Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 33455 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Rezi Nizma Revinisya; Pembimbing: Wiku Bakti Adisasmito; Penguji: Anhari Achadi, Lyana Arsianti
S-9595
Depok : FKM UI, 2018
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Evita Mutia Anggriani; Pembimbing: Adang Bachtiar; Penguji: Puput Oktamianti, Amila Megraini, Nur' Aini
Abstrak:

Rumah sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Soebroto merupakan rumah sakit rujukan tertinggi bagi Rumah Sakit TNI diseluruh penjuru nusantara, Salah satu pelayanan di Rumah Sakit Gatot Soebroto adalah Instalasi Gawat Darurat yang merupakan pintu  gerbang terdepan pelayanan di Gatot Soebroto. Salah satu standart dan prosedur adalah pelaksanaan Triase di Instalasi Gawat Darurat yaitu menyeleksi dan menilai kegawat daruratan dari setiap pasien untuk segera dapat diberikan pertolongan sesuai dengan tingkat kegawatan dan kedaruratan kemudian dicatat hasil pemeriksaan pada lembaran gawat darurat. Dari pengamatan awal membeikan hasil yang tidak sesuai dengan standar dan prosedur Triase yaitu  tidak adanya keberadaan  petugas Triase yaitu dokter dan perawat di ruangan Triase, ketidaktepatan  kehadiran  jam pelayanan petugas Triase, ketidak lengkapan pengisian daftar registrasi pasien baru datang ke Instalasi gawat darurat. Dalam  penelitian ini dilakukan pengamatan mengenai faktor individu, psikologis dan organisasi terhadap kepatuhan petugas Triase terhadap standar  dan prosedur Triase di IGD. Setelah dilakukan uji regresi linier sederhana dan  uji t independent maka dapat disimpulkan bahwa umur perawat, pengetahuan dokter dan perawat, pelatihan dokter dan perawat, komitmen pimpinan dokter dan kecukupan sarana dari segi perawat ada hubungan /perbedaan dengan kepatuhan petugas dalam melaksanakan standar dan prosedur Triase. Untuk menjaga dan meningkatkan mutu pelayanan yang ada di Triase perlu diupayakan petugas Triase selalu berada di area Triase karena Triase merupakan pintu utama untuk penanganan pasien di IGD.Studi ini juga menganjurkan agar komitmen pimpinan terhadap petugas Triase lebih ditingkatkan sehinggan dapat meningkatkan motivasi petugad Traise untuk patuh terhadap standard an prosedur Triase dengan harapan pelayanan yang diberian sesuai dengan standar yang ada dan dapat dipertanggung jawabkan.


 Central Army Hospital Gatot Subroto is the highest referral hospital, one service at Gatot Subroto Hospital Emergency Room is the gateway leading service in the Gatot Subroto. One is the implementation of standards and procedures in the unit Emergency Department Triage of selecting and assessing kegawat daruratan from each patient for immediate relief may be granted in accordance with the level of severity and emergency then recorded the results of the examination in the emergency sheet. From initial observations results inconsistent with the standards and procedures is not the existence of Triage Triage officers are doctors and nurses in the room Triage, inaccuracies Triage officer attendance at services, lack of charging lengkapan registration list of new patients coming to the emergency installation. In this study observations on individual factors, psychological and organizations for compliance officers to standards and procedures Triage Triage in the emergency room. After a simple linear regression test and independent t tests it can be concluded that the age of nurses, doctors and nurses the knowledge, training doctors and nurses, physician leadership commitment and the adequacy of existing nursing facilities in terms of the relationship / differences with the compliance officer in implementing standards and procedures Triage. To maintain and improve the quality of existing services need to be pursued in the Triage  officer is always in the area because of  Triage is the main entrance to the handling of patients in this IGD.Studi also recommends that the leadership's commitment to enhanced sehinggan Triage officers may increase the motivation  to officerTraige standards and procedures to Triage the hope diberian services in accordance with existing standards, and reliable.

Read More
B-1387
Depok : FKM-UI, 2012
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nanda Kaliestasari; Pembimbing: Hasbullah Thabrany; Penguji: Anhari Achadi, Sandi Iljanto, Didin Syaefudin, Sumiatun
B-1361
Depok : FKM-UI, 2012
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
I Made Mardika; Pembimbing: Adang Bachtiar; Penguji: Anhari Achadi, Puput Oktamianti, Amila Megraini, Nur Aini
B-1388
Depok : FKM-UI, 2012
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Indera; Pembimbing: Adik Wibowo; Penguji: Purnawan Junadi, Masyitoh, Ferdy D. Tiwow, Dini Handayani
Abstrak: Penelitian menggunakan desain sequential explanatory melalui analisis kuantitatif menggunakan kuesioner Survei Farmasi dalam Budaya Keselamatan Pasien dari AHRQ dilanjutkan focus group discussion untuk merumuskan strategi dan kebijakan dalam membangun budaya keselamatan pasien di Instalasi Farmasi RS Santa Elisabeth Batam Kota.

Analisis budaya keselamatan pasien menghasilkan 4 dimensi kategori budaya sedang yang memerlukan perbaikan keselamatan pasien serta 7 dimensi kategori budaya baik yang menjadi kekuatan dalam keselamatan pasien. Pengorganisasian ketenagaan, beban kerja dan pola kerja; konseling pasien; keterbukaan komunikasi; dan respons terhadap kesalahan menjadi kelemahan budaya keselamatan pasien yang menjadi prioritas perbaikan. Tingkat pelaporan kejadian masih rendah dan harus mendapat perbaikan.

Kata kunci: budaya keselamatan pasien, instalasi farmasi

This research uses sequential explanatory design started from quantitative analysis using questionnaire The Pharmacy Survey on Patient Safety Culture (PSOPSC) from AHRQ followed by focus group discussion to formulate strategy to build patient safety culture.

Analysis of patient safety culture resulted in 4 dimensions of moderate cultural categories that require improvement and 7 dimensions of good cultural categories that be strength of the patient safety culture. Staffing, Work Pressure and Pace; Patient counseling; Communication openness; and Response to Mistakes is weakness of the patient safety culture that become priority improvement. Level of incident reporting is still low and need improvement.

Keywords: patient safety culture, pharmacy installation
Read More
B-1904
Depok : FKM UI, 2017
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Siva Hamdani; Pembimbing: Purnawan Junadi; Penguji: Mieke Savitri, Dumilah Ayuningtyas, Henny Hana
B-1022
Depok : FKM-UI, 2007
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Cory Mayang Sari; Pembimbing: Purnawan Junadi; Penguji: Vetty Yulianty Permanasari, Dumilah Ayuningtyas, Didin Syaefudin, Sumijatun
B-1412
Depok : FKM-UI, 2012
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Gusti Kumala Dewi; Pembimbing: Pujiyanto; Penguji: Amal Chalik Sjaaf, Mieke Savitri, Meliana Zailani, Sumijatun
B-1340
Depok : FKM UI, 2011
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Romi Beginta; Pembimbing: Hafizurrachman; Penguji: Jaslis Ilyas, Mieke Savitri, Sumijatun, Arda Yunita Subardi
Abstrak:

Pelaporan kesalahan pelayanan merupakan usaha untuk memperbaiki sistem pelayanan dalam mencapai pelayanan yang aman. RSUD Kab Bekasi dalam mengembangkan program keselamatan pasien sejak tahun 2009, yang terlihat dari laporan tahunan program keselamatan pasien, terdapat indikasi perlunya peningkatan kesadaran setiap personil dalam melaporkan kesalahan pelayanan, termasuk perawat pelaksana di unit rawat inap rumah sakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur persepsi perawat pelaksana dalam melaporkan kesalahan pelayanan serta mencari hubungannya dengan budaya keselamatan pasien, gaya kepemimpinan, dan kerja tim. Penelitian dirancang dengan disain cross sectional dengan menggunakan kuesioner sebagai alat ukur. Pengambilan data dilakukan pada bulan November 2011.Responden merupakan keseluruhan perawat pelaksana di unit rawat inap RSUD Kab. Bekasi dan didapatkan 77 kuesioner yang dapat dianalisa. Data yang diperoleh dianalisa secara univariat dan multivariat dengan menggunakan metode component based structural equation modeling dengan aplikasi komputer SmartPLS. Hasil penelitian menunjukkan budaya keselamatan pasien, gaya kepemimpinan, kerja tim dan persepsi pelaporan kesalahan pelayanan oleh perawat dalam penilaian sedang. Didapatkan pula adanya pengaruh baik secara langsung maupun tidak langsung budaya keselamatan pasien, gaya kepemimpinan, dan kerja tim terhadap persepsi pelaporan kesalahan pelayanan oleh perawat. Total pengaruh sebesar 89%. Persamaan linier yang didapat dari penelitian ini adalah persepsi pelaporan kesalahan = 0,12.budaya keselamatan pasien + 0,30.kepemimpinan transaksional ? 0,22.kepemimpinan transformasional + 0,37.kerja tim + 0,26. Dari penelitian ini dapat disimpulkan perlunya peningkatan faktor-faktor yang terbukti memberikan pengaruh positif terhadap peningkatan pelaporan dapat menjadi dasar usaha perbaikan. Terdapat pula faktor-faktor lain yang tidak masuk dalam model penelitian ini yang mempengaruhi perawat dalam melaporkan kesalahan pelayanan yang masih perlu digali agar pelaporan kesalahan pelayanan di masa depan dapat meningkat.


Reporting errors is an attempt to improve the system in achieving a safe service. From a report in 2010 in RSUD Kab. Bekasi seen that the number of cases or incidents reported has increased, but still needs to improve awareness of any personnel, including nurse in inpatient units. The aim of this study is to measure the nurse?s perception in the reporting of sevice delivery errors and to find a relationship between the behavior to other factors: patient safety culture, leadership style, and team work. This study was using cross-sectional design by questionnaire as a measuring tool. Data was collected in November 2011 from the entire nurse at the inpatient unit of the hospital as respondens. There are 77 questionnaires that can be analyzed. The data obtained were analyzed using multivariate methods by component-based structural equation modeling with computer applications SmartPLS. The results of this study suggest patient safety culture, leadership style, teamwork and the perception of service delivery error reporting by nurses are in intermediate conditions. It was found that there are relationship obtained either directly or indirectly from patient safety culture, leadership style, and teamwork to service delivery error reporting by nurses. This research model can explain the real state of 89%. Linier equation from this model is reporting perception = 0,12.patient safety culture + 0,30.transactional leader ? 0,22.transformational leader + 0,37.team work+ 0,26. From this study it can be concluded that factors that are proven to provide positive influence of this research can be the basis of improvement efforts. In addition, there are other factors that are not included in this study that should be considered that better reporting of medical errors.

Read More
B-1379
Depok : FKM UI, 2012
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Made Juniartha Dwiputra; Pembimbing: Anhari Achadi; Penguji: Vetty Yulianty Permanasari, Mieke Savitri, Nusati Ikawahju, Dewi Lestarini
Abstrak: Kualitas pelayanan mencakup lima aspek yaitu tangible, reability, responsiveness, assurance dan empathy. Kualitas pelayanan kesehatan salah satunya dapat dilihat dari perspektif pelanggan berdasarkan harapan dan persepsinya. Membandingkan antara persepsi dan harapan pelanggan akan menimbulkan perasaan senang/puas dan kecewa/tidak puas. Perspektif pelanggan/pasien dipengaruhi oleh karakteristiknya seperti jenis kelamin, umur, pendidikan, pekerjaan, kelas perawatan dan cara pembayaran. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran perspektif pasien terhadap kualitas pelayanan yang mereka terima pada saat menjalani rawat inap di Rumah Sakit Umum Bintang Klungkung Tahun 2017. Penelitian ini menggunakan responden 107 orang yang merupakan pasien rawat inap kelas I, II dan III dengan menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan cross sectional. Pengukuran kualitas pelayanan dengan membandingkan persepsi dan harapan responden yangmenggunakan konsep service quality dari Parasuraman. Hasil penelitian ini berdasarkan perspektif pasien terhadap kualitas pelayanan rawat inap Rumah Sakit Umum Bintang diketahui responden yang senang/puas terhadap pelayanan yang mereka terima sebesar 53.3% sedangkan responden yang merasa kecewa/ tidak puas sebesar 46.7%. Ada Hubungan yang signifikan antara perspektif pasien dengan jenis kelamin, pendidikan dan cara pembayaran. Selain itu diketahui juga faktor faktor yang menjadi prioritas utama (kuadran I) untuk meningkatkan kualitas pelayanan yang meliputi: Ruang perawatan memiliki suasana tenang dan nyaman, memiliki kamar mandi/WC yang bersih, perawat tanggap dan sigap dalam memberikan pertolongan, perawat tekun dan bersungguh sungguh dalam melaksanakan tugasnya, petugas mengutamakan pelayanan terhadap pasien, dan petugas memberikan perhatian kepada pasien. Kata kunci : Perspektif pasien, karakteristik pasien, Dimensi ServQual Service quality includes five aspects: tangibles, reability, responsiveness, assurance and empathy. Quality of health services one of which can be seen from the perspective of customers based on expectations and perceptions. Comparing the perceptions and expectations of customers will lead to feelings of pleasure/satisfaction and disappointment / dissatisfaction. The customer / patient perspectives are influenced by their characteristics such as gender, age, education, occupation, treatment classes and mode of payment. This study aims to obtain a perspective picture of patients on the quality of services they receive at the time of undergoing inpatient at Bintang General Hospital in Klungkung 2017. This study used 107 respondents who are inpatients class I, II and III by using a quantitative approach with cross sectional design. Measurement of service quality by comparing perceptions and expectations of respondents who use service quality concept of Parasuraman. The results of this study based on the perspective of the patients on the quality of inpatient service of Bintang General Hospital are known responder who are happy/satisfied to the service they received by 53.3% while the responder who feel disappointed /not satisfied equal to 46.7%. There is a significant relationship between the perspective of patients with gender, education and mode of payment. In addition, it is also known that the factors that become the main priority (quadrant I) to improve the quality of services that include: treatment room has a quiet and comfortable atmosphere, have a clean bathroom /toilet, responsive nurses and swift in providing help, nurses diligent and earnest in performing its duties, the officer prioritizes service to the patient, and the officer gives attention to the patient. Keywords : Perspective of patient, patient characteristics, ServQual Dimension
Read More
B-1958
Depok : FKM-UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive