Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 33200 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Dewi Anggraini; Pembimbing: Ella Nurlaella Hadi; Penguji: Indang Trihandini, Caroline Endah Wuryaningsih, Wira Hartiti, Esti Pangastuti
Abstrak: Kualitas hidup adalah kondisi fungsional lansia yang meliputi kesehatan fisik, kesehatan psikologis, hubungan sosial lansia, serta aktivitas seksual, dan kondisi lingkungan (WHOQOL). Laju pertumbuhan penduduk di kota Tangerang Selatan merupakan yang paling cepat (3,36%) dibandingkan kabupaten/kota lain yang ada di provinsi Banten. Angka harapan hidup pada tahun 2015 merupakan yang tertinggi dibandingkan wilayah lain di Banten yaitu mencapai 72,2 tahun. Sekitar 5% penduduk di Tangerang Selatan berusia diatas 60 tahun (BPS, 2016) dan 0,8% dari total lansia di Tangerang Selatan memilih untuk tinggal di panti karena merasa mendapatkan banyak teman untuk beraktifitas, beribadah, dan menghilangkan rasa kesepian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas hidup lansia dan faktorfaktor yang berhubungan dengan kualitas hidup lansia yang tinggal di panti werdha wilayah Tangerang Selatan. Desain studi potong lintang digunakan pada 144 lansia yang terpilih secara acak dari 4 panti di Tangerang Selatan. Data dikumpulkan menggunakan metode wawancara menggunakan kuisioner yang sudah di uji validitas dan reliabilitasnya, serta dianalisis menggunakan uji regresi logistik ganda. Hasil penelitian menunjukkan 74,3% lansia yang tinggal di panti wilayah Tangerang Selatan memiliki hidup berkualitas, pendidikan lansia merupakan faktor yang berhubungan dengan kualitas hidup lansia (p=0,003; OR 3,22; 95% CI 1,49-6,97). Lansia dengan pendidikan yang tinggi memiliki peluang 3,2 kali hidupnya lebih berkualitas dibandingkan lansia yang berpendidikan rendah.
Kata Kunci : Lansia, kualitas hidup

Quality of life is the functional condition of the elderly which includes physical health, psychological health, elderly social relationships, as well as sexual activity, and environmental conditions. Population growth rate in South Tangerang is the fastest (3.36%) compared to other regencies / cities in Banten province. Life expectancy in 2015 is the highest compared to other regions in Banten which reached 72.2 years. Approximately 5% of the population in South Tangerang is over 60 years old (BPS, 2016) and 0.8% of the total elderly people in Tangerang Selatan prefer to stay in the orphanage because they feel have many friends for activities, worshiping and eliminate loneliness. This study aims to determine the quality of life of the elderly and the factors related to the quality of life of elderly living in the werdha orphanage of Tangerang Selatan region. Cross-sectional study design was used in 144 selected randomly elderly from 4 orphanages in South Tangerang. Data collected using interview method using questionnaires that have been tested for validity and reliability, and analyzed using multiple logistic regression test. The results showed that 74.3% of elderly people living in the orphanage of Tangerang Selatan have quality of life, elderly education is a factor related to the quality of life of the elderly (p = 0,003; OR 3,22; 95% CI 1,49-6, 97). Elderly with a high education has a 3,2 times more quality of life than the poorly educated elderly.
Keywords : Elderly, Quality Of life
Read More
T-5044
Depok : FKM UI, 2017
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Indrayani; Pembimbing: Sudarto Ronoatmodjo; Penguji: Sudijanto Kamso, Ade Saprudin, Cecep Heriana
Abstrak: Peningkatan populasi lansia berdampak pada berbagai aspek kehidupan. Pada masa lansia terjadi berbagai perubahan fisik, kognitif maupun psikologis. Harapan hidup dan kualitas hidup merupakan hal yang sangat penting bagi lansia. Terdapat banyak faktor yang mempengaruhi kualitas hidup lansia. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kualitas hidup lansia. Subjek penelitian berjumlah 242 orang lansia yang diperoleh dengan cara random dari populasi yang berjumlah 349 lansia di Desa Cipasung Kabupaten Kuningan. Dilakukan wawancara dengan menggunakan kuesioner WHOQOL-BREF, kuesioner dukungan keluarga dan fungsi keluarga. Penelitian ini dianalisis dengan uji Chy Square dan uji Regresi Logistik.Variabel yang memiliki hubungan yang signifikan dengan kualitas hidup lansia adalah pendidikan (OR=4,9, p value=0,022), pekerjaan (OR=3,5, p value=0,000) dan dukungan keluarga (OR=5,7, p value=0,000). Faktor yang paling dominan berhubungan dengan kualitas hidup lansia adalah dukungan keluarga dengan nilai OR 5,7 yang berarti bahwa lansia dengan dukungan keluarga kurang berpeluang 5,7 kali lebih besar memiliki kualitas hidup buruk dibandingkan dengan lansia yang mendapat dukungan keluarga baik. Berdasarkan penelitian ini, faktor yang berhubungan dengan kualitas hidup lansia adalah dukungan keluarga, pendidikan dan pekerjaan.
Kata Kunci : Kualitas Hidup, Lansia, Faktor dominan

Increase of elderly population will have an impact on various aspects of life. In the elderly occurs a physical changes, cognitive and pshycological. Life expectancy and quality of life is very important for elderly. There are many factors affect the quality of life of elderly. The purpose of this research to know factors that relating with the quality of life of elderly. The subject of study were 242 the elderly obtained by means of random of the population which consisted of 349 elderly in Cipasung Village Kuningan. The interviewers were conducted using WHOQOL-Bref questionnaire, family support and family function questionnaire. The study analyzed by Chy Square test and Logistic Regresion test. A variable that has a significant relation exists with the quality of life for the elderly is education (OR=4,9, p value=0,022), work (OR=3,5, p value=0,000) and the family support (OR=5,7, p value=0,000). Factors the most dominant relating to the quality of life of elderly is family support with the OR=5,7 which means that for the elderly with poor family support had a chance 5,7 times as great as having the quality of life poorly compared to good family support. Based on this research, factors that relating with quality of life of elderly is family support, education and work. 
Keywords : Quality of life, Elderly, Dominan factor
Read More
T-4986
Depok : FKM UI, 2017
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dwi Jayanti; Pembimbing: Anhari Achadi; Penguji: Wahyu Sulistiadi, Dumilah Ayuningtyas, Ns. Sukihananto
Abstrak: Struktur penduduk dunia baik di Indonesia maupun dunia telah bergeser menjadi berstruktur penduduk tua. Dikatakan sebagai struktur penduduk tua, jika populasi lansia di suatu negara lebih dari tujuh persen. Pada tahun 2018 terdapat 9,27 persen (sekitar 24,49 juta) lansia di Indonesia. Beralihnya struktur ini dikarenakan meningkatnya Usia Harapan Hidup (UHH). Jumlah lansia di perkotaan lebih banyak diandingkan di perdesaan. DKI Jakarta merupakan ibukota negara dan pusat pemeritahan. Hal ini menjadikan Jakarta sebagai perkotaan untuk memberikan contoh pelayanan kesehatan dan sosial yang baik bagi penduduknya termasuk lansia. Terdapat sejumlah 1225 lansia bertempat tinggal di Panti Sosial Tresna Werdha (PSTW) dan komunitas masyarakat. Tingginya jumlah lansia menjadi perhatian baik pemerintah dan masyarakat untuk memperhatikan masalah lansia. Pada institusi sosial ini, lansia, sebagai kelompok yang rentan mengalami perubahan baik secara fisik, psikologis, sosial dan lingkungan memungkinkan lansia untuk sulit beradaptasi dengan lingkungannya sehingga hal ini dapat mempengaruhi kualitas hidupnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kualitas hidup lansia menurut domain kualitas hidup World Health Organization Quality of Life-Bref (WHOQOL-Bref). Penelitian dilakukan dengan desain campuran, yakni penelitian kuantitatif dan kualitatif. Penyebaran kuesioner, wawancara mendalam, observasi, dan telaah dokumen dilakukan pada 80 responden lansia masingmasing 40 responden di Panti Sosial Tresna Werdha (PSTW) Budi Mulia 1 Cipayung dan Sasana Tresna Werdha (STW) Karya Bhakti RIA Pembangunan Cibubur. Hasil menunjukkan bahwa penggunaan obat, aktifitas fisik dan domain psikologis memiliki pengaruh terhadap kualitas hidup lansia dengan p value 0,04; 0,03 dan 0,034. Hasil penelitian menunjukkan tidak ada perbedaan kualitas hidup dan kepuasan akan kesehatan dan domain kualitas hidup antara responden PSTW dan STW. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan terkait peningkatan interaksi sosial, perbaikan kondisi lingkungan dengan pelaksanaan program dan pelatihan petugas. Diharapkan penelitian lebih lanjut terkait intervensi yang dapat meningkatkan kualitas hidup lansia di institusi sosial panti werdha.
Read More
T-5754
Depok : FKM UI, 2019
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ria tahoma Siboro; Pembimbing: Evi Martha; Penguji: Besral, Yovsyah, Marlina Ginting, Nindya Savitri
Abstrak:
Tesis ini membahas mengenai Hubungan Peran Caregiver Informal Dengan Kualitas Hidup Lansia Di Wilayah Puskesmas Kampung Sawah Kota Tangerang Selatan Tahun 2024. Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan cross sectional yaitu jenis penelitian yang mengukur variabel independent (peran caregiver informal) dan variabel dependen (kualitas hidup lansia) secara simultan (bersamaan) dalam satu waktu. Peneliti mencoba untuk menggali ada tidaknya hubungan peran caregiver informal dengan kualitas hidup lansia di Wilayah Puskesmas Kampung Sawah Kota Tangerang Selatan Tahun 2024. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya hubungan peran caregiver informal dengan kualitas hidup, sedangkan variabel riwayat pekerjaan terdahulu merupakan variabel counfounder terhadap hubungan peran cargiver informal dengan kualitas hidup pada lansia. Dalam penelitian ini peneliti menyarankan untuk meningkatkan jumlah caregiver dengan melakukan sosilisasi tentang pendampingan caregiver informal kepada pendamping lansia serta mengedukasi caregiver informal untuk berpartisipasi aktif dalam kegiatan pelayanan kesehatan lansia yang ada di posbindu serta meningkatkan interaksi dengan lansia melalui kegiatan bersama mendengarkan minat dan melibatkan lansia dalam kegiatan tersebut.

This thesis discusses the relationship between the role of informal caregivers and the quality of life of the elderly in the Kampung Sawah Community Health Center area, South Tangerang City in 2024. This research uses quantitative research with cross sectional research, namely a type of research that measures the independent variable (the role of the informal caregiver) and the dependent variable (the quality of life of the elderly ) simultaneously (simultaneously) at one time. Researchers tried to explore whether or not there was a relationship between the role of the informal caregiver and the quality of life of the elderly in the Kampung Sawah Community Health Center area, South Tangerang City in 2024. The results of the research showed that there was a relationship between the role of the informal caregiver and the quality of life, while the previous work history variable was a counfounder variable for the role relationship. Informal cargiver and quality of life in the elderly. In this study, the researcher suggests increasing the number of caregivers by conducting outreach about informal caregiver assistance to elderly companions as well as educating informal caregivers to actively participate in elderly health service activities at Posbindu and increasing interaction with the elderly through joint activities, listening to interests and involving the elderly in activities
Read More
T-7015
Depok : FKM UI, 2024
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nurmalia Ermi; Pembimbing: Sudijanto Kamso; Penguji: Kemal N. Siregar, Toha Mohaimin, Rahmadewi, Eti Rohati
Abstrak: Wanita yang menghadapi menopause termasuk dalam kelompok risiko karena pada kelompok ini terjadi perubahan yang drastis secara fisik, psikis, dan sosial budaya. Usia menopause antara seorang wanita dan wanita lainnya tidaklah sama dan bergantung pada faktor-faktor yang mempengaruhinya. Menopause pada usia lebih dini akan meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular, atherosclerosis, stroke, dan osteoporosis. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan usia menarche, paritas, usia melahirkan terakhir, riwayat pemakaian kontrasepsi, riwayat pekerjaan, status gizi, dan riwayat merokok dengan usia menopause pada ibu lansia di Wilayah Kerja Puskesmas Cimanggis Depok tahun 2018. Penelitian ini menggunakan metode survey dengan pendekatan cross sectional. Penelitian telah dilaksanakan pada bulan Mei 2018. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh ibu lansia (≥ 60 tahun) yang ada di Wilayah Kerja Puskesmas Cimanggis Depok. Sampel dalam penelitian berjumlah 113 ibu lansia diambil dengan cara cluster sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara langsung dengan responden dengan menggunakan kuesioner dan observasi. Data diolah menggunakan komputer dan analisa data dilakukan menggunakan regresi logistik berganda. Hasil penelitian didapatkan ada hubungan yang signifikan antara riwayat merokok dengan dengan usia menopause p value 0,001, OR = 6,80 (95% CI, 2,18- 21,21). Disarankan agar menghindari rokok dan asap rokok, terutama perokok aktif, karena kandungan yang ada dalam rokok bisa mempercepat terjadinya menopause. Terjadinya menopause pada usia yang lebih dini akan lebih berisiko terjadinya gangguan kesehatan pada wanita.
Kata kunci: Usia Menopause, Riwayat Merokok

Woman who face menopause are included in the risk group because in this group there is a drastic change in physical, psychological, and socio-cultural. The age of menopause between a woman and another woman is not the same and depends on the factors that influence it. Menopause at an earlier age will increase the risk of cardiovascular disease, atherosclerosis, stroke, and osteoporosis. The purpose of this study is discusses the relationship between age of menarche, parity, last childbirth, history of contraception use, job history, nutritional status and history of smoking with age of menopause in elderly mother in Cimanggis Community Health Center Depok 2018. This study use survey method with cross sectional approach. The study was conducted in May 2018. The population in this study were all elderly mothers (≥ 60 years) in Cimanggis Community Health Center Depok. The sample in this study amounted to 113 elderly mothers taken by cluster sampling. Data were collected through direct interviews with respondents using questionnaires and observations. Data is processed using computer and data analysis is done using multiple logistic regression. The result showed that there was a significant correlation between smoking history with age of menopause p value 0,001, OR = 6,80 (95% CI, 2,18-21,21). It is recommended to avoid smoking and cigarette smoke, especially active smokers, because the content in cigarettes can accelerate the occurrence of menopause. The occurrence of menopause at an earlier age will be more at risk of health problems in women.
Key Words: Age of Menopause, Smoking History
Read More
T-5405
Depok : FKM UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Desi Aryani; Pembimbing: Ella N. Hadi; Penguji: Zulazmi Mamdy, Bellya Affan
S-6311
Depok : FKM UI, 2011
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Yulis Hana Pratiwi; Pembimbing: Yovsyah; Penguji: Tri Yunis Miko Wahyono, Lilysiana
Abstrak: Permasalahan gizi seperti anemia pada ibu hamil masih merupakan fokus perhatian dalam pembangunan kesehatan di Indonesia. 40 % kematian ibu di dunia berkaitan dengan anemia pada kehamilan. Laporan Riskesdas tahun 2013 menyebutkan bahwa prevalensi anemia dalam kehamilan di Indonesia sebesar 37,1 %. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi anemia dan faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian anemia pada ibu hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Merdeka Tahun 2017. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan desain potong lintang (cross sectional). Sumber data pada penelitian ini adalah kohort ibu dan register ibu hamil. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah total sampling dengan jumlah 195 ibu hamil.

Hasil penelitian menunjukkan prevalensi anemia pada ibu hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Merdeka Kota Bogor tahun 2017 sebesar 24,1 %. Berdasarkan hasil analisis didapatkan faktor yang berhubungan dengan kejadian anemia pada kehamilan adalah umur kehamilan (nilai P: 0,048) dan kekurangan energi kronik (nilai P: 0,013). Sedangkan faktor umur ibu, paritas dan jarak kelahiran tidak berhubungan dengan kejadian anemia pada kehamilan. Berdasarkan penelitian ini, perlu peningkatan pengetahuan ibu hamil mengenaik kebutuhan zat gizi terutama zat besi selama kehamilan dan pembentukan program pengawasan minum tablet tambah darah untuk memantau semua ibu hamil mengkonsumsi tablet tambah darah sesuai dengan kebutuhan selama kehamilan.

Kata kunci: Anemia, Ibu hamil, Faktor-faktor

Nutrition problems such as anemia in pregnant women are still the focus of attention in health development in Indonesia. 40% of maternal deaths in the world are associated with anemia in pregnancy. The Riskesdas report of 2013 states that the prevalence of anemia in pregnancy in Indonesia is 37.1%. This study aims to determine the prevalence of anemia and factors affecting the incidence of anemia in pregnant women in the Working Area of Merdeka Healt Centers 2017. This research is a quantitative research using cross sectional design. Sources of data in this study were maternal cohorts and maternal registers. The sampling technique used was total sampling with the number of 195 pregnant women.

The results showed that the prevalence of anemia in pregnant women in the Work Area of Merdeka Health Center Bogor City in 2017 was 24.1%. Based on the analysis results obtained factors associated with the incidence of anemia in pregnancy is the age of pregnancy (P value: 0.048) and chronic energy deficiency (P value: 0.013). While the maternal age, parity and birth spacing factors were not associated with the incidence of anemia in pregnancy. Based on this research, it is necessary to increase the knowledge of pregnant mother about requirement of nutrient especially iron during pregnancy and establishment of supervision program of tablet consumption to all pregnant woman consume tablets added blood as needed during pregnancy.

Keywords: Anemia, pregnant women, factors
Read More
S-9721
Depok : FKM UI, 2018
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ranum Muntazia; Pembimbing: Yovsyah; Penguji: Tri Yunis Miko Wahyono, Anna Maurina
S-9339
Depok : FKM UI, 2017
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Henny Lauren; Pembimbing: Mieke Savitri; Penguji: Yovsyah, Indra Supradewi
S-9417
Depok : FKM UI, 2017
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ni Komang Novi Suryani; Pembimbing : Tri Yunis Miko Wahyono; Penguji: Yovsyah, Hapsah Yuniarti
Abstrak: Complications during pregnancy and childbirth are the second leading cause of death for girls aged 15-19 yeras globally. At Jatinegara Public Health Center, there was an increase in teenage pregnancy in the last three years. This study aims to determine the proportion of teenage pregnancy and factors related to teenage pregnancy in area of Jatinegara Public Health Center, 2017. Implemented in May-June 2017 using croos sectional design. The population is all teenage girls aged 15-19 who are married from june 2016 to May 2017, the sample number of 96 people taken by simple random sampling. Data were collected through structuted interview with questionnare, bivariate analysis with Kai square test. The result obtained 77,1% teenage pregnancy. Related predisposing factors were family income (p value=0.022); knowledge of teenage pregnacy (p value=0.036); attitude towards family planning (p value=0.044). Related reinforcing factors were family support (p value= 0.047); the role of health personnel (p value= 0.040). Related enabling factors were history of sexual behavior (p value=0.033); history of contraceptive use (p value=0.019). Suggestion for Jatinegara public health center to improve the socialization of the planned generation program, the establishment of teenage family depelopment and enhancement of the youth service care program.
Keywords: Teenagers, teenage pregnany
Read More
S-9492
Depok : FKM UI, 2017
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive