Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 31963 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Nelly Windarti; Pembimbing: Torang Panyusunan Batubara
B-677
Depok : FKM-UI, 2003
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Lasma Evy Lani; Pembimbing: Ronnie Rivany
B-676
Depok : FKM-UI, 2003
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Mariatul Fadilah; Pembimbing: Amal C. Sjaaf
B-751
Depok : FKM UI, 2003
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Denny Puri Apriansyah; Pembimbing: Wachyu Sulistiadi; Penguji: Dumilah Ayuningtyas, Vetty Yulianty Permanasari, M. Ayus Astoni, Teuku Nebrisa Zagladin
Abstrak:

ABSTRAK Nama : Denny Puri Apriyansyah Program Studi : Kajian Administrasi Rumah Sakit Judul : Analisis Pengendalian Persediaan Obat E-catalogue  Untuk Mencegah Kekosongan Obat di RSUD Palembang BARI Obat merupakan bagian terpenting dalam pelayanan kesehatan, sehingga pemerintah berkewajiban menjamin ketersediaan, pemerataan dan keterjangkauan obat.Kebijakan pengadaan obat secara e-purchasing memiliki beberapa hambatan sehingga menyebakan terjadinya kekosongan obat di gudang farmasi. Penelitian ini bertujuan mengetahui faktor-faktor eksternal dan internal penyebab terjadinya stock out obat e-catalogue  dan melakukan upaya pengendalian logistik menggunakan metode analisis ABC indeks kritis dan perhitungan Economic Order Quantity (EOQ) dan  Re Order Point (ROP). Metode penelitian yang digunakan adalah riset operasional dengan wawancara mendalam, observasi dan telaah dokumen. Hasil penelitian menunjukkan faktor eksternal yang menyebabkan terjadinya stock out antara lain ketersediaan obat belum optimal, kelemahan distribusi, proses approval yang lama dari pemasok, ketidaksesuaian harga antara sistem e-catalogue  dan harga obat saat ini, lemahnya sanksi, keluhan perangkat lunak, dan koneksi jaringan, sedangkan kendala dari internal rumah sakit diantaranya kurangnya jumlah SDM, belum adanya kebijakan dan prosedur pengelolaan obat e-catalogue  serta keterlambatan pembayaran kepada distributor. Upaya pengendalian persediaan obat e-catalogue  melalui analisis ABC indeks kritis terdapat 11 item obat e-catalogue  yang tergolong kelompok A, terdapat 71 item obat e-catalogue  tergolong kelompok B, dan 270 item obat e-catalogue tergolong kelompok C. Berdasarkan metode EOQ didapatkan jumlah pemesanan optimum obat e-catalogue  kelompok A berjumlah mulai dari 42 – 5090 unit. Berdasarkan metode ROP dengan mempertimbangkan safety stock diperoleh titik pemesanan kembali untuk kelompok A mulai dari 1038 – 30240 unit. Kata kunci : e-purchasing, e-catalogue , stock out, analisis ABC, EOQ, ROP


ABSTRACT Nama : Denny Puri Apriyansyah Program Studi : Kajian Administrasi Rumah Sakit Judul : Inventory Control Analysis of E-catalogue  Drug to Prevent Stock Out at Palembang BARI Hospital in 2016 Drugs are the most important part of health care, so the government is obliged to ensure the availability, equity and affordability of medicines. The e-purchasing drug procurement policy has several obstacles, causing drug vacancy in the pharmaceutical warehouse. This study aims to determine the external factors and internal causes of drug stock outs e-catalog and perform logistic control efforts using the analysis method of critical index ABC and the calculation of Economic Order Quantity (EOQ) and Re Order Point (ROP). The research method used is operational research with in-depth interview, oservation and document review. The results of the study show that external factors that cause the stock out, among others, the availability of the drug has not been optimal, the weakness of distribution, the old approval process from the supplier, the price discrepancy between the e-catalog system and the current drug price, the severity of the sanctions, the software complaints and the network connection , While the internal hospital constraints include the lack of human resources, the absence of e-catalog drug management policies and procedures as well as late payment to distributors. Efforts to control the supply of e-catalog drugs through the analysis of critical index ABC there are 11 items of drug e-categorized belonging to group A, there are 71 items of drug e-catalog belong to group B, and 270 items of drug e-catalog belong to group C. Based on EOQ method obtained The optimum order quantity of group A e-catalog drugs ranged from 42 - 5090 units. Based on ROP method by considering safety stock obtained point of reorder for group A starting from 1038 - 30240 unit. Key words : e-purchasing, e-catalogue , stock out, ABC analysis, EOQ, ROP

Read More
B-1902
Depok : FKM-UI, 2017
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nurul Komariah AS; Pembimbing: Hasbullah Thabrany
B-698
Depok : FKM-UI, 2003
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Hingawati Setio; Pembimbing: Torang P Batubara; Penguji: Alex Papilaya, Sutan Yenis, Hendra Surya Tenggara, Julfrida
B-586
Depok : FKM-UI, 2002
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Netty Supartiasih; Pembimbing: Khafifah Any; Penguji: Peter Pattinama, Heru Kusumanto, Syakowi Marzuki
Abstrak:
Penelitian ini dilatarbelakangi bahwa unit rawat inap merupakan salah satu unit di rumah sakit yang harus memberikan pelayanan komprehensif kepada pasien. Salah satu pelayanan yang ada di unit ini adalah pelayanan obat, melalui sistem distribusi obat kepada pasien yang dirawat. Dari analisa situasi di Rawat Inap RS Karya Husada ditemukan bahwa penyediaan obat/alkes di ruang rawat inap tidak memenuhi kebutuhan pasien rawat inap, dan sistem distribusi obat yang diterapkan adalah sistern peresepan individu. Hal ini sering menghambat penyampaian obat/alkes kepada pasien di ruangan dan terjadinya obat sisa . Pelayanan obat dilakukan oleh perawat ruangan yang pelaksanaannya berdasarkan kesepakatan tidak tertulis di masing-masing ruangan. Tujuan penelitian ini adalah menganalisa penyediaan obat/alkes habis pakai, sistem distribusi obat/alkes di rawat inap dan faktor-faktor yang berhubungan dengan pelaksanaannya yang dikelompokkan sebagai masukan, proses dan keluaran. Jenis penelitian ini merupakan studi kasus dengan pendekatan kualitatif Data dan informasi diperoleh mclalui wawancara. observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masih kurangnya saran dan ketenagaan yang kompeten di Instalasi farmasi dan Ruang Rawat Inap. Pelaksanaan sistem distribusi obat di rawat inap RS Karya Husada dikerjakan oleh perawat, belum berjalannya penyampaian informasi, pengawasan penggunaan obat, ketepatan waktu penyampaian dan pelaporan/adminstrasi obat/alkes yang ada di rawat inap. Dari instalasi farmasi juga didapat adanya obat sisa yang dikembalikan pasien rawat inap. Belum terlaksananya hal tersebut kemungkinan disebabkan belum adanya aturan baku tentang pelayanan farmasi di rawat inap dan rumah sakit serta belum ada peran dan koordinasi dengan pihak farmasi baik dalam hal administrasi maupun pelayanan farmasi yang seharusnya menjadi tanggung jawab dan wewenangnya. Pihak rumah sakit harus menetapkan kebijakan yang mengatur sistem distribusi obat di rawat inap sebagai pedoman pclaksanaan kegiatan, dan memperbaiki sarana serta kualitas ketenagaan yang berperan di dalamnya. Selain itu Rawat Inap RS Karya Husada perlu mengadakan kordinasi dcngan Instalasi Farmasi dan Bagian Gizi agar dapat memberikan pelayanan yang optimal dalam pelayanan obat.

Analysis of Drug Distribution System of Inpatient Care Unit at Karya Husada Hospital in Cikampek, April 2002The background of the research was that Inpatient The Care Unit is an important service unit in hospital which has to be able to deliver a comprehensive service. One of the service is drug distribution for the patient. From the situational analysis, it was foumd that the Inpatient Care Unit's drugs availability haven't enough for inpatient need and applies The Individual Prescription Order System. Its sometimes cause delayed drug using for patient and amount of unused drugs remain. This activity was done by nurse and based on approval from Chief Nurse in every Inpatient Care Unit. Therefore the purpose of this research is to analyze Drug Availability, Drug Distribution System to Inpatient Care Unit at Karya Husada Hospital and the factors which related. The analysis is through a system approach which has three component : Input, Process and Out put. The design of this research was a case study with a qualitative approach. Data was obtained by using interview, observation and documentation study. The result, of this research shows that there are limited facilities and competence employees in Pharmacy Installation and Inpatient Care Unit of Karya Husada Hospital. Drug Distribution System to inpatient is worked by nurse. Drug information, controlling of drug usage, appropriate drug using as doctor's instruction, and reporting/administration of drug usage in this unit arc not being done well. There was found drugs remain which was returned to Pharmacy Installation. That facts may be due to inavailability of regulation and standar Operation Procedure. There are no function and coordination of Pharmacy Installation for Pharmaceuthical Services of inpatient treatment. The researcher suggest that Karya Husada Hospital should make Regulation and Standar Operation Procedure of Pharmaceuthical Services, especially Drug Distribution System to Inpatient; improve facility and human resources of Pharmacy Installation/Inpatient Care Unit; improve Pharmacy Installation's function for Inpatient phamaceuthical services; improve coordination between Pharmacy Installation, Inpatient Care Unit and Dietary Installation in order to give optimal treatment effect.
Read More
B-566
Depok : FKM-UI, 2002
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Goklian Paraduan Haposan; Pembimbing: Pujiyanto; Penguji: Atik Nurwahyuni, Vetty Yulianty Permanasari, Sri Diana Ginting Suka, Deriani Simatupang
Abstrak: Instalasi Farmasi Rumah Sakit merupakan salah satu unit Revenue Center di rumah sakit. Banyaknya bagian terkait unit tersebut dalam proses kegiatannya, baik secara internal maupun eksternal rumah sakit, membuat manajemen rumah sakit sebaiknya memikirkan sistem pengelolaan yang tepat dan terintegrasi pada siklus manajemennya. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan desain deskriptif analitik. Hasil penelitian ini memperlihatkan bahwa implementasi pengelolaan sediaan farmasi, alat kesehatan dan bahan medis habis pakai di IFRS Provita Jayapura pada tahun 2020 berdasarkan Permenkes No. 72 Tahun 2016, adalah terimplementasi sebagian dengan rata-rata capaian skoringnya adalah 73%. Hal yang paling baik terimplementasi adalah proses pada kegiatan penyimpanan dan sarana prasarana yang dimiliki oleh IFRS Provita. Sedangkan yang tidak terimplementasi adalah proses perencanaan baik perencanaan anggaran ataupun perencanaan kebutuhan obat tahunan. Hasil penelitian menyarankan bahwa manajemen sebaiknya segera membuat regulasi tentang perencanaan anggaran dan kebutuhan obat tahunan yang terintegrasi dengan pihak-pihak terkait dan dapat dievaluasi pelaksanaannya pada tahun berjalan saat operasional rumah sakit berjalan
Hospital Pharmacy Installation is one of the units in the hospital which is often categorized as a Revenue Center unit. The large number of related parts, both internal and external to the hospital, in the process of activities at the Hospital Pharmacy Installation, makes management better think about a good and integrated management system in the management cycle. This research is a qualitative research with analytical descriptive design. The results of this study show that the implementation of the management of pharmaceutical preparations, medical devices and medical consumables at IFRS Provita Jayapura based on Permenkes No. 72 of 2016 is partially implemented with an average score of 72%. The best thing to implement is the process of storage activities and infrastructure owned by IFRS Provita, while what is not implemented is the planning process, either budget planning or annual drug demand planning. The results of this study suggest that management should immediately make regulations regarding budget planning and annual drug needs that are integrated with related parties and can be evaluated for their implementation in the current year when hospital operations are running.
Read More
B-2236
Depok : FKM-UI, 2021
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Lanisa Nauli Sitorus; Pembimbing: Wahyu Sulistiadi; Penguji: Helen Andriani, Vetty Yulianty Permanasari, Jimmy Kurniawan, Dian Marsudiwati Ali
Abstrak:
Pelayanan kesehatan di Rumah Sakit Membutuhkan Bahan dan Alat Kesehatan Habis Pakai, Stok yang cukup memberikan keleluasan dalam melakukan tindakan ataupun pengobatan yang dibutuhkan oleh pasien , terutama untuk Bahan dan Alat Kesehatan Habis Pakai yang berhubungan dengan Covid 19 yang masuk kelompok AV diharapkan tidak pernah terjadi kekosongan stok.Dibutuhkan analisis khusus untuk mengelompokkan Bahan dan Alat Kesehatan Habis Pakai menjadi kelompok kelompok yang dapat dilihat proses pengendalian persediannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengklasifikasikan Bahan dan Alat Kesehatan Habis Pakai dalam kelompok yang tepat, kemudian memilihkan metode pengendalian persediaannya. Desain penelitian ini adalah penelitian Operational Research , analisis yang digunakan adalah deskriptif analitik. Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa dari Analisis ABC Indeks Kritis dan VEN didapatkan kelompok AV berjumlah 23 item , dimana 13 item diantaranya merupakan BAHP untuk kebutuhan terkait Covid 19. Hasil penghitungan pengendalian persediaannya dengan metode Economic order Quantity (EOQ) dan Reorder Point (ROP) menunjukkan hasil angka yang dapat digunakan sebagai acuan dalam menjaga stok tetap terjaga. Rumah Sakit Awal Bros Ujung Batu belum memiliki sistem pengendalian persediaan yang akurat, sehingga dirasa perlu untuk menggunakan metode pengendalian persediaan agar tidak pernah terjadi kekurangan atau kosong stok

Health services in hospitals require consumable medical materials and devices, sufficient stock to provide flexibility in carrying out the actions or treatment needed by patients, especially for consumable medical materials and devices related to Covid 19 which are included in the AV group, it is hoped that this will never happen stock void. Special analysis is needed to classify Ingredients and Medical Consumables into groups that can be seen the process of controlling their supplies. This study aims to classify consumable medical materials and devices into the right groups, then choose the inventory control method. Design of this research is Operational Research, the analysis used is descriptive analytic. The results of this study indicate that from the ABC Critical Index and VEN analysis, it is found that the AV group consists of 23 items, of which 13 items are consumable medical materials and devices for Covid 19 related needs. The results of the calculation of inventory control using the Economic Order Quantity (EOQ) and Reorder Point (ROP) methods show the results of numbers that can be used as a reference in keeping stocks in check. Awal Bros Hospital in Ujung Batu does not yet have an accurate inventory control system, so it is necessary to use an inventory control method so that there is never a shortage or empty stock
Read More
B-2162
Depok : FKM-UI, 2020
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Makiani; Pembimbing: Hasbullah Thabrany; Penguji: Wahyu Sulistiadi, Atik Nurwahyuni, Fathul Korib
Abstrak:

ABSTRAK

Pada tahun 2004, Pemerintah mengesahkan sistem jaminan atau yang lebih dikenal dengan Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) yang merupakan suatu tata cara penyelenggaraan program jaminan sosial oleh beberapa badan penyelenggara jaminan sosial. Salah satu penyakit dijamin yaitu GEAD atau Gastroentritis Acute Disease. Dari data diketahui bahwa diagnosa penyakit tertinggi diruang inap rawat kelas I dan II adalah GEAD (Gastroentritis Acute Disease), dan di ruang rawat inap kelas III pasien GEAD (Gastroentritis Acute Disease) termasuk dalam 4 penyakit terbesar. Akan tetapi terdapat perbedaan Average Length of Stay (LOS) pasien yang terkena GEAD di ruang rawat inap kelas I, II dan III. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui determinan lama hari rawat inap pasien GEAD di ruang rawat inap kelas I, II, dan III RSUD Palembang BARI. Pengumpulan data primer dan sekunder didapat melalui wawancara mendalam dan data rekam medis. Dasar teori yang digunakan dalam penelitian ini yaitu teori quality of care yaitu keunggulan teknis dan interpersonal. Evaluasi ini dilakukan dengan menganalisa 10 variabel yaitu pilihan antibiotik, jenis antibiotik, frekuensi visite, pemeriksaan lab, umur, gender, pekerjaan, faktor komplikasi penyakit, cara pembayaran dan kelas perawatan. Penelitian menemukan bahwa determinan yang berkorelasi dengan lama hari rawat inap adalah umur pasien, pekerjaan pasien, cara pembayaran yang dilakukan pasien dan kelas perawatan. Dokter berperilaku sama terhadap pasien yang membayar biaya pengobatannya sendiri dengan yang gratis

Read More
B-1552
Depok : FKM UI, 2013
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive