Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 40367 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Thoria K. Yanuar; Pembimbing: Purnawan Junadi
T-201
Depok : FKM UI, 1989
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Santi Mandalika; Pembimbing: Agustin Kusumayati; Penguji: Wachyu Sulistiadi, Dumilah Ayuningtyas, Puji Widodo, Shanti Wirdiawati
Abstrak: Abstrak

<abstrak< b="">Perawatan saluran akar gigi (endodontik) merupakan salah satu jenis perawatan dalam bidang kedokteran gigi. Jenis perawatan ini memerlukan beberapa kali kunjungan untuk menuntaskan rasa sakit dan keluhan yang dialami seorang pasien, agar gigi dapat berfungsi kembali. Kemauan pasien untuk menjalani tahapan terapi saluran akar gigi hingga tuntas merupakan hal yang sering menjadi kendala. Tesis ini membahas tentang faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku menuntaskan perawatan akar gigi pada pasien dewasa di Lakesgilut TNI AU, yang meliputi gambaran perilaku menuntaskan, gambaran faktor pemudah, pemampu dan penguat, hubungan ketiga faktor tersebut dengan perilaku menuntaskan serta faktor yang paling dominan berhubungan dengan perilaku menuntaskan perawatan saluran akar gigi.

Penelitian yang digunakan dalam tesis ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif. Hasil penelitian univariat menunjukkan bahwa sebagian besar pasien menuntaskan perawatan saluran akar gigi, yang kebanyakan terdiri dari pasien wanita, berusia > 48,5 tahun, berpendidikan tinggi, dengan pekerjaan ibu rumah tangga atau tidak bekerja, memiliki pengetahuan tentang gigi yang tinggi serta sikap yang mendukung perawatan. Pada analisis bivariat, hanya faktor sikap yang memiliki hubungan signifikan dengan perilaku menuntaskan perawatan saluran akar gigi, dengan nilai p sebesar 0,039, dengan OR 2,439 (95% CI: 1,114 ? 5,339) atau dengan kata lain pasien bersikap mendukung perawatan saluran akar gigi berpeluang menuntaskan perawatan sebesar 2,4 kali dibanding yang tidak bersikap mendukung.

Pada analisis multivariat, faktor yang berhubungan bermakna dengan perilaku menuntaskan perawatan saluran akar gigi adalah sikap pasien dan jumlah kunjungan yang diperlukan untuk perawatan saluran akar gigi. Sikap pasien memiliki nilai p 0,030 dengan OR = 2,543 dan jumlah kunjungan memiliki nilai p sebesar 0,010 dengan OR = 0,294.


ABSTRACT

Dental root canal treatment (endodontics) is the one of treatment in the field of dentistry. This type of treatment requires multiple visits to complete and complaints of pain experienced by a patient, so that the teeth can function again. Patient's willingness to undergo root canal treatment stages to completion is often a constraint.

This thesis explores the factors associated with behavioral treatment completed dental roots in adult patients in Lakesgilut Air Force, which includes the description of complete behavior, predisposing factors, enabling factors and reinforcing factors, the relationship of these three factors with behavioral and completed the most dominant factor the complete behavior of root canal treated teeth. The research used in this thesis is a descriptive quantitative research design.

The results of univariate showed that most patients complete dental root canal treatment, which consisted mostly of female patients, aged> 48.5 years old, highly educated, with housewives work or do not work, have a high knowledge of dental and supportive attitude treatment.

In the bivariate analysis, only attitudinal factors that have a significant relationship with behavioral completed root canal treatment, with a p value of 0.039, with OR of 2.439 (95% CI: 1.114 to 5.339) or in other words being supportive patient care likely to complete the root canal care by 2.4 times compared to that not being supportive.

In the multivariate analysis, the factors significantly associated with behavioral completed root canal treatment is the attitude of the patient and the number of visits required for dental root canal treatment. Attitude has a p-value of 0.030 patients with OR = 2.543 and the number of visits has a p value of 0.010 with OR = 0,294.</abstrak<>

Read More
T-3843
Depok : FKM-UI, 2013
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Santi Mandalika; Pembimbing: Agustin Kusumayati; Penguji: Wachyu Sulistiadi, Dumilah Ayuningtyas, Puji Widodo, Shanti Wirdiawati
Abstrak: Abstrak

Perawatan saluran akar gigi (endodontik) merupakan salah satu jenis perawatan dalam bidang kedokteran gigi. Jenis perawatan ini memerlukan beberapa kali kunjungan untuk menuntaskan rasa sakit dan keluhan yang dialami seorang pasien, agar gigi dapat berfungsi kembali. Kemauan pasien untuk menjalani tahapan terapi saluran akar gigi hingga tuntas merupakan hal yang sering menjadi kendala. Tesis ini membahas tentang faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku menuntaskan perawatan akar gigi pada pasien dewasa di Lakesgilut TNI AU, yang meliputi gambaran perilaku menuntaskan, gambaran faktor pemudah, pemampu dan penguat, hubungan ketiga faktor tersebut dengan perilaku menuntaskan serta faktor yang paling dominan berhubungan dengan perilaku menuntaskan perawatan saluran akar gigi.

Penelitian yang digunakan dalam tesis ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif. Hasil penelitian univariat menunjukkan bahwa sebagian besar pasien menuntaskan perawatan saluran akar gigi, yang kebanyakan terdiri dari pasien wanita, berusia > 48,5 tahun, berpendidikan tinggi, dengan pekerjaan ibu rumah tangga atau tidak bekerja, memiliki pengetahuan tentang gigi yang tinggi serta sikap yang mendukung perawatan. Pada analisis bivariat, hanya faktor sikap yang memiliki hubungan signifikan dengan perilaku menuntaskan perawatan saluran akar gigi, dengan nilai p sebesar 0,039, dengan OR 2,439 (95% CI: 1,114 ? 5,339) atau dengan kata lain pasien bersikap mendukung perawatan saluran akar gigi berpeluang menuntaskan perawatan sebesar 2,4 kali dibanding yang tidak bersikap mendukung.

Pada analisis multivariat, faktor yang berhubungan bermakna dengan perilaku menuntaskan perawatan saluran akar gigi adalah sikap pasien dan jumlah kunjungan yang diperlukan untuk perawatan saluran akar gigi. Sikap pasien memiliki nilai p 0,030 dengan OR = 2,543 dan jumlah kunjungan memiliki nilai p sebesar 0,010 dengan OR = 0,294.


ABSTRACT

Dental root canal treatment (endodontics) is the one of treatment in the field of dentistry. This type of treatment requires multiple visits to complete and complaints of pain experienced by a patient, so that the teeth can function again. Patient's willingness to undergo root canal treatment stages to completion is often a constraint.

This thesis explores the factors associated with behavioral treatment completed dental roots in adult patients in Lakesgilut Air Force, which includes the description of complete behavior, predisposing factors, enabling factors and reinforcing factors, the relationship of these three factors with behavioral and completed the most dominant factor the complete behavior of root canal treated teeth. The research used in this thesis is a descriptive quantitative research design.

The results of univariate showed that most patients complete dental root canal treatment, which consisted mostly of female patients, aged> 48.5 years old, highly educated, with housewives work or do not work, have a high knowledge of dental and supportive attitude treatment.

In the bivariate analysis, only attitudinal factors that have a significant relationship with behavioral completed root canal treatment, with a p value of 0.039, with OR of 2.439 (95% CI: 1.114 to 5.339) or in other words being supportive patient care likely to complete the root canal care by 2.4 times compared to that not being supportive.

In the multivariate analysis, the factors significantly associated with behavioral completed root canal treatment is the attitude of the patient and the number of visits required for dental root canal treatment. Attitude has a p-value of 0.030 patients with OR = 2.543 and the number of visits has a p value of 0.010 with OR = 0,294.

Read More
T-3913
Depok : FKM-UI, 2013
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Lina Yusnayanti; Pembimbing: Endang L. Anhari
T-292
Depok : FKM UI, 1992
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Agustina Harsamin; Pembimbing: Amal C. Sjaaf
B-75
Depok : FKM UI, 1995
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Miranda Adriani; Pembimbing: Dian Ayubi; Penguji: Evi Martha, Hadi Pratomo, Elis Rohmawati
Abstrak: Penyakit gigi dan mulut memiliki hubungan dengan kehamilan dan resiko kelahiranyang merugikan seperti BBLR, preeklamsia dan kelahiran prematur. Pemeriksaan gigidan mulut saat kehamilan memiliki banyak manfaat bagi ibu dan bayinya, namun, angkautilisasi pelayanan kesehatan gigi dan mulut dari penelitian sebelumnya di Indonesiamasih rendah. Kunjungan ibu hamil di KIA Puskesmas Pancoran Mas tahun 2016sebanyak 2648 kunjungan, namun, di tahun yang sama hanya terdapat 24 kunjungan dipelayanan gigi dan mulut. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui faktor-faktor yangberhubungan dengan pemanfaatan pelayanan kesehatan gigi dan mulut oleh ibu hamil diKecamatan Pancoran Mas Kota Depok. Penelitian menggunakan desain potong lintangdengan jumlah sampel sebanyak 162 responden. Penarikan sampel menggunakan teknikrandom sampling yang terdiri dari ibu hamil dan ibu yang memiliki anak berusia sampaidengan satu tahun yang tinggal di wilayah kerja Puskesmas Pancoran Mas Depok.Pengumpulan data dilakukan dengan pengisian kuesioner oleh responden dan atauwawancara dengan responden. Data dianalisis menggunakan regresi logistik ganda.Hasil penelitian menunjukkan bahwa hanya terdapat 25,9% ibu yang melakukanpemanfaatan pelayanan kesehatan gigi dan mulut selama kehamilan. Variabelkepemilikan asuransi kesehatan (p=0,028), perceived need (p=0,009) dan keterpaparaninformasi (p=0,026) memiliki hubungan yang signifikan dengan kunjungan ke doktergigi selama kehamilan. Dibutuhkan adanya kebijakan, inovasi program dan strategipreventif untuk meningkatkan pemanfaatan pelayanan kesehatan gigi dan mulut olehibu hamil serta meningkatkan pengetahuan dan pemahaman ibu mengenai pentingnyamenjaga kesehatan gigi dan mulut saat hamil.
Kata kunci:Kehamilan, utilisasi, pelayanan kesehatan gigi dan mulut
It has been known that dental and oral health problems are correlated with pregnancyand adverse pregnancy outcomes such as low birth weight, pre-eclampsia and pretermbirth. Seeking dental health services when pregnant has many benefits, however,previous studies showed that utilization of dental health service by pregnant womenwere low in Indonesia. In 2016, there were 2648 pregnant women utilized maternal andchild health care in Pancoran Mas Depok Public Health Center, however, only 24pregnant women utilized dental health care. The objective of this study was to identifyfactors related to utilization of dental health services among pregnant women inPancoran Mas District, Depok. This study was conducted using cross sectional designwith a total sample of 162 respondents. Random sampling method was applied forstudy subject selection that consists of pregnant women and mother who has child witha maximum age of one year living in the work area of Pancoran Mas Depok PublicHealth Center. Data collection was done by self-administered questionnaires andinterview. Data was analyzed using multiple logistic regression. The results showed thatonly 25,9% visit dental health care services during pregnancy. Health insuranceownership (p=0.028), perceived need (p=0.009) and exposure to information aboutcorrelation between dental health and pregnancy (p=0.026) have a significantrelationship with dental visits during pregnancy. These findings suggest that policies,innovation programs and prevention strategies are needed to improve dental health careservices by pregnant women and increase the knowledge and awareness of pregnantwomen about the importance of maintaining oral health during pregnancy.
Key words:pregnancy, utilization, dental health care services.
Read More
T-5340
Depok : FKM UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Amri Kiflan; Pembimbing: Sudarto Ronoatmodjo
T-842
Depok : FKM UI, 2000
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Christian R. Tilaar; Pembimbing: Alex Papilaya
T-219
Depok : FKM UI, 1990
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Abdul Hafiz: Pembimbing; Luknis Sabri; Penguji: Madiati Nadjib, Sabarinah, Soetanto, Rustono Pinangdjojo
Abstrak:
Kota Depok merupakan daerah tingkat II di wilayah propinsi Jawa Barat yang merupakan daerah berbatasan langsung dengan Jakarta. Masyarakat mengharapkan pelayanan yang bermutu dari Puskesmas, namun masih ada keluhan mengenai jam buka Puskesmas yang belum sesuai dengan jumlah waktu yang telah ditetapkan, disamping itu masyarakat menjadikan perawat sebagai sosok pengganti dokter kepala Puskesmas bila dokter tidak berada di tempat. Sementara itu ratio perawat terhadap 1000 penduduk masih rendah (0.05 %o). Sehubungan dengan hal tersebut, peneliti tertarik memperoleh informasi tentang gambaran waktu kerja produktif perawat kesehatan di kota Depok yang dilihat dari faktor individu dan faktor karakteristik Puskesmas. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik dengan desain crossectional, pengumpulan data dilakukan di Kota Depok dengan jumlah responder sebanyak 64 orang perawat pegawai negri sipil pada 24 Puskesmas yang ada, dan dilaksanakan pada bulan april 2001. Waktu kerja produktif di amati dengan menggunakan formulir work sampling dan sampel diambil dengan cara tanpa pengembalian sehingga diperoleh sebanyak 1625 pengamatan selama 2 minggu. Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh informasi tentang waktu kerja produktif perawat kesehatan Puskesmas yang dihubungkan dengan faktor individu (umur, jenis kelamin, status perkawinan, jumlah anak, motivasi kerja, pelatihan, lama kerja, golongan) dan karakteristik Puskesmas (gaya pimpinan, sumber daya, lingkungan/iklim kerja, dan beban kerja). Untuk mengetahui distribusi frekwensi dilakukan analisis univariat, diperoleh waktu kerja produktif perawat sebesar 86.28% yang terdiri dari 64.53% untuk pelayanan kesehatan, 21.75% untuk kegiatan administrasi/penunjang dan 13.71% merupakan waktu tidak produktif. Untuk mengetahui hubungan antara variabel independen dengan variabel dependen dilakukan uji t dan regresi linier sederhana dan hasilnya menunjukkan bahwa variabel yang diduga berhubungan adalah umur, jumlah anak, lama bekerja, motivasi kerja pelatihan, ketersediaan sumber daya, golongan, gaya kepemimpinan dan lingkungan kerja ( p< 0.25). Hasil akhir uji regresi linier berganda dengan mempertimbangkan variabel kehadiran sebagai variabel pengganggu maka diperoleh variabel independen yang signifikan yaitu jumlah anak, lama kerja, pelatihan, ketersediaan sumber daya dan kehadiran ( p<0.05). Variabel tersebut secara bersama-sama diperkirakan dapat memberikan kontribusi sebesar 36 % terhadap variasi waktu kerja produktif perawat dengan koefisien korelasi sebesar 0.6. dan reabilitas model (shrinkage of crosss validation) sebesar 0.192 (reliabel). Dari hasil penelitian ini waktu kerja produktif minimal seorang perawat ( 68, 1 4%) dapat ditingkatkan menjadi 79.31% dengan kondisi lama kerja 10 tahun, kehadiran 22 hari, jumlah anak >2, pelatihan 3 kali dan sumber daya cukup memadai. Memperhatikan hasil yang diperoleh penulis menyarankan untuk melakukan pelatihan bagi perawat agar dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan baik dalam kegiatan pelayanan kesehatan ataupun kegiatan administrasi.

The Prediction Model of Factors that Related with Nurses Productive Time in The Public Health Center, April 2001Depth city is district area in province west of Java which is boundary directly with Jakarta. The people hope that public health center give them good service, but in fact the public health center does not work accordance with the certainty, and the ratio of the nurse and 1000 people is still less (0.05%o). Due the fact in the field the researcher is interested in gaining information about the description of nurse productive time from the individual and the character from public health center factor point of view. This reseach is a descriptive analyzed with cross sectional approach. Data survey was done in all of nurse in public health center, and it was done in April 2001. Productive time of the nurse was observed with used work sampling format and the sample took with without replacement technique and size of sample about 1625 unit for 2 week observed. Meanwhile the objectives of this research are got information about nurse productive time related with age, sex, married statues, children they've got, motivation in the work, training, length of working, resources, level statue, leadership style, work environment and load of work. Univariat analysis was result the frequency distribution from nurse productive time about 86.28 %, consist of 64.53 % health service; 21.75 % administration and 1331 % idle time ( non productive ). Sivariate analysis figure out the relationship among the variables by the t-test and single linear regression test with p < 0.25 as a candidate for multivariate test_ The out come shows a significant relationship between productive time with age, children they've got, motivation in the work, training, length of working, resources, level statues, leadership style and work environment, and then analysis multivariate test shows children they've got, training, length of working, resources, and the present in the work (p < 0.05) can be considered as candidate in the final model regression. In building a simple and yet parsimonious productive time model, this study the model was as follows (R2= 36%, correlation = 0.6 reliability = 0,19) : Productive time = 68. l41 - 0.539 (length of working) + 0.298 ( present in the work) + 4.82 (children they've got) + 1.68 (training) - 4.71(resources) + E. Based in this result, this study suggested to make the training 1 on the job training for nurse can make theirs productive time will be increased.
Read More
T-1027
Depok : FKM-UI, 2001
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive