Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 32765 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Rambang Haraimardika; Pembimbing: Mila Tejamaya; Penguji: Dadan Erwandi, Trisnajaya
S-9585
Depok : FKM-UI, 2017
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Taufan Patrianto; Pembimbing: Mila Patrianto; Penguji: Hendra, Indri Hapsari, Yuni Kkusminanti, Muhammad Maududy
Abstrak: Kegiatan berolahraga di Unit Kegiatan Mahasiswa bidang olahraga Universitas Indonesia (UKOR UI) memiliki risiko terhadap keselamatan dan kesehatan anggotanya. Penelitian ini untuk menggambaran kasus cedera olahraga dan persepsi anggota UKOR UI terhadap faktor risiko cedera olahraga yang terjadi di UKOR UI tahun 2019. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan disain penelitian cross sectional. Pengambilan datanya menggunakan kuesioner dengan teknik accidental sampling. Penelitian ini diikuti oleh 87 responden dari populasi yang terdiri dari 448 orang di 17 cabang olahraga. Rata-rata usia mereka adalah 21,38 tahun. Usia minimumnya 18 tahun dan maksimumnya 30 tahun dan terbanyak adalah laki-laki (74%). 64,4% responden memiliki BMI normal. 58,6% responden memiliki riwayat cedera. Tingkat keparahan cedera sebagian besar pada tingkat ringan dan sedang (78,4%). Lokasi cedera yang paling banyak terjadi pada ekstrimitas bawah (64,8%) yaitu pada engkel (31,4%), paha (15,7%) dan lutut (13,7%). Sedangkan menurut kondisi medisnya cedera yang paling besar mengenai ligamen/keseleo sebanyak 64% dan cedera otot (tendon) sebesar 24%. Persepsi responden cenderung setuju bahwa kebugaran tubuh (80%), kurang pemanasan (84%) dan kurang latihan (65%) dan kondisi lapangan (65%) sebagai faktor penyebab terjadinya cedera olahraga di UKOR UI. Hasil penelitian ini menyarankan bahwa pemangku kepentingan olahraga di UI untuk mengkaji risiko cedera olahraga dan mengembangkan SOP aktifitas olahraga di setiap UKOR dan mempromosikan kegiatan olahraga yang bebas cedera kepada mahasiswa UI seperti melakukan latihan olahraga secara rutin dan terjadwal, melakukan pemanasan yang cukup sebelum berolahraga, menjaga kebugaran fisik, dan menggunakan alat pelindung olahraga yang disyaratkan.
Read More
T-5559
Depok : FKM-UI, 2019
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Esti Styowati Masyukuroh Nur Rahmawati; Pembimbing: L. Meily Kurniawidjaja; Penguji: Hendra; Yuni Kusminanti
Abstrak: PENELITIAN INI MEMBAHAS FAKTOR INTERNAL DAN EKSTERNAL YANG MEMPENGARUHI PERSEPSI KESELAMATAN BERKENDARA SEPEDA MOTOR PADA MAHASISWA FKM UI. FAKTOR INTERNAL BERUPA PENGETAHUAN, PENGALAMAN, DAN MOTIVASI KESELAMATAN BERKENDARA, FAKTOR EKSTERNAL ADALAH KONDISI LINGKUNGAN, PENGARUH TEMAN SEBAYA, DAN KEBIJAKAN UI DENGAN MENGGUNAKAN KUESIONER. DESAIN PENELITIAN ADALAH CROSS SECTIONAL. SAMPEL ADALAH 69 MAHASISWA YANG BERKENDARA SEPEDA MOTOR. HASIL PENELITIAN MENUNJUKKAN PERSEPSI BAIK, YAITU MENGGANGGAP KESELAMATAN BERKENDARA ITU PENTING. FAKTOR INTERNAL YANG PALING DOMINAN YAITU PENGALAMAN, SEDANGKAN SEDANGKAN FAKTOR ESKTERNAL ADALAH KONDISI LINGKUNGAN, PENGARUH TEMAN SEBAYA, DAN KEBIJAKAN UI. PERLU MENINGKATKAN PENGETAHUAN DAN MOTIVASI KESELAMATAN BERKENDARA SEPEDA MOTOR SEPERTI SOSIALISASI DAN PEMILIHAN DUTA SAFETY.

THIS STUDY DISCUSSED THE INTERNAL AND EXTERNAL FACTORS THAT AFFECTED THE PERCEPTION OF MOTORCYCLE SAFETY DRIVING IN FKM UI STUDENTS. INTERNAL FACTORS SUCH AS KNOWLEDGE, EXPERIENCE, AND DRIVING SAFETY MOTIVATION, EXTERNAL FACTORS WERE ENVIRONMENTAL CONDITIONS, PEER INFLUENCE, AND UI POLICY BY USED QUESTIONNAIRES. THE STUDY DESIGN WAS CROSS-SECTIONAL. THE SAMPLE WAS 69 STUDENTS WHO DRIVE MOTORCYCLES. THE RESULTS SHOWED GOOD PERCEPTION, THAT WAS CONSIDERING THE SAFETY OF DRIVING WAS IMPORTANT. AN INTERNAL FACTOR WAS THE MOST DOMINANT EXPERIENCED, WHILE EXTERNAL FACTORS WERE ENVIRONMENTAL CONDITIONS, PEER INFLUENCE, AND UI POLICY. NEED TO IMPROVED THE KNOWLEDGE AND MOTIVATION OF MOTORCYCLE SAFETY DRIVING SUCH AS SOCIALIZATION AND SELECTION OF AMBASSADORS OF SAFETY KEYWORDS: PERCEPTIONS OF SAFETY DRIVING, INTERNAL FACTOR, EXTERNAL FACTOR.
Read More
S-9522
Depok : FKM UI, 2017
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Fiori Amelia Putri; Pembimbing: Fatma Lestari; Penguji: Indri Hapsari Susilowati, Ina Agustina Isturini
Abstrak: Universitas merupakan salah satu institusi yang memiliki kemungkinan terjadi bencana. Selama dua dekade, terdapat sejumlah bencana yang memberikan dampak negatif terhadap universitas. Ketangguhan adalah sebuah konsep penting yang telah dikembangkan dalam bidang manajemen bencana. Hal ini merupakan konsep yang menekankan untuk membangun kapasitas adaptif melalui pengembangan sosial, kompetensi komunitas, dan komunikasi yang kuat dan sistem informasi. Mahasiswa sebagai komunitas yang sering berada di kampus untuk melakukan aktivitas, baik kegiatan belajar, penelitian, maupun kegiatan organisasi memiliki risiko dan bahaya, dan merupakan hal penting bahwa mahasiswa seharusnya memiliki kesiapan dalam menghadapi kemungkinan terjadinya bencana. Sehingga mampu meningkatkan ketangguhan apabila terjadi bencana di universitas. Mahasiswa fakultas kedokteran, fakultas kedokteran gigi, fakultas ilmu keperawatan, dan fakultas farmasi universitas indonesia dalam menghadapi bencana sebagai upaya peningkatan ketangguhan menghadapi bencana di universitas. Desain penelitian yang digunakan adalah studi cross sectional yang dilakukan dengan pendekatan kuantitatif. Hasil menunjukkan bahwa mahasiswa sudah tangguh dalam menghadapi bencana di universitas. Namun perlu dilakukan perbaikan pada beberapa variabel, antara lain persiapan menghadapi bencana di kampus, pengetahuan sistem peringatan dini di lingkungan kampus, kepemilikan asuransi bencana, sumber informasi, dan keikutsertaan dalam pelatihan penanggulangan bencana.
Kata kunci: bencana, manajemen bencana, kesadaran, kesiapsiagaan, ketangguhan, sistem peringatan dini bencana, respon tanggap darurat

The university is one of the institutions that have the possibility of disaster event. For two decades, there have been a number of disasters that negatively impacted the university. Resilience is an important concept that has been developed in disaster management. This is a concept that emphasizes building adaptive capacity through social capital development, community competences, and solid communication and information systems. Students as a community that is often on campus to conduct activities, both learning activities, research, and organizational activities have risks and dangers, and it is important that students should be prepared for the possibility of disaster event, as of to increase the resiliency of disaster at university. The purpose of this study is to explain the preparedness and awareness of the students from the faculty of medicine, faculty of dentistry, faculty of nursing, and faculty of pharmacy university of indonesia in facing disaster as efforts to enhance the resilience of the university. The research design of this study using cross sectional study conducted with a quantitative approach. The results show that students are already resilient facing disaster at university. However, several variables needs to be improved, there are: disaster preparedness, knowledge of disaster early warning system in university, disaster insurance ownership, resources of information, and participation in disaster management training.
Keywords: disaster, disaster management, awareness, preparedness, resilience, disaster early warning system, emergency responses
Read More
S-9519
Depok : FKM UI, 2017
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ridha Stalli Adha; Pembimbing: Fatma Lestari; Penguji: Riyadh Firdaus, Yuni Kusminanti
Abstrak: Penelitian ini membahas mengenai tingkat kesiapan mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia dalam menghadapi bencana. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif deskriptif berdesain cross sectional dengan sampel sebanyak 417 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia sudah siap terhadap bencana diantaranya dalam hal validitas sumber edukasi bencana, pengetahuan tentang langkah respon tanggap darurat, pengetahuan tentang adanya klinik di sekitar kampus, kesadaran terhadap potensi bencana di kampus, kesadaran persiapan bencana, dan kepemilikan asuransi bencana. Namun dibutuhkan peningkatan terhadap beberapa hal seperti pengetahuan sistem peringatan dini di lingkungan kampus, keikutsertaan dalam pelatihan dan simulasi bencana, langkah persiapan menghadapi bencana, dan persepsi tentang tingkat kesiapan bencana.
Kata kunci: Bencana, kesiapan, ketangguhan, langkah persiapan bencana, sistem peringatan dini, kesadaran, sumber edukasi bencana, pelatihan, simulasi, asuransi bencana, respon bencana, pemulihan.

This study discusses the readiness level of Public Health Faculty of University of Indonesia students in facing disasters. The design of this study uses a descriptive quantitative method with a cross sectional approach and a total sample of 417 respondents. The results of this study concludes that generally, Public Health Faculty of Indonesia students are prepared in facing disasters, specifically in terms of the validity of disaster education source, knowledge of disaster response, knowledge of health clinics around the campus area, awareness of the potential of disasters on campus, awareness of disaster preparation, and owning disaster insurance. However there are also several factors, such as preparation for disasters, knowledge towards early warning systems, involvement in training or simulations for disasters, readiness in facing disasters, and perception towards the level of readiness in facing disasters that needs to be improved.
Keywords: Disasters, readiness, resilience, disaster preparation, early warning system, awareness, disaster education source, disaster training, disaster simulation, disaster insurance, disaster response, recovery.
Read More
S-9362
Depok : FKM UI, 2017
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Jeane Sherill Danile Sumual; Pembimbing: Hendra; Penguji: Fatma Lestari, Yuni Kusminanti
S-6149
Depok : FKM UI, 2010
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Niratih Widhi Hapsari; Pembimbing: Mila Tejamaya; Penguji: Dadan Erwandi, Putri Ayuni Alayyannur
Abstrak:

Masalah kesehatan mental merupakan persoalan yang sering dihadapi mahasiswa akibat adanya tuntutan akademik dan sosial di lingkungan universitas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis gambaran kesehatan mental, faktor risiko psikososial, dan strategi coping pada mahasiswa dengan program sarjana di Universitas Indonesia. Desain studi yang digunakan adalah desain studi deskriptif cross sectional dengan metode kuantitatif. Penelitian dilaksanakan dari bulan Mei – Juni tahun 2025. Penentuan sampel menggunakan teknik stratified random sampling dengan mengisi secara sukarela (voluntary) dan menerapkan perhitungan Slovin dari 14 fakultas. Data diperoleh menggunakan metode pengambilan data primer melalui penyebaran kuesioner di fakultas dengan program sarjana di Universitas Indonesia. Total partisipan pada penelitian ini adalah 395 mahasiswa.
Hasil menunjukkan bahwa beberapa faktor yang berkaitan dengan kondisi kesehatan mental meliputi risiko beban akademik kategori sedang (69%), hubungan interpersonal kategori risiko rendah (54,9%), kondisi lingkungan rumah kategori sedang (65,3%), serta tingkat kerentanan yang rendah (78%). Strategi coping yang paling dominan digunakan mahasiswa adalah problem-focused coping. Prevalensi gangguan kesehatan mental meliputi depresi sebesar (47,2%), kecemasan (79%), distres (50,1%), dan kesepian (15,4%). Hasil penelitian diharapkan dapat dijadikan sebagai rancangan pelaksanaan pedoman kesehatan mental dan sebagai tolak ukur untuk mengambil langkah lebih lanjut dalam mengelola kesehatan mental pada mahasiswa Universitas Indonesia.


Mental health problems are common issues faced by university students due to academic and social demands within the university environment. This research aims to examine the mental health status, psychosocial risk factors, and coping mechanisms among undergraduate students at Universitas Indonesia. A descriptive cross-sectional design was utilized for the study and used a quantitative approach. The study was conducted between May and June 2025. Sample selection was carried out using stratified random sampling with participants taking part voluntarily and Slovin's formula were used to choose the sample from 14 faculties. Data were obtained through primary data collection by distributing questionnaires to various bachelor faculties at Universitas Indonesia. The total number of participants in this study was 395 undergraduate students. The findings indicated that multiple factors were linked to mental health conditions, including a moderate risk academic burden (69%), low risk category of interpersonal relationships (54.9%), average risk home environment conditions (65.3%), and low risk levels of vulnerability (78%). The primary coping strategy most frequently employed by students was problem-focused coping. The rate of mental health concerns among students includes depression (47.2%), anxiety (79%), distress (50.1%), and loneliness (15.4%).  The results of this research are anticipated to provide a foundation for creating mental health guidelines and act as a reference for future initiatives in addressing mental health among students at Universitas Indonesia.

Read More
S-12139
Depok : FKM UI, 2025
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Hardian Saputra; Pembimbing: Syahrul Meizar Nasri; Penguji: Hendra, Mila Tejamaya, Muhamad Dawaman, Hani Mairina Matan
Abstrak: Penelitian ini mengkaji implementasi penerapan keselamatan dan kesehatan kerja pada unit kegiatan Tank Cleaning di PT. Chevron Pacific Indonesia dengan fokus membandingkan standar yang digunakan dengan implementasi komitmen, perencanaan, pelaksanaan, dan dokumentasi kegiatan Tank Cleaning yang diterapkan oleh manajemen dan pelaksana di lapangan. Penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif dan unit analisis yang digunakan adalah ANSI/API 2015-2016 (2001), FSWP, QSOP, dan hasil observasi di lapangan. Strategi yang digunakan adalah hasil wawancara dan analisis konten. Kesimpulan penelitian ini adalah penerapan keselamatan dan kesehatan kerja pada kegiatan Tank Cleaning sudah sesuai dengan standar ANSI/API 2015-2016 (2001), walaupun masih ada beberapa poin yang dilewatkan pada tahap pelaksanaan dan dokumentasi. Hal ini dapat terjadi karena kurangnya pengawasan supervisor dan kurangnya kesadaran para pekerja terhadap pentingnya dilakukan prosedur tersebut demi keselamatan dan kesehatan diri mereka sendiri. Kata kunci: Penerapan Keselamatan Dan Kesehatan Kerja, Tank Cleaning.
Read More
T-4450
Depok : FKM-UI, 2015
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Atriani Indah Permatasari; Pembimbing: Indri Hapsari Susilowati; Penguji: Hendra. Irma Setiawaty Wulandari
Abstrak: Pekerjaan cleaning service seperti mengangkat, membungkuk, gerakan memutar pada saat memindahkan barang dari sisi ke sisi lainnya dan menunduk saat bekerja dapat menimbulkan keluhan MSDs. Penelitian ini dilakukan untuk melihat hubungan antara faktor risiko individu, faktor risiko pekerjaan, dan faktor lingkungan terhadap keluhan gejala musculoskeletal disorders pada pekerja cleaning service di Asrama Mahasiswa Universitas Indonesia. Jenis penelitian yang dilakukan adalah studi deskriptif observasional dengan menggunakan metode QEC (Quick Exposure Checklist) dan Nordic Body Questionnaire (NBM), serta pengukuran faktor lingkungan menggunakan lux meter dan WGBT Meter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 27 responden (84,4%) mengaku adanya keluhan subyektif musuloskeletal disorders. Faktor pencahayaan yang kurang kemungkinan menjadi risiko tingginya keluhan gejala musculoskeletal disorders. Hasil analisis QEC menunjukkan bahwa aktifitas pekerjaan termasuk risiko rendah hingga tinggi.
Kata kunci: cleaning service, ergonomi, musculoskeletal disorders, risiko

Cleaning service work such as lifting, bending, twisting movements at the time of moving things from side to side and looked down when the work may give rise to complaints of MSDs. This research was conducted to look at the relationship between the individual risk factors, risk factors, and environmental factors work against complaints of symptoms of musculoskeletal disorders in cleaning service workers in student dormitories of the University of Indonesia. The type of research that is a descriptive observational study by using the method of QEC (Quick Exposure Checklist) and Nordic Body Questionnaire (NBM), as well as the measurement of environmental factors using a lux meter and WGBT meters. The results showed that as many as 27 respondents (84.4%) admitted to the existence of a subjective complaint of musuloskeletal disorders. Lighting is less likely to factor into a risk high complaints of symptoms of musculoskeletal disorders. The results of the QEC analysis show that the work activity including low risk to high.
Key words: cleaning service, ergonomics, musculoskeletal disorders, risk
Read More
S-9709
Depok : FKM UI, 2018
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nadhila Adani; Pembimbing: Sjahrul Meizar Nasri; Penguji: Mufti Wirawan, Hanny Harjulianti
S-10467
Depok : FKM UI, 2020
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive