Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 35747 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Citra Br Aritonang; Pembimbing: Tri Krianto; Penguji: Diah Mulyawati Utari, Zakianis, Rita Ramayulis, Ramadanura
Abstrak: Asupan gula, garam dan lemak melebihi batas yang direkomendasikan beresikomenyebabkan obesitas dan terjadinya penyakit tidak menular seperti diabetes melitus,penyakit jantung, hipertensi, stroke dan kanker. Penyakit tidak menular merupakanpenyebab kematian utama di dunia dan juga di indonesia yang disebabkan salah satunyaoleh perilaku makan yang tidak sehat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahuifaktor dominan asupan gula, garam dan lemak pada siswa-siswi SMA Negeri 3 KotaDepok tahun 2018. Penelitian ini dilakukan pada bulan April-Juni 2018 dengan desaincross sectional dan jumlah sample sebanyak 205 responden. Maka diperoleh hasilanalisis asupan tinggi gula, garam dan lemak sebesar 62,4% dimana asupan gula, garamdan lemak saling berkorelasi. Responden yang obesitas sebesar 4,9% dan kegemukansebesar 14,6%. Sedangkan analisis bivariat ada hubungan yang signifikant antara citratubuh (p value = 0,002, OR = 2,611), emotional eating (p value = 0,001, OR = 3,763),alasan pemilihan makanan (p value = 0,001, OR = 4,646), sikap terhadap perilaku (pvalue = 0,03, OR = 2,011) dan pengaruh keluarga (p value = 0,004, OR = 2,505) denganasupan tinggi gula, garam dan lemak. Pada analisis multivariat maka variabel yangpaling dominan adalah emotioanl eating dengan nilai OR 3,35 yang artinya emotionaleating berpeluang 3,35 kali mengonsumsi asupan tinggi gula, garam dan lemak setelahdi kontrol oleh variabel citra tubuh, alasan pemilihan makanan, sikap terhadap perilakudan pengaruh keluarga. Oleh karena itu perlu mengendalikan emotional eatingresponden dengan promosi kesehatan tentang asupan gula, garam dan lemak padakeluarga dan ketersediaan makanan yang sehat baik dirumah dan kantin sekolahsehingga asupan gula, garam lemak dapat dibatasi dan pentingnya memperhatikankomposisi dan zat gizi yang terkandung dalam makanan yang dikonsumsi.Kata kunci:Asupan gula, garam dan lemak, remaja, perilaku makan, emotional eating.
Intake of sugar, salt and fat exceeds the recommended limits at risk of causingobesity and the occurrence of non-communicable diseases such as diabetes mellitus,heart disease, hypertension, stroke and cancer. Non-communicable diseases are themain cause of death in the world and also in Indonesia caused by one of them byunhealthy eating behavior. The purpose of this study was to determine the dominantfactors of sugar, salt and fat intake in students of senior high school in Depok City. Thisresearch was conducted on April-June 2018 with cross sectional design and 205respondents. Analysis results showed high intake of sugar, salt and fat by 62.4% wherethe intake of sugar, salt and fat are correlated. Obese respondents were 4.9% and obesitywas 14.6%. While bivariate analysis there is significant relation between body image (pvalue = 0,002), emotional eating (p value = 0,001), food selection (p value = 0,001),attitude toward behavior (p value = 0,03) and family influence (p value = 0.004) withhigh intake of sugar, salt and fat. In multivariate analysis, the most dominant variable isemotional eating with OR 3.35, which means emotional eating 3.35 times consuminghigh intake of sugar, salt and fat after control by body image variable, food selectionreason, attitude toward behavior and influence of family. Therefore it is necessary tocontrol the emotional eating of respondents with the promotion of health about theintake of sugar, salt and fat in the family and the availability of healthy foods both athome and school canteen so that sugar intake, fat salt can be limited. The importance ofpaying attention to the composition and the nutrients contained in the food consumed.Keywords: Intake of sugar, salt and fat, adolescents, emotional eating.
Read More
T-5317
Depok : FKM-UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Vevie Herawati; Pembimbing: Adi Sasongko; Penguji: Ella Nurlaela Hadi, Agustin Kusumayati, Ernawati, Nina Sih W
Abstrak: Abstrak

Tesis ini membahas tentang gangguan menstruasi dan faktor-faktor yang berhubungan dengan tindakan yang dilakukan untuk mengatasi gangguan menstruasi pada siswi kelas X dan XI SMA Negeri 5 Kota Bekasi Tahun 2013. Penelitian kuantitatif dengan disain cross sectional, pengumpulan data secara angket dengan menggunakan kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan, faktor yang berhubungan dengan tindakan untuk mengatasi gangguan menstruasi pada siswi kelas X dan XI SMA Negeri 5 Kota Bekasi Tahun 2013 adalah anjuran/dorongan. Responden yang mendapatkan anjuran/dorongan mempunyai peluang hampir 5 kali untuk melakukan tindakan mengatasi gangguan menstruasi dibandingkan yang tidak mendapatkan anjuran atau dorongan.


This thesis discusses menstrual disorders and factors associated to the actions taken to overcome menstrual disorders in X and XI grade schoolgirl at SMAN 5 Bekasi in 2013. Quantitative research with cross sectional design, data collection questionnaire using questionnaires. The results showed that factors associated with actions taken to overcome menstrual disorders in X and XI grade schoolgirl at SMAN 5 Bekasi in 2013 was cues to action (the advice / encouragement). Respondents who received the advice / encouragement have opportunities almost 5 times to take action to overcome menstrual disorders than those who did not receive advice or encouragement.

Read More
T-3904
Depok : FKM-UI, 2013
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rini Kurniawati; Pembimbing: Hadi Pratomo; Penguji: Artha Prabawa, Asri C. Adisasmita, Wara Pertiwi
Abstrak: Kanker serviks merupakan salah satu kanker paling umum terjadi pada wanita. WHOmemperkirakan akan terjadi peningkatan 25% selama 10 tahun kedepan dari jumlah kematian akibat kankerserviks di seluruh dunia hampir 280.000 pada tahun 2015. Pengetahuan remaja tentang infeksi virus HPVsebagai penyebab kanker serviks dan penyakit menular lainnya masih sangat rendah dibawah 1% menurutSDKI-KRR tahun 2012. Tujuan penelitian menilai pengetahuan tentang kanker serviks dan faktor-faktoryang mempengaruhi pada siswi kelas X dan XI di SMA 3 Kecamatan Tebo Tengah Kabupaten TeboProvinsi Jambi tahun 2018. Peneliti menggunakan desain studi crossectional dengan melibatkan 172sampel, data dikumpulkan melalui quesioner yang diisi sendiri oleh responden. Hasil penelitianmenunjukkan proporsi pengetahuan remaja tentang kanker serviks adalah 39,5%. Hasil uji bivariatmenunjukkan ada hubungan antara keterpaparan media komunikasi (p=0,002), pendidikan ibu (p=0,049)dan sumber informasi dari guru (p=0,023) dengan pengetahuan tentang kanker serviks. Hasil multivariatmenunjukkan bahwa adanya hubungan keterpaparan media komunikasi dengan pengetahuan tentangkanker serviks (p=0,005) dengan nilai OR 2,750 dan sumber informasi dari guru (p=0,039) dengan nilaiOR 2,200 setelah dikontrol variabel pendidikan ayah, pendidikan ibu, umur dan sumber informasi daritenaga kesehatan. Berdasarkan hal tersebut perlu ditingkatkan komunikasi guru dan murid serta upayapromosi melalui media lebih menarik dan informatif.Kata kunci: Pengetahuan, Kanker serviks, Remaja.
Cervical cancer is one of the most common cancers in women. WHO estimates there will be a 25% increaseover the next 10 years from the number of deaths from cervical cancer worldwide nearly 280,000 by 2015.Adolescent knowledge of HPV viral infection as a cause of cervical cancer and other infectious diseases isstill very low below 1% according to SDKI-KRR 2012. The objective of the study is to assess theknowledge of cervical cancer and the factors that influence the students of class X and XI in SMA 3Kecamatan Tebo Tengah Tebo District Jambi Province in 2018. The researcher uses cross-sectional studydesign involving 172 samples, data collected through questioner filled by respondents. The results showedthe proportion of adolescent knowledge about cervical cancer was 39.5%. The result of bivariate test showsthere is correlation between exposure of communication media (p = 0,002), mother education (p = 0,049)and source of information from teacher (p = 0,023) with knowledge about cervical cancer. The multivariateresult showed that there was a correlation between communication media and knowledge about cervicalcancer (p = 0,005) with OR 2,750 value and teacher information source (p = 0,039) with value of OR 2,200after controlled by education variable of father, mother education, age and source of information of healthworkers. Based on this need to be improved communication of teachers and students as well as promotionalefforts through the media more interesting and informative.Keyword : Knowledge, cervical cancer, Adolescent.
Read More
T-5329
Depok : FKM-UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Hana Zahidah; Pembimbing: Evi Martha; Penguji: Besral, Ujang Lukman
Abstrak:
Perilaku seksual pranikah adalah aktivitas seksual yang dilakukan sebelum adanya ikatan pernikahan sah yang dapat berupa pegangan tangan, pelukan, ciuman, meraba daerah sensitif tubuh, hingga melakukan hubungan seksual. Data dari Survey Demografi Kesehatan Indonesia pada kelompok usia remaja 15-19 tahun menunjukkan kenaikan dalam persentase melakukan hubungan seksual pertama kali dari tahun 2012 hingga 2017. Tingginya kasus penyimpangan seksual pada remaja membuat hal tersebut menjadi isu strategis yang diangkat Kota Depok dan banyaknya kasus pernikahan dini serta temuan perilaku seks pranikah yang kurang baik pada remaja SMA di Kecamatan Sukmajaya membuat wilayah ini rentan terhadap perilaku seksual pranikah remaja. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui determinan niat pencegahan perilaku seksual pranikah pada siswa-siswi di SMA “X” dan SMA “Y” Kecamatan Sukmajaya Kota Depok tahun 2023 berdasarkan theory of planned behavior. Penelitian ini berupa penelitian kuantitatif dengan studi analitik observasional dan menggunakan rancangan cross sectional. Pengambilan sampel dalam penelitian ini dilakukan dengan teknik probability sampling dan metode simple random sampling untuk menentukan sampel dari populasi kelas XI di SMA “X” dan SMA “Y” tahun ajaran 2022/2023. Sampel di SMA “X” berjumlah 204 responden dan di SMA “Y” berjumlah 34 responden. Analisis data yang digunakan adalah uji chi square untuk mengetahui hubungan antara variabel kategorik. Hasil penelitian menemukan bahwa siswa/i di SMA “X” memiliki niat kuat untuk mencegah perilaku seksual pranikah sebesar 85.5% dan siswa/i di SMA “Y” sebesar 91.2%. Sikap, pengaruh orang tua, dan pengaruh teman sebaya memiliki hubungan dengan niat pencegahan perilaku seksual pranikah di SMA “X”. Artinya, siswa dengan sikap baik, pengaruh orang tua positif, dan pengaruh teman sebaya positif akan memiliki niat kuat untuk mencegah perilaku seksual pranikah. Sedangkan di SMA “Y” pengaruh teman sebaya memiliki hubungan dengan niat pencegahan perilaku seksual pranikah. Artinya, siswa dengan pengaruh teman sebaya positif akan memiliki niat kuat untuk mencegah perilaku seksual pranikah. Oleh karena itu diperlukan kerjasama antara pihak sekolah, Bidang Pembinaan SMA Dinas Pendidikan, dan puskesmas untuk memperkuat kegiatan tentang kesehatan reproduksi remaja yang melibatkan peran orang tua dan siswa secara aktif dalam mencegah perilaku seksual pranikah.

Premarital sexual behavior is sexual activity carried out without legal marriage bond which can take the form of holding hands, hugging, kissing, touching sensitive areas of the body, to having sexual intercourse. Data from the Indonesian Demographic Health Survey in 15-19 year age group of adolescents shows an increase in the percentage of having sexual intercourse for the first time from 2012 to 2017. The high cases of sexual deviation among adolescents has made this a strategic issue raised by Depok City and the high number of cases of early marriage as well as findings of poor premarital sexual behavior among high school adolescents in Sukmajaya District, making this district vulnerable to adolescent premarital sexual behavior. The purpose of this study was to determine the determinants of intention to prevent premarital sexual behavior in students at SMA "X" and SMA "Y" Sukmajaya District, Depok City in 2023 based on the theory of planned behavior. This research is a quantitative research with observational analytic study and uses a cross sectional design. Sampling in this study was carried out using probability sampling techniques and simple random sampling methods to determine samples from the class XI population at SMA “X” and SMA “Y” for the 2022/2023 school year. The sample in SMA "X" is 204 respondents and in SMA "Y" is 34 respondents. The data analysis used chi square test to determine the relationship between categorical variables. The results of the study found that students in SMA "X" had a strong intention to prevent premarital sexual behavior by 85.5% and students in SMA "Y" by 91.2%. Attitude, parental influence, and peer influence was associated with intention to prevent premarital sexual behavior in SMA "X", meaning that students with good attitudes, positive parental influence, and positive peer influence will have a strong intention to prevent premarital sexual behavior. Whereas in SMA "Y" peer influence was associated with the intention to prevent premarital sexual behavior, meaning that students with positive peer influence will have a strong intention to prevent premarital sexual behavior. Therefore, cooperation between school, High School Development Division of the Education Office, and puskesmas is needed to strengthen activities on adolescent reproductive health which involve the active role of parents and students in preventing premarital sexual behavior.
Read More
S-11346
Depok : FKM-UI, 2023
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Atidira Dwi Hanani; Pembimbing: Ella Nurlaella Hadi; Penguji: Caroline Endah Wuryaningsih, Triyanti; Heni Rudiyanti, Enny Ekasari
Abstrak: Aktivitas fisik memiliki banyak manfaat bagi kesehatan, termasuk pencegahan berbagaipenyakit. Namun, masih banyak pelajar di Indonesia tidak melakukan aktivitas fisiksecara rutin. Hasil Riskesdas 2013 menunjukkan 33,4% remaja usia 15-19 tahun di JawaBarat kurang aktif dalam melakukan aktivitas fisik, dan Kota Depok merupakan kotadengan proporsi penduduk kurang aktif tertinggi di Provinsi Jawa Barat (40,5%).Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui determinan aktivitas fisik pada siswa SMANegeri di Kota Depok Jawa Barat tahun 2018. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional, data dikumpulkan melalui pengisian kuesioner secara mandiri oleh 358 siswayang dipilih secara acak dari lima SMA Negeri di Depok, dan dianalisis menggunakanuji chi-square dan regresi logistik ganda. Hasil penelitian menunjukkan 54,2% siswaaktif dalam aktivitas fisik. Penelitian ini membuktikan pengetahuan (p=0,002OR=2,379, 95% CI 1,383-4,091), sikap (p=0,005 OR=1,888, 95% CI 1,209-2,949), danfasilitas (p=0,036 OR=1,673, 95% CI 1,035-2,704) berhubungan dengan aktivitas fisiksiswa, sedangkan dukungan keluarga sebagai variabel konfonding. Pengetahuanmerupakan faktor dominan yang berhubungan dengan aktivitas fisik, siswa yangmemiliki pengetahuan tinggi berpeluang 2 kali untuk aktif secara fisik dibandingkandengan siswa yang berpengetahuan rendah setelah dikontrol oleh sikap, fasilitas, dandukungan keluarga. Untuk itu, penyampaian informasi kesehatan mengenai aktivitasfisik, sosialisasi gerakan masyarakat hidup sehat di masyarakat, dan anjuran untukberaktivitas fisik di sekolah perlu dilakukan sebagai upaya untuk mendorong siswamenjadi lebih aktif.Kata kunci : aktivitas fisik, siswa, SMA
Physical activity has many health benefits, including the prevention of various diseases.However, many students in Indonesia were not physically active. The result of BasicHealth Research 2013 showed that 33.4% of adolescents aged 15-19 years in West Javawere not active in physical activity, and Depok was the city with the highest proportionof the least active population in West Java which was 40.5%. This study aimed todetermine the determinants of physical activity on senior high school students in Depok,West Java 2018. This study used cross sectional design, data was collected using self-administered questionnaire on 358 randomly selected students from five senior highschools in Depok, and analyzed using chi-square and multiple logistic regression tests.The result showed 54.2% students were sufficiently active. These findings revealed thatknowledge (p=0,002 OR=2,379, 95% CI 1,383-4,091), attitudes (p=0,005 OR=1,888,95% CI 1,209-2,949), and facilities (p=0,036 OR=1,673, 95% CI 1,035-2,704) relatedto physical activity while family support as confounding. Highly knowledgeablestudents had two-fold chance of being active in physical activity than low-knowledgestudents after being controlled by attitudes, facilities, and family support. Therefore, it isnecessary to deliver health information about physical activity, socialization of healthylifestyle in the community, and the encouragement for physical activity in schools as aneffort to encourage students to be more active.Key words : physical activity, student, senior high school.
Read More
T-5421
Depok : FKM-UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Fajrin Violita; Pembimbing: Ella Nurlaela Hadi, Hadi Pratomo; Penguji: Caroline Endah Wuryaningsih, Linda Siti Rohaeti, Sri Lilestina Nasution
T-5322
Depok : FKM-UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Erika; Pembimbing: Evi Martha; Penguji: Caroline Endah Wuryaningsih, Zakiah
Abstrak:
Anemia merupakan masalah kesehatan yang sering dialami oleh remaja putri. Data Riskesdas menunjukkan peningkatan kasus anemia pada remaja putri dari 26,40% pada 2013, menjadi 32% pada tahun 2018. Meskipun Kementerian Kesehatan telah mengupayakan penurunan angka anemia pada remaja putri dengan pemberian Tablet Tambah Darah (TTD), tetapi Riskesdas 2018 menunjukkan hanya 2,13% remaja putri yang rutin konsumsi TTD. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran mendalam mengenai persepsi remaja putri di SMA X dan SMA Y terhadap perilaku konsumsi TTD melalui pendekatan kualitatif. Pengumpulan data dilakukan pada siswi kelas 10, kepala sekolah, kesiswaan, orang tua siswi, serta penanggung jawab program pemberian TTD di Puskesmas Sukmajaya. Hasil penelitian menunjukkan kepatuhan siswi di SMA X dan SMA Y dalam konsumsi TTD masih rendah. Sebagian besar siswi di SMA X memiliki persepsi kerentanan rendah dan persepsi keseriusan tinggi, sementara di SMA Y sebaliknya. Seluruh siswi merasa TTD bermanfaat untuk menambah zat besi pada tubuh, namun sebagian besar belum pernah merasakan manfaatnya secara langsung. Persepsi hambatan yang dialami siswi cukup bervariasi, tetapi tidak semuanya menghalangi intensi konsumsi TTD. Ditemukan cues to action eksternal seperti dukungan orang tua, guru, dan teman, serta cues to action yang banyak akan cenderung lebih mempengaruhi perilaku konsumsi TTD. Direkomendasikan bagi pihak sekolah untuk mengimplementasikan atau memperkuat kegiatan konsumsi TTD bersama, serta meningkatkan edukasi internal terkait anemia. Puskesmas juga diharapkan dapat mendorong sekolah untuk mengadakan atau memperkuat kegiatan konsumsi TTD serta rutin memantau pelaksanaannya.

Anemia is a common health issue among adolescent girls. Data from Riskesdas shows an increase in anemia cases among adolescent girls from 26.40% in 2013 to 32% in 2018. Despite efforts by the Ministry of Health to reduce anemia rates among adolescent girls through the provision of iron supplement tablets, Riskesdas 2018 indicates that only 2.13% of adolescent girls consistently consume iron supplement tablets. This study aims to provide an in-depth understanding of the perceptions of adolescent girls at SMA X dan SMA Y regarding iron supplement tablets consumption through a qualitative approach. Data collection was conducted with 10th-grade students, school principals, student affairs staff, parents, and the person in charge of the iron supplement tablets program at the Sukmajaya Health Center. The results show that adherence to iron supplement tablets consumption among students at SMA X and SMA Y is still low. Most students at SMA X have a low perceived susceptibility and a high perceived seriousness, while at SMA Y, it is the opposite. All students understand the benefits of iron supplement tablets for increasing iron levels in the body, but most have not experienced these benefits directly. The perceived barriers to iron supplement tablets consumption vary, but not all of them hinder the intention to consume iron supplement tablets . External cues to action, such as support from parents, teachers, and friends, as well as a higher number of cues, tend to have a greater influence on iron supplement tablets consumption. It is recommended that schools implement or strengthen collective iron supplement tablets consumption activities and improve internal education on anemia. Sukmajaya Health Centers are also expected to encourage schools to conduct or reinforce collective iron supplement tablets consumption programs and regularly monitor their implementation.
Read More
S-11584
Depok : FKM-UI, 2024
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nadhisa Zalfa; Pembimbing: Caroline Endah Wuryaningsih; Penguji: Dian Ayubi, Desta Amanda Awalia
Abstrak:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku pencegahan anemia remaja pada siswi SMA Negeri 3 Depok tahun 2023. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode cross-sectional menggunakan data primer yang diselenggarakan di SMA Negeri 3 Depok pada bulan Oktober dan November 2023 dengan sampel berjumlah 110 responden. Variabel dependen dalam penelitian ini adalah perilaku pencegahan anemia dengan variabel independen yaitu pengetahuan, sikap, keterlaksanaan program pencegahan anemia di sekolah, ketersediaan sarana kesehatan sekolah, dan dukungan teman sebaya. Data berupa hasil pengisian kuesioner yang diisi secara langsung oleh responden dan dianlisis dengan uji chi-square. Berdasarkan hasil analisis, didapatkan bahwa sebanyak 69 responden (62,7%) sudah menunjukkan perilaku pencegahan anemia yang baik. Secara statistik, terdapat hubungan yang signifikan antara sikap dengan perilaku pencegahan anemia (p-value = 0,006). Hasil penelitian menyarankan untuk sekolah agar meningkatkan pemantauan terhadap konsumsi TTD oleh siswi, bekerja sama dengan fasilitas kesehatan setempat untuk mengadakan skrining atau deteksi dini anemia yang menyeluruh, serta meningkatkan lagi edukasi melalui anemia dan pencegahannya melalui media informasi dan pelatihan peer education.

The purpose of this study is to explore and confirm the factors related to behaviors in anemia prevention by female students at SMA Negeri 3 Depok in 2023. This is a quantitative study with a cross-sectional method with the usage of primary data, held at SMA Negeri 3 Depok in October and November of 2023 with a sampel size of 110 respondents. The dependent variable is the behaviors in anemia prevention, with knowledge, attitude, implementation of the school’s anemia prevention programs, availability of the school’s health infrastructure and resources, and peer social support as the independent variables. The data includes results from questionnares the respondents answered themselves and analyzed with the chi-square test. Analysis shows that 69 respondents (62,7%) has shown good behaviors in anemia prevention. Statistically, there’s a significant relation between attitude and good behaviors in anemia prevention (p-value = 0,006). Study results suggest that the school escalates their monitoring on the students’ monthly consumption of iron supplements, work together with local health facilities to organize an exhaustive screening for anemia in students, and improve education of anemia and its prevention methods through informative media and peer education training.
Read More
S-11519
Depok : FKM-UI, 2024
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Muhammad Ilhan Khazin; Pembimbing: Dien Anshari; Penguji: Evi Martha, Moh Ilyas
Abstrak:
Tidur merupakan hal yang penting bagi manusia untuk bertahan hidup, bahkan tidur menghabiskan sepertiga dari hidup manusia. Kejadian kurang tidur saat ini menjadi masalah yang umum terjadi di sekolah menengah. Berdasarkan penelitian yang dilakukan di berbagai sekolah menengah atas di Indonesia menunjukkan bahwa siswa yang memiliki kualitas tidur yang buruk lebih banyak dibandingkan dengan siswa yang memiliki kualitas tidur yang baik. Penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi apakah terdapat hubungan antara sikap, dukungan sosial, efikasi diri, niat, dan praktik sleep hygiene dengan kualitas tidur pada remaja di SMA Negeri 21 Kota Bekasi dengan menggunakan desain cross sectional. Sampel yang digunakan pada penelitian ini sebanyak 258 responden yang terdiri dari kelas 10 dan kelas 11. Penelitian yang dilakukan menunjukkan sebagian remaja di SMA Negeri 21 Kota Bekasi memiliki sikap, dukungan sosial, efikasi diri, niat, dan praktik sleep hygiene yang baik tetapi memiliki kualitas tidur yang buruk, hal ini dikarenakan untuk memiliki kualitas tidur yang baik, diperlukan adanya kesadaran dan praktik untuk menerapkan hal-hal yang dapat meningkatkan kualitas tidur. Sebanyak 180 responden (69,8%) memiliki kualitas tidur yang buruk. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan antara efikasi diri dan praktik sleep hygiene dengan kualitas tidur. Sementara pada sikap, dukungan sosial, dan niat tidak menunjukkan adanya hubungan dengan kualitas tidur. Oleh karena itu, diperlukan adanya edukasi maupun program kesehatan untuk meningkatkan kualitas tidur pada remaja

Sleep is essential for humans to survive, even it takes one-third of human life. Sleep deprivation is now a common problem in middle school students. Based on research conducted in various high schools in Indonesia, It shows that more students have poor sleep quality than students who have good sleep quality. This research was conducted to identify a possible relationship between attitudes, social support, self-efficacy, intentions and sleep hygiene practices with sleep quality in adolescents at SMA Negeri 21 Bekasi. This study used a cross-sectional method. The sample used in this study was 258 respondents consisting of grades 10 and grade 11. The research conducted showed that some adolescents at SMA Negeri 21 Kota Bekasi have good attitudes, social support, self-efficacy, intentions, and sleep hygiene practices but have poor sleep quality, this is because to have good sleep quality, awareness and practices both needed to implement things that can improve sleep quality. 180 respondents or 69.8% had poor sleep quality. The results showed that there was a positive association between self-efficacy and sleep hygiene practices and sleep quality, which means that students with good self-efficacy and sleep hygiene practices will have good sleep quality. Meanwhile, attitudes, social support and intentions did not show a relationship with sleep quality. Therefore, education and health programs are needed to improve the quality of sleep in adolescents.
Read More
S-11345
Depok : FKM-UI, 2023
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Monica Utari Mariana; Pembimbing: Dian Ayubi; Penguji: Syahrizal Syarif, Titik Nurhayati
S-7358
Depok : FKM-UI, 2012
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive