Ditemukan 37868 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
Delyana Agustia Ning Tias; Pembimbing: Agustin Kesumayati; Penguji: Hartono, Budi ; Akib, Carolina Rusydi
Abstrak:
Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah yang menggunakan teknik open dumping dalam pengelolaan sampahnya dinilai sangat berisiko terhadap lingkungan di sekitarnya karena adanya proses perlindian yang dapat mencemari tanah. Masyarakat yang menggunakan air tanah sebagai sumber air minumnya berisiko untuk terkena dampak kesehatan dari kandungan logam berat yang berasal dari cemaran air lindi. Kadmium dan timbal merupakan logam yang dapat bersifat toksik apabila dikonsumsi secara berlebihan. Penelitian ini menggunakan metode analisis risiko kesehatan lingkungan untuk mengestimasi risiko kesehatan akibat pajanan logam kadmium dan timbal yang terdapat pada air minum masyarakat di sekitar TPA sampah Namo Bintang. Terdapat 96 sampel individu dewasa yang diperoleh melalui data sekunder dalam penelitian ini yang berasal dari dusun IV dan V Desa Namo Bintang. Sampel lingkungan adalah sampel air sumur masyarakat yang telah diambil pada penelitian sebelumnya oleh Ashar (2013) untuk kandungan timbal dan Ashar (2013) untuk kandungan kadmium. Dari hasil perhitungan analisis risiko menunjukkan bahwa tingkat risiko pajanan kadmium dan timbal melalui air minum pada masyarakat dengan skenario intake minimal dan rata-rata tidak berisiko atau aman untuk pajanan realtime maupun lifespan (RQ < 1) sedangkan untuk skenario maksimal, pajanan kadmium dan timbal untuk pajanan realtime dan pajanan lifespan dinyatakan berisiko (RQ > 1) sehingga diperlukan manajemen risiko yaitu dengan mengurangi konsentrasi asupan dan laju asupan. Selain itu, masyarakat juga harus menjaga TPA dengan tidak membuang sampah kembali disana dikarenakan TPA tersebut sudah ditutup, dan pemerintah juga dapat membantu dengan menyuplai air, baik itu air minum maupun air bersih dari sumber lain yang aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Kata kunci: kadmium, timbal, analisis risiko, TPA, air minum, air sumur Landfill using open dumping method has potential risk to contaminate groundwater of the surrounding environment because of leaching process. Population that use groundwater as their drinking water source has health risk from heavy metal exposure. Cadmium and lead are toxic if they consumed in exessive ammount. This study use health environment risk analysis to estimate health risk from cadmium and lead exposure through drinking water at population around landfill Namo Bintang. There are 96 samples of secondary data from Dusun IV and V Namo Bintang village. Environment samples is well water from population households from Ashar (2013) for lead and Ashar (2016) for cadmium contains. From the calculation of risk analysis showed that risk level of cadmium and lead exposure through drinking water with minimum and mean scenario are not risky or safe for realtime and lifespan exposure (RQ < 1). For maximum intake scenario, cadmium and lead exposure are risky (RQ > 1) and need risk management with reduce consuming rate and agent concentration. Since the landfill was closed, the population also have to keep the landfill clean and do not throwing the waste into the landfill. The governance also can helping the population to fulfill their need of water with supplying water from safe and clean source. Keywords: cadmium, lead, risk analysis, landfill, well water, drinking water
Read More
S-9459
Depok : FKM-UI, 2017
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Petra Laurensia BR. Ginting; Pembimbibng: Agustin Kusumayati, Laila Fitria; Penguji: Budi Hartono, Miko Hananto, Cucu Cakrawati
T-4849
Depok : FKM-UI, 2017
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Yulia Khairina Ashar; Pembimbing: Zakianis; Penguji: Ririn Arminsih, Laila Fitria, Miko Hananto, Didi Purnama
Abstrak:
Kadmium adalah unsur toksik yang terdapat di lingkungan dan tidakdibutuhkan oleh tubuh manusia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahuihubungan konsumsi air sumur yang terpajan kadmium dengan kandungankadmium di dalam urin. Penelitian ini dilaksanakan menggunakan desain cross sectional yangdilakukan di sekitar TPA Desa Namo Bintang Kecamatan Pancur Batu KabupatenDeli Serdang. Populasi adalah seluruh laki-laki dan perempuan dewasa, dengansampel berjumlah 96 orang yang diambil dengan metode stratified randomsampling. Analisis statistik yang digunakan adalah analisis regresi logistik.Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 63 orang (65,6%) terpajan pada airsumur dengan kandungan kadmium yang telah melebihi baku mutu dan seluruhsampel masyarakat (100%) terdapat kadmium di dalam urin yang telah melewatinilai ambang batas. Tidak ada hubungan yang signifikan antara konsumsi airsumur yang terpajan kadmium dengan kadmium di dalam urin. Pada analsiismultivariat menunjukkan bahwa masyarakat yang mengkonsumsi air sumur yangterpajan Cd lebih dari 0,005 mg/l memiliki risiko 2,657 kali terdapat kadmiumdalam urinnya setelah dikontrol dengan variabel umur, jenis kelamin, pekerjaan,kebiasaan merokok, durasi pajanan, dan jarak dari TPA. Oleh karena itu,masyarakat dianjurkan untuk tidak menggunakan air sumur sebagai sumber airminum dan diharapkan dapat dimanfaatkan oleh pemerintah Kabupaten DeliSerdang sebagai dasar untuk membuat perencanaan daerah bidang air minum dansanitasi di wilayah studi.Kata kunci : Kadmium, Kadmium Urin, Tempat Pembuangan AkhirSampah
Cadmium (Cd) is a toxic element ubiquitous in the environment and notneeded by the human body. The aim of this study was to determine relationship ofconsumption of well water exposed to cadmium with cadmium in urine.The study was performed with cross sectional design in the communityresidence around Namo Bintang Dumpsite. The population were adult males andfemales with a sample of 96 people taken by stratified random sampling. Dataanalyzed by logistic regression.Study result showed that Cd levels from the dug wells revealed that 63respondents (65,6%) had exposed to Cd higher than normal levels, 96 urinesamples (100%) had high Cd levels above the normal limits. There were notsignificant correlations between the Cd levels from the wells and Cd in urine.Multivariate analysis showed that community who consume well water exposedCd more than 0,005 mg/l have 2,657 times higher risk cadmium in urine afteradjusted by age, sex, occupation, smoking, duration of exposure, and the distancefrom dumpsite area. Therefore, Residents was suggested to not use wells water asa primary resource to drinking water and expected to be utilized by thegovernment of Deli Serdang regency as a basis for regional planning areas waterand sanitation in the study area.Key words : Cadmium, Cadmium in Urine, Dumpsite Area
Read More
Cadmium (Cd) is a toxic element ubiquitous in the environment and notneeded by the human body. The aim of this study was to determine relationship ofconsumption of well water exposed to cadmium with cadmium in urine.The study was performed with cross sectional design in the communityresidence around Namo Bintang Dumpsite. The population were adult males andfemales with a sample of 96 people taken by stratified random sampling. Dataanalyzed by logistic regression.Study result showed that Cd levels from the dug wells revealed that 63respondents (65,6%) had exposed to Cd higher than normal levels, 96 urinesamples (100%) had high Cd levels above the normal limits. There were notsignificant correlations between the Cd levels from the wells and Cd in urine.Multivariate analysis showed that community who consume well water exposedCd more than 0,005 mg/l have 2,657 times higher risk cadmium in urine afteradjusted by age, sex, occupation, smoking, duration of exposure, and the distancefrom dumpsite area. Therefore, Residents was suggested to not use wells water asa primary resource to drinking water and expected to be utilized by thegovernment of Deli Serdang regency as a basis for regional planning areas waterand sanitation in the study area.Key words : Cadmium, Cadmium in Urine, Dumpsite Area
T-4691
Depok : FKM-UI, 2016
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Farizan Nathur Rachman; Pembimbing: Dewi Susanna; Penguji: Budi Hartono, Rahmawati
S-9612
Depok : FKM UI, 2018
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Nursuci Fatmawati Perwendha; Pembimbing: Abdur Rahman; Penguji: Budi Hartono, Nurjamil
Abstrak:
Air merupakan kebutuhan esensial yang harus dipenuhi untuk kelangsungan hidupmanusia. Namun, pelayanan air bersih di wilayah Bekasi khususnya KelurahanSumur Batu, Kecamatan Bantargebang sebagian besar menggunakan sumursebagai sumber air minum dan kebutuhan sehari-hari lainnya. Mangan dan besimerupakan zat gizi esensial yang dibutuhkan oleh tubuh tetapi apabila dikonsumsidengan jumlah berlebih dapat bersifat toksik. Penelitian ini menggunakan metodeanalisis risiko kesehatan lingkungan untuk mengestimasi pajanan mangan danbesi dan tingkat risiko kesehatan yang diterima dari air minum pada pendudukdewasa di pemukiman sekitar tempat pembuangan akhir Bantargebang, KotaBekasi. Selain itu, penelitian ini juga menguji korelasi antara mangan, besi, TDS,DHL, dan pH sehingga ditemukan persamaan linear untuk memperkirakankeberadaan mangan atau besi. Populasi penelitian adalah seluruh penduduk usiadewasa yang tinggal di sekitar TPA Bantargebang. Penentuan sampel denganmenentukan kriteria inklusi yaitu penduduk usia lebih dari 18 tahun danmengonsumsi air sumur minimal 2 bulan. Pengambilan sampel dengan cara nonrandom sampling dan quota sampel. Sampel lingkungan adalah air sumur yangberada di rumah tangga terpilih sebagai responden. Selain itu, dilakukanpengambilan data antropometri berupa laju asupan, durasi pajanan, dan beratbadan. Jumlah asupan mangan dan besi pada populasi penelitian belummemenuhi angka kecukupan gizi masing-masing yaitu 0,26 dan 0,02 mg/l. Darihasil perhitungan estimasi risiko didapatkan hasil bahwa tingkat risiko mangandan besi di sekitar TPA Bantargebang tidak berisiko atau aman. Selain itu,diperoleh dari uji korelasi hubungan yang signifikan antara mangan dengan pH,DHL, dan TDS (p<0,05) sehingga ditemukan persamaan linear sederhana untukmasing-masing variabel.
Kata kunci : mangan, besi, tingkat risiko, TDS, DHL, pH, air sumur.
Water is an essential requirement that must be met for human survival. However,water services, especially in the area of Bekasi Well Batu Village, DistrictBantargebang mostly using wells for drinking water and other daily needs.Manganese and iron are essential nutrients needed by the body. However, whenconsumed in excessive amounts can be toxic. This research uses environmentalhealth risk analysis methods to estimate exposure levels of manganese and ironand acceptable health risks of drinking water in the adult population in thesettlements around landfills Bantargebang, Bekasi. In addition, this study alsotested the correlation between the manganese, iron, TDS, DHL, and so the pHfound a linear equation to predict the existence of manganese or iron. The studypopulation was the entire adult population living around the landfillBantargebang. The samples to determine inclusion criteria ie the population agedover 18 years and consume well water at least 2 months. Sampling by way of nonrandom sampling and quota sampling. Environmental samples is well water that isin the selected households as respondents. In addition, anthropometric datacollection is done in the form of intake rate, duration of exposure, and weight.Total intake of manganese and iron in the study population not meet nutritionaladequacy rate each ie 0.26 and 0.02 mg / l. From the calculation of risk estimatesshowed that the level of risk of manganese and iron around the landfillBantargebang not risky or safe. In addition, the correlation obtained from asignificant relationship between manganese with pH, DHL, and TDS (p <0.05)thus found a simple linear equation for each variable.
Keywords : manganese, iron, risk quotient (RQ), TDS, conductivity, pH, waterwells.
Read More
Kata kunci : mangan, besi, tingkat risiko, TDS, DHL, pH, air sumur.
Water is an essential requirement that must be met for human survival. However,water services, especially in the area of Bekasi Well Batu Village, DistrictBantargebang mostly using wells for drinking water and other daily needs.Manganese and iron are essential nutrients needed by the body. However, whenconsumed in excessive amounts can be toxic. This research uses environmentalhealth risk analysis methods to estimate exposure levels of manganese and ironand acceptable health risks of drinking water in the adult population in thesettlements around landfills Bantargebang, Bekasi. In addition, this study alsotested the correlation between the manganese, iron, TDS, DHL, and so the pHfound a linear equation to predict the existence of manganese or iron. The studypopulation was the entire adult population living around the landfillBantargebang. The samples to determine inclusion criteria ie the population agedover 18 years and consume well water at least 2 months. Sampling by way of nonrandom sampling and quota sampling. Environmental samples is well water that isin the selected households as respondents. In addition, anthropometric datacollection is done in the form of intake rate, duration of exposure, and weight.Total intake of manganese and iron in the study population not meet nutritionaladequacy rate each ie 0.26 and 0.02 mg / l. From the calculation of risk estimatesshowed that the level of risk of manganese and iron around the landfillBantargebang not risky or safe. In addition, the correlation obtained from asignificant relationship between manganese with pH, DHL, and TDS (p <0.05)thus found a simple linear equation for each variable.
Keywords : manganese, iron, risk quotient (RQ), TDS, conductivity, pH, waterwells.
S-8498
Depok : FKM UI, 2014
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Fascal Muhammad Feisal; Pembimbing: Agustin Kusumayati; Penguji: Budi Hartono, Priatna Gamal
Abstrak:
Pada tahun 2013, penduduk sekitar TPA Burangkeng melakukan aksi penutupan jalan masuk menuju TPA Burangkeng. Hal tersebut disebabkan banyak keluhan warga akibat pencemaran dari TPA yang masih menggunakan sistem Open Dumping. Menurut dinas lingkungan hidup pada tahun 2017 mengatakan bahwa TPA Burangkeng mengalami over kapasitas atau overload dalam penampungan sampah. Hal ini disebabkan oleh terbatasnya lahan yang sekarang dijadikan TPA Burangkeng. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat risiko dan pengaruh pajanan H2S terhadap kesehatan anak-anak yang bermukim di sekitar TPA Burangkeng pada tahun 2018. Penelitian ini menggunakan data primer dan desain studi deskriptif analitik yang menggunakan desain studi cross sectional dan metode pendekatan analisis risiko kesehatan lingkungan (ARKL). Lokasi penelitian adalah pemukiman sekitar TPA sampah Burangkeng, Kecamatan Setu Kabupaten Bekasi. Total responden adalah 89 responden dengan purposive sampling yang kemudian akan dilanjutkan dengan menggunakan Snowball sampling untuk sisa sampel pada titik tersebut. Setiap titik akan mendapatkan besar sampel yang sama (Proportional). Sampel manusia memiliki kriteria inklusi berupa orang tua yang memiliki anak berusia sekolah (5-12 tahun) yang bermukin di sekitar TPA Burangkeng dalam radius kurang dari 1 km. Pengambilan data akan dilakukan dengan wawancara, pengukuran antropometri dan pengambilan sampel udara di ke 3 titik. Hasil penelitian didapatkan bahwa rata-rata konsentrasi H2S dalam udara ambien di ketiga titik masih memenuhi baku mutu yang berlaku yaitu < 0,02 ppm. Sedangkan, untuk rata-rata berat badan anak melebihi standar pengukuran USEPA. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa nilai RQ < 1 untuk pajanan realtime,dan pajanan jangka singkat. Sedangkan pada pajanan lifespan nilai RQ > 1 yang berarti anak-anak yang bermukim di sekitar TPA Burangkeng berisiko terkena efek nonkasinogenik H2S dalam jangka waktu 30 tahun. Sedangkan, untuk gejala gangguan akibat asupan H2S yaitu ISPA yang dimiliki anak-anak sebanyak 71 (78,9%) anak memiliki gejala gangguan ISPA. Bila dilakukan Uji Mann Whitney U Test untuk melihat hubungan antara asupan realtime dengan gejala yang dimiliki anak didapat bahwa tidak ada perbedaan signifikan rata-rata (median) asupan realtime antara anak yang memiliki gejala gangguan ISPA dengan yang tidak memiliki. Kata Kunci : Hidrogen Sulfida, Tempat Pembuangan Akhir Sampah, Analisis Risiko, Asupan.
Read More
S-9696
Depok : FKM-UI, 2018
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Rosyana Lieyanty; Pembimbing: Ema Hermawati; Penguji: Budi Hartono, Satria Pratama
S-9722
Depok : FKM UI, 2018
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Rizky Maulani Kartikasari; Pembimbing: Agustin Kusumawati; Penguji: Ema Hermawati, Didik Supriono
Abstrak:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat risiko kesehatan akibat pajanan gas hidrogen sulfida terhadap anak-anak di sekitar TPA Galuga, Bogor. Penelitian ini menggunakan pendekatan analisis risiko kesehatan lingkungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai RQ < 1 untuk efek pajanan realtime, pajanan lifespan, dan pajanan pola aktivitas singkat (aktivitas istirahat atau tidur, aktivitas ringan, aktivitas sedang, aktivitas berat). Hasil perhitungan menunjukkan nilai RQ < 1 berarti pajanan H2S tidak memiliki risiko yang berarti untuk anak-anak yang berada di pemukiman penduduk di sekitar TPA Galuga. Namun, anak-anak memiliki gangguan kesehatan yang berhubungan dengan efek kesehatan yang dapat ditimbulkan pajanan gas H2S, yaitu gangguan ISPA sebanyak 43 anak (48,3%) dan iritasi mata sebanyak 21 anak (23,6%). Hasil analisis uji T pada riwayat gangguan ISPA dan gangguan iritasi mata dengan intake individu menyatakan tidak ada perbedaan signifikan rata-rata intake realtime kelompok responden yang tidak mengalami gangguan kesehatan dengan kelompok responden yang mengalami gangguan kesehatan. Hal ini dikarenakan pengukuran kejadian hanya dilihat berdasarkan kejadian sesaat bukan dalam suatu periode. Kata kunci : Analisis Risiko Kesehatan Lingkungan, Hidrogen Sulfida, Pemukiman di sekitar TPA Galuga
This study aims to determine the level of health risks due to exposure of hydrogen sulfide gas to children around Galuga landfill, Bogor. This research uses environmental health risk analysis approach. The results showed that the RQ <1 for the effects of realtime exposure, lifespan exposure, and exposure to short activity patterns (rest or sleep activity, light activity, moderate activity, heavy activity). The calculation result shows that RQ <1 value means H2S exposure has no significant risk for children residing in settlement around Galuga landfill. However, children have health problems associated with the health effects that H2S gas exposure can cause, 43 children have acute respiratory infections (48.3%) and 21 children have eye irritation (23.6%). The result of T-test analysis on the history of acute respiratory infections and eye irritation disorder with individual intake stated no significant difference in mean of realtime intake of the respondent group that did not experience health problems with the group of respondents experiencing health problems. This is because the measurement of events is only seen on the basis of a momentary event not in a period. Keywords: Environmental Health Risk Analysis, Hydrogen Sulfide, Settlement around TPA Galuga
Read More
S-9378
Depok : FKM-UI, 2017
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Oliviani Sitepu; Pembimbing: Agustin Kusumayati, Laila Fitria; Penguji: Ririn Arminsih, Didi Purnama, Inswiari Supriyanto
Abstrak:
Latar Belakang: Penurunan bone mass density merupakan salah satu dampak negatif timbal. Timbal dapat ditemukan pada lindi hasil penguraian dari timbunan sampah secara open dumping. TPA Namo Bintang sudah tutup tahun 2013 tapi diperkirakan proses penguraian masih berlangsung sampai saat ini sehingga timbal dalam lindi menjadi faktor risiko untuk masyarakat yang tinggal disekitar tempat pembuangan akhir sampah tersebut. Tujuan: Untuk menganalis pengaruh timbal terhadap densitas tulang. Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross sectional. Data yang dikumpulkan di Desa Namo Bintang Kecamatan Pancur Batu Kabupaten Deli Serdang Provinsi Sumatera Utara Indonesia berjumlah 96 orang responden yang umurnya >18. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan pengukuran. Umur, jenis kelamin, indeks massa tubuh, olahraga, kebiasaan merokok, konsumsi alkohol, frekuensi konsumsi makanan pencegah osteoporosis, konsumsi kopi dikumpulkan dengan interview sedangkan BMD diukur dengan Densitometer QUS (Quantitative Ultra Sound) dan kadar timbal diukur dengan Atomic Absorption Spectroscopy. Hasil: Sejumlah 24% responden memiliki kadar timbal tinggi, dan sebanyak 49% mengalami osteoporosis. Osteoporosis dipengaruhi oleh umur (p=0,008) dan konsumsi susu (p=0,002). Faktor yang mempengaruhi bone mass density adalah umur dan konsumsi susu, sedangkan timbal tidak berhubungan. Saran: Osteoporosis dapat cegah dengan melakukan pola hidup sehat seperti olah raga dan konsumsi makanan yang mengandung kalsium. Kata Kunci: Densitas Tulang, Timbal, Tempat Pembuangan Akhir
Background: The reduction of bone mass density is one of the negative impacts of lead. Lead can be found in decomposition of garbage piles at open dumping. TPA Namo Bintang had closed in 2013 but estimated that the decomposition process is still ongoing so that lead in leachate is a risk factor for people who lived around the landfill. Objective: To analyze the influence of lead against bone density. Method: This study used cross sectional design. Data collected in Desa Namo Bintang Kecamatan Pancur Batu Kabupaten Deli Serdang Provinsi Sumatera Utara Indonesia amounted to 96 respondents who age> 18. Data collection was done by interviewed and measurement. Age, sex, body mass index, exercise, smoking habit, alcohol consumption, frequency of osteoporotic prevention food consumption, and coffee consumption was collected by interviewed while BMD was measured by QUS Densitometer (Quantitative Ultra Sound) and Lead Blood Level measured by Atomic Absorption Spectroscopy. Results: 24% of respondents had high lead levels, and 49% had osteoporosis. Osteoporosis was affected by age (p = 0.008) and milk consumption as osteoporotic prevention food (p = 0.002). Factors affecting bone mass density were age and milk consumption, while lead was unrelated. Suggestions: Osteoporosis can be prevented by healthy lifestyle such as exercise and consumption of foods contains calcium. Keywords: bone mass density, lead, open dumping.
Read More
Background: The reduction of bone mass density is one of the negative impacts of lead. Lead can be found in decomposition of garbage piles at open dumping. TPA Namo Bintang had closed in 2013 but estimated that the decomposition process is still ongoing so that lead in leachate is a risk factor for people who lived around the landfill. Objective: To analyze the influence of lead against bone density. Method: This study used cross sectional design. Data collected in Desa Namo Bintang Kecamatan Pancur Batu Kabupaten Deli Serdang Provinsi Sumatera Utara Indonesia amounted to 96 respondents who age> 18. Data collection was done by interviewed and measurement. Age, sex, body mass index, exercise, smoking habit, alcohol consumption, frequency of osteoporotic prevention food consumption, and coffee consumption was collected by interviewed while BMD was measured by QUS Densitometer (Quantitative Ultra Sound) and Lead Blood Level measured by Atomic Absorption Spectroscopy. Results: 24% of respondents had high lead levels, and 49% had osteoporosis. Osteoporosis was affected by age (p = 0.008) and milk consumption as osteoporotic prevention food (p = 0.002). Factors affecting bone mass density were age and milk consumption, while lead was unrelated. Suggestions: Osteoporosis can be prevented by healthy lifestyle such as exercise and consumption of foods contains calcium. Keywords: bone mass density, lead, open dumping.
T-4861
Depok : FKM-UI, 2017
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Endang Krisnawaty; Pembimbing: Ema Hermawati; Penguji: Suyud Warno Utomo, Budi Hartono, Ardan Kurniawan, Yanny Septia
Abstrak:
Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis risiko pajanan timbal dalam air minum terhadap kejadian hipertensi pada penduduk yang bermukim di sekitar TPA Cipayung Kota Depok, Tahun 2019. Penelitian ini menggunakan metode PHA (Public Health Assessment) yaitu terdapat dua metode penelitian: ARKL (Analisis Risiko Kesehatan Lingkungan) dan EKL (Epidemiologi Kesehatan Lingkungan) dengan desain studi cross sectional. Hasil penelitian didapatkan tingkat risiko terhadap efek non karsinogenik pada pajanan timbal dalam air sumur yang dikonsumsi oleh penduduk di sekitar TPA Cipayung masih berada dibawah batas aman yaitu RQ real-time ≤1 (RQ real-time maksimal pada 0.669). Sedangkan pada perhitungan RQ lifespan 40 tahun didapatkan nilai RQ>1 yaitu RQ=1.071. Artinya responden yang mengkonsumsi air sumur terpajan timbal akan berisiko tidak aman terhadap gangguan kesehatan non karsinogenik pada 40 tahun yang akan datang. Perhitungan tingkat risiko terhadap efek karsinogenik pada pajanan timbal dalam air sumur yang dikonsumsi oleh penduduk di sekitar TPA Cipayung, pada jangka waktu 100 tahun yang akan datang berada pada batas aman (ECR 100 tahun = 1.37x10-6). Analisis bivariat yang dilakukan antara tingkat risiko pajanan timbal dalam air sumur dengan kejadian hipertensi tidak didapatkan hubungan yang signifikan dengan nilai p=0.322. Hasil analisis multivariat didapatkan peluang pada responden yang mengkonsumsi air sumur terpajan timbal sebesar 0.193 kali menderita hipertensi dibandingkan dengan responden yang tidak mengkonsumsi air sumur terpajan timbal setelah dikontrol oleh variabel konsumsi lemak jenuh, umur, kebiasaan merokok, aktivitas fisik kurang dan konsumsi garam tinggi
Read More
T-5636
Depok : FKM-UI, 2019
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
