Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 31535 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Meriana Sinaga; Pembimbing: Budi Hidayat; Penguji: Sutanto Priyo Hastanto, WaChyu Sulistiadi, Andi Afdal Abdullah, Taufik Hidayat
T-5257
Depok : FKM-UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Agusti Medika Putri; Pembimbing: Wiku Bakti Bawono Adisasmito; Penguji: Adang Bachtiar, Anna Kurniati, Agus Hadian Rahim
Abstrak:
Dokter spesialis dibutuhkan dalam penguatan layanan kesehatan spesialistik di Indonesia terutama penanganan penyakit dengan tingkat morbiditas dan mortalitas tinggi, namun masih terjadi disparitas di wilayah Indonesia. Upaya mengatasi isu tersebut, perubahan kebijakan program adaptasi dokter spesialis warga negara Indonesia lulusan luar negeri yang semula berbasis institusi pendidikan menjadi fasilitas pelayanan kesehatan. Implementasi program ini tentunya menjadi tantangan bagi dokter spesialis warga negara Indonesia lulusan luar negeri, dimana dokter spesialis tersebut harus memberikan layanan spesialistik kepada masyarakat sekaligus beradaptasi terhadap sistem layanan kesehatan di rumah sakit. Penelitian bertujuan melakukan analisis pelaksanaan adaptasi dokter spesialis warga negara Indonesia lulusan luar negeri di rumah sakit sebagai bentuk evaluasi terhadap implementasi program adaptasi di rumah sakit. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain deskriptif serta kualitatif. Penelitian kuantitatif melalui pengisian kuesioner di 14 rumah sakit lokasi penempatan sesuai kriteria inklusi dengan responden dokter spesialis warga negara Indonesia lulusan luar negeri, pendamping, manajemen rumah sakit serta perawat. Penelitian kualitatif dilaksanakan di salah satu rumah sakit lokasi penempatan sesuai kriteria inklusi. Hasil penelitian menyarankan pengalaman dokter spesialis warga negara Indonesia lulusan luar negeri bekerja di rumah sakit Indonesia dapat mendukung pelaksanaan adaptasi berjalan dengan baik; perlu format pelaporan yang seragam bagi pendamping bagi dokter spesialis; Ketersediaan obat dan alat kesehatan di rumah sakit penempatan adaptasi serta penyediaan fasilitas tempat tinggal yang belum memadai menjadi hambatan dalam pelaksanaan adaptasi. 

Specialist doctors are needed to strengthen specialist health services in Indonesia, especially in the treatment of diseases with high morbidity and mortality rates, but there are still disparities in Indonesia. Efforts to overcome this problem include changing the program’s policy for Indonesian foreign-trained specialist doctors, originally based on educational institutions, to health service facilities. Implementing this program is certainly a challenge for Indonesian foreign-trained specialist doctors, where these specialist doctors must provide specialist services to the community while adapting to the health service system in hospitals. The study aims to analyze the implementation of the adaptation of Indonesian foreign-trained specialist doctors in hospitals as a form of evaluation of the implementation of the adaptation program. The study used a quantitative method with a descriptive and qualitative design. Quantitative research through filling out questionnaires at 14 hospitals where placements were carried out according to the inclusion criteria with respondents who were Indonesian foreign-trained specialist doctors, assistants, hospital management, and nurses. Qualitative research was carried out at one of the hospitals where placements were carried out according to the inclusion criteria. The results of the study suggest that the experience of specialist doctors who are Indonesian citizens who graduated abroad who work in Indonesian hospitals can support the implementation of adaptation to run well; the need for a uniform reporting format for assistants for specialist doctors; The availability of medicines and medical devices at home, the placement of health facilities, and the provision of inadequate housing facilities are obstacles in implementing adaptation.
Read More
T-7167
Depok : FKM UI, 2025
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dyah Hardiarini; Pembimbing: Wachyu Sulistiadi; Penguji: Atik Nurwahyuni, Nurrahmiati, Ida Farida
Abstrak:

Produktivitas dokter gigi sangat krusial dalam pemberian layanan kesehatan gigi kepada pasien. Dokter gigi juga harus menjalankan peran lain di pusksemas. Dokter gigi harus dapat menjawab tantangan ini dengan tetap mempertahankan produktivitasnya. Penelitian ini mengukur produktivitas dokter gigi di kecamatan Palmerah, Jakarta Barat. Rasio produktivitas dihitung dengan determinan dari dua faktor individu (jenis kelamin, umur, masa kerja, pelatihan, kehadiran dan status pegawai) dan organisasi (Jumlah Kunjungan pasien, Jumlah dental unit, tunjangan kinerja dan kepesertaan JKN). Menggunakan metode observasional analitik dengan desain cross sectional. Pengukuran produktivitas menggunakan metode Ilyas, dengan penghitungan jumlah kunjungan pasien dibagi dengan hari kerja dokter gigi di tahun 2023. Jumlah kunjungan pasien dan kepesertaan menjadi faktor tingginya produktivitas dokter gigi sedangkan faktor umur, jenis kelamin, masa kerja, pelatihan, jumlah dental unit dan tunjangan kinerja tidak ditemukan korelasi yang signifikan. Untuk produktivitas tertinggi di angka 13,25 dan terendah di angka 0,61, dengan rerata nilai 6,68. Produktivitas dokter gigi PNS sebesar 3,81 kurang dari setengah rasio Non PNS yang mencapai 8,48. Gap produktivitas ini merupakan konsekuensi rangkap jabatan fungsional dokter gigi PNS dan tugas strukturalnya. Untuk menjalankan dua fungsi ini secara seimbang, disarankan untuk membuat standar minimal jumlah pasien gigi harian dan pengukuran produktivitas dokter gigi secara periodik.


The productivity of dentists is crucial in providing dental health services to patients. Dentists also have other roles to play in community health centers. Dentists must be able to respond to these challenges while maintaining their productivity. This study measures the productivity of dentists in the Palmerah district, West Jakarta. Productivity ratios are calculated based on determinants from two individual factors (gender, age, length of service, training, attendance, and employment status) and organizational factors (number of patient visits, number of dental units, performance benefits, and participation in national health insurance). The study uses an analytical observational method with a cross-sectional design. The measurement of productivity uses the Ilyas method, by calculating the number of patient visits divided by the number of working days of the dentist in 2023. The number of patient visits and participation are factors contributing to the high productivity of dentists, while factors such as age, gender, length of service, training, the number of dental units, and performance allowances were not found to have a significant correlation. The highest productivity is at 13.25 and the lowest at 0.61 with an average value of 6.68. Civil servant dentist productivity is at 3.81, less then of non-civil servant dentists with 8.48. This gap is a consequence of the multiple functional roles and structural duties especially for civil servant dentists. To balance these two roles, it is recommended to establish minimum standards for daily dental patient numbers and periodically measure dentist productivity.

Read More
T-7155
Depok : FKM UI, 2024
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dhiana Rachmawati; Pembimbing: Anhari Achadi; Penguji: Pujiyanto, Samkani, Eti Rohati
Abstrak:
Pendahuluan: Air Susu Ibu (ASI) adalah cairan yang disekresikan oleh kelenjar payudara ibu berupa makanan alamiah atau susu terbaik bernutrisi dan berenergi tinggi yang diproduksi sejak masa kehamilan ibu (Wiji, 2013). Secara nasional dari data Kemenkes 2017 cakupan pemberian ASI eksklusif pada bayi berjumlah 61,33% namun masih ada beberapa provinsi yang belum mencapai cakupan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi pemberi ASI eksklusif di Indonesia. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain studi cross sectional. Hasil penelitian dianalisis menggunakan analisis univariat, bivariat, dan multivariat. Hasil: Pada penelitian ini didapatkan hasil analisis bivariat bahwa variabel yang memiliki hubungan dengan pemberian ASI eksklusif yaitu pada variabel status bekerja ibu (p value 0,013), fasilitas kesehatan saat bersalin (p value 0,001), keterpaparan infornasi (p value 0,044), dan IMD (p value 0,000). Kesimpulan: Secara garis besar cakupan pemberian ASI eksklusif pada penelitian ini sudah cukup baik yaitu berjumlah 61,0%. Dari hasil analisis multivariat didapatkan hasil bahwa variabel yang paling memiliki hubungan dengan pemberian ASI eksklussif yaitu pada variabel staus pekerjaan ibu dan IMD.

Breast milk (ASI) is the liquid secreted by the mother's breast glands in the form of natural food or the best nutritious and high-energy milk produced since the mother's pregnancy (Wiji, 2013). Nationally, from the 2017 Ministry of Health data, the coverage of exclusive breastfeeding for babies is 61.33%, but there are still some provinces that have not reached this coverage. This study aims to determine the factors that influence exclusive breastfeeding in Indonesia. This study used a quantitative approach with a cross sectional study design. The results of the study were analyzed using univariate, bivariate, and multivariate analysis. In this study, the results of the bivariate analysis showed that the variables that had a relationship with exclusive breastfeeding were the mother's working status variable (p value 0.013), health facilities during childbirth (p value 0.001), information exposure (p value 0.044), and IMD. (p value 0,000). Broadly speaking, the coverage of exclusive breastfeeding in this study is quite good, amounting to 61.0%. From the results of the multivariate analysis, it was found that the variables that had the most association with exclusive breastfeeding were maternal occupational status and BMI.

Read More
T-5931
Depok : FKM-UI, 2020
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Kustia Anggereni; Pembimbing: Anhari Achadi; Penguji: Jaslis Ilyas, Wahyu Sulistiadi, Dhanasari Vidiawati
Abstrak: Kualitas pelayanan kesehatan di Indonesia masih kurang. 18.5% bangunanPuskesmas rusak sedang hingga berat dan 26.3% puskesmas memiliki kelengkapan alatkurang dari 40%. 40.9% tidak memiliki ruang tunggu, dan 22.3% tidak memiliki airbersih. Penelitian di PKM UI Tahun 2013 menunjukkan hasil 45% puas akan pelayanankesehatan di PKM UI, yaitu 57% puas pada tangible, 52% pada assurance, 43% padareliability, 42% pada empathy, dan 45% pada tangible. Penelitian ini bertujuan untukmengetahui persepsi mahasiswa terhadap pelayanan kesehatan yang ada di layanandokter umum Klinik Satelit UI Tahun 2018. Design penelitian ini adalah kuantitatifdengan responden 160 mahasiswa UI yang baru saja menggunakan pelayanan kesehatandi layanan dokter umum Klinik Satelit UI. Diteruskan dengan penelitian kualitatifdengan metode wawancara mendalam kepada provider.Hasil penelitian menunjukkan 96% mahasiswa memiliki persepsi baik terhadapkualitas pelayanan kesehatan di layanan dokter umum Klinik Satelit UI, yaitu 86.9%pada tangible, 73.8% pada reliability, 77.5% pada responsiveness, 80.7% padaassurance, dan empathy 73.3%. Harapan mahasiswa tertinggi pada reliability, yaitu98.6%. Beberapa hal yang belum memenuhi harapan mahasiswa dan memiliki prioritastinggi adalah prosedur pelayanan, kegiatan administrasi, sikap petugas, dan kecakapanperawat dalam menjalankan tugas. Disarankan untuk mempertegas prosedurpendaftaran terutama bagi mahasiswa yang tidak membawa lengkap syarat pendaftaranawal, membuat sistem registrasi online atau menerima siswa magang, menerapkanbudaya pelayanan 5S, dan terus mengusahakan pembuatan sistem antrian monitor ataumenerapkan proses pemanggilan pasien seperti sistem monitor antrian.
Read More
T-5321
Depok : FKM UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Siti Puji Lestari; Pembimbing: Dumilah Ayuningtyas; Penguji: Mieke Savitri, H. Endang Rahmat
S-5413
Depok : FKM-UI, 2008
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dhiah Resti; Pembimbing: Mardiati Nadjib; Penguji: Pujiyanto, Vetty Yulianty Permanasari; N. Nurlina Supartini; Eti Rohati
T-5271
Depok : FKM UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Marthalia Desy Arisiyanti; Pembimbing: Pujiyanto; Penguji: Besral, Budi Hidayat, Irma Ardiana, Wisnu Trianggono
Abstrak:

ABSTRAK Nama : Marthalia Desy Arisiyanti Program Studi : Ilmu Kesehatan Masyarakat Judul : Determinan Pemilihan Metode Kontrasepsi Pada Wanita Pekerja Informal di Indonesia (Analisis Data Sekunder Susenas 2016) Pembimbing : Dr. Pujiyanto, SKM, M.Kes Kesulitan ekonomi dan tuntutan biaya kehidupan yang semakin tinggi,  telah mendorong sebagian besar kaum wanita untuk ikut berperan dalam meningkatkan pendapatan keluarganya. Peran sektor informal menjadi penting, karena kemampuan sektor informal dalam menyerap tenaga kerja dan tidak menuntut keterampilan yang tinggi. Seperti diketahui para pekerja informal ini terkadang tidak memiliki jaminan kesehatan yang dapat membantu mereka mendapatkan pelayanan kesehatan sehingga bisa berdampak terhadap kesehatan mereka. Kesehatan reproduksi para wanita tersebut sangat penting untuk dijaga dan diperhatikan. Salah satu cara untuk menjaga kesehatan reproduksi para wanita pekerja informal tersebut agar bisa lebih baik dan terjaga adalah dengan penggunaan alat kontrasepsi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis determinan apa saja yang berpengaruh terhadap pemilihan metode kontrasepsi pada wanita pekerja informal di Indonesia tahun 2016. Penelitian ini menggunakan data sekunder Susenas tahun 2016. Analisis data diolah dengan menggunakan pemodelan probit-marginal effect. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor sosial demografi (variabel pendidikan, umur, lokasi tempat tinggal, jumlah anak dan pendapatan per kapita) dan faktor lingkungan/pelayanan kesehatan (kepemilikan jaminan kesehatan dan akses internet) berpengaruh terhadap pemilihan metode kontrasepsi (non MKJP dan MKJP). Untuk karakteristik pengguna menurut pilihan metode kontrasepsi antara lain wanita pekerja informal pengguna kontrasepsi metode non MKJP cenderung memiliki pendidikan setingkat SMP, berumur < 20 tahun, berdomisili diwilayah pedesaan, memiliki jumlah anak 0 sampai dengan 2 orang, berada pada kuintil 3 (Q3) memiliki rata-rata pendapatan per kapita sebesar Rp627.080 dan tidak mempunyai jaminan kesehatan serta tidak rutin mengakses internet. Sedangkan wanita pekerja informal pengguna kontrasepsi metode MKJP cenderung memiliki pendidikan setingkat D1-S3, berumur 40 – 49 tahun, tinggal di daerah perkotaan, memiliki anak lebih dari 2 orang, berada pada kuintil 5 (Q5) memiliki rata-rata pendapatan per kapita sebesar Rp1.801.073 terdaftar sebagai peserta jaminan kesehatan swasta dan rutin mengakses internet. Kata kunci : kontrasepsi, probit, wanita pekerja informal


ABSTRACT Name : Marthalia Desy Arisiyanti Study Program : Public Health Title : Determinants of Contraceptive Methods Selection on Informal Women Worker in Indonesia (Secondary Data Analysis of Susenas 2016) Counsellor : Dr. Pujiyanto, SKM, M.Kes Economic difficulties and the increase of higher cost of living have encouraged most women to play a role in increasing their family income. The role of the informal sector becomes important, because the ability of the informal sector to absorb labor and not demanding high skills. As we all know that informal workers sometimes does not have health insurance that can help them easily access health care so that it can have an impact on their health. It is very important to maintain these women’s reproductive health in the best way. One way to maintain the reproductive health of these informal female workers in order to be better and safer is by the use of contraceptives. This study aims to analyze the determinants of any effect on the selection of contraceptives on informal female workers in Indonesia in 2016. This study uses secondary data Susenas 2016. Data analysis processed by using multinomial logistic regression modeling. The results showed that social demographic factors (education, age, residence, number of children and income per capita) and environmental factors/health services (ownership of health insurance and internet access) influenced the selection of contraceptive type (traditional, non MKJP and MKJP). For the characteristics of the users according to the choice of contraceptive methods, among others female informal workers of contraceptive methods users non MKJP tend to have junior high school education, aged <20 years, domiciled in rural areas, have the number of children 0 to 2 persons, are in quintile 3 (Q3) per capita income of Rp627,080 and doesn’t have health insurance and does not regularly access the internet. Whereas women informal workers using contraceptive methods of MKJP tend to have a D1-S3 level of education, aged 40-49 years, live in urban areas, have children more than 2 persons, are in quintile 5 (Q5) have an average per capita income of Rp1.801.073 registered as a private health insurance participant and regularly access the internet. Keywords : contraceptive, probit, informal female workers

Read More
T-5304
Depok : FKM-UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Novie Irawaty Laura Manurung; Pembimbing: Ede Surya Darmawan; Penguji: Adang Bachtiar, Wiku Bakti Bawono Adisasmito, Galuh Budhi Leksono Adhi, Retno Kusuma Dewi
Abstrak:
Pada tahun 2022, diperkirakan TBC anak 0-14 tahun menyentuh angka tertinggi yaitu 12% dari total kasus global atau sebesar 1,3 juta jiwa setiap tahunnya dan setengahnya merupakan anak dibawah usia 5 tahun. Indonesia berada pada peringkat kedua TBC terbanyak dimana 9,7% diantaranya adalah kasus TBC anak. Tingkat cakupan penemuan kasus TBC anak mencapai 158% namun penegakan TB pada anak yang cenderung sulit masih menjadi tantangan di lapangan, kemungkinan overdiagnosis atau underdiagnosis pada kasus anak masih cukup besar. Faktor sumber daya kesehatan dan faktor akses pelayanan kesehatan menjadi kendala dari penemuan kasus TBC anak secara aktif dan pasif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui determinan faktor yang berhubungan dengan cakupan penemuan kasus tuberkulosis anak di Indonesia. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain potong lintang (cross sectional) dan dengan unit penelitian 514 kabupaten kota di Indonesia. Temuan penelitian ini mengungkapkan bahwa masih terdapat ketimpangan pada tingkat cakupan penemuan kasus TB anak, faktor ketersediaan SDM kesehatan yang terlatih, ratio ketersediaan faskes, realisasi belanja kesehatan per kapita, pelaporan dengan SITB, keterlibatan komunitas, tingkat kemiskinan, dan kewilayahan. Faktor-faktor yang berhubungan dengan cakupan penemuan kasus TBC anak adalah pelaporan fasilitas kesehatan menggunakan SITB, keterlibatan komunitas,tingkat kemiskinan, dan kewilayahan. Variabel yang paling dominan berhubungan dengan tingkat cakupan penemuan kasus TBC anak adalah keterlibatan komunitas masyarakat. Wilayah kabupaten kota yang memiliki keterlibatan komunitas masyarakat berpeluang 4,059 kali (95% CI 2,360-6,983) untuk cakupan penemuan kasus TBC anak tercapai dibandingkan dengan wilayah kabupaten kota yang tidak memiliki keterlibatan komunitas masyarakat setelah variabel lainnya dikontrol. Keterlibatan komunitas masyarakat untuk mendukung program TBC akan meningkatkan penemuan kasus TBC anak secara aktif dengan terselenggaranya kegiatan investigasi kontak dan skrining TB yang semakin kuat di masyarakat

In 2022, it is estimated that tuberculosis (TB) in children 0–14 years old will touch 12% of the total global cases (1.3 million children), meanwhile in Indonesia 9.7% of the total case being childhood TB. The coverage rate of finding childhood TB reaches 158%; however, difficulty diagnosing tuberculosis in children is still a challenge in the field. The possibility of overdiagnosis or underdiagnosis is still quite large. Health resource factors and health service access factors are obstacles to the implementation of active and passive discovery of childhood TB. The purpose of this study is to determine the determinants of factors related to the scope of finding childhood TB in Indonesia. This study used a quantitative approach with a cross-sectional design and with research units from 514 urban districts in Indonesia. The findings of this study reveal that there are still inequalities in the level of coverage of finding childhood TB due to factors such as the availability of trained human resources, the ratio of availability of health facilities, the realisation of health spending, reporting with SITB, community involvement, poverty levels, and territoriality. Factors related to the coverage of finding childhood TB are the reporting of health facilities using SITB, community involvement, poverty rates, and territoriality. The most dominant variable related to the level of coverage for finding child TB cases is community involvement. It was possible to find 4,059 times as many cases of childhood TB (CI 95% 2,360–6,983) in districts with community involvement as in districts without community involvement, even when other factors were taken into account. Community involvement to support TB programmes will increase the discovery of active child TB cases by conducting stronger contact investigations and TB screening activities in the community.
 
Read More
T-6854
Depok : FKM-UI, 2024
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Widyarsih Oktaviana; Pembimbing: Dumilah Ayuningtyas; Penguji ANhari Achadi, Purnawan Junadi, Anwar Fachry, M. Nasri Muadz
T-4546
Depok : FKM-UI, 2016
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive