Ditemukan 36178 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
Noviana Wirastini; Pembimbing: Dewi Sussana
T-615
Depok : FKM UI, 1998
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Ari Lestari; Pembimbing: Sri Tjahjani Budi Utami; Penguji: Ririn Arminsih Wulandari, Sintorini
S-5563
Depok : FKM-UI, 2008
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Christie Patricia; Pembimbing: I Made Djaja; Penguji: Budi Haryanto, Ido John
Abstrak:
Sick Building Syndrome (SBS) merupakan gejala-gejala kesehatan yang sering dialami oleh penghuni yang tinggal di dalam gedung dalam waktu tertentu yang disebabkan oleh berbagai faktor. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kualitas udara dalam ruang dengan kejadian SBS di Graha Sucofindo Jakarta. Desain studi yang digunakan pada penelitian ini adalah cross-sectional dengan variabel independen sebagai berikut, koloni bakteri, suhu, kelembaban relatif, usia, jenis kelamin, masa kerja, dan riwayat alergi. Hasil uji statistik menunjukkan hubungan yang signifikan antara koloni bakteri, usia, jenis kelamin, masa kerja, dan riwayat alergi dengan kejadian SBS. Dari hasil analisis multivariat, ditemukan bahwa variabel riwayat alergi menjadi variabel dominan yang memengaruhi terjadinya SBS. Dari hasil uji interaksi ditemukan adanya interaksi antara kedua variabel yaitu jumlah koloni bakteri dan jenis kelamin dalam menyebabkan kejadian SBS. Dari penelitian dapat disimpulkan bahwa riwayat alergi dapat meningkatkan risiko terjadinya SBS di tempat kerja dan interaksi antara jumlah koloni bakteri dengan jenis kelamin dapat menyebabkan kejadian SBS di tempat kerja. Disarankan untuk mengontrol kualitas udara dalam ruang, menciptakan ruangan yang sehat bagi pekerja, dan menempatkan pekerja dengan riwayat alergi pada ruangan dengan kualitas udara yang baik.
Kata Kunci : Sick Building Syndrome, Bakteri, Alergi, Kualitas udara dalam ruang
Sick Building Syndrome (SBS) has been defined as a term used to describe common symptoms which, for no obvious reason, are associated with particular buildings. This study aims to determine the relationship between indoor air quality with SBS occurrence in Graha Sucofindo Jakarta. The cross-sectional study was used in this research with the following independent variables, colonies of bacteria, temperature, relative humidity, age, gender, year of services, and history of allergies. From the data analysis showed a significant relationship between bacterial colonies, age, gender, year of services, and history of allergies to the occurrence of SBS. Multivariate analysis found that history of allergies becomes dominant variables that affect the occurrence of SBS. Furthermore, it is found that there is interaction between bacterial colonies and gender in making the incidence of SBS. It can be concluded that history of allergies may increase the risk of SBS and the interaction between bacterial colonies and gender can causing the incidence of SBS. It is advisable to control the indoor air quality, create a healthy space for workers and avoid allergic workers to work in bad indoor air quality.
Keywords : Sick Building Syndrome, History of Allergies, Bacterial Colonies, Gender, Indoor Air Quality
Read More
Kata Kunci : Sick Building Syndrome, Bakteri, Alergi, Kualitas udara dalam ruang
Sick Building Syndrome (SBS) has been defined as a term used to describe common symptoms which, for no obvious reason, are associated with particular buildings. This study aims to determine the relationship between indoor air quality with SBS occurrence in Graha Sucofindo Jakarta. The cross-sectional study was used in this research with the following independent variables, colonies of bacteria, temperature, relative humidity, age, gender, year of services, and history of allergies. From the data analysis showed a significant relationship between bacterial colonies, age, gender, year of services, and history of allergies to the occurrence of SBS. Multivariate analysis found that history of allergies becomes dominant variables that affect the occurrence of SBS. Furthermore, it is found that there is interaction between bacterial colonies and gender in making the incidence of SBS. It can be concluded that history of allergies may increase the risk of SBS and the interaction between bacterial colonies and gender can causing the incidence of SBS. It is advisable to control the indoor air quality, create a healthy space for workers and avoid allergic workers to work in bad indoor air quality.
Keywords : Sick Building Syndrome, History of Allergies, Bacterial Colonies, Gender, Indoor Air Quality
S-9062
Depok : FKM UI, 2016
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Yuyun Wahyuni; Pembimbing: Abdur Rahman
S-3951
Depok : FKM-UI, 2004
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Bunga Oktora; Pembimbing: Haryoto Kusnoputranto; Penguji: Laila Fitria, Ary Hikmasari
S-5436
Depok : FKM-UI, 2008
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Duniantri Wenang Sari; Pembimbing: Mila Tejamaya; Penguji: Fatma Lestari, Eko Pudjadi
S-5625
Depok : FKM UI, 2009
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Christabel Caroline Franswijaya; Pembimbing: Haryoto Kusnoputranto; Penguji: Laila Fitria, Ricki M. Mulia
Abstrak:
Sick Building Syndrome (SBS) merupakan masalah yang sering dialami oleh penghuni gedung namun penyebabnya tidak diketahui pasti. Penelitian inibertujuan untuk mengetahui hubungan antara kualitas udara dalam ruang dengan kejadian SBS di gedung 4 BPS Jakarta Pusat. Digunakan disain studi cross-sectional, variabel independen adalah kualitas udara dalam ruang (kadar PM10,suhu, kelembaban) dan karakteristik individu (jenis kelamin, kelompok pekerjaan, durasi penggunaan komputer). Analisa statistik memberikan hasil proporsi kejadian SBS adalah 45,2%, dari enam variabel yang berhubungan signifikan secara statistik adalah jabatan sekretarial (p-value=0,022, OR=3,714). Lantai dengan kadar PM10, suhu, dan kelembaban tinggi memiliki kejadian SBS yang tinggi juga, dan sebaliknya.Kata kunci:Sick building syndrome, kualitas udara dalam ruang, PM10
Sick Building Syndrome (SBS) is a frequent problem experienced by residents ofbuildings but the causes are still unknown. This study aims to determine therelationship between the indoor air quality with SBS occurence in 4th building ofBPS, Central Jakarta. We used cross-sectional study design, with the indoor airquality (PM10 levels, temperature, humidity) and individual characteristics(gender, occupation, duration of computer use) as independent variables. From theresults of statistical analysis, SBS incidence proportion is 45.2%, from all sixvariables the one that is statistically significant is secretarial position (p value =0.022, OR = 3.714). Floors with high PM10 levels, temperature, and high humidityhave a high incidence of SBS as well, and vice versa.Keywords:sick building syndrome, indoor air quality, PM10.
Read More
Sick Building Syndrome (SBS) is a frequent problem experienced by residents ofbuildings but the causes are still unknown. This study aims to determine therelationship between the indoor air quality with SBS occurence in 4th building ofBPS, Central Jakarta. We used cross-sectional study design, with the indoor airquality (PM10 levels, temperature, humidity) and individual characteristics(gender, occupation, duration of computer use) as independent variables. From theresults of statistical analysis, SBS incidence proportion is 45.2%, from all sixvariables the one that is statistically significant is secretarial position (p value =0.022, OR = 3.714). Floors with high PM10 levels, temperature, and high humidityhave a high incidence of SBS as well, and vice versa.Keywords:sick building syndrome, indoor air quality, PM10.
S-7565
Depok : FKM-UI, 2013
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Ahmad Sauqi; Pembimbing: Laila Fitria; Pnguji: Ririn Arminsih Wulandari, Muhadi
S-5562
Depok : FKM-UI, 2008
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Novia Aulia Nugraha; Pembimbing: Ema Hermawati; Penguji: I Made Djaja, Yulia Fitria Ningrum
Abstrak:
Umumnya seseorang menghabiskan banyak waktu di dalam ruang, seperti tempat kerja. Buruknya kualitas udara dalam ruang dapat menyebabkan gangguan kesehatan seperti, Sick Building Syndrome (SBS). Perpustakaan berisiko untuk mengalami pencemaran udara yang disebabkan oleh mikrobiologi karena banyaknya bahan organik seperti buku yang dapat menjadi tempat pertumbuhan kapang. Penelitian dilakukan untuk mengetahui hubungan jumlah kapang di udara dalam ruang dengan keluhan SBS pada staff di Perpustakaan UI. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional dengan variabel independennya adalah jumlah kapang, variabel dependennya adalah keluhan SBS, serta variabel confounding yang meliputi suhu, kelembaban, pencahayaan, usia, jenis kelamin, lama kerja, riwayat alergi, riwayat asma, dan kebiasaan merokok. Pengumpulan data SBS dilakukan dengan cara wawancara menggunakan kuesioner kepada 63 staff Perpustakaan, sedangkan pengukuran kapang di udara dilakukan dengan teknik passive sampling metode settle plate. Secara keseluruhan kualitas udara di Perpustakaan UI tergolong buruk. Hasil statistik menunjukan proporsi keluhan SBS pada staff sebesar 55,6% dan secara statistik tidak ada variabel yang berhubungan secara signifikan dengan SBS.
Read More
S-10133
Depok : FKM UI, 2019
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Arsi Fatin Amani; Pembimbing: Budi Hartono; Penguji: Dewi Susanna, Yulia Fitria Ningrum
Abstrak:
Banyaknya waktu yang digunakan masyarakat perkotaan untuk beraktivitas di dalam ruangan dapat menimbulkan masalah kesehatan akibat kualitas udara di dalam ruangan, seperti Sick Building Syndrome (SBS). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara jumlah koloni bakteri di udara dalam ruang dengan keluhan SBS pada Pegawai di gedung Pusat Administrasi Universitas Indonesia. Penelitian ini menggunakan desain studi cross-sectional dengan variabel independen adalah jumlah koloni bakteri; variabel dependen adalah keluhan SBS. Suhu, kelembaban, dan pencahayaan, serta jenis kelamin, masa bakti kerja, usia, riwayat alergi, dan kebiasaan merokok adalah variabel kovariat. Analisis statistik menunjukkan proporsi keluhan SBS sebesar 60,4% (64 responden). Jumlah koloni bakteri tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan keluhan SBS. Dari hasil analisis diketahui bahwa jenis kelamin dan riwayat alergi memiliki hubungan yang signifikan dengan keluhan SBS.
Read More
S-10075
Depok : FKM UI, 2019
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
