Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 35256 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Ella Ayu Septia Mustika; Pembimbing: Carolina Endah Wuryaningsih; Penguji: Dian Ayubi, Yanti Rahim
Abstrak: Hipertensi menyebabkan 9,4 juta kematian/tahun di dunia. Prevalensi hipertensi diUPT Puskesmas Kecamatan Beji tahun 2016 di peringkat kedua dengan jumlahtotal kasus baru sebanyak 5.406 kasus. Tujuan penelitian untuk mengetahuigambaran kasus hipertensi pada pasien rawat jalan di UPT Puskesmas KecamatanBeji Tahun 2017 ditinjau dari faktor risiko usia, jenis kelamin, riwayat hipertensidalam keluarga, pekerjaan, status gizi, kadar kolesterol total dan kadar trigliserida.Penelitian menggunakan desain potong lintang, menggunakan data sekunderberupa rekam medis. Populasi penelitian sebesar 1.198 pasien. Kriteria inklusiyaitu pasien rawat jalan di UPT Puskesmas Beji, berusia >18 tahun dan telahdidiagnosa hipertensi. Kriteria eksklusi yaitu pasien yang dengan kunjunganulang, tidak memenuhi variabel yang diteliti. Sampel penelitian sebesar 97 pasien.Hasil penelitian menunjukkan bahwa 52,58% pasien kategori hipertensi stadium2. Prevalensi tertinggi pada usia 50-59 tahun yaitu 39,18%. 70,10% pasienberjenis kelamin perempuan. 78,35% pasien tidak bekerja, 53,61% memilikiriwayat hipertensi dalam keluarga, 39,20% pasien obesitas, 61,86% memilikikadar kolesterol >200 mg/dL, dan 63,92% memiliki kadar trigliserida normal.Kesimpulan pada penelitian adalah sebagian besar pasien kategori hipertensistadium 2, perempuan, memiliki riwayat hipertensi dalam keluarga, tidak bekerja,kadar kolesterol total di atas batas normal, namun kadar trigliserida normal.Prevalensi hipertensi naik seiring peningkatan usia.Kata kunci: Hipertensi, faktor risiko hipertensi.
Read More
S-9561
Depok : FKM-UI, 2017
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Juita Ayu Bima Putri; Pembimbing: Tri Yunis Miko Wahyono; Penguji: Yovsyah, Lintje
Abstrak: Selama tahun 2015-2050, setengah dari pertumbuhan penduduk dunia diperkirakan akan terkonsentrasi di sembilan negara salah satunya adalah Indonesia. Pada tahun 2015 persentase penggunaan metode kontrasepsi modern sebesar 58,99%. Sebagian besar PUS peserta KB di Indonesia masih mengandalkan kontrasepsi suntikan (59,57%), sedangkan persentase pengguna MKJP adalah 17,01% (Susenas, 2015). Data Puskesmas Kecamatan Cipayung tahun 2016, proporsi peserta KB aktif yang menggunakan MKJP berjumlah 4.024 (9,3%) PUS. Tujuan penelitian ini diketahuinya gambaran faktor-faktor yang berhubungan dengan penggunaan metode kontrasepsi jangka panjang (MKJP) pada wanita usia 15-49 tahun di wilayah kerja Puskesmas Kecamatan Cipayung tahun 2017. Desain penelitian menggunakan kasus kontrol. Pengambilan sampel dilakukan secara simple random sampling. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 60 sampel untuk kelompok kasus (pengguna MKJP) dan 60 sampel untuk kelompok kontrol (pengguna Non MKJP). Uji statistik menggunakan Chi Square test. Hasil penelitian didapatkan ada hubungan antara umur, status pekerjaan, jumlah anak hidup, pengetahuan tentang MKJP, sikap terhadap MKJP, biaya pelayanan KB, keterpaparan informasi mengenai MKJP, dukungan tenaga kesehatan terhadap penggunaan MKJP, dukungan suami terhadap penggunaan MKJP, dan pengambilan keputusan ber-KB dengan penggunaan MKJP.
Kata Kunci : Faktor Risiko, Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP)

During 2015-2050, half of the world population growth is expected to be concentrated in nine countries, one of which is Indonesia. By 2015 the percentage of modern contraceptive method usage is 58.99%. Most of the couples of reproductive age participants in Indonesia still rely on injectable contraception (59.57%), while the percentage of LTCM users is 17.01% (Susenas, 2015). Data of Puskesmas Kecamatan Cipayung in 2016, the proportion of active family planning participants using LTCM amounted to 4,024 (9.3%). The purpose of this research is to know the overview of factors associated to the use of long-term contraception method (LTCM) in women aged 15-49 years in work area of Puskesmas Kecamatan Cipayung East Jakarta year 2017. The research design use case control. Sampling was done by simple random sampling. The number of samples in this study were 60 samples for case group (LTCM users) and 60 samples for control group (Non LTCM user). Statistical test using Chi Square test. The results of the study showed that there was a relationship between age, occupation status, number of live children, knowledge of LTCM, attitudes toward LTCM, cost of family planning services, exposure of information about LTCM, support of health workers on the use of LTCM, husband support for LTCM use, and family planning decision making with the use of LTCM.
Keywords: Risk Factor, Long Term Contraception Method (LTCM)
Read More
S-9443
Depok : FKM UI, 2017
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Henny Lauren; Pembimbing: Mieke Savitri; Penguji: Yovsyah, Indra Supradewi
S-9417
Depok : FKM UI, 2017
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ni Komang Novi Suryani; Pembimbing : Tri Yunis Miko Wahyono; Penguji: Yovsyah, Hapsah Yuniarti
Abstrak: Complications during pregnancy and childbirth are the second leading cause of death for girls aged 15-19 yeras globally. At Jatinegara Public Health Center, there was an increase in teenage pregnancy in the last three years. This study aims to determine the proportion of teenage pregnancy and factors related to teenage pregnancy in area of Jatinegara Public Health Center, 2017. Implemented in May-June 2017 using croos sectional design. The population is all teenage girls aged 15-19 who are married from june 2016 to May 2017, the sample number of 96 people taken by simple random sampling. Data were collected through structuted interview with questionnare, bivariate analysis with Kai square test. The result obtained 77,1% teenage pregnancy. Related predisposing factors were family income (p value=0.022); knowledge of teenage pregnacy (p value=0.036); attitude towards family planning (p value=0.044). Related reinforcing factors were family support (p value= 0.047); the role of health personnel (p value= 0.040). Related enabling factors were history of sexual behavior (p value=0.033); history of contraceptive use (p value=0.019). Suggestion for Jatinegara public health center to improve the socialization of the planned generation program, the establishment of teenage family depelopment and enhancement of the youth service care program.
Keywords: Teenagers, teenage pregnany
Read More
S-9492
Depok : FKM UI, 2017
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Eristida Natalia Kusuma Andayani; Pembimbing: Mieke Savitri; Penguji: Pujiyanto, Sarjono
S-6306
Depok : FKM UI, 2011
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Heny Fitrianty; Pembimbing: Luknis Sabri; Penguji: Ella Nurlella Hadi, Yusro
S-6457
Depok : FKM UI, 2011
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Stany Indira Meir; Pembimbing: Agustin Kusumayati; Penguj: Ahmad Syafiq, P.C. Sanger
S-6119
Depok : FKM UI, 2010
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ranum Muntazia; Pembimbing: Yovsyah; Penguji: Tri Yunis Miko Wahyono, Anna Maurina
S-9339
Depok : FKM UI, 2017
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Tri Budiarti; Pembimbing: Ella Nurlaela Hadi; Penguji: Caroline Endah Wuryaningsih, Mieke Savitri, Gita Swisari, Elin Herliana
Abstrak: Pertumbuhan dan perkembangan seorang bayi tergantung cara orang tuamenstimulasinya. Pijat bayi merupakan salah satu cara menstimulasi pertumbuhandan perkembangan bayi dimana hal ini merupakan tradisi yang masih seringdilakukan oleh masyarakat Jawa terutama di Wilayah Kecamatan AdipalaKabupaten Cilacap yang umumnya dilakukan oleh seorang dukun bayi. Penelitianini bertujuan mendapatkan gambaran dan informasi yang mendalam tentang pijatpada bayi di wilayah Kecamatan Adipala Kabupaten Cilacap. Penelitian inimenggunakan pendekatan kualitatif dengan desain RAP. Informasi diperolehmelalui wawancara mendalam pada 10 ibu yang mempunyai bayi 0-11 bulan, 4orang dukun bayi, 2 orang bidan koordinator anak, dan 2 orang kepala puskesmasWilayah Kecamatan Adipala. Hasil penelitian menunjukkan Pijat bayi atau dadahyang dilakukan ibu bayi di wilayah Kecamatan Adipala Kabupaten Cilacapbelum sesuai dengan pedoman pijat bayi yang dianjurkan Kementrian KesehatanRI karena pijat yang dilakukan pada masyarakat setempat dilakukan pada seluruhtubuh setelah bayi lahir dan pijat saat bayi sakit. Pijat bayi tersebut merupakantradisi turun temurun yang dilakukan oleh dukun bayi dengan manfaat pijat bayiagar peredaran darah lancar, otot-otot rileks, pertumbuhan optimal, tidur nyenyak,dan bayi sehat. Pijat bayi hanya boleh dilakukan pada bayi sehat dan kondisitertentu seperti demam, batuk, pilek, terkilir dan tidak boleh dilakukan terlalusering. Seluruh tubuh bayi boleh dipijat kecuali perut karena ada tali pusat yangbelum lepas dan dapat menyebabkan illeus yaitu gangguan system saraf padausus. Informasi tentang pijat umumnya diperoleh dari keluarga terutama nenekbayi. Saat ini belum ada kebijakan maupun aturan dari pihak puskesmas tentangpijat bayi.Kata kunci: pijat, bayi
Growth and development of a baby depends on how parents stimulatethem. Infant massage is one way of stimulating the growth and development ofbabies where it is a tradition that is still often done by the Java community,especially in the districts of the district Adipala cilacap region that is generallydone by TBAs This study aims to get an overview and in-depth information aboutinfant massage in the District Adipala Cilacap. This study used a qualitativeapproach to the design of RAP. Information obtained through in-depth interviewson 10 mothers who have babies 0-11 months, 4 TBAs, 2 midwives coordinatorchildren, and 2 heads of health centers Adipala District Area. The results showedthat infant massage or do mothers bye baby in the District of Cilacap Adipala notin accordance with the guidelines of infant massage is recommended the Ministryof Health because the massage is done on the local community performed on theentire body after the baby is born and massage when the baby is sick. InfantMassage in District Area Adipala a hereditary tradition performed by TBAs.Benefits of infant massage for smooth blood circulation, relax muscles, optimalgrowth, rest ful sleep, and a healthy baby. Infant massage should only beperformed on healthy babies and under certain conditions such as fever, cough,colds, sprains and should not be done too often. Baby's entire body except theabdomen be massaged because there is not yet off the umbilical cord and cancause illeus. Information about massage is generally obtained from the familyespecially the baby 's grandmother. Currently there are no policies or rules of theclinic on infant massage.Keywords : massage , baby
Read More
T-4739
Depok : FKM-UI, 2016
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Melia Sari; Pembimbing: Tri Yunis Miko Wahyono; Penguji: Sutanto Priyo Hastono, Yovsyah, Putu Krisna Saputra
Abstrak:

Tingginya jumlah populasi remaja perlu diimbangi dengan peningkatan pengetahuan, sikap, dan perilaku seksual yang sehat untuk mengurangi masalah yang dihadapi remaja. Banyak dari perilaku seksual remaja yang berujung pada masalah yang kompleks. Tujuan penelitian untuk memahaminya faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku seksual berisiko pada siswa SMAN di wilayah kerja Puskesmas Kecamatan Duren Sawit Kota Jakarta Timur Tahun 2024. Penelitian menggunakan desain cross sectional. Penelitian ini dilakukan di SMAN wilayah kerja Puskesmas Kecamatan Duren Sawit tahun 2024. Populasi adalah siswa kelas XI. Sampel berjumlah 250 orang. Menggunakan teknik cluster random sampling. Analisa multivariat menggunakan analisis uji multiple cox regression. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner SKRRI (2007) Hasil penelitian menunjukkan 55,2% siswa berperilaku seksual beresiko dan 44,8% siswa tidak berperilaku seksual beresiko. Terdapat korelasi yang bermakna pada variabel niat (p=0,048), memiliki pacar (p=0,000), paparan media pornografi (p=0,020). Berdasarkan hasil dapat disimpulkan ada hubungan yang bermakna antara niat, memiliki pacar dan paparan media pornografi dengan perilaku seksual beresiko. Tidak ada hubungan antara perilaku seksual beresiko dengan jenis kelamin, ketaatan beragama, keaktifan di sekolah, pengetahuan, sikap, paparan media pornografi, peran guru, peran masyarakat, peran keluarga dan pengaruh teman sebaya. Kata kunci : Perilaku seksual beresiko, remaja, kesehatan reproduksi.


His height amount population teenager need balanced with enhancement knowledge, attitudes, and behavior healthy sex For reduce problems encountered teenager. Lots from behavior sexual ending teenager on complex problem. Objective study For understand it related factors with behavior sexual risky on high school students in the region Work Public health center Duren Sawit District, East Jakarta City Year 2024. Research use cross-sectional design . Study This carried out at regional high schools Work Public health center Duren Sawit District in 2024. Population is student class XI. Sample totaling 250 people. Use cluster random sampling technique. Analysis Multivariate use analysis multiple cox regression test. Data is collected with use SKRRI questionnaire (2007) Results study shows 55.2 % of students behave sexual at risk and 44.8% of students No behave sexual risky. There is meaningful correlation on variable intention (p=0.048), have girl/boyfriend (p=0.000), exposure to pornographic media (p=0.020). Based on results can concluded There is meaningful relationship between intention, have boyfriend and exposure to pornographic media with behavior sexual risky. No There is connection between behavior sexual risky with type sex, obedience religion, activeness at school, knowledge, attitudes, exposure to pornographic media, role of teachers, role society, role family and influence friend peer . Keywords : Behavior sexual at risk, youth, health reproduction.

Read More
T-6947
Depok : FKM UI, 2024
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive