Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 35560 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Edric Sugito; Pembimbing: Fatma Lestari; Penguji: Doni Hikmat Ramdhan, Hendra, Bagus Tjahjono
T-5208
Depok : FKM UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Saswita Kemala Dewi; Pembimbing: Fatma Lestari; Penguji: Robiana Modjo, Baiduri Widanarko, Surahman Hakim, Julianto Witjaksono
Abstrak: Latar Belakang: Negara Indonesia secara keseluruhan berada pada posisi rawan terjadinya bencana. Pada saat bencana semua fasilitas kesehatan berada pada garis depan penanganan korban kegawatdaruratan. Berdasarkan data yang dirangkum dari BNPB dari tahun 2009 s/d 2018 ditemukan jumlah angka kerusakan yang cukup siginifikan pada fasilitas kesehatan akibat bencana. Penelitian ini bertujuan untuk melihat kesiapsiagaan rumah sakit dalam menghadapi bencana.

Metode: Metode penelitian ini menggunakan Hospital Safety Index yang dikeluarkan oleh WHO dan PAHO adalah alat penilaian kesiapsiagaan rumah sakit. Lokasi penelitian di Rumah sakit X berada di Provinsi DKI Jakarta merupakan rumah sakit Tipe A dengan pelayanan terlengkap, selain sebagai tempat rujukan nasional juga sebagai rumah sakit pendidikan. Berdasarkan data dari BNPB, Provinsi DKI Jakarta termasuk daerah yang berisiko terkena bencana tingkat sedang.

Hasil : Berdasarkan 3 (tiga) kriteria penilaian Hospital Safety Index pada penelitian ini didapatkan hasil : nilai kesiapsiagaan struktural sebesar 0,86, nilai kesiapsiagaan non struktural sebesar 0,96, serta nilai kesiapsiagaan manajemen kegawat daruratan dan bencana sebesar 0,73.

Kesimpulan: Secara keseluruhan nilai kesiapsiagaan pada rumah sakit X sebesar 0,86, termasuk pada Tipe A yang berarti tingkat kesiapsiagaan rumah sakit X sudah siap dalam keadaan darurat dan bencana. Namun pada kesiapsiagaan manajemen kegawat daruratan dan bencana masih perlu perbaikan dan penyempurnaan
Read More
T-5708
Depok : FKM UI, 2019
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
RD Ruli Dananjaya; Pembimbing: Hendra; Penguji: L. Meily Kurniawidjaja, Puji Supriyono
S-6671
Depok : FKM-UI, 2011
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Hazura Rindu Tuffahatti; Pembimbing: Robiana Modjo; Penguji: Baiduri Widanarko, Meilisa Rahmadani
Abstrak:

Kelelahan kerja adalah kondisi yang ditandai dengan perasaan yang menurun dalam kecepatan bekerja, gangguan sistemik saraf pusat akibat aktivitas yang panjang. Kelelahan kerja jika dialami secara terus menerus, maka akan menurunkan kinerja maupun produktivitas kerja. Banyak faktor yang dapat mengakibatkan kelelahan, maka dari itu penelitian ini dilakukan untuk menganalisis faktor risiko kelelahan (faktor risiko individu dan faktor pekerjaan) pada Perawat di Rumah Sakit X tahun 2023. Penelitian ini dilakukan menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain tudi cross-sectional. Data dikumpulkan menggunakan data sekunder yang ada di Rumah Sakit X. Sampel dalam penelitian ini dibutuhkan sekitar 60 responden Perawat yang terbagi dalam beberapa unit di Rumah Sakit X. Hasil analisis menunjukkan sebanyak 4 responden (6,7%) mengalami kelelahan ringan, 48 responden (80,0%) mengalami kelelahan sedang, dan 8 responden mengalami kelelahan tinggi (13,3%). Faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian kelelahan kerja di Rumah Sakit X adalah Beban Kerja dengan p-value = 0,018 dan Jabatan Perawat dengan p-value = 0,040.

Kata kunci: Faktor Risiko, Perawat, Kelelahan


Work fatigue is a condition characterized by feelings of decreased work speed, central nervous system disorders due to long periods of activity. If work fatigue is experienced continuouslym it woll reduce work performance and productivity. Many factors can cause fatigue, therefore this study was conducted to analyze the risk factors for fatigue individual risk factors and work, in Nurses at the Hospital X  in 2023. Research was conducted using a quantitative approach with a cross-sectional study design. Data was collected using secondary data at the Hospital X. This research collected 60 respondents divided into several units at Hospital X. The results of the analysis showed that 4 respondents (6.7%) experienced mild fatigue, 48 respondents (80.0%) experienced moderate fatigue, and 8 respondents experienced high fatigue (13.3%). The risk factor that is closely related to the occurrence of work fatigue at the Hospital X is Workload with p-value = 0.018 and Nursing Position with p-value = 0.040.  

Keywords: Risk Factor, Nurse, Fatigue

Read More
S-11803
Depok : FKM UI, 2025
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Gina Relimba; Pembimbing: Indri Hapsari Susilowati; Penguji: Robiana Modjo, Ibnu Uzail Yamani
Abstrak:
Rumah sakit merupakan tempat kerja yang berisiko tinggi terhadap terjadinya kecelakaan kerja dibandingkan industri lainnya. Perawat IGD harus selalu siap sedia 24 jam untuk menangani kasus kegawatdaruratan yang dialami oleh berbagai pasien yang datang ke rumah sakit sehingga dengan tanggung jawab tersebut, sangat rentan bagi perawat IGD untuk mengalami kelelahan kerja. Penelitian ini membahas faktor terkait kelelahan kerja pada perawat IGD Rumah Sakit X Tahun 2024. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain studi cross-sectional yang telah dilakukan pada bulan Juli-Agustus pada seluruh perawat IGD Rumah Sakit X yaitu sebanyak 35 responden. Pengukuran kelelahan kerja perawat menggunakan pengukuran secara subjektif dengan kuesioner Subjective Self Rating Test yang dikembangkan oleh Industrial Fatigue Research Committee (IFRC) Jepang yang telah diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perawat IGD Rumah Sakit X lebih banyak mengalami kelelahan kerja ringan (71,4%) dan faktor yang berhubungan dengan kelelahan kerja yaitu kebisingan (P-Value=0,027). Berdasarkan hal tersebut, perlu dilakukan berbagai upaya pengendalian terhadap pajanan bising bagi perawat IGD di Rumah Sakit X dan juga perlu adanya prosedur fatigue management untuk mencegah dan mengendalikan tingkat kelelahan kerja pada perawat IGD Rumah Sakit X.

Hospitals are workplaces that have a higher risk of work accidents compared to other industries. ER nurses must always be ready 24 hours to handle emergency cases experienced by various patients who come to the hospital so that with this responsibility, ER nurses are very vulnerable to experiencing work fatigue. This research discusses factors related to work fatigue in ER nurses at Hospital. Measurement of nurses' work fatigue uses subjective measurements with the Subjective Self Rating Test questionnaire developed by the Japanese Industrial Fatigue Research Committee (IFRC) which has been translated into Indonesian. The results of the study showed that ER nurses at Hospital X experienced more mild work fatigue (71,4%) and the factor related to work fatigue was noise (P-Value=0,027). Based on this, it is necessary to carry out various efforts to control noise exposure for emergency room nurses.
Read More
S-11801
Depok : FKM UI, 2024
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dwy Izati Ramadani; Pembimbing: Hendra; Penguji: Mila Tejamaya, R.R. Winda Kusuma Ningrum
Abstrak: Skripsi ini menilai risiko keselamatan dan kesehatan kerja di Unit Vaksinasi Covid-19 Rumah Sakit X Tahun 2021. Penelitian ini bersifat semi-kuantitatif dengan desain penelitian deskriptif, menggunakan pendekatan observasional. Identifikasi bahaya menggunakan Job Safety Analysis (JSA) dan analisis risiko menggunakan standar semikuantitatif William.T Fine, pengumpulan data dilakukan dengan pendekatan observasi langsung dan wawancara kepada tenaga kesehatan terkait. Penilaian risiko dilakukan dengan menghitung risiko residual dan risiko prediktif sehingga diketahui tingkat risiko pada setiap penilaian tersebut dengan mempertimbangkan pengendalian yang sudah ada selanjutnya diberikan rekomendasi pengendalian. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 59 tugas yang memiliki 146 risiko dari bahaya fisik, kimia, biologi, ergonomi, psikososial, dan keselamatan.
Read More
S-10747
Depok : FKM UI, 2021
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Vilandi Putri Poedjimartojo; Pembimbing: L. Meily Kurniawidjaja; Penguji: Zulkifli Djunaidi, Mas Agung S. Adji
Abstrak: Unit Gawat Darurat pada RS X berfungsi untuk melayani pemeriksaan selama 24 jam yang diklasifikasikan sebagai zona kuning (infeksius) dan merah (berisiko terjadi kebakaran dan ledakan). Pada unit tersebut, tenaga kesehatan terpajan oleh berbagai bahaya. Skripsi ini menilai risiko keselamatan dan kesehatan kerja di Unit Gawat Darurat Rumah Sakit X Tahun 2019. Identifikasi bahaya menggunakan Job Safety Analysis (JSA) dan analisis risiko menggunakan standar semikuantitatif W.T Fine, pengumpulan data dilakukan dengan pendekatan observasi langsung dan wawancara kepada tenaga kesehatan terkait. Penilaian risiko dilakukan dengan menghitung risiko residual dan risiko prediktif sehingga diketahui tingkat risiko pada setiap penilaian tersebut dengan mempertimbangkan pengendalian yang sudah ada selanjutnya diberikan rekomendasi pengendalian. Hasil telitian mendapatkan 60 tugas kerja memiliki bahaya fisik, kimia, biologi, ergonomi, dan psikososial dengan jumlah risiko sebanyak 175 risiko. Nilai risiko residual kategori very high, priority 1, substantial, priority 3, dan acceptable masing-masing sebanyak 1, 6, 33, 80, dan 55. Hasil juga menunjukkan perlu adanya perhatian lebih pada bahaya ergonomi karena masih didapatkan tingkat risiko very high dan priority 1.
Read More
S-10104
Depok : FKM UI, 2019
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nina Hernawati; Pembimbing: Mila Tejamaya; Penguji: Syahrul Meizar Nasri, L. Meily Kurniawidjaja, Adenan, Mohamad Ihsan Ramdani
Abstrak: Fokus penelitian ini adalah seluruh teknisi forensik dan teknisi PA di RS X Cianjurdan seluruh teknisi forensik di Rumah Duka Y Bandung yang mempunyai jenispekerjaan yang berhubungan dengan penggunaan formaldehida. Tujuan daripenelitian ini adalah untuk mengevaluasi seberapa besar pajanan formaldehida diruangan dan personal serta efek iritatif yang mereka rasakan. Setelah mengetahuihasilnya dapat memotivasi pekerja dan rumah sakit/perusahaan dalam upayapencegahan terjadinya dampak kesehatan yang merugikan akibat pajananformaldehida. Desain penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional. Datadikumpulkan dengan cara pengisian kuesioner, wawancara, observasi danpengukuran. Peneliti berharap manajemen RS Cianjur dan Rumah Dukamelaksanakan program K3, khususnya dalam upaya pengendalian terjadinya pajananbahan kimia dan efeknya bagi pekerja.Kata kunci :Evaluasi, Formaldehida, Pajanan,
The focus of this study is all Forensic Technicians and Pathology AnatomyTechnicians in Cianjur Hospital and all Forensic Technicians in Funeral HomeBandung who has a type of works related to the use of formaldehyde. The purposeof this study was to evaluate how the exposure to formaldehyde in the room andthe personal and irritating effects that they feel. After knowing the results couldspur workers and hospital or company in order to prevent the occurrence ofadverse health effects due to exposure to formaldehyde. The study design wascross sectional approach. Data were collected through questionnaires, interviews,observation and measurement. Researchers hope the hospital management Cianjurand Funeral Home implementing OHS programe, particularly in controlling theoccurrence of chemical exposure and its effects on workers.Key words :Evaluation; Exposure; Formaldehyde; Irritative
Read More
T-4765
Depok : FKM-UI, 2016
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Mindalena; Pembimbing: Mila Tejamaya; Penguji: Fatma Lestari, Hendra, Inne Nutfiliana, Harumiti Ramli
Abstrak: Penelitian dilakukan berdasarkan semakin meningkatnya jumlah pekerjainformal yang bekerja di sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM),akan tetapi minimnya kegiatan penilaian risiko keselamatan dan kesehatan kerjayang dilakukan di sektor tersebut padahal pekerja infomal jarang yangdiikutsertakan progam asuransi kesehatan/kecelakaan kerja.Penelitian bertujuan untuk mengetahui tingkat risiko keselamatan dankesehatan kerja pada proses produksi pembuatan alas kaki di UMKM X, UMKMY, UMKM Z dan menentukan risiko tertingginya serta memberikan rekomendasitindakan pengendalian terhadap risiko yang teridentifikasi.Metode yang digunakan dalam penelitian ialah semi kuantitatif dandeskriptif berdasarkan standar AS/NZS 4360:2004 dengan menggunakan metodeJob Safety Analysis untuk mengidentifikasi bahaya dan risiko dan metode Fineuntuk mengukur tingkat risiko dengan mengalikan antara kemungkinan, paparandan konsekuensi dari setiap risiko yang ada. Studi deskriptif dilakukan untukmenjelaskan tindakan pengendalian yang sudah dilakukan oleh masing-masingUMKM. Pengambilan sampel penelitian dilakukan berdasarkan metode PurposiveSampling, yakni semua pekerja yang berada di proses produksi pembuatan alaskaki di UMKM X, UMKM Y, UMKM Z.Hasil penelitian didapatkan bahwa pada tahap proses produksi di UMKMX, UMKM Y, UMKM Z terdapat risiko yang termasuk ke dalam semua kategorimetode Fine, yaitu: Very High, Priority 1, Substansial, Priority 3, Acceptable.Risiko tertinggi (Very High) didapatkan dari penggunaan bahan kimia dan kabellistik yang tidak sesuai standar.
Kata kunci: UMKM, JSA, Metode Fine, kemungkinan, paparan, konsekuensi,risiko, AS/NZS 4360:2004
Research carried out because the increment number of informal workerswho work in the sector of Micro, Small and Medium Enterprises (SMEs), butthere is lack of activity for health and safety risk assessment done in that sectorand workers rarely covered by health or accident insurance program.The research aims to determine the level of occupational safety and health risks inthe production process of making footwear in SMEs X, SMEs Y, SMEs Z anddetermine the highest risk and provide recommendations control measures againstthe identified risks.The method used in this research is semi-quantitative and descriptive basedon the standard AS/NZS 4360:2004 using the Job Safety Analysis method toidentify hazards and risks and Fine method for measuring the level of risk bymultiplying the probability, exposure and consequences of any risks. Descriptivestudy was conducted to elucidate the control measures already carried out by eachSME. Sample was conducted by purposive sampling method, ie all workers whoare in the process of production of the footwear in SMEs X, Y SMEs, SMEs Z.The results showed that at this stage of the production process in SMEs X, YSMEs, SME Z risks are included in all categories at Fine methods, namely: VeryHigh, Priority 1, Substantial, Priority 3, Acceptable. The highest risk (Very High)obtained from the use of chemicals and electric cables that do not meet standards.
Keywords: SMEs, JSA, Fine Method, probability, exposure, consequences, risk,AS/NZS 4360:2004.
Read More
T-4631
Depok : FKM UI, 2016
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Pius Daviv Sugiarto; Pembimbing: Chandra Satrya; Penguji: Mila Tejamaya, Neneng Churaeroh
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran hazard dan analisis risiko pada aktivitas maintenance wahana X. Penelitian ini besifat deskriptif dengan desain semikuantitatif dan menggunakan tahapan manajemen risiko AS//NZS: 4360. Tahapan kerja aktivitas maintenace didapatkan dari SOP dan wawancara mendalam. Analisis tingkat risiko menggunakan kriteria exposure, likelihood, consequence, dan risk level W.T. Fine. Aktivitas maintenance yang di analisis adalah harian dan mingguan (greasing). Hasil penelitian menunjukkan bahwa hazard terbanyak yang dihadapi oleh pekerja pada maintenance harian adalah hazard fisik (ketinggian dan listrik) dengan tingkat risiko tertinggi pada tahapan memeriksa neple dan oli hidraulik tentakel. Sementara untuk aktivitas greasing, hazard yang paling banyak adalah fisik (ketinggian) dengan tingkat risiko tertinggi pada tahapan kerja menuju lokasi penggantian grease. Adapun pengendalian yang telah dilakukan oleh perusahaan antara lain dengan pembagian shift kerja dan menyediakan kendaraan berupa golf car serta APD berupa; gloves, safety shoes, body harness, helm, dan googles.
Kata kunci: Analisis risiko, maintenance, wahana, T. Fine

This study aims to determine the hazards and risks analysis that exist in the maintenance activities of the ride X. This research was conducted with semi-quantitative design and using AS/NZS: 4360. Work process obtained from SOPs and in-depth interviews. The criteria of level analysis; exposure, possibilities, consequences, and risk level by W.T. Fine. The maintenance activities analyzed are daily and weekly (greasing). The results elucidate that most hazards incurred by workers for daily maintenance were physical hazards (altitude and electrical) at work process of inspection of the neple and tentacle hydraulic oil. Meanwhile, as for greasing activity, physical (altitude) is the most dangerous hazard at the work process to the location of grease replacement. In addition, controls that have been done by the company, among others, by dividing the work shift and providing the vehicle such as golf car and PPE in the form of; gloves, safety shoes, body harness, helmets, and googles.
Key words: Risk analysis, maintenance, ride, T. Fine
Read More
S-9775
Depok : FKM UI, 2018
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive