Ditemukan 25325 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
Masalah yang ada di SU Radiologi RS Haji Jakarta adalah Pertama: Rendahnya jumlah pasien yang dilayani dibandingkan dengan ketersediaan alat dan SDM yang ada. Kedua: Rendahnya utilisasi peralatan dan kecepatan waktu pelayanan yang belum sesuai dengan target yang ditetapkan. Ketiga: Rendahnya jumlah pasien secara umum, khususnya pasien dari luar (20 %). Keempat: Adanya fluktuasi pendapatan dan rendah profit (hingga minus).Penelitian ini dilaksanakan dengan desain penelitian jenis studi deskriptif analitik, yaitu menggunakan informasi deskriptif sebagai dasar pengambilan keputusan untuk langkah strategik. Penelitian ini bersifat studi khusus (spesifik) hanya untuk pemecahan masalah di SU Radiologi RS Haji Jakarta. Analisa data menggunakan reject rate film analysis, matrik EFE dan IFE, serta analisa SWOT.Hasil penelitian menujukkan pengelolaan RS Haji semakin banyak perubahan dengan diswastakan oleh pemerintah, yaitu ditandai dengan penggunaan konsultan, pendekatan perencanaan jangka panjang dengan SWOT dan perubahan Misi dan Visi RS yang berubah dari statemen adanya pelayanan jamaah haji menuju rumah sakit umum dengan pelayanaan yang islami. Faktor pemasaran internal dan pemasaran eksternal kurang begitu berdampak terhadap jumlah pasien radiology. Hal ini ditandai dengan rendahnya pendapatan kotor dan pendapatan bersih radiology. Penentuan target netto dalam perencanaan belum seimbang dengan besarnya investasi alat.Tingkat penolakan film selama bulan April hingga Juni 2002 menujukkan jumlah penolakan yang semakin meningkat hingga, tingkat penolakan pada bulan Juni sebesar 4 %. Faktor terbesar kegagalan foto disebabkan oleh pergerakan pasien, kesalahan posisi pemotretan serta pesawat radiology. Target perencanaan tahun 2002 untuk utilisasi alat rata-rata sebesar 36,95 % dari kapasitas maksimal alat dan target net income 10,92 % dari pendapatan bulanan.Kesimpulan yang dapat diambil dari penelitian ini antara lain adalah: Masih belum optimalnya pendayagunaan sumber daya manusia dan sumber daya peralatan di SU Radiologi. Hal ini nampak jelas pada tingkat pendapatan bersih SU Radiologi yang rendah dan rendahnya tingkat utilisasi peralatan radiology, khsususnya untuk alat pemeriksaan khusus. Hasil analisa EFE dan IFE menujukkan keberadaan SU Radiologi mempunyai strategi yang baik untuk mengantisipasi faktor eksternal, namun belum optimal dalam memanfaatkan aspek internal. Perencanaan SU Radiologi untuk tahun 2003-2005 harus memberikan penekanan untuk prespektip People dan Process pada pendekatan balanced scorecard.
The Planning On the Department Of Radiology in Haji Hospital Jakarta on 2003 until 2005 with the Balanced Scorecard MethodThe problems on the department of radiology in Haji Hospital Jakarta are: First; the lower number of patients compare with the x-ray machines and human resources for radiographers and radiologist. Second: The lower of x-ray machine utilities and time service under target with establish the standard procedures. Third: The lower number of patients, especially from out patients (20%). Fourth: The fluctuation and lower of the net profit until minus on December 2001.The research was done with research design of descriptive. The research using descriptive information for the decision making for strategic planning. This research is the kind of cases study only for solves the problems in department of radiology in Hajji Hospital Jakarta. The analysis of research using rejects rate film analysis, metric of evaluation factors external and evaluation factors internal, and SWOT analysis.The result of the research appointing same kinds are the managing of Hajji Hospital any same changes because impact from privatization from government, this impact indicating with using consultant and using balanced scorecard for strategic planning, changes of mission and vision statement from "Jammah Hajji" services becoming general services and Islamic services, changes from east south Asia hospital class to international class.The factor internal marketing and external, marketing do not have impact on number of radiological patient. This problems indicating with the lower of radiology income. The target on net profit radiology is not balanced with the number of machines infestation.Degrees of reject rate film since April until June 2002 appointing any decrease of number film reject, and number reject on June 2002 until 4 %. The biggest factor film reject courses moving patient, false of patient position and x-ray machines. The planning target in 2002 years, that average utilities of radio logic machines 36,95 % from maximum capacity and target for net income 10,92 % from monthly income.The conclusions of this research are: Still do not optimally of empowering of human ' resources and machine resources, especially special procedures radiology machine. The results of the metric of evaluation factors external and evaluation factors internal showing the radiological condition is good to anticipated external factors, but still do not optimal to empowerment from internal resources. The planning department radiology for 2003 until 2005 years has to stressing on people perspectives and process in balanced scorecard method.
This research was purposed to arrange a strategic plan for Budhi Graha Hospital (BGH) Jambi using balanced scorecard (BSC) approach. The scope was strategy formulation and action plan arrangement. This was an action research. Decision taking was done by BGH staffs whom jointed to Consensus Decision Making Group (CDMG). Primary data was collected by deep interview and questioner. Secondary data was collected from internal data of BGH, Local Health Agency, Department of Health, Central for Statistical Bureau, and literatures. It was analyzed the environment using EFE and IFE. Alternative strategies generated using TOWS and IE matrix. Decision strategy was decided by consensus. It was collected the strategic themes which were important to BGH as critical success factors. Based on the strategic them, it was developed objectives, measures, targets and inisiatives of the four BSC?s perspectives, namely financial, costumer, internal bussiness process, growth and learning perspective. Then the strategy map drawed based on BSC. The EFE score = 1,66 meaned the respond to opportunities and threats was below average or went to no respond tendency. IFE score = 2,30 showed the position internally was weak. The generation of alternative strategies resulted to one strategy namely restructurization and was taken by consensus as the decision strategy. Then it was arranged objectives, measures, targets and inisiatives according to BSC. BGH was suggested to implement BSC as strategic management system comprehensively to all unit, and more concern to inisiatives in growth and learning perspective in order to get advantage in long-term. Keywords : strategic plan, balanced scorecard, action research, consensus decision making group, restructurization, strategy map
Metode: Penelitian ini menggunakan metode campuran kuantitatif dan kualitatif dengan memakai desain potong lintang dan mengambil keseluruhan jumlah sampel sebanyak 62 orang pada unit keperawatan rawat inap di Rumah Sakit Sari Asih Sangiang yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Penelitian dilakukan sejak bulan September sampai dengan Desember 2019. Data dikumpulkan dengan kuesioner, telaah dokumen dan wawancara mendalam.
Hasil: Berdasarkan hasil uji korelasi dari keempat variabel menunjukkan hubungan pengaruh antara persepsi perawat dalam hal turn over, produktivitas dan pentingnya pengadan diklat/training/pelatihan terhadap kinerja perawat. Penilaian kinerja dengan menggunakan Balanced Scorecard menunjukkan hasil yang belum optimal pada perspektif keuangan, pelanggan, proses bisnis internal serta pertumbuhan dan pembelajaran
Dampak revolusioner abad informasi Iebih dirasakan oleh perusahaan jasa. Banyak perusahaan jasa, terutama yang bergerak di bidang industri perawatan kesehatan, selarna puluhan tahun tumbuh dalam Iingkungan yang nyaman dan tidak kompetitif. Mereka hanya mempunyai sedikit kebebasan dalam memasuki usaha baru dan dalam menetapkan harga produk. Sebagai imbalannya, berbagai peraturan pemerintah rnelindungi perusahaan dari para pesaing yang Iebih efisien dan inovatif, dan menetapkan pada suatu tingkat yang memungkinkan pengembalian yang cukup atas investasi dan biaya yang telah dikeluarkan. Dua dekade terakhir ini telah menyaksikan munculnya berbagai inisiatif deregulasi dan privatisasi penting perusahaan jasa di seluruh dunia ketika teknologi informasi menciptakan "benih-benih penghancuran" perusahaan jasa yang dalam abad industri sebelumnya banyak mendapat perlindungan dari pemerintah.Untuk mencapai keberhasilan kompetitif, lingkungan abad informasi mensyaratkan adanya kemampuan baru yang hares dimiliki oleh perusahaan manufactur maupun jasa. Kemampuan sebuah perusahaan untuk memobilisasi dan mengeksploitasi aktiva tak berwujudnya menjadi jauh Iebih menentukan daripada melakukan investasi dan mengelola akyiva fisik yang berwujud. Balanced Scorecard merupakan metode baru yang dapat mengantisipasi perkembangan yang ada saat ini. Balanced Scorecard menterjemahkan misi dan strategi perusahaan ke dalam seperangkat ukuran menyeluruh yang memberi kerangka kerja bagi pengukuran dan system manajemen strategis. Scorecard menguur kinerja perusahaan pada empat perspektif yang seimbang (Balanced): Financial, pelanggan, proses bisnis internal dan proses pertumbuhan dan pembelajaran. BSC memungkinkan perusahaan mencatat hasil kinerja finansial sekaligusmemantau kemajuan perusahaan dalam membangun kemampuan dan mendapatkan aktiva tak berwujud yang dibutuhkan untuk pertumbuhan masa datang.Sehubungan dengan hal tersebut diatas penulis berusaha untuk mencoba menerapkan Balanced Scorecard dengan instrumen - instrumennya yang ada di industri pelayanan kesehatan yang sekaligus mengukur kinerja dari perusahaan jasa pelayanan tersebut. Penulis memilih Poliklinik Perawatan J.M.C sebagai tempat penelitaian uji cabs instrumen - instrumen yang ada pada Balanced Scorecarad.Polklinik Perawatan J.M.C Perawal dari sebuah klink umum yang pada tahun 1993 mulai dikembangkan, hingga pada saat ini menjadi Poliklinik Perawatan dengan 20 IT. Pada tahun ini Poliklinik Perawatan J.M.C berencana untuk mengembangkannya _Magi menjadi suatu Rumah Sakit dengan 100 TT. Dengan alasan tersebutlah penulis mencobakan pada Poliklinik Perawatan J.M.C dan diharapkan hasil dari penelitian ini dapat dijadikan masukkan kepada pihak manajemen Poliklinik Perawatan J.M.C dalam merumuskan strategi yang akan datang.Dari hasil penelitian didapatkan hasiI bahwa instrumen-instrumen yang ada pada Balanced Scorecard dapat digunakan untuk industri pelayanan kesehatan. Walaupun pada penelitian ini tidak didapatkan indikator yang spesifik untuk industri pelayanan kesehatan. Dan dari analisis kinerja Unit Rawat Jalan Poliklinik Perawatan J.M.C diketahui bahwa pihak manajemen selama ini belum melakukan investasi intelektual, dan dari perspektif bisnis internal terlihat pihak manajemen cukup inovatif dalam menanggapi kebutuhan pelanggan yang ada. Dari perspektif pelanggan terlihat pihak manajemen sudah cukup bail( dalam memuaskan pelanggannya dan hal tersebut masih jauh dari usaha maksimal yang dapat diperoleh pelanggan, sehingga pihak manajemen masih dapat meningkatkan loyalitas pelanggan yang ada saat ini. Sedangkan dari sisi perspektif keuangan terlihat perlunya tenaga keuangan yang terampil agar dapat memperbaiki administrasi keuangan Poliklinik Perawatan J.M.C.
Framework Revolutionary impact of information era it is felt more by the service company particularly which specializing in the field of health care industry, for tens of years grows in pleasant environment and not competitive. They have only a little freedom in catering new business and deciding product price. As a reward various government regulations protecting, the company from the more and innovative competitors and decide at a level that enable adequate returns on investment and the cost that has been expended. Two recent decodes recently we have seen the appearance of various, deregulation initiatives and important privatization of the service company around the world when information technology creating symptoms of damage of the service company that in the industrial century previously get much protection from the government.To reach the competitive success, the information century environment requires the existence of new ability that should be passed by Manufacture Company or service. The ability of a company for mobilizing and exploiting of assets and its immaterialness is coming more decided than doing investment and managing immaterial physical asset. Balanced scorecard is a kind of new method that can anticipate the existence development at the present.
