain during July ? September 2022. Informant is a structural and functional placeman who got involved directly in the process of resolving COVID-19 patients? dispute claim in RSUD HM Rabain. Results: There are 127 dispute claims submitted from total of 590 COVID-19 paitents? claims. As much as 124 claims (97,64%) were paid successfully, while the rest of 3 claims (2,36%) were failed. Input factors of COVID-19 dispute claims are lack of employee, inadequate working place, there is no incentive for claim officers, and application technical difficulties. Moreover, process factors which affect dispute claims are lack of planning, SOP, and hospital policy on settling dispute claims, missed of supporting examination on critical patients, unverified documents, await of TKPD (Tim Penyelesaian Klaim Dispute) officer for claim revision, and lack of periodical and continuous evaluation. Conclusion: Input, process, and output factors have a great impact on COVID-19 patients dispute claims in RSUD HM Rabain Muara Enim. Refinement of those variables is needed to fluent the claims and dispute claims resolution process. Considering the similar characteristics between BPJS pending claim and COVID-19 dispute claim, the current research recommendation can be also used to reduce incidents of BPJS pending claim.
B-2306
Depok : FKM UI, 2023
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Ridwan Angkasa Kwan; Pembimbing: Dumilah Ayuningtyas; Penguji: Wahyu Sulistiadi, Puput Oktaminanti, Abdul Barry, Any Kuswardani
B-1303
Depok : FKM UI, 2011
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Ingguan Novantri; Pembimbing: Dumilah Ayuningtyas; Penguji: Adang Bachtiar, Vetty Yulianty Permanasari, Djoni Darmajaya, Hermina M Basrie
Abstrak:
Metode lean pada akhir ini telah banyak dikembangkan untuk efisiensi kerja. Langkah awal dalam mengimplementasikan lean adalah meningkatkan produktivitas semua sumberdaya yang ada. Rekam medis adalah salah satu sarana pendukung untuk pelayanan kesehatan pasien di rumah sakit, pemborosan yang paling umum di pelayanan rekam medis berhubungan dengan dokumen dan pengolahan data. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan metode lean lama waktu tunggu pada pelayanan rekam medis rawat jalan di RSUD dr. HM Rabain Muara Enim tahun 2016. Pada penelitian ini metode yang digunakan adalah observasional action process research, menggunakan pedoman metode lean untuk melihat dan memotret kondisi alur proses pelayanan pasien rekam medis rawat jalan. Hasil penelitian setelah melakukan analisis projected future state dengan usulan alur pelayanan kedepan disertai simulasi metode lean yaitu 5S, Kanban inventory, visual management, dan takt time maka diperoleh cycle time diperpendek 16.4% dan eliminasi waste sebesar 98%. Saran untuk senantiasa menerapkan metode lean di unit kerja masing-masing dengan semangat Kaizen (continuous improvement) dan Heijunka (pemerataan beban kerja). Kata kunci: Metode lean, Rekam Medis, Current State, Future State, Value added, Non value added
Read More
B-1826
Depok : FKM-UI, 2017
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Eliyana; Pembimbing: Suprijanto Rijadi; Penguji: Vetty Yulianty Permanasari, Puput Oktamianti, Esti Nurwidiyanti
Abstrak:
Menurunnya kualitas pelayanan bukan hanya karena faktor mutu tenaga,tetapi dapat juga karena tingginya beban kerja yang berakibat perawatmenjadi letih secara fisik dan mental sehingga terjadi burnout.Penelitian bertujuan untuk mengetahui hubungan antara faktordemografik, faktor personal dan faktor organisasi terhadap burnoutperawat pelaksana di unit rawat inap RSJ Provinsi Kalimantan Barat.Penelitian deskriptif dengan metode kuantitatif potong lintangmenggunakan instrumen MBI (Maslach Burnout Inventory). Sampel yangdiambil adalah total sampling berjumlah 122 orang. Hasil penelitian inimenunjukkan bahwa burnout perawat pelaksana dalam kategori rendahsebesar 82,8% dan kategori sedang sebesar 17,2% serta variabel yangpaling dominan dengan burnout adalah variabel beban kerja.Kata kunci : Burnout, Perawat Pelaksana
Beside the improper quality of personnel, the decline of hospital qualitymay be caused by the high workload which resulting to nurses physicaland mental exhaustion, which lead to burnoutThe study aims to determine the relationship between demographicfactors, personal factors and organizational factors toward burnout ofnurses in the inpatient unit RSJ West Kalimantan Province.It is a quantitative study with cross-sectional approach using MBI(Maslach Burnout Inventory) instrument. Samples are the total populationamounted to 122 nurses. The results showed that 82.8% are nurses withlow category of burnout while 17.2% in middle category of burnout. Themost dominant variables related to burnout is the workload of nurses.Keywords: Burnout, Nurse Executive
Read More
Beside the improper quality of personnel, the decline of hospital qualitymay be caused by the high workload which resulting to nurses physicaland mental exhaustion, which lead to burnoutThe study aims to determine the relationship between demographicfactors, personal factors and organizational factors toward burnout ofnurses in the inpatient unit RSJ West Kalimantan Province.It is a quantitative study with cross-sectional approach using MBI(Maslach Burnout Inventory) instrument. Samples are the total populationamounted to 122 nurses. The results showed that 82.8% are nurses withlow category of burnout while 17.2% in middle category of burnout. Themost dominant variables related to burnout is the workload of nurses.Keywords: Burnout, Nurse Executive
B-1696
Depok : FKM-UI, 2015
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Eliyana; Pembimbing: Suprijanto Rijadi; Penguji: Vetty Yulianty Permanasari, Puput Oktamianti, Esti Nurwidiyanti
Abstrak:
Menurunnya kualitas pelayanan bukan hanya karena faktor mutu tenaga,tetapi dapat juga karena tingginya beban kerja yang berakibat perawatmenjadi letih secara fisik dan mental sehingga terjadi burnout.Penelitian bertujuan untuk mengetahui hubungan antara faktordemografik, faktor personal dan faktor organisasi terhadap burnoutperawat pelaksana di unit rawat inap RSJ Provinsi Kalimantan Barat.Penelitian deskriptif dengan metode kuantitatif potong lintangmenggunakan instrumen MBI (Maslach Burnout Inventory). Sampel yangdiambil adalah total sampling berjumlah 122 orang. Hasil penelitian inimenunjukkan bahwa burnout perawat pelaksana dalam kategori rendahsebesar 82,8% dan kategori sedang sebesar 17,2% serta variabel yangpaling dominan dengan burnout adalah variabel beban kerja.Kata kunci : Burnout, Perawat Pelaksana
Beside the improper quality of personnel, the decline of hospital qualitymay be caused by the high workload which resulting to nurses physicaland mental exhaustion, which lead to burnoutThe study aims to determine the relationship between demographicfactors, personal factors and organizational factors toward burnout ofnurses in the inpatient unit RSJ West Kalimantan Province.It is a quantitative study with cross-sectional approach using MBI(Maslach Burnout Inventory) instrument. Samples are the total populationamounted to 122 nurses. The results showed that 82.8% are nurses withlow category of burnout while 17.2% in middle category of burnout. Themost dominant variables related to burnout is the workload of nurses.Keywords: Burnout, Nurse Executive
Read More
Beside the improper quality of personnel, the decline of hospital qualitymay be caused by the high workload which resulting to nurses physicaland mental exhaustion, which lead to burnoutThe study aims to determine the relationship between demographicfactors, personal factors and organizational factors toward burnout ofnurses in the inpatient unit RSJ West Kalimantan Province.It is a quantitative study with cross-sectional approach using MBI(Maslach Burnout Inventory) instrument. Samples are the total populationamounted to 122 nurses. The results showed that 82.8% are nurses withlow category of burnout while 17.2% in middle category of burnout. Themost dominant variables related to burnout is the workload of nurses.Keywords: Burnout, Nurse Executive
B-1696
Depok : FKM-UI, 2015
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Muslim Sudirman; Pembimbing: Sumiatun
B-741
Depok : FKM-UI, 2003
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Suherman, Eva Mardiani; Pembimbing: Hasbullah Thabrany; Penguji: Vetty Yulianty Permanasari, Dony Setiawan
Abstrak:
Skripsi ini membahas tentang gambaran beban kerja perawat di Ruang Rawat Inap Cempaka RSUD Pasar Rebo Tahun 2013. Penelitian ini termasuk ke dalam jenis penelitian deskriptif. Metode yang digunakan dalam pengumpulan data adalah melalui wawancara tidak terstruktur dan observasi setiap kegiatan yang dilakukan perawat dengan menggunakan teknik work sampling. Work sampling merupakan salah satu teknik pengukuran beban kerja personel pada suatu unit, bidang atau jenis tenaga tertentu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beban kerja perawat di Ruan gRawat Inap Cempaka RSUD Pasar Rebo belum tinggi karena persentase total waktu kegiatan produktif pegawai hanya 75,12% atau belum melebihi nilai standar optimum yang ada yaitu sebesar 80%. Berdasarkan penelitian ini maka disarankan kepada pihak Manajemen SDM untuk melakukan analisis perencanaan kebutuhan tenaga perawat berdasarkan beban kerja demi terselenggaranya asuhan keperawatan yang baik, dan sebaiknya penelitian dilakukan minimal satu tahun sekali guna mendapatkan jumlah kebutuhan tenaga keperawatan yang rasional serta dapat memantau sejauh mana kegiatan produktif kerja perawat di ruang rawat inap.
This thesis discusses about the workload of nurses in the Inpatient Room Cempaka atPasar Rebo Hospital on 2013. This research is a descriptive research. The methodswhich used to collect data are unstructure interviews and observation of each activitythat carried out by nurses with using work sampling technique. Work samping is oneof the work load measurement techniques of personnel on a unit, sector, or certaintypes of labour. The results show that the workload of nurses in the Inpatient RoomCempaka at Pasar Rebo Hospital has not been high, because the percentage of totalproductive activity time nurses is 75,12% or not exceeding the optimum standardvalue that is 80%. The advice for HRD Management is conduct analysis of nursingmanpower needs planning based on workload for the sake of this good nursing care,and preferably research carried out at least once a year in order to get the number ofnursing manpower needs are rational and can monitor the extent to which theactivities of the productive work of nurses in inpatient care.
Read More
This thesis discusses about the workload of nurses in the Inpatient Room Cempaka atPasar Rebo Hospital on 2013. This research is a descriptive research. The methodswhich used to collect data are unstructure interviews and observation of each activitythat carried out by nurses with using work sampling technique. Work samping is oneof the work load measurement techniques of personnel on a unit, sector, or certaintypes of labour. The results show that the workload of nurses in the Inpatient RoomCempaka at Pasar Rebo Hospital has not been high, because the percentage of totalproductive activity time nurses is 75,12% or not exceeding the optimum standardvalue that is 80%. The advice for HRD Management is conduct analysis of nursingmanpower needs planning based on workload for the sake of this good nursing care,and preferably research carried out at least once a year in order to get the number ofnursing manpower needs are rational and can monitor the extent to which theactivities of the productive work of nurses in inpatient care.
S-8103
Depok : FKM UI, 2014
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
