Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 23784 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Rahmi Nurmadinisia; Pembimbing: Engkus Kusdinar Achmad, Kusharisupeni Djokosujono; Penguji: Diah Mulyawati Utari, Yuni Zahraini; Mahyudin
Abstrak: ABSTRAK Obesitas merupakan salah satu penyebab terjadinya penyakit kardiovaskular yang merupakan penyebab utama kematian global dan menjadi faktor risiko dari timbulnya berbagai penyakit degeneratif terutama penyakit kardiovaskular. Obesitas disebabkan oleh berbagai macam faktor, diantaranya aktifitas fisik, durasi tidur, riwayat genetik, jenis kelamin, tingkat stress, asupan zat gizi makro seperti asupan energi, karbohidrat, protein, lemak dan serat. Salah satu pekerjaan yang paling berisiko mengalami obesitas adalah pegawai negeri sipil (PNS) atau pegawai pemerintahan. Tujuan penelitian ini untuk membuktikan aktifitas fisik sebagai faktor dominan yang membedakan kejadian obesitas pada pegawai negeri sipil Unit Sekretariat Jenderal Kementerian Agama Pusat. Penelitian ini dilakukan dengan design crossectional di Kantor Kementerian Agama RI, Biro Umum dan Kepegawaian Unit Sekretariat Jenderal dengan sampel 100 PNS. Data yang didapat merupakan data primer yang terdiri dari aktifitas fisik, tingkat stress, karakteristik responden yang terdiri dari Usia, Jenis Kelamin, Berat Badan dan Tinggi Badan, Riwayat Genetik dan Durasi Tidur yang diperoleh berdasarkan pengisian kuesioner oleh responden. Selain itu, juga terdapat data asupan makan menggunakan metode recall 24 jam yang diperoleh dengan cara wawancara kepada responden. Hasil penelitian mendapatkan bahwa aktifitas fisik, riwayat genetik, durasi tidur, asupan kabohidrat memiliki perbedaan yang signifikan pada kejadian obesitas PNS Kemenag (p= 0,05). Analisa regresi logistik ganda mendapatkan hasil bahwa aktifitas fisik merupakan faktor dominan yang membedakan kejadian obesitas pada PNS Kemenag Unit Sekjen. Hal ini menunjukkan bahwa upaya yang paling tepat untuk menurunkan risiko dan mencegah terjadinya obesitas pada responden adalah melakukan aktifitas fisik secara rutin. Sehingga dibutuhkan keterlibatan instansi kantor dalam hal ini Kementerian Agama untuk melakukan upaya peningkatan aktifitas fisik pada pegawai. Kata kunci: Obesitas, Aktifitas Fisik, Pegawai Negeri Sipil, Faktor dominan, Obesity is one of the causes of cardiovascular disease that is the leading cause of global death and a risk factor for the emergence of various degenerative diseases, especially cardiovascular disease. Obesity was caused by a variety of factors, including physical activity, sleep duration, genetic history, sex, stress levels, macro nutrient intake such as energy intake, carbohydrates, protein, fat and fiber. One of the jobs most at risk of obesity is civil servants (PNS) or government employees. The purpose of this study is to prove physical activity as the dominant factor that distinguishes the incidence of obesity in civil servants of the Secretariat General Unit of the Ministry of Religious Affairs. This research was conducted with cross-sectional design at the Office of the Ministry of Religious Affairs of Indonesia, General Bureau and Personnel of the General Secretariat Unit with a sample of 100 civil servants. The data obtained are primary data consisting of physical activity, stress level, respondent characteristics consisting of Age, Gender, Weight and Body height, Genetic History and Sleep Duration obtained based on the questionnaire filling by respondents. In addition, there is also data intake of food using 24-hour recall method obtained by interview to respondents. The results of the study found that physical activity, sleep duration, genetics history and carbohydrate intake had significant differences in the incidence of obesity of PNS Kemenag (p = 0,005). Multiple logistic regression analysis found that physical activity was the dominant factor that distinguished the obesity incident in PNS Kemenag Unit Sekjen. This suggests that the most appropriate effort to reduce the risk and prevent the occurrence of obesity in the respondents is to do regular physical activity. So it takes the involvement of office agencies in this case the Ministry of Religious Affairs to make efforts to increase physical activity on employees. Keywords: Obesity, Physical Activity, Civil Servant, Dominant Factor
Read More
T-5196
Depok : FKM-UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Hafifatul Auliya Rahmy; Pembimbing: Triyanti; Penguji: Ratu Ayu Dewi Sartika, Yvonne Magdalena Indrawani, Ida Ruslita, Hera Ganefi
T-4239
Depok : FKM UI, 2014
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Eri Rachmawati; Pembimbing: Engkus Kusdinar Achmad; Penguji: Siti Arifah Pudjonarti, Fatmah, Suroto, Mury Kuswari
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan status kebugaran bedasarkanstatus obesitas, aktivitas fisik, asupan gizi dan kebiasaan merokok pada PNS DirjenKesmas Kementerian Kesehatan . Penelitian ini menggunakan disain studi cross-sectional dengan responden 78 orang. Data yang dikumpulkan meliputi denyutnadi, IMT, aktivitas fisik, kebiasaan merokok, asupan energi, protein, lemak dankarbohidrat. Pengukuran kebugaran dengan menggunakan metode YMCA. Statusobesitas diukur dengan indeks massa tubuh (IMT), aktivitas fisik menggunakankuesioner GPAQ dan asupan gizi menggunakan food recall. Hasil penelitian adaperbedaan bermakna status kebugaran berdasarkan asupan karbohidrat. Disarankanmengkonsumsi makanan sesuai dengan kebutuhan gizi yang dianjurkan terutamaprotein yang pada penelitian ini terbukti berperan terhadap tubuh yang bugar.
Kata Kunci : Kebugaran, obesitas, aktivitas fisik, asupan gizi
This study aimed to determine differences in fitness status based on the status ofobesity, physical activity, nutrition and smoking habits on the governmentemployees Directorate General for Public Health, Ministry of Health. This studyused a cross-sectional study design with respondents of 78 people. Data collectedwere pulse, BMI, physical activity, smoking habits, intake of energy, protein, fatand carbohydrates. Fitness measurements used the YMCA; obesity status wasmeasured with body mass index(IMT); physical activity obtained with GPAQ andnutrient intake used a 24 hour food recall. There is significant difference in fitnessstatus based on the intake of carbohydrates. It is advisable to consume food inaccordance with nutritional requirements recommended especially proteins in thisstudy proved to contribute to a fit body .
Keywords : Fitness, obesity, physical activity, nutrient intake.
Read More
T-4664
Depok : FKM UI, 2016
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nuzulvia Damayanti; Pembimbing: Fatmah; Penguji: Trini Sudiarti, Suma`mur
S-8004
Depok : FKM UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Karina Astheria; Pembimbing: Kusharisupeni Djokosujono; Penguji: Triyanti, Yunita
S-7930
Depok : FKM UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Cindy Yanci; Pembimbing: Engkus Kusdinar Achmad; Penguji: Siti Arifah Pudjonarti, Zakiyah
Abstrak: Obesitas adalah faktor risiko penyakit kardiovaskular. Skripsi ini merupakan penelitian dengan desain studi cross-sectional yang bertujuan untuk mengetahui perbedaan kejadian obesitas berdasarkan asupan gizi, aktivitas fisik, dan faktor lainnya. Penelitian ini melibatkan 104 responden yang merupakan PNS di Kantor Dinas Kesehatan kota Depok. Obesitas diukur menggunakan Indeks Massa Tubuh. Sebanyak 50% PNS mengalami obesitas (IMT > 25 kg/m2 ). Dari beberapa variabel yang diuji, terdapat perbedaan bermakna kejadian obesitas berdasarkan asupan energi, karbohidrat, dan lemak, serta kebiasaan makan di luar rumah baik pada pria maupun wanita. Setelah dikontrol oleh jenis kelamin, perbedaan tersebut hanya bermakna pada wanita. Berdasarkan hasil penelitian, PNS disarankan untuk mengurangi makanan yang mengandung karbohidrat dan lemak yang berlebihan, serta mengurangi frekuensi makan di luar rumah untuk mencegah obesitas.

Kata Kunci: Obesitas, Indeks Massa Tubuh, asupan gizi, aktivitas fisik

Obesity is an independent risk factor for cardiovarcular disease. The purpose of this cross-sectional study is to identify the difference in the incidence of obesity based on dietary intake, physical activity, and some other factors. A total of 104 civil servants of Depok Health Department were included in this study. Obesity was measured using Body Mass Index. The prevalence of obesity (BMI > 25 kg/m2 ) was 50%. From the tested variables, there were significant differences in proportion of energy, carbohydrate, and protein intake, as well as eating out of home on the prevalence of obesity in both men and women. After controlled by sex, the differences were only significant in women, but not in men. The results suggest that civil servants to reduce energy, carbohydrate, and fat intake, as well as the frequency of eating out of home.

Keywords: Obesity, Body Mass Index, dietary intake, physical activity
Read More
S-8743
Depok : FKM UI, 2015
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sri Amelia; Pembimbing: Asih Setiarini; Penguji: Siti Arifoh Pujonarti, Enny Ekasari
S-8826
Depok : FKM-UI, 2015
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ivonne Kusumaningtias; Pembimbing: Trini Sudiarti; Penguji: Kusharisupeni, Kusdinar Achmad, Suroto, Misti
Abstrak: Tekanan darah tinggi atau biasa disebut hipertensi, merupakan salah satu masalahkesehatan masyarakat yang banyak diderita di seluruh dunia termasuk Indonesia.Tekanan darah tinggi atau hipertensi adalah kondisi medis dimana terjadi peningkatantekanan darah secara kronis dalam jangka waktu lama. Tujuan penelitian adalah untukmengetahui faktor paling dominan (umur, jenis kelamin, riwayat keluarga, IMT, lingkarpinggang, asupan natrium, asupan lemak, aktifitas fisik dan stres) kejadian hipertensipada pegawai di lingkungan Direktorat Jenderal Kesehatan Masyarakat denganmenggunakan metode cross sectional. Populasi penelitian adalah pegawai DirektoratJenderal Kesehatan Masyarakat Kementerian Kesehatan. Sampel penelitian adalahpegawai dengan usia 26-57 tahun dengan jumlah 84 orang. Hasil penelitian dengananalisis bivariat menunjukkan adanya hubungan antara umur (p= 0.023) dan obesitas(p=0,043) dengan kejadian hipertensi. Analisis multivariabel menunjukkan faktor yangpaling dominan berhubungan dengan kejadian hipertensi pada pegawai adalah IMT (pvalue 0.02). Pegawai dengan obesitas berisiko 4 kali untuk menderita hipertensidibandingkan dengan pegawai yang tidak obesitas. Umur juga merupakan salah satufaktor yang berhubungan dengan kejadian hipertensi pada pegawai umur 26-57 tahun (pvalue = 0.02).Kata kunci : faktor dominan, hipertensi, obesitas, umur.
Read More
T-4787
Depok : FKM-UI, 2016
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nabilah Salsabila; Pembimbing: Sandra Fikawati; Penguji: Wahyu Kurnia Yusrin Putra, Debby Permata Sari
Abstrak:
Obesitas sentral merupakan salah satu permasalahan kesehatan yang meningkat pada kelompok usia dewasa pertengahan. Faktor gaya hidup seperti asupan zat gizi, aktivitas fisik, durasi tidur, dan kesehatan mental emosional diduga berkontribusi terhadap kondisi ini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor dominan kejadian obesitas sentral dewasa usia 40–59 tahun di Kecamatan Kemayoran, Jakarta Pusat. Penelitian menggunakan Cross Sectional dengan pendekatan kuantitatif dan melibatkan pengumpulan data primer melalui wawancara dan pengukuran antropometri. Hasil uji multivariat menunjukkan bahwa asupan lemak berlebih merupakan faktor yang paling dominan terhadap kejadian obesitas sentral (p = 0,018; OR = 2,940; 95% CI = 1,206–7,168). Responden dengan asupan lemak berlebih memiliki risiko 2,94 kali lebih besar mengalami obesitas sentral dibandingkan dengan responden yang tidak berlebih. Lemak yang dikonsumsi secara berlebih akan mudah disimpan sebagai lemak viseral di rongga perut, yang berkontribusi langsung pada peningkatan lingkar pinggang. Faktor lain seperti asupan energi, karbohidrat, protein, serat, aktivitas fisik, durasi tidur, dan kesehatan mental emosional juga dimasukkan ke dalam model multivariat. Temuan ini menekankan pentingnya pengendalian konsumsi lemak sebagai strategi utama pencegahan obesitas sentral pada kelompok usia tersebut.

Central obesity is one of the increasing health problems in the middle-adult age group. Lifestyle factors such as nutrient intake, physical activity, sleep duration, and emotional mental health are thought to contribute to this condition. This study aims to analyze the dominant factors in the incidence of central obesity in adults aged 40–59 years in Kemayoran District, Central Jakarta. The study used a Cross Sectional with a quantitative approach and involved primary data collection through interviews and anthropometric measurements. The results of the multivariate test showed that excessive fat intake was the most dominant factor in the incidence of central obesity (p = 0.018; OR = 2.940; 95% CI = 1.206–7.168). Respondents with excessive fat intake had a 2.94 times greater risk of experiencing central obesity compared to respondents who were not excessive. Excessive fat consumption will be easily stored as visceral fat in the abdominal cavity, which directly contributes to an increase in waist circumference. Other factors such as energy intake, carbohydrates, protein, fiber, physical activity, sleep duration, and emotional mental health were also included in the multivariate model. These findings emphasize the importance of controlling fat consumption as a primary strategy for preventing central obesity in this age group.
Read More
S-12043
Depok : FKM UI, 2025
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Abstrak: Obesitas sentral merupakan kondisi dimana terjadi penumpukkan lemak di bagian perut. Obesitas sentral berhubungan dengan risiko penyakit tidak menular seperti diabetes melitus tipe II, hipertensi, dislipidemia, sindrom metabolik, dan kanker. Prevalensi obesitas sentral diketahui meningkat baik di negara maju dan negara berkembang. Sebanyak 40,2% individu di dunia diperkirakan mengalami obesitas sentral. Indonesia termasuk negara berkembang dengan peningkatan prevalensi obesitas sentral dengan peningkatan dari tahun 2007, 2013, dan 2018 menurut data Riskesdas berturut- turut sebesar 18%, 26% , dan 31%. Peningkatan obesitas sentral dikaitkan dengan perkembangan ekonomi dan urbanisasi yang menyebabkan perubahan tidak menguntungkan dalam kebiasaan konsumsi makanan berkalori tinggi dan minuman manis, aktivitas fisik, perilaku sedentari, dan stres. Data Riskesdas 2018 menunjukkan prevalensi obesitas sentral di daerah perkotaan lebih tinggi dari prevalensi nasional, yaitu sebesar 35%. Penelitian bertujuan untuk menganalisis lebih lanjut mengenai faktor dominan kejadian obesitas sentral pada penduduk usia 25-64 tahun di wilayah perkotaan Indonesia. Terdapat sebanyak 194.049 responden Riskesdas 2018 yang dilibatkan dalam penelitian.. Analisis data menggunakan uji bivariat chi-square dan uji multivariat regresi logistik ganda pada perangkat pengolah data. Hasil penelitian menujukkan bahwa terdapat 15 variabel yang berhubungan signifikan dengan kejadian obesitas sentral, diantaranya: usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan, status pekerjaan, status pernikahan, gangguan mental emosional, konsumsi makanna manis, konsumsi minuman manis, konsumsi makanan berlemak/gorengan, konsumsi softdrink, konsumsi alkohol, aktivitas fisik, dan kebiasaan merokok (p-value <0,05). Jenis kelamin perempuan diketahui sebagai faktor dominan kejadian obesitas sentral pada penduduk usia 25-64 tahun di wilayah perkotaa Indonesia (p-value 0,0005). OR dari kejadian obesitas sentral lebih tinggi 4,060 (95%CI: 3,947-4,175) kali pada kelompok responden berjenis kelamin perempuan, setelah dikontrol oleh variabel lainnya. Dengan demikian, masyarakat di wilayah perkotan, khususnya perempuan, dihimbau untuk lebih meningkatkan kesadaran terkait obesitas sentral . Masyarakat dihimbau untuk dapat mengurangi konsumsi makanan berisiko, melakukan olahraga secara teratur, menghindari stres, dan menghindari perilaku merokok dan konsumsi alkohol. Instansi kesehatan diharapkan dapat membantu masyarakat dengan memberikan edukasi gizi dan promosi keseatan terkait obesitas sentral.
Read More
[s.l.] : [s.n.] : s.a.]
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive