Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 37362 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Nur Fitrian; Pembimbing: Adik Wibowo; Penguji: Mieke Savitri, Sjahrul Amri, Rizka Hasanah
B-1960
Depok : FKM UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Josiah Irma; Pembimbing: Jaslis Ilyas; Penguji: Pujiyanto, Dewi Basmala, Takdir Mostavan
Abstrak:

Tesis ini membahas tentang waktu tunggu pelayanan di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Bhakti Yudha dan mencari faktor – faktor apa saja yang mempengaruhi standar minimal pelayanan waktu tunggu di instalasi farmasi yang telah ditetapkan. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif  dengan desain deskriptif. Hasil penelitian bahwa waktu tunggu pelayanan di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Bhakti Yudha tidak sesuai dengan standar minimal pelayanan yang ditetapkan pihak Farmasi Rumah Sakit Bhakti Yudha. Faktor yang berpengaruh diantaranya metode pembayaran khususnya pasien jaminan karena ketidakjelasan kesepakatan obat-obatan yang di cover khususnya vitamin, jenis resep racikan yang pengerjaanya membutuhkan proses yang lebih lama, stock obat yang sering kosong, SDM terbatas, sarana & prasarana yang tidak mendukung, ketidak sesuaian formularium dan ketidakjelasan penulisan resep, evaluasi terhadap waktu tunggu yang tidak secara rutin, dan pengawasan SOP yang rendah. Kata kunci : Waktu tunggu, farmasi, pelayanan.


 

The purpose of this study was to investigate about the waiting time of services at the Hospital Pharmacy Bhakti Yudha and seek any factor that affects the minimum standards of service in the pharmacy waiting time has been determined. The study was a descriptive qualitative research design. The study shows that the waiting time of service at the Hospital Pharmacy Bhakti Yudha not complies with minimum standards of service established by the hospital pharmacy Bhakti Yudha. Factors that affect them in particular payment method guarantees patients because of uncertainty deals drugs on the cover, especially vitamins, prescription type concoction whose implementation requires a longer process, stock drugs that are often empty, limited human resources, existing facilities do not support, incompatibilities prescribing formulary and uncertainties, evaluation of waiting time that is not routine, and SOPs low supervision. Key words : Waiting time, pharmacy, services.

Read More
B-1326
Depok : FKM-UI, 2011
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Hannibal Pardede; Pembimbing: Sandi Iljanto
B-443
Depok : FKM UI, 2000
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Lilis Halim; Pembimbing: Sandi Iljanto
B-419
Depok : FKM UI, 2000
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ayuning Tyas Puspitasari; Pembimbing: Kurnia Sari; Penguji: Vetty Yulianty Permanasari, Endang Adriyani
B-1312
Depok : FKM-UI, 2011
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Tris Cahyoso; Pembimbing: Sandi Iljanto; Penguji: Purnawan Junadi, Mieke Savitri, Budi Hartono, Lalu Herman Mahaputra
Abstrak: Dalam layanan Radiologi khususnya foto toraks timbul masalah lamanya waktu tunggupasien untuk mendapatkan hasil foto Toraks. Terdapat beberapa keluhan dari pasien yangtimbul akibat lamanya waktu tunggu pelayanan di unit Radiologi, dari loket pendaftaransampai keluar hasil bacaan dari dokter Radiologi dan faktor-faktor lain yangmempengaruhi waktu tunggu pasien untuk mendapatkan hasil foto thoraks. Dari hasilpenelitian diharapkan diketahuinya faktor-faktor yang berhubungan dengan waktu tunggulayanan Foto Toraks di Instalasi Radiologi di RSUD Kota Mataram. Penelitian dilakukandengan metode Crossectional dengan analisis Univariat dan Bivariat. Waktu dalammenit. Pada analisis Univariat didapatkan waktu tunggu antrian baca foto yang lama,Mean:241.07 SD:96,864 Min-Max:8-488 CI:227.14-255.01 , hal ini terjadi dikarenakandokter Spesialis Radiologi membaca foto toraks setelah mengerjakan USG, MRI, CTScan sehingga pembacaan foto toraks dilakukan di atas jam 12.00 siang. Sedangkan padaanalisis Bivariat didapatkan hubungan yang signifikan antara waktu tunggu total denganwaktu tunggu kamar baca foto, r=0.984 ; Garis regresi 96.8 % ; P value 0.000. danhubungan waktu tunggu total dengan waktu tunggu di loket pengambilan hasil, r=0.540 ;Garis regresi 29.1% ; P value 0.000. Disarankan Manajemen Rumah Sakit Umum DaerahKota Mataram meningkatkan sistem reward and punishment kepada bagian Radiologidan dokter spesialis radiologi sehingga dapat bekerja dengan disiplin dan penuh tanggungjawab. Meningkatkan fasilitas yang baik untuk dokter spesialis sehingga keberadaannyalebih lama di tempat kerja, misalnya insentif yang memadai. Dapat dipertimbangkanuntuk menambah dokter Spesialis Radiologi dan petugas administrasi di ruang baca fotoagar foto yang sudah dibaca dapat segera di bawa ke loket pengambilan foto sehinggalangsung dapat diterima oleh pasien dengan segera.
Kata Kunci : Waktu Tunggu, Crossectional, Univariat, Bivariat, Pasien foto Torak.
Read More
B-1965
Depok : FKM UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Erna Maria; Pembimbing: Vetty Yulianty Permanasari; Penguji: Dumilah Ayuningtyas, Jaslis Ilyas, Ati Nirwanawati, Hariyadi Wibowo
Abstrak: Latar Belakang : Rumah sakit sebagai institusi pemberi layanan kesehatan, bertanggungjawab terhadap penyediaan layanan yang ada di masyarakat yang dapat memberikan rasa aman, efektif, memiliki mutu dan tidak bersifat diskriminatif dengan mengutamakan kepentingan pasien. Peresepan obat oleh dokter dan pemenuhannya oleh bagian farmasi secara tepat mencerminkan pelayanan berkualitas di tempat tersebut. Keterlambatan penerimaan obat menimbulkan ketidakpuasan dari pasien dan menurunkan kepercayaan terhadap RS. Pada tahun 2015 hingga 2016, waktu tunggu obat pasien unit rawat jalan RS Eka Pekanbaru masih berkisar 1 jam 4 menit untuk obat non racikan dan 1 jam untuk obat racikan. Tahun 2017 terjadi perbaikan namun angka kepuasan pasien masih belum dapat mencapai 95% dari ketetapan rumah sakit. Tentunya hal ini dapat mengakibatkan keenganan pasien untuk kembali untuk berobat yang menurunkan pendapatan RS.
Tujuan : Mengetahui hubungan waktu tunggu pasien dan karakteristik pasien terhadap tingkat kepuasan pasien pada pelayanan unit farmasi rawat jalan RS Eka Pekanbaru.
Metode : Penelitian ini memakai desain penelitian kuantitatif dengan desain potong lintang, yang dilengkapi dengan penelitian kualitatif. Dilaksanakan pada bulan Maret 2019 di unit Farmasi Rawat Jalan RS Eka Pekanbaru. Data primer diambil dengan melakukan pengamatan langsung di farmasi unit rawat jalan dan wawancara kepada Direktur serta Kepala Instalasi Farmasi RS. Data sekunder didapat dari data resep racikan maupun resep non racikan RS Eka Pekanbaru. Semua data kemudian diolah menggunakan sistem dan dianalisa menggunakan pendekatan PLS-SEM.
Hasil : Ratarata pelayanan farmasi unit rawat jalan RS. Eka Pekanbaru memiliki waktu 17.13 menit obat non racikan dan 33.48 menit obat racikan. Usia tua puas dengan responsiveness, pasien yang bekerja puas dengan tangible. Namun secara umum karakteristik pasien tidak mempengaruhi dari keseluruhan kualitas layanan.
Kesimpulan : Manajemen masih pelu melakukan perbaikan terhadap waktu tunggu terhadap resep racikan. Adanya waktu tunggu penyelesaian resep obat semakin cepat akan meningkatkan kepuasan, yang didukung dengan kualitas layanan yang baik

Background : The hospital as an institution providing health services, is responsible for providing services in the community that can provide a sense of security, effectiveness, quality and non-discrimination by prioritizing the interests of patients. Doctors prescriptions and their fulfillment by the pharmacy department reflect the quality service in Hospital. The delay in receiving drug caused dissatisfaction from the patient and reduced trust. In 2015 to 2016, the waiting time prescription for outpatient patients at Eka Pekanbaru Hospital was still around 1 hour 4 minutes for nonconcoction drugs and 1 hour for concoction drugs. In 2017 there was an improvement but the patient satisfaction rate still could not reach 95% of hospital provisions. This can lead to patient reluctance to return to treatment which reduces hospital income.
Objective: To determine the correlation between patient waiting time and patient characteristics to the level of patient satisfaction at the outpatient pharmacy unit in the Eka Pekanbaru hospital.
Method: This study uses a quantitative research design with cross-sectional design, which is supplemented by qualitative research. Performed in March 2019 in the outpatient pharmacy department of the Eka Pekanbaru hospital. Primary data was taken by conducting direct observation in the outpatient pharmacy unit and interviewing the Director and Head of the Pharmacy Installation. Secondary data was obtained from data on recipe concoctions and recipes for non-concoction of Eka Pekanbaru Hospital. All data were then processed using an analyzed system using PLS-SEM approach.
Results: The average time for outpatient pharmacy units in RS Pekanbaru takes 17.13 minutes for non-concoction medicine and 33.48 minutes for concoction medicine Old age has satisfied with the responsiveness, patients who work was satisfied with tangible. But in general the characteristics of patients did not influence the overall quality of the service.
Conclusion: management still needs to improve the waiting time for concoction recepies. The waiting time for drug prescription completion will increase satisfaction, which is supported by good service quality
Read More
B-2112
Depok : FKM UI, 2019
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ita Purnama Bulan; Pembimbing: Dumilah Ayuningtyas; Penguji: Vetty Yulianty Permanasari, Maryati
Abstrak: Penelitian ini menganalisis waktu tunggu pelayanan resep di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Awal Bros Bekasi. Penelitian ini merupakan kualitatif dan kuantitatif, dengan sampel sebanyak 172 lembar resep baik racikan maupun non racikan. Hasil penelitian ini didapatkan bahwa rata-rata waktu tunggu pelayanan resep sebesar 22 menit untuk resep non racikan sedangkan untuk resep racikan sebesar 41 menit. Faktor penghambat yang mempengaruhi waktu tunggu pelayanan resep di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Awal Bros Bekasi adalah SDM yang belum memadai, ketersediaan obat yang masih kurang, sistem komputerisasi yang belum memadai, masa kerja/ pengalaman petugas dan sarana ruang racik yang kurang luas.
Kata kunci: Waktu tunggu, pelayanan resep, farmasi rumah sakit

This study analyzes the waiting time of prescription services in Installation of Pharmacy Awal Bros Hospital, Bekasi. It is a qualitative and quantitative research, with sampel of 172 prescriptions, both concoction and non concontion drugs. This study found that the average waiting time of conconction drugs is 41 minutes, while the non concoction drugs is 22 minutes. The factors affecting those waitng time is insufficient of human resources, lack of drugs provision, inadequate correction of IT system lack of work experience, improper working space for doing concoction drugs.
Keyword : waiting time, prescription service, hospital pharmacy
Read More
S-8663
Depok : FKM UI, 2015
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Deriani Simatupang; Pembimbing: Adang Bachtiar; Penguji: Dumilah Ayuningtyas, Melda Suryana, Jocelyn Adrianto
Abstrak: Geografis merupakan salah satu faktor risiko hipertensi, Daerah kepulauan lebihberisiko terkena hipertensi dibandingkan daerah pegunungan. Kepulauan Seribumerupakan daerah Kabupaten Administrasi dari Provinsi DKI Jakarta Indonesia,yang seluruh daerahnya berupa pulau-pulau kecil. Karakteristik penyakit diKepulauan Seribu mulai mengalami pergeseran dengan didominasi denganpenyakit-penyakit degeneratif. Di Kabupaten Administratif Kepulauan Seribupenderita hipertensi mengalami peningkatan pada tahun 2012 dengan persentase8.03% menjadi 15,6% pada tahun 2013. Tujuan dari penelitian ini untukmengetahui hubungan kebiasaan konsumsi makanan tinggi garam dengankejadian hipertensi setelah dikontrol dengan variabel confounding (stres, aktivitasfisik, merokok, konsumsi alkohol, umur, jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan,dan riwayat keluarga) di Pulau Panggang dan Pulau Pramuka KabupatenAdministrasi Kepulauan Seribu pada tahun 2016. Penelitian ini dilakukan di PulauPanggang dan Pulau Pramuka Kecamatan Kepulauan Seribu Utara pada Februari2016. Penelitian menggunakan desain studi cross sectional, pengumpulan datadilakukan dengan simpel random sampling melalui wawancara dengan kuesionerpada 176 responden yang berumur ≥40 Tahun. Hasil penelitian ini menemukansebanyak 55.1% responden di Kepulauan Panggang dan Pramuka KecamatanKepulauan Seribu Utara pada tahun 2016 menderita hipertensi, pada respondenyang normotensi, 66,7% nya memiliki kebiasaan konsumsi makanan tinggi garamtidak setiap hari dan sebesar 35,2% memiliki kebiasaan konsumsi makanan tinggigaram setiap hari. Hasil regresi logistik menunjukkan hubungan bermakna antarakebiasaan konsumsi makanan tinggi garam dengan kejadian hipertensi setelahdikontrol dengan variabel stres dan aktivitas fisik ( p value =.05, CI= 2,02-10,04).Kebiasaan Konsumsi makanan tinggi garam setiap hari merupakan faktor risikoterjadinya hipertensi, risiko ini meningkat jika tidak melakukan aktifitas fisik danmengalami stres.
Kata Kunci : Hipertensi, Gaya Hidup, Kepulauan, Kepulauan Seribu, KebiasaanKonsumsi Makanan Tinggi Garam
Geographical is one risk factor of hypertension , islands regions exposed to morerisky hypertension compared mountainous regions . Kepulauan Seribuconstituting the district administration of jakarta province of indonesia , whoseentire region in the form of small islands .Characteristic of a disease in KepulauanSeribu began experiencing shift with dominated with degenerative diseases .Inadministrative districts Kepulauan Seribu sufferers of hypertension increased in2012 with the percentage 8.03 % become 15.6 % in 2013 .The purpose of researchis to know the relationship habits of consumption of foods high in salt withhypertension after scene controlled with confounding variables (stress , physicalactivity , smoking , the consumption of alcohol , age , sexes , education , work ,and family history) on the Pulau Panggang and Pulau Pramukan KabupatenAdministrasi Kepulauan Seribu on 2016. The study is done on the PulauPanggang and Pulau Pramuka Kepulauan Seribu Utara in february 2016. Theresearch uses design cross sectional study, data collection is done with simplerandom sampling through interviews with on 176 the respondents from ≥40 years.The results of this study found some 55.1 % respondents in the Pulau Panggangand Pulau Pramuka in 2016 suffers from hypertension, on respondentsnormotensi, 66,7 % him have a habit of food consumption high salt not every dayof 35,2 % have a habit of food consumption high salt every day. The logisticsregression show the relation between a meaningful food consumption in the highsalt hypertension after controlled variable stress and physical activity ( p value =.05, CI 95% = 2,02-10,04). Habit of food consumption high salt every day is a riskof hypertension, this risk increase if not doing activities physical and stress.
Key word: Hypertension, lifestyle, islands, Kepulauan Seribu, habit of foodconsumption high salt
Read More
B-1796
Depok : FKM UI, 2016
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sri Nowo Retno; Pembimbing: Supriyantoro
B-720
Depok : FKM-UI, 2003
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive