Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 4477 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
641.1 JOH i
[s.l.] : [s.n.] : s.a.]
Laporan Penelitian   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Pajung Surbakti
R 641.1 SUR i
Jakarta : BPS, 1995
Referensi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Puti Sari H., Noor Edi Widya Sukoco
JEI Vol.8, Ed.2
Jakarta : Departemen Kesehatan RI, 2006
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Journal of Public Health, Vol.29, No.4, Dec. 2007, hal. 413-419. ( ket. ada di bendel Merch - Dec. 2007)
[s.l.] : [s.n.] : s.a.]
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sage-53
[s.l.] : New Delhi Sage 1985, s.a.]
SAGE (Series)   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Public Health, Vol.122, No.11, Nov. 2008, hal. 1152-1166. ( ket. ada di bendel 2008 ( No.7-12)
[s.l.] : [s.n.] : s.a.]
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Natasya Zulnita Putri; Pembimbing: Wachyu Sulistiadi; Penguji: Dumilah Ayuningtyas, Ede Surya Darmawan, Eti Rohati, Muhammad Alfarezi
Abstrak:
Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular dengan prevalensi tinggi yang memerlukan pemantauan dan pengobatan secara berkelanjutan melalui layanan kesehatan. Provinsi Jawa Barat memiliki prevalensi hipertensi yang tinggi, yaitu sebesar 34,4% berdasarkan hasil pengukuran tekanan darah dan 10,7% berdasarkan diagnosis dokter. Meskipun demikian, pemanfaatan layanan kesehatan primer pada penderita hipertensi masih belum optimal dan menunjukkan adanya kesenjangan antar kelompok masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan pemanfaatan layanan kesehatan primer serta ketimpangan pemanfaatannya pada penderita hipertensi usia ≥18 tahun di Provinsi Jawa Barat. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) tahun 2023. Analisis data dilakukan secara univariat menggunakan distribusi frekuensi, bivariat menggunakan uji chi-square, multivariat menggunakan regresi logistik ganda, serta analisis ketimpangan menggunakan Concentration Index. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 4.357 penderita hipertensi usia ≥18 tahun, sebanyak 40,6% memanfaatkan layanan kesehatan primer dan 59,4% tidak memanfaatkannya. Faktor yang berhubungan dengan pemanfaatan layanan kesehatan primer meliputi usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan, kepemilikan jaminan kesehatan, status sosial ekonomi, komorbiditas, dan status gizi (IMT). Analisis ketimpangan menunjukkan bahwa pemanfaatan layanan kesehatan primer masih terkonsentrasi pada kelompok sosial ekonomi yang lebih tinggi (pro-rich). Penelitian ini menyimpulkan bahwa pemanfaatan layanan kesehatan primer pada penderita hipertensi di Jawa Barat masih rendah dan belum merata. Oleh karena itu, diperlukan optimalisasi pelaksanaan skrining dan pemantauan hipertensi secara berkala, penguatan edukasi kesehatan, serta perluasan cakupan kepesertaan jaminan kesehatan untuk meningkatkan pemerataan pemanfaatan layanan kesehatan primer.

Hypertension is one of the most prevalent non-communicable diseases and requires continuous monitoring and long-term treatment through health care services. West Java has a high prevalence of hypertension, with 34.4% based on blood pressure measurements and 10.7% based on physician diagnosis. However, the utilization of primary health care services among patients with hypertension remains suboptimal and unequally distributed. This study aimed to analyze the determinants of primary health care utilization and socioeconomic inequality among adults aged ≥18 years with hypertension in West Java. This cross-sectional study used data from the 2023 Indonesian Health Survey (Survei Kesehatan Indonesia [SKI]). Data were analyzed using frequency distributions, chi-square tests, multiple logistic regression, and the Concentration Index. Among 4,357 adults with hypertension, 40.6% utilized primary health care services, while 59.4% did not. Factors significantly associated with primary health care utilization were age, sex, educational level, health insurance coverage, socioeconomic status, comorbidity, and body mass index (BMI). The Concentration Index indicated that primary health care utilization was disproportionately concentrated among individuals with higher socioeconomic status (pro-rich). In conclusion, primary health care utilization among patients with hypertension in West Java remains low and unequally distributed. Strengthening regular hypertension screening and follow-up, improving health education, and expanding health insurance coverage are needed to promote equitable utilization of primary health care services.
Read More
T-7563
Depok : FKM-UI, 2026
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Marguerite C. Burk, Eleanor M. Pao
641.1 BUR a
Rome : Food and Agriculture Organization of the United Nation, 1980
Buku (pinjaman 1 minggu)   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Int. J. of epid. (IJE), Vol.36, No.6, Dec. 2007, hal. 1292-1299
[s.l.] : [s.n.] : s.a.]
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Asma Ul Husna; Pembimbing: Krisnawati Bantas; Penguji: Yovsyah; Masdalina Pane, Yoan Hotnida Naomi
Abstrak:

ABSTRAK Nama : Asma Ul Husna Program Studi : Magister Epidemiologi Judul : Hubungan StatusTempat Tinggal Dengan Prehipertensi (Analisis Data Indonesian Family Life Survey 5 Tahun 2014) Pembimbing : Dr. dr. Krisnawati Bantas, M.Kes Latar Belakang : Prehipertensi adalah istilah yang dipilih untuk mengelompokkan seseorang dengan risiko tinggi untuk terkena hipertensi. Orang dengan prehipertensi akan mengalami resiko terjadinya peningkatan tekanan darah menjadi hipertensi, dimana orang yang tekanan darahnya berkisar antara 130–139/80-89 mmHg memiliki 2x risiko menjadi hipertensi dan mengalami penyakit cardiovascular daripada orang yang tekanan darahnya lebih rendah. Saat ini belum diketahuinya angka prevalensi prehipertensi di Indonesia dan bagaimana hubungan status tempat tinggal dengan prehipertensi di Indonesia. Tujuan : Untuk mengetahui prevalensi prehipertensi di Indonesia Tahun 2014 dan untuk mengetahui hubungan status tempat tinggal dengan prehipertensi di Indonesia Tahun 2014. Metode : Penelitian ini menggunakan desain cross sectional dengan jumlah sampel 22.012 orang. Data penelitian ini merupakan data sekunder yang didapatkan dari Indonesian Family Life Surveys (IFLS) 5 tahun 2014. Analisis data dilakukan dengan regresi logistik. Hasil : Prevalens kejadian prehipertensi di Indonesia pada tahun 2014 didapatkan sebesar 48,6%. Berdasarkan analisis Multivariat menunjukkan hasil bahwa ada perbedaan yang signifikan untuk terjadinya prehipertensi dengan nilai p < 0,05. Besar asosiasi berdasarkan nilai POR adalah sebesar 1,39 dengan 95% (CI 1,32 – 1,48). Ditemukan adanya interaksi antara variabel umur, status gizi dan kesulitan tidur dengan status tempat tinggal terhadap terjadinya prehipertensi. Kata kunci : Status Tempat Tinggal, Prehipertensi, IFLS 5 Tahun 2014


ABSTRACT Name : Asma Ul Husna Study Program : Magister of Epidemiology Title : Relationship Status of Residence with Prehypertension (Data Analysis Indonesian Family Life Survey 5 Year 2014) Counsellor : Dr. dr. Krisnawati Bantas, M.Kes Background: Prehypertension is a term chosen to group people at high risk for hypertension. People with prehypertension will have an increased risk of blood pressure to hypertension, where people whose blood pressure ranges from 130-139 / 80-89 mmHg have 2x the risk of becoming hypertensive and having cardiovascular disease than people with lower blood pressure. Currently, the prevalence of prehypertension in Indonesia is not known and how the relationship of residence status with prehypertension in Indonesia. Objective: To know prevalence of prehypertension in Indonesia Year 2014 and to know relation of residence status with prehypertension in Indonesia Year 2014. Method: This research use cross sectional design with sample number 22,012 people. This research data is secondary data obtained from Indonesian Family Life Surveys (IFLS) 5 year 2014. Data analysis is done by logistic regression. Results: Prevalence of prehypertension occurrence in Indonesia in 2014 was 48,6%. Multivariate analysis showed that there was significant difference for prehypertension with p <0,05. Associations based on POR values are 1.39 with 95% (CI 1,32 – 1,48). There was an interaction between age variables, nutritional status and difficulty sleeping with residence status against prehypertension occurrence. Keywords: Status of Residence, Prehypertension, IFLS 5 Year 2014

Read More
T-5157
Depok : FKM-UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive