Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 41360 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Miranda Adriani; Pembimbing: Dian Ayubi; Penguji: Evi Martha, Hadi Pratomo, Elis Rohmawati
Abstrak: Penyakit gigi dan mulut memiliki hubungan dengan kehamilan dan resiko kelahiranyang merugikan seperti BBLR, preeklamsia dan kelahiran prematur. Pemeriksaan gigidan mulut saat kehamilan memiliki banyak manfaat bagi ibu dan bayinya, namun, angkautilisasi pelayanan kesehatan gigi dan mulut dari penelitian sebelumnya di Indonesiamasih rendah. Kunjungan ibu hamil di KIA Puskesmas Pancoran Mas tahun 2016sebanyak 2648 kunjungan, namun, di tahun yang sama hanya terdapat 24 kunjungan dipelayanan gigi dan mulut. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui faktor-faktor yangberhubungan dengan pemanfaatan pelayanan kesehatan gigi dan mulut oleh ibu hamil diKecamatan Pancoran Mas Kota Depok. Penelitian menggunakan desain potong lintangdengan jumlah sampel sebanyak 162 responden. Penarikan sampel menggunakan teknikrandom sampling yang terdiri dari ibu hamil dan ibu yang memiliki anak berusia sampaidengan satu tahun yang tinggal di wilayah kerja Puskesmas Pancoran Mas Depok.Pengumpulan data dilakukan dengan pengisian kuesioner oleh responden dan atauwawancara dengan responden. Data dianalisis menggunakan regresi logistik ganda.Hasil penelitian menunjukkan bahwa hanya terdapat 25,9% ibu yang melakukanpemanfaatan pelayanan kesehatan gigi dan mulut selama kehamilan. Variabelkepemilikan asuransi kesehatan (p=0,028), perceived need (p=0,009) dan keterpaparaninformasi (p=0,026) memiliki hubungan yang signifikan dengan kunjungan ke doktergigi selama kehamilan. Dibutuhkan adanya kebijakan, inovasi program dan strategipreventif untuk meningkatkan pemanfaatan pelayanan kesehatan gigi dan mulut olehibu hamil serta meningkatkan pengetahuan dan pemahaman ibu mengenai pentingnyamenjaga kesehatan gigi dan mulut saat hamil.
Kata kunci:Kehamilan, utilisasi, pelayanan kesehatan gigi dan mulut
It has been known that dental and oral health problems are correlated with pregnancyand adverse pregnancy outcomes such as low birth weight, pre-eclampsia and pretermbirth. Seeking dental health services when pregnant has many benefits, however,previous studies showed that utilization of dental health service by pregnant womenwere low in Indonesia. In 2016, there were 2648 pregnant women utilized maternal andchild health care in Pancoran Mas Depok Public Health Center, however, only 24pregnant women utilized dental health care. The objective of this study was to identifyfactors related to utilization of dental health services among pregnant women inPancoran Mas District, Depok. This study was conducted using cross sectional designwith a total sample of 162 respondents. Random sampling method was applied forstudy subject selection that consists of pregnant women and mother who has child witha maximum age of one year living in the work area of Pancoran Mas Depok PublicHealth Center. Data collection was done by self-administered questionnaires andinterview. Data was analyzed using multiple logistic regression. The results showed thatonly 25,9% visit dental health care services during pregnancy. Health insuranceownership (p=0.028), perceived need (p=0.009) and exposure to information aboutcorrelation between dental health and pregnancy (p=0.026) have a significantrelationship with dental visits during pregnancy. These findings suggest that policies,innovation programs and prevention strategies are needed to improve dental health careservices by pregnant women and increase the knowledge and awareness of pregnantwomen about the importance of maintaining oral health during pregnancy.
Key words:pregnancy, utilization, dental health care services.
Read More
T-5340
Depok : FKM UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ovy Olivia Dewi; Pembimbing: Anwar Hassan; Penguji: Besral, Ella N. Hadi, Ramadanura, Widya A. Munggaran
Abstrak: Peranan orang tua terutama ibu sangat penting untuk memotivasi dan membawaanaknya berkunjung ke pelayanan kesehatan gigi dan mulut secara rutin agar dapatmendeteksi lebih dini kerusakan atau kelainan pada gigi anak sehingga dapatmencegah kerusakan lebih lanjut pada gigi anak. Penelitian ini bertujuan untukmengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku ibu dalam pemanfaatanpelayanan kesehatan gigi dan mulut di SD/MI Kelurahan Margajaya Kota Bekasi.Penelitian ini menggunakan desain cross sectional, pengumpulan data melaluipengisian kuesioner pada 150 responden ibu siswa di SD/MI kelurahan Margajaya,diambil dengan acak sederhana secara proporsional sesuai dengan jumlah SD dikelurahan Margajaya. Hasil penelitian menunjukkan kebutuhan perawatan gigi danmulut anak merupakan variabel yang signifikan dengan p value < 0.05, dengannilai OR=2.771, ibu yang membutuhkan perawatan pada gigi anaknya berpeluangmemanfaatkan pelayanan kesehatan gigi 2.771 kali lebih tinggi daripada ibu yangtidak membutuhkan perawatan gigi anaknya.
Kata Kunci:Perilaku ibu, Pemanfaatan Pelayanan Kesehatan Gigi, Anak SekolahDasarDaftar Pustaka : 70 ( 1978-2015)
The role of parents, especially the mother is essential to motivate and bring herchild visit to dental and oral health services on a regular basis in order to detectearly damage or abnormalities in the child's teeth so as to prevent further damageto the teeth of children. This study aims to determine the factors associated withmother's behavior in the utilization of dental and oral health services in SD / MIMargajaya Village Bekasi City. This study used cross sectional design, datacollection through questionnaires on 150 respondents mothers of students in SD /MI Margajaya Village, taken with simple random proportionally according to thenumber of elementary schools in Margajaya Village. The results showed dentaland oral care needs of children are significant variables with p value < 0.05, withOR = 2,771, mothers who need dental care in children potentially take advantageof dental health services 2,771 times higher than women who do not need theirchildren dental care.
Keywords: Mother Behavior, Dental Health Care Utilization, Student ElementarySchool.Reference : 70 ( 1978-2015).
Read More
T-4651
Depok : FKM UI, 2016
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Hanifa Hanum; Pembimbing: Vetty Yulianty Permanasari; Penguji: Vetty Yulianty Permanasari, Rien Pramindari
Abstrak:
Jumlah kematian ibu di Kota Depok meningkat dari 26 wanita di tahun 2020 menjadi 35 wanita di tahun 2021. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk menurunkan AKI adalah melalui pemanfaatan pelayanan antenatal. Kementerian Kesehatan telah mengembangkan peraturan baru mengenai standar kunjungan pelayanan antenatal, yaitu K6. Namun, cakupan K1 dan K4 saja masih menunjukkan ketidaksesuaian angka sehingga besar kemungkinan adanya drop out pada cakupan K6 di Kota Depok. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti faktor-faktor yang berhubungan dengan pemanfaatan pelayanan antenatal pada ibu di puskesmas yang berada di wilayah Kecamatan Pancoran Mas Depok. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain studi cross sectional. Besar sampel penelitian adalah 100 responden. Data dikumpulkan pada bulan Mei–Juni menggunakan kuesioner kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat dengan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan faktor yang berhubungan dengan pemanfaatan pelayanan antenatal K6 adalah usia (p=0.022), tingkat pendidikan (p=0.005), pengetahuan (p=0.018), sikap (p=0.031), dukungan suami (p=0.010), dan dukungan tenaga kesehatan (p=0.044). Faktor yang tidak berhubungan dengan pemanfaatan pelayanan antenatal K6 adalah pekerjaan (p=0.759), paritas (p=1.000), jarak kehamilan (p=0.616), aksesibilitas (p=1.000), dan penilaian individu (p=1.000). Puskesmas dapat meningkatkan upaya promotif tentang pentingnya pelayanan ANC melalui sesi konseling, memanfaatkan media sosial, dan meningkatkan pengetahuan suami/keluarga melalui kelas ibu hamil.

The number of maternal deaths in Depok has increased from 26 women in 2020 to 35 women in 2021. ANC utilization is one effort that can be made to reduce MMR. The Ministry of Health has developed a new regulation regarding standard ANC visits, namely K6 coverage. However, the K1 and K4 coverage still shows discrepancies in numbers so there is a high possibility of dropping out of the K6 coverage in Depok. This study aims to examine factors related to the utilization of ANC for mothers at Puskesmas located in Pancoran Mas, Depok. This study used a quantitative method with a cross-sectional study design. The research sample size is 100 respondents. Data were collected in May–June using a questionnaire and analyzed by univariate and bivariate with the chi-square test. The results showed factors related to the utilization of K6 were age (p=0.022), education (p=0.005), knowledge (p=0.018), attitude (p=0.031), husband's support (p=0.010), and health workers’s support (p=0.044). Factors that were not related were occupation (p=0.759), parity (p=1.000), gestation interval (p=0.616), accessibility (p=1.000), and individual assessment (p=1.000). Puskesmas can increase health promotion regarding the importance of ANC through counseling, utilize social media, and increase husband/family knowledge through pregnant women classes.
Read More
S-11313
Depok : FKM-UI, 2023
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nia Kurniatillah; Pembimbing: Zarfiel Tafal; Penguji: Sutanto Priyo Hastono, Kusharisupeni, Nurce Arifiati, Muklasin
T-3592
Depok : FKM-UI, 2014
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Halimah Dwi Putriyanti; Pembimbing: Puput Oktamianti; Penguji: Ascobat Gani, Kurnia Sari, Zakiah, Harimat Hendarwan
Abstrak:
Latar Belakang : Berdasarkan data statistic tahun 2020 kematian ibu di Indonesia sebesar 189 per 100.000 kelahiran hidup, masih belum mencapai angka yang di targetkan oleh SDG’s yaitu 70 per 100.000 kelahiran hidup. Sedangkan kematian bayi di Indonesia mencapai 16,85 per 1.000 kelahiran hidup, dengan 17 bayi yang tidak mencapai usia 1 tahun. Indonesia merupkan negara yang menduduki peringkat ke 3 tertinggi AKI di ASEAN.  Metode: Penelitian ini menggunakan jenis data penelitian kuantitaif, desain penelitian non eksperimental metode pengambilan data cross sectional. Sampel berjumlah 111 ibu yang melahirkan dalam kurun waktu Bulan Januari 2024 sampai dengan Juni 2025, yang diambil menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur dan dianalisis menggunakan uji chi-square untuk mengetahui hubungan antar variabel. Kesimpulan: Faktor individu yaitu terdiri dari Penjaminan Asuransi kesehatan, Faktor Individual level/ Obstetric Characteristic yaitu terdiri dari paritas, dan factor Institutional Level terdiri dari Metode Persalinan, dan penolong persalinan adalah factor-faktor yang berhubungan dengan pemanfaatan pelayanan persalinan bagi ibu bersalin di Puskesmas Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Dasar (PONED) Pancoran Mas tahun 2025.

Background: According to 2020 statistical data, the number of maternal deaths in Indonesia is 189 per 100,000 live births, which is still far from the SDGs target of 70 per 100,000 live births. Meanwhile, infant mortality in Indonesia reached 16.85 per 1,000 live births, with 17 babies not reaching the age of 1 year. Indonesia is the country with the 3rd highest MMR in ASEAN. Method: This study used a non-experimental design with a cross-sectional method. The sample consisted of 111 mothers who gave birth between January 2024 and June 2025, taken using a purposive sampling technique. Data were collected through a structured questionnaire and analyzed using the chi-square test to determine the relationship between variables. Conclusion: Individual factors consisting of health insurance coverage, individual-level/obstetric characteristic factors consisting of parity, and institutional-level factors consisting of delivery methods and delivery assistants are factors related to the utilization of delivery services for mothers giving birth at the Pancoran Mas Basic Emergency Obstetric Neonatal Services (PONED) Health Center in 2025.
Read More
T-7446
Depok : FKM-UI, 2025
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Bety Nurul Afni; Pembimbing: Caroline Endah Wuryaningsih; Penguji: Evi Martha, Indyah Rukmi Wirastuti
Abstrak:
Prevalensi stunting di Indonesia berada pada posisi 115 dari 151 negara di dunia pada tahun 2020. Secara nasional, Indonesia menunjukkan penurunan namun masih diperlukan penurunan untuk mencapai target di tahun 2024. Menurut hasil SSGI tahun 2021 prevalensi stunting di Provinsi Jawa Barat sebesar 24,5%. Berdasarkan Buku Profil Informasi Kesehatan Kabupaten Bogor 2019, prevalensi stunting di Puskesmas Ragajaya sebesar 41,98% lebih tinggi daripada prevalensi Kabupaten Bogor yaitu sebesar 19,08%. Ibu hamil merupakan salah satu kelompok sasaran dalam pencegahan stunting. Pencegahan stunting dapat dilakukan sejak 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) yaitu dari masa kehamilan hingga usia 2 tahun. Stunting dapat terjadi akibat asupan nutrisi ibu hamil kurang. Theory of Planned Behavior (TPB) mencakup strategi untuk meningkatkan kepercayaan ibu terhadap kemampuannya dalam memenuhi kebutuhan nutrisi selama kehamilan. Perilaku pencegahan stunting dapat dipengaruhi berbagai faktor seperti sikap, norma subjektif, dan persepsi kontrol perilaku. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan sikap, norma subjektif, dan persepsi kontrol perilaku dengan perilaku pencegahan stunting pada ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Ragajaya. Desain penelitian ini cross-sectional. Sampel penelitian sebanyak 90 ibu hamil. Pengambilan data dilakukan pada bulan Desember 2022. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 65.5% ibu hamil memiliki perilaku pencegahan stunting yang baik. Hasil analisis bivariat menunjukkan sikap (p=0.004), norma subjektif (p=0.045), dan persepsi kontrol perilaku (p=0.001) berhubungan dengan perilaku ibu hamil dalam mencegah stunting. Saran bagi fasilitas kesehatan diharapkan memberikan pendidikan kesehatan secara rutin sebagai salah satu langkah preventif baik melalui pelayanan konsultasi kesehatan ibu hamil, berbagai platform media sosial, serta kegiatan – kegiatan diskusi terkait dengan kesehatan ibu hamil terutama mengenai gizi ibu hamil dalam pencegahan stunting.

In 2020, the prevalence of stunting in Indonesia will be the 115th highest out of 151 countries in the world. Nationally, Indonesia is showing a decline, but a gradual decrease is still needed to reach the target in 2024. According to the results of SSGI in 2021, the prevalence of stunting in West Java Province is 24.5%. Based on the 2019 Bogor Regency Health Information Profile Book, the prevalence of stunting in the Ragajaya Health Center is 41.98%, which is higher than the Bogor Regency prevalence of 19.08%. Pregnant women are one of the target groups in stunting prevention. Stunting can be prevented from the first 1000 days of life (HPK), or from pregnancy to the age of two. Stunting can occur due to the insufficient nutritional intake of pregnant women. The Theory of Planned Behavior (TPB) includes strategies to increase the mother's confidence in her ability to meet nutritional needs during pregnancy. Stunting prevention behavior can be influenced by various factors, such as attitudes, subjective norms, and perceptions of behavior control. This study aims to determine the relationship between attitudes, subjective norms, and perceptions of behavior control with stunting prevention behavior in pregnant women in the working area of the Ragajaya Health Center. The research design is cross-sectional. The research sample consisted of 90 pregnant women. Data collection was carried out in December 2022. The results showed that 65.5% of pregnant women had good stunting prevention behavior. The results of the bivariate analysis showed that attitude (p = 0.004), subjective norm (p = 0.045), and perceived behavioral control (p = 0.001) were related to pregnant women's behavior in preventing stunting. Suggestions for health facilities are expected to provide routine health education as one of the preventive measures both through pregnant women's health consultation services, various social media platforms, and discussion activities related to the health of pregnant women, especially regarding nutrition for pregnant women in preventing stunting.
Read More
S-11297
Depok : FKM-UI, 2023
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Indah Jamiatun Hasanah; Pembimbing: Ella N. Hadi; Penguji: Tri Krianto, Besral, Sylviana Andinisari, Enny Ekasari
T-5437
Depok : FKM UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Fajrin Violita; Pembimbing: Ella Nurlaela Hadi, Hadi Pratomo; Penguji: Caroline Endah Wuryaningsih, Linda Siti Rohaeti, Sri Lilestina Nasution
T-5322
Depok : FKM-UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Zamzimiyati Rohma; Pembimbing: Dian Ayubi; Penguji: Caroline Endah Wuryaningsih, Yuni Astuti
Abstrak: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku pencegahan COVID-19 pada masyarakat di Kecamatan Ciracas, Kota Jakarta Timur tahun 2021. Penelitian ini menggunakan desain studi cross- sectional dengan pendekatan kuantitatif. Sampel penelitian ini berjumlah 176 sampel yang merupakan masyarakat usia >18 tahun dan berdomisili di Kecamatan Ciracas yang dipilih menggunakan teknik consecutive sampling.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perilaku pencegahan responden terhadap COVID-19 cukup baik yaitu dengan nilai rata-rata sebesar 77,59 dari skala 100. Sebesar 52,8% responden memiliki perilaku pencegahan COVID-19 yang baik dan sebesar 47,2% responden memiliki perilaku pencegahan COVID-19 yang kurang baik.
Read More
S-10686
Depok : FKM UI, 2021
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Firda Azizah Ahmad; Pembimbing: Caroline Endah Wuryaningsih; Penguji: Dien Anshari, Syarah Desvania
Abstrak:
Latar belakang: Pemerintah DKI Jakarta melakukan berbagai upaya untuk mengatasi HIV/AIDS melalui berbagai inisiatif: layanan tes HIV, pengobatan PrEP, dan kondom gratis. LSL di wilayah ini masih menghadapi tantangan dalam mengakses kondom gratis. Perilaku berganti-ganti pasangan melalui aplikasi meningkatkan risiko hubungan seksual tanpa kondom, yang berpotensi menyebabkan penularan HIV/AIDS yang lebih tinggi. Penelitian ini membahas faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku pencegahan HIV/AIDS, khususnya konsistensi penggunaan kondom pada LSL di DKI Jakarta. Metode: Studi cross-sectional melalui kuesioner pada bulan November 2023 melibatkan 208 responden, mengetahui konsistensi penggunaan kondom, pengetahuan tentang HIV, dan persepsi pencegahan HIV/AIDS. Pengetahuan terkait HIV dinilai dengan menggunakan kuesioner HIV-K18 dan teori Health Belief Model. Menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan p-value <0,05 dianggap signifikan. Hasil: Di antara 189 responden yang memenuhi syarat, tingkat seks aman dengan menggunakan adalah 54,5%. Responden yang memiliki persepsi keparahan (p-value 0,035), persepsi manfaat (p-value 0,006), persepsi hambatan (p-value 0,039), dan efikasi diri (p-value 0,015) yang lebih tinggi lebih cenderung menerapkan perilaku seks aman menggunakan kondom. Kesimpulan: Sebagian besar LSL di DKI Jakarta masih berisiko tinggi terinfeksi HIV/AIDS karena tidak menerapkan perilaku seks aman. Pemerintah perlu merancang program edukasi yang lebih spesifik dan relevan dengan konteks LSL, serta memastikan distribusi kondom gratis yang mudah diakses untuk mengatasi masalah ini.

Background: Despite the Jakarta government's efforts to address HIV/AIDS through various initiatives: HIV testing services, availability of PrEP treatment, and distribution of free condoms. MSM in the region still face challenges in accessing free condoms. The common practice of changing partners through applications increases the risk of unprotected sexual encounters, potentially leading to higher HIV/AIDS transmission. This study examined the factors influencing HIV/AIDS prevention behaviour, specifically condom use among MSM in DKI Jakarta. Methods: A cross-sectional survey was conducted in November 2023 with 208 respondents to assess condom use consistency, HIV knowledge, and perceptions of HIV/AIDS prevention. HIV-related knowledge was assessed using the HIV-K18 questionnaire and the Health Belief Model theory. Univariate and bivariate analyses were used and p-value < 0,05 was considered significant. Result: Among the 189 qualified respondents, the rate of safe sex with the use of a condom was 54.5%. Participants with higher scores on perceived susceptibility (p-value 0,035), perceived benefit (p-value 0,006), perceived barrier (p-value 0,039) and self-efficacy (p-value 0,015) were more likely to report adopting safe sex by using condoms. Conclusion: A significant number of MSM in DKI Jakarta remain at high risk of HIV/AIDS infection due to unsafe sex. The government should design more specific and contextualised education programmes for MSM and ensure that free condoms are easily accessible to address this public health concern.
 
Read More
S-11516
Depok : FKM-UI, 2024
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive