Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 31120 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Gede Alit Wardana; Pembimbing: Wachyu Sulistiadi; Penguji: Ede Surya Darmawan, Puput Oktamianti, Amila Megraini, Punto Dewo
Abstrak: ABSTRAK Asap rokok dapat membahayakan kesehatan perokok aktif dan menimbulkan pencemaran udara yang membahayakan kesehatan orang lain. Pemerintah Kalimantan Timur melalui Surat Keputusan Gubernur no 1 tahun 2013 mengatur tentang kawasan tanpa rokok, yang bertujuan untuk melindungi kesehatan masyarakat dari bahaya akibat merokok. Peraturan Daerah Kabupaten Berau Nomor 6 Tahun 2014 mengamanatkan mengenai kawasan tanpa rokok pada tempat pelayanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan adalah untuk mengetahui implementasi kebijakan kawasan tanpa rokok di RSUD Dr Abdul Rivai Kabupaten Berau Kalimantan Timur dengan disain studi kasus, analisa deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menunjukan sosialisasi kebijakan kawasan tanpa rokok tidak berjalan dengan baik, tim kawasan tanpa rokok belum bekerja dengan baik,diperlukan penambahan sumber daya manusia untuk terlaksananya implementasi Kawasan Tanpa Rokok, Komitmen dari implementor kurang dan masih ada implementor yang ragu untuk menggunakan kewenangannya menegur pengunjung maupun pegawai yang merokok di rumah sakit. Kerjasama dengan pemerintah daerah dalam mengawasi dan mengevaluasi implementasi kawasan tanpa rokok belum berjalan. Dampak dari tidak berjalannya implementasi kebijakan kawasan tanpa rokok dengan optimal sampai sekarang adalah masih adanya karyawan rumah sakit atau pengunjung melakukan aktifitas merokok di rumah sakit. Kata Kunci: Implementasi Kebijakan, Kawasan Tanpa Rokok, komitmen, kewenangan. Cigarette smoke can harm the health of active smokers and cause air pollution haten danger the health of others. The Government of East Kalimantan through the Governor's Decree No. 1 of 2013 regulates the No Smoking Area, which aims to protect public health from the harm caused by smoking. Berau District Regulation No. 6 of 2014 mandated about No Smoking Area in the health service. This study aims to determine the implementation of No Smoking Area policy in Dr Abdul Rivai Hospital, Berau, East Kalimantan with case study design, descriptive analysis with qualitative approach. The result of the research show that the socialization of the No Smoking Area policy is not working well, the team has not worked well, it is necessary to add human resources for implementation of No Smoking Area. Minimal commitment froms implementors and there are still implementers who hesitate to use their authority to reprimand visitors or the employee who smokes in the hospital. Cooperation with local governments in monitoring and evaluating the implementation of No Smoking Areas has not been implemented. The impact of ineffective implementation of No Smoking Area policy optimally up to now, there is still the existence of hospital employees or visitors doing smoking activity in the hospital. Keywords: Hospital policy implementation, No Smoking Area, commitment, Authority
Read More
B-2016
Depok : FKM-UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sisvana Damayanti; Pembimbing: Mieke Savitri; Penguji: Dumilah Ayuningtyas, Kurnia Sari, Budi Hartono, Yuli Prapancha Satar
B-1690
Depok : FKM-UI, 2015
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Laisa Muliati; Pembimbing: Puput Oktamianti; Penguji: Dumilah Ayuningtyas, Amila Megraini, Endang Adriyani, Eko Budi Santoso
B-1691
Depok : FKM UI, 2015
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ni Made Dahlia; Pembimbing: Anhari Achadi; Penguji: Sandi Iljanto, Mieke Savitri, Dewi Lestarini, Nusati Ikawahju
B-1978
Depok : FKM UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Astuti; Pembimbing: Adang Bachtiar; Penguji: Puput Oktamianti, Dumilah Ayuningtyas, Masnir Alwi, Welly Refnealdy
Abstrak: Pengukuran mutu pelayanan dan kepuasan pasien merupakan hal yang samapentingnya bagi penyedia layanan kesehatan karena hal tersebut konsep yangterintegrasi Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kepuasanterhadap mutu pelayanan dengan minat beli ulang pasien rawat jalan umum RSKDr. Rivai Abdullah Palembang. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatifdengan pendekatan cross sectional. Analisis yang digunakan meliputi univariat ,bivariat, dan IPA (Importance Performance Analysis) dengan diagram kartesius.Hasil penelitian diperoleh tingkat kepuasan cenderung tidak puas dari tiapdimensi maupun kepuasan secara keseluruhan. Hasil uji bivariat menunjukkanadanya hubungan yang signifikan antara kepuasan dengan minat beli ulang (pvalue = 0,014 ). Dari diagram kartesius diperoleh gambaran yang menjadiprioritas utama yang harus diperbaiki yaitu dimensi tangibles yaitu yang berkaitandengan kebersihan WC dan ketersedian obat, serta dimensi reliability yaitu yangberkaitan dengan dokter datang sesuai jadwal dan tepat waktu dalam memulailayanan. Implikasi dalam penelitian ini agar rumah sakit dapat meningkatkanmutu pelayanan rawat jalan umum RSK Dr. Rivai Abdullah Palembang.
Kata kunci : kepuasan, minat beli ulang
Measurement of quality of service and patient satisfaction is equally important forhealth care providers because it is an integrated concept. The purpose of this studywas to determine the level of satisfaction with the quality of service with purchaseintention outpatient hospital leprosy Dr. Rivai Abdullah Palembang. This researchis a quantitative research with cross sectional approach. The analysis includes theunivariate, bivariate, and IPA (Importance Performance Analysis) with theCartesian diagram. The results were obtained satisfaction levels tend to besatisfied of each dimension and overall satisfaction. Bivariate test results showeda significant relationship between satisfaction with the purchase intention (pvalue = 0.014). Cartesian diagram obtained a description of the main prioritiesthat must be improved, namely tangibles dimension is related to the cleanliness ofthe toilets and the availability of drugs, as well as the dimensions of reliability thatis associated with the doctor arrives on schedule and on time in starting theservice. The implications of this research so that hospitals can improve the qualityof service of general outpatient hospital leprosy Dr. Rivai Abdullah Palembang.
Key word : satisfaction, purchase intention
Read More
B-1728
Depok : FKM UI, 2015
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sri Dharmawati; Pembimbing: Dumilah Ayuningtyas
Abstrak: Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) telah dilaksanakan sejak tahun2012 di RSK Dr Rivai Abdullah dan belum pernah dilakukan evaluasi terhadapsistem tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh evaluasi mengenaisistem informasi manajemen rumah sakit di pelayanan rawat jalan RSK Dr. RivaiAbdullah. Metodologi penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalahmetode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif analitik terkait SIMRS diPelayanan Rawat Jalan RSK Dr. Rivai Abdullah. Dari hasil evaluasi didapatkanbahwa belum adanya kebijakan berupa Tim Kerja SIMRS, belum adanya pedomanatau standar operasional prosedur (SOP) mengenai SIMRS, dan pelatihan hanyasekali dilakukan. RSK Dr Rivai Abdullah dalam proses persiapan pengembanganSIMRS dengan melakukan kerjasama dengan Kementerian Kesehatan. Perangkatkeras (hardware) yang ada sudah mencukupi kecuali di Poliklinik (Instalasi RawatJalan). Berdasarkan analisis PIECES (Performance, Information, Economics,Control, Efficiency, Service) dapat disimpulkan performa sudah cukup standar dantidak terlalu rumit, kecepatan pengiriman dan pengaksesan data belum cukup cepat,informasi yang ditampilkan sudah cukup baik, dari segi ekonomi tenaga teknisiSIMRS yang ada masih kurang dari jumlah minimal yang dibutuhkan, kontrol dansekuritas sudah cukup aman. Disarankan dukungan pihak manajemen lebih optimalterutama kebijakan mengenai SIMRS, pembentukan Tim Kerja SIMRS, pembuatanpedoman SIMRS, pemenuhan tenaga teknisi, terjaminnya kualitas konektivitasjaringan, diadakan pelatihan dan sosialisasi kembali mengenai SIMRS.
Kata Kunci : SIMRS, Evaluasi, Pengembangan Sistem, Analisis PIECES(Performance, Information, Economic, Control, Efficiency, Service).
Hospital Management Information System (SIMRS) has been implemented since2012 in RSK Dr. Rivai Abdullah and has never been evaluated. This study aims toobtain an evaluation of the SIMRS in Dr. Rivai Abdullah hospital. This is aqualitative research methods with descriptive analytical approach SIMRS in Dr.Rivai Abdullah hospital. The evaluation showed that the absence of policy such asworking team SIMRS, not yet guidelines or Standard Operational Procedure (SOP)regarding SIMRS, and training is done only once. RSK Dr. Rivai Abdullah in thepreparation process SIMRS development through cooperation with the Ministry ofHealth. Hardware is sufficient except in Poliklinik. Based on the analysis PIECES(Performance, Information, Economics, Control, Efficiency, Service) concluded theperformance was pretty standard and not too complicated, the transmission speedand data access is not fast enough, the information displayed is quite good, froman economic point of IT personnel that there is still less than the minimum amountrequired, control and security is enough secure. Suggested management supportoptimized especially regarding SIMRS policy, the establishment of the workingteam SIMRS, manufacture guidelines or SOP SIMRS, fulfillment of IT, ensuring thequality of network connectivity, training and socialization held back on SIMRS.
Keywords: SIMRS, Evaluation, Development Systems, Analysis PIECES(Performance, Information, Economics, Control, Efficiency, Service).
Read More
B-1771
Depok : FKM UI, 2016
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Yuyun Mulyani; Pembimbing: Vetty Yulianty Permanasary; Penguji: Dumilah Ayuningtyas, Puput Oktamianti, Indah Rosana
Abstrak: RSUD Lembang merupakan Unit Pelaksana Teknis Dinas KesehatanKabupaten Bandung Barat .Tujuan penelitian ini adalah agar tersusun perencanaanstrategis yang tepat untuk RSUD Lembang tahun 2017 s.d 2021.Penelitian inimerupakan penelitian operasional dengan pendekatan masalah melalui analisisdeskriptif melalui rancangan kualitatif.Dari hasil penelitian,faktor geografi,demografi,pendidikan,ekonomi,danpelanggan disepakati sebagai peluang sedangkan pemasok disepakati sebagaiancaman serta kebijakan sebagai tantangan.Terdapat tiga faktor yang disepakatisebagai kekuatan yaitu :produk layanan,sarana prasarana,dan SDM.Sedangkanstruktur oraganisasi,keuangan,pemasaran,dan SIM RS (Sistem InformasiManjemen Rumah Sakit) disepakati sebagai kelemahan.Posisi RSUD Lembangmenurut matriks TOWS (Threats-Opportunities-Weakness-Strength) berada padaposisi Internal Fix It Quadrant dan berdasarkan matriks IE berada pada sel Holdand Maintain.Dari hasil QSPM (Quantitative Strategic Planning Matrix) didapatalternatif strategi yaitu pengembangan ruang ICU, pengembangan ruang rawat inap,serta pengembangan unit Haemodialisa.Saran peneliti adalah penjabaran perencanaan strategi yang lebih aplikatifdalam program kerja tahunan.Kedua, rumah sakit hendaknya dapat meminimalisirkelemahan diantaranya: membangun divisi pemasaran berikut SDM yang memadaidisertai dengan program pemasaran yang sesuai dengan kebutuhan pelanggan danrumah sakit,untuk bagian keuangan secara bertahap dibuat laporan keuangan sesuaidengan standar akuntansi,serta membangun SIM RS yang terintegrasi.Ketiga,pihakmanajemen hendaknya dapat mensosialisasikan hasil renstra kepada staf RSUD.Terakhir adalah untuk rencana pengembangan unit haemodialisasi hendaknyadipetakan dulu kebutuhan masyarakat akan tindakan haemodialisa.Kata Kunci : Perencanaan Strategis,Matriks TOWS,Matriks IE,QSPM.
RSUD Lembang is one of public hospital in Kabupaten Bandung Barat.The goal of thisresearch is to get the formula of strategic planning that suitable and useful by RSUDLembang in year 2017‐2021. This research is using operational research methode bydescriptive analysis methode and qualitative descriptive methode.Geography, demographics, education, economics, and the customer factors agreed as anopportunity. And suppliers agreed as a threat as well as a policy challenge.There are threefactors were agreed as a force that is: product services, infrastructure, and humanresources. While the organizational structure, finance, marketing, and SIM Hospital(Hospital Management Information System) was agreed as a weakness.The conclusion ofthis research shows the position of RSUD Lembang with TOWS matrix in Internal Fix ItQuadrant and IE Matrix is Hold and Maintain Cell.Based on QSPM (Quantitative StrategicPlanning Matrix) obtained alternative strategies, is development of the ICU, inpatientroom development, and development of Haemodialisa unit.The researchers suggest that the first is the elaboration of strategic planning moreapplicable in the annual work program. The second is the hospital should be able tominimize the waekness factors, including: building marketing division following adequatehuman resources along with marketing programs that base on costumers needs,financialdepartment with accounting standards, and build an integrated hospital ManagementInformation System. The management should be able to disseminate the results of thestrategic plan follows the work plan to staff hospitals. And about haemodialisasi unitdevelopment should be mapped out the demnd of haemodialisis unit.Keywords: Strategic Planning, TOWS Matrix,IE Matriks,QSPM.
Read More
B-1768
Depok : FKM-UI, 2016
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Budi Wibowo; Pembimbing: Sandi Iljanto; Penguji: Masyitoh, Oktavia Dwi Handayani, Fify Mulyani
Abstrak:

ABSTRAK Nama : Budi Wibowo Program Studi :  Kajian Administrasi Rumah Sakit Judul Tesis                  : Analisis Faktor-Faktor Penentu Efektifitas Implementasi Program Rujuk Balik Pasien Diabetes Mellitus Stabil Di Rumah Sakit Umum Daerah Johar Baru Tahun 2017 Peningkatan Prevalensi Penderita Diabetes Mellitus di era Jaminan Kesehatan Nasional, akan meningkatkan beban pembiayaan kesehatan. Implementasi Program Rujuk Balik yang melibatkan banyak instansi menjadi sangat penting dalam memberikan efisiensi bagi pembiayaan maupun pasien. Penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi implementasi kebijakan program rujuk balik pasien diabetes mellitus stabil di Rumah Sakit Umum Daerah Johar Baru Tahun 2017 melalui teori Van Meter dan Van Horn. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan disain studi melalui content analisis dan metode triangulasi dan pendekatan kuantitatif dengan disain studi kasus. Data primer didapat melalui wawancara mendalam, kuesioner, observasi, dan telaah dokumen. Untuk data sekunder dari dokumen dan literatur. Dari hasil penelitian menunjukan bahwa implementasi Program Rujuk Balik di Rumah Sakit Umum Daerah Johar Baru belum berjalan efektif. Peranan kolaborasi antara pembuat dengan pelaksana kebijakan harus semakin baik sehingga implementasi Program Rujuk Balik akan berjalan dengan optimal. Kata Kunci : Program Rujuk Balik, Diabetes Mellitus , Implementasi Kebijakan


ABSTRACT Name : Budi Wibowo Study Program : Hospital Administration Study Theme of Thesis         : Analysis of Determinant Factors of Implementation Effectiveness Re-reference of Stabil Diabetes Mellitus Patients at Johar Baru Hospital in 2017 The effect of increasing prevalence of  Diabetes Mellitus in Universal Health Coverage era will increase the cost of finance. Implementation of Rereference Program involve many institution that make important for giving finance and patient’s service more efficient. Objective of this reseach is to find the effectiveness of Re-reference policy of Stabil Diabetes Mellitus at Johar Baru Hospital  in 2017 according to Van Meter and Van Horn theory. This reseach is using quantitative and qualitative approach with study design by analysis content and triangulation method. Primary data is procured from deepening inteview, quesioner, observation and documents. Secondary data procured from documents and literatures. From result of this reseach showed that Re-reference Program is less optimum at Johar Baru Hospital. Collaboration between the policy maker and the implemeters of Re-reference Program need to be better, so there implementation of Re-reference Program will be optimum. Keywords : Re-reference Program, Diabetes Mellitus , Policy Implementation

Read More
B-1863
Depok : FKM-UI, 2017
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Erni Harleni; Pembimbing: Syaaf, Amal C.; Penguji : Peter A.W. Pattinama, Mieke Savitri, Ucu Supriatna
B-1015
Depok : FKM UI, 2007
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Yuli Trijayati; Pembimbing: Purnawan Junadi; Penguji: Dumilah Ayuningtyas, Masyitoh, Asep Ahmad Saefullah, R. Heru Ariyadi
Abstrak:
Kebijakan nasional di bidang kesehatan mendorong reformasi dan peningkatan kinerja rumah sakit, salah satunya melalui pengembangan Unit Organisasi Bersifat Khusus (UOBK) di Rumah Sakit Daerah. Kebijakan ini bertujuan meningkatkan akuntabilitas, efisiensi, dan kualitas pelayanan dengan menerapkan model manajemen yang lebih adaptif dan berorientasi pada hasil. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi kebijakan UOBK di RSUD Kubu Raya dengan pendekatan kualitatif menggunakan teori implementasi kebijakan Van Meter dan Van Horn. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi kebijakan ini masih menghadapi berbagai tantangan, seperti kendala komunikasi antarorganisasi akibat perbedaan pemahaman dan kurangnya sosialisasi, serta keterbatasan sumber daya manusia. Selain itu, kompetensi dan sikap badan pelaksana berperan penting dalam menentukan keberhasilan kebijakan. Meskipun kebijakan UOBK bertujuan memberikan fleksibilitas dan otonomi dalam pengelolaan rumah sakit, implementasinya di RSUD Kubu Raya belum berjalan. Diperlukan upaya lebih lanjut untuk mengatasi hambatan tersebut agar kebijakan ini dapat memberikan dampak nyata dalam meningkatkan efisiensi dan kualitas pelayanan rumah sakit.

The national health policy encourages reforms and improvements in hospital performance, one of which is through the development of Special Organizational Units (UOBK) in Regional Hospitals. This policy aims to enhance accountability, efficiency, and service quality by adopting a more adaptive and results-oriented management model. This study aims to analyze the implementation of the UOBK policy at Kubu Raya Regional General Hospital (RSUD) using a qualitative approach based on the policy implementation theory of Van Meter and Van Horn. The findings reveal that the policy implementation still faces various challenges, such as inter-organizational communication barriers due to differing interpretations and lack of socialization, as well as resource limitations, including human resources, assets, and finances. Moreover, the competency and attitude of the implementing bodies play a crucial role in determining the policy's success. Although the UOBK policy aims to provide flexibility and autonomy in hospital management, its implementation at Kubu Raya RSUD has not yet been optimal. Further efforts are needed to overcome these obstacles to ensure the policy delivers tangible impacts on improving hospital efficiency and service quality.
Read More
B-2514
Depok : FKM UI, 2025
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive