Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 42084 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Lu`lu Nafisah; Pembimbing: Pandu Riono, Toha Muhaimin; Penguji: Gina Anindyajati, Sarikasih Harefa
Abstrak: Kepatuhan terapi di Indonesia masih dibawah 80% dan dapat berdampak pada peningkatan kejadian infeksi protozoa usus, perkembangan AIDS yang lebih cepat, resistensi obat, kegagalan terapi, dan penularan virus kepada orang lain. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pendidikan dengan kepatuhan terapi ARV pada ODHA di Klinik Yayasan Angsamerah dan Angsamerah Clinic DKI Jakarta. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan kualitatif meliputi pengisian kuesioner dan interview dengan pasien yang menerima ARV dan tenaga kesehatan. Sampel ditentukan dengan menggunakan purposive sampling dan diperoleh sampel sejumlah 51 orang. Tingkat pendidikan dilihat berdasarkan lama sekolah dan tingkat kepatuhan dinilai dengan metode laporan diri, hitung jumlah sisa obat, dan viral load. Berdasarkan laporan diri 66,66% ODHA memiliki kepatuhan sedang, berdasarkan hitung jumlah sisa obat 78,43% ODHA memiliki sisa obat kurang dari 3 dosis, dan 90,20% ODHA memiliki viral load yang tidak terdeteksi. Sebagian besar ODHA menempuh pendidikan selama >12 tahun (72,55%) dan tingkat pendidikan terakhir tamat sarjana (64,71%). Hasil analisis menunjukkan proporsi kepatuhan yang lebih tinggi sebesar 4,63% pada ODHA yang menempuh pendidikan >12 tahun dibandingkan dengan ODHA yang menempuh pendidikan ≤12 tahun. Pendidikan yang tinggi berperan memfasilitasi kepatuhan ODHA dalam terapi ARV melalui berbagai mekanisme yaitu ODHA akan memiliki pengetahuan yang lebih baik, mampu memahami informasi dan rekomendasi dari dokter, memiliki daya ingat yang lebih baik, memiliki lebih banyak sumber daya ekonomi termasuk pendapatan yang lebih tinggi, pekerjaan yang lebih aman dan lebih menjamin, dan sarana untuk tinggal di lingkungan yang lebih sehat yang mendukung kesehatan. Hambatan dalam terapi ARV diantaranya jadwal yang sibuk, sering berpergian, takut terungkap statusnya, informasi yang salah tentang ARV, dan penawaran obat selain ARV. Media KIE yang akurat, informatif, dan menarik, hubungan yang baik antara dokter dan pasien, dan sistem atau alat pengingat jadwal minum obat diperlukan untuk mempertahankan dan meningkatkan kepatuhan terapi ARV pada ODHA.
Read More
T-5412
Depok : FKM UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dinda Syifa Al Adila; Pembimbing: Milla Herdayati; Penguji: Sutanto Priyo Hastono, Popy Yuniar, Pratono, Toha Muhaimin
Abstrak:
Kepatuhan pengobatan ARV memiliki hubungan untuk menekan virus pada ODHIV. Akan tetapi, angka putus berobat atau Loss To Follow Up (LTFU) masih tinggi. Berdasarkan pencatatan kasus HIV di RSUD Koja, angka LTFU ODHIV dalam pengobatan tergolong besar yakni 22%. Hal ini hampir mendekati data nasional LTFU sebesar 25%. Berbagai faktor berperan besar pada kepatuhan pengobatan ARV. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kepatuhan pengobatan ARV pada ODHIV dewasa di RSUD Koja. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional dengan pada 731 ODHIV dewasa. Diketahui proporsi kepatuhan pengobatan sebesar 59,6% dan ketidakpatuhan sebesar 40,4%. Determinan yang memiliki hubungan signifikan ada pada ODHIV yaitu rute transmisi dengan heteroseksual (OR = 0,322 95% CI: 0,168 – 0,619) dimana kelompok homoseksual menjadi kelompok protektif, tidak adanya infeksi oportunistik (OR = 2,694 95% CI: 1,952 – 3,719), dan paling dominan lama pengobatan < 1 tahun (OR = 4,179, 95% CI:1,448-12,063).

Adherence to ARV therapy is related to suppressing the virus in PLWHIV. However, the rate of dropping out of treatment or Loss To Follow Up (LTFU) is still high. Based on the recording of HIV cases at Koja Regional Hospital, the LTFU rate for PLHIV in therapy is relatively large, namely 22%. This is almost close to the national LTFU data of 25%. Various factors play a major role in ARV therapy adherence. This study aims to determine the factors that influence adherence to ARV therapy in adult PLHIV at Koja District Hospital. This study used a cross sectional design with 731 adult PLWHIV. It is known that the proportion of adherence was 59.6% and non-adherence was 40.4%. Determinants that have a significant relationship are in PLHIV, namely the sexual orientation from heterosexual orientation (OR = 0.322 95% CI: 0.168 – 0.619) where the homosexual group is a protective group, the absence of opportunistic infections (OR = 2.694 95% CI: 1.952 – 3.719), and the most dominant duration of treatment was < 1 year (OR = 4.179, 95% CI: 1.448-12.063).
2024-01-30
Read More
T-6893
Depok : FKM-UI, 2024
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Novia Fatmawati Putri; Pembimbing: Milla Herdayati; Penguji: Evi Martha, Rahmat Aji Pramono
Abstrak:
ABSTRAK Nama : Novia Fatmawati Putri Program Studi : Sarjana Kesehatan Masyarakat Judul : Analisis Pelaksanaan Program ARV Pada Lelaki Seks Lelaki (Studi Kualitatif Di Yayasan X Jakarta Tahun 2023) HIV merupakan permasalahan global yang juga menjadi permasalahan di Indonesia. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menyebutkan bahwa strategi yang dilakukan pemerintah Republik Indonesia dalam penanggulangan HIV/AIDS salah satunya dengan pengobatan ARV. Dalam penanggulangan kasus HIV, populasi kunci khusus nya LSL masih mendominasi dalam kasus HIV/AIDS. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran implementasi keberhasilan program ARV pada LSL di Yayasan X Jakarta. Desain penelitian yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dengan 10 orang informan diantara nya 3 orang informan utama dan 7 orang informan pelengkap. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sumber daya manusia, dana, sarana dan prasarana, petunjuk pelaksana, alat atau teknologi dan perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, pengawasan mempengaruhi hasil capaian ARV. Terdapat kendala pada dana pemeriksaan viral load dimana pemeriksaan tersebut gratis selama cartidgen nya masih tersedia oleh pemerintah dan jadwal pemeriksaan viral load ODHIV dengan puskesmas tidak sesuai sehingga masih banyak ODHIV yang belum melakukan pemeriksaan viral load. Diharapkan donor perlu memerhatikan lagi terkait dana penanggulangan HIV dan puskesmas memerhatikan lagi jadwal pemeriksaan viral load dengan ODHIV. Kata kunci: ARV, HIV/AIDS, LSL, ODHIV, viral load.

HIV is a global problem which is also a problem in Indonesia. The Ministry of Health of the Republic of Indonesia stated that one of the strategies implemented by the government of the Republic of Indonesia in dealing with HIV/AIDS is ARV treatment. In dealing with HIV cases, the key population, especially MSM, still dominates HIV/AIDS cases. This research aims to determine the description of the successful implementation of the ARV program among MSM at the X Jakarta Foundation. The research design used is a case study with a qualitative approach. Data collection was carried out through in-depth interviews with 10 informants, including 3 main informants and 7 additional informants. The research results show that human resources, funds, facilities and infrastructure, implementing instructions, tools or technology and planning, organizing, implementing, monitoring influence the results of ARV achievements. There are problems with funding for viral load testing, where the testing is free as long as the cartridges are still available by the government and the schedule for checking ODHIV's viral load with community health centers does not match, so there are still many ODHIV who have not had their viral load checked. It is hoped that donors will need to pay more attention to funding for HIV control and community health centers will pay more attention to the viral load check schedule with ODHIV. Key words: ARV, HIV/AIDS, MSM, ODHIV, viral load.
Read More
S-11492
Depok : FKM-UI, 2024
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nency Benedicta Romauli Situmorang; Pembimbing: Rina Artining Anggorodi; Penguji: Teng Soegilar, Paul F. Matulessy
S-4536
Depok : FKM-UI, 2006
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Novia Fatmawati Putri; Pembimbing: Milla Herdayati; Penguji: R. Sutiawan, Agus, Meiristia Qomariah
Abstrak:
HIV/AIDS masih menjadi masalah kesehatan global. Cakupan pengobatan ARV di Indonesia baru mencapai 70%, di bawah target UNAIDS 95%, sehingga berpotensi meningkatkan loss to follow up (LTFU). Papua Tengah memiliki angka LTFU tertinggi (67%) dan Kepulauan Bangka Belitung terendah (20%). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis determinan loss to follow up pengobatan ARV pada orang ODHIV di Provinsi Papua Tengah dan Kepulauan Bangka Belitung tahun 2025. Penelitian menggunakan desain cross-sectional. Analisis data dilakukan menggunakan regresi logistik multivariat dengan pelaporan adjusted odds ratio (AOR) dan interval kepercayaan 95%. Di Papua Tengah, LTFU berhubungan dengan usia > 30 tahun (AOR = 0,648; 95% CI: 0,523-0,803), tempat tinggal luar wilayah Papua Tengah (AOR = 0,357; 95% CI: 0,216-0,589), kelompok populasi kunci (AOR = 0,421; 95% CI: 0,261-0,679) dan inisiasi pengobatan ARV > 7 hari (AOR = 0,694; 95% CI: 0,564-0,854). Di Kepulauan Bangka Belitung, LTFU berhubungan dengan asal rujukan pada ODHIV datang sendiri (AOR = 0,687; 95% CI; 0,490-0,964), kelompok populasi kunci (AOR = 0,588; CI: 0,406-0,852) dan inisiasi pengobatann ARV > 7 hari (AOR = 0,687; CI: 0,488-0,969) dan terdapat interaksi antara jenis kelamin pada kelompok populasi (AOR = 3,621; 95% CI: 1,670-7,852; p = 0,001). Penelitian ini menunjukkan bahwa determinan LTFU pengobatan ARV bersifat kontekstual. Pada LTFU tinggi dipengaruhi oleh tempat tinggal di luar wilayah Papua Tengah, sedangkan LTFU rendah dipengaruhi oleh perempuan pada populasi umum.

HIV/AIDS remains a global health problem, including in Indonesia. ARV treatment is the only primary therapy to maintain the health of people living with HIV. However, ARV treatment coverage in Indonesia is still relatively low at 70%, lower than the UNAIDS target of 95%, potentially increasing the incidence of loss to follow-up (LTFU). Central Papua has the highest LTFU rate (67%), while the Bangka Belitung Islands have the lowest rate (20%) in Indonesia. This study aims to analyze the determinants of loss to follow-up on ARV treatment in people living with HIV in Central Papua Province and the Bangka Belitung Islands in 2025. The study used a cross-sectional design. Data analysis was performed using multivariate logistic regression with reporting adjusted odds ratios (AOR) and 95% confidence intervals. In Central Papua, high LTFU was significantly associated with age > 30 years (AOR = 0.648; 95% CI: 0.523-0.803), residence outside Central Papua (AOR = 0.357; 95% CI: 0.216-0.589), key population groups (AOR = 0.421; 95% CI: 0.261-0.679) and initiation of ARV treatment > 7 days (AOR = 0.694; 95% CI: 0.564-0.854). In the Bangka Belitung Islands, LTFU was associated with the origin of referral in PLHIV coming alone (AOR = 0.687; 95% CI; 0.490-0.964), key population groups (AOR = 0.588; CI: 0.406-0.852) and ARV treatment initiation > 7 days (AOR = 0.687; CI: 0.488-0.969) and there was an interaction between gender in population groups (AOR = 3.621; 95% CI: 1.670-7.852; p = 0.001). This study demonstrated that the determinants of long-term survival (LTFU) on ARV treatment are contextual. High LTFU was influenced by residence outside of Central Papua, while low LTFU was influenced by female status in the general population.
Read More
T-7682
Depok : FKM-UI, 2026
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ika Puspita Sari; Pembimbing: Toha Muhaimin; Penguji: Soedarto Ronoatmodjo, S.L. Rini
Abstrak: Seksualitas dan kesehatan reproduksi adalah isu yang dianggap tabu olehmasyarakat. Hal ini dapat membuat remaja terjerumus dalam perilaku seksual berisiko sehingga menempatkan remaja pada tantangan risiko terhadap berbagai masalah kesehatan reproduksi yang berdampak pada kelangsungan hidup remaja.Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran hubungan pola komunikasi orang tua dengan perilaku seksual berisiko pada remaja di SMATunas Harapan. Penelitian dilakukan dengan rancangan cross sectional.Pengumpulan data dilakukan pada bulan Januari tahun 2013 dengan responden sebanyak 115. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur.Hasil analisis menunjukkan ada hubungan antara pola komunikasi orangtua, pengetahuan, sikap, dan paparan media pornografi dengan perilaku seksualberisiko di SMA Tunas Harapan. Penelitian ini menyarankan perlu adanya penyuluhan kepada orang tua tentang kesehatan reproduksi pada remaja dan komunikasi terbuka dalam mencegah perilaku seksual berisiko pada remaja.
Kata kunci: pola komunikasi, perilaku seksual berisiko, dan remaja
Sexuality and reproduktive health is an issue that is rare to be talk andbecome a taboo issue in society. Psychologically adolescent have a high curiosityand wanted try soething new. Taboo sexuality and reproductive health issue aremakes adolescent want to create new experiment about sexsual behavior whichmay impact on on unwanted pregnancy, sexually teransmitted infections, hiv andaids and an many more. This research was the relationship and communicationparents with risky sexual behavior in SMA Tunas Harapan.This research has been conducted with cross-sectional design. Teh datawas colled in Januari 2013 with 115 respondents. Data collected by usingstructured questionnaire that has been tested and analyzed prior univariate andbivariate.The results of this study show the relationship communication parent withrisky sexual behavior in SMA Tunas Harapan. The results of this study showed onrelationship to communication parent, attitudes, knowledge and exposure topornography. This study recommends the need for educate parents aboutreproductive health in adolescents and open communication in preventing riskysexual behavior in adolescents.
Keywords: communication patterns, risky sexual behaviors, and adolescents
Read More
S-7580
Depok : FKM UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Widyaningsih; Pembimbing: Evi Martha; Penguji: Tri Krianto, Luknis Sabri, John Alubwaman, Prastowo Nugroho
Abstrak:
Angka tertinggi kejadian IMS pada LSL adalah di Jakarta, 32,2 % LSL, sementara perilaku pencegahan serta pengobatan IMS pada LSL masih tergolong rendah. Ini menunjukkan bahwa buruknya perilaku pencegahan IMS pada LSL. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perilaku pcnccgahan IMS pada LSL baik yang didampingi maupun belum didampingi oleh Yayasan “X” di Jakarta Pusat, tahun 2009. Penelitizm ini mcnggunakan pendekatan kualitatif dan pcngumpulan datan dengan wawancara mendalam dan observasi. Hasilnya ditemukan adanya perbedaan bahwa pengetahuan IMSnya baik, tapi pcrilaku penccgahan IMS masih rendah. LSL dampingan Iebih mudah untuk mengakses informasi dan pelayanan kesehatan. Dari penelitian ini disarankzm perlunya peningkatan penjangkauan LSL yang masih tertutup.

The highest rate of STI on MSM found in Jakarta, namely, 32.2% of MSM, while preventive and treatment behavior for STI on MSM is still at low rate. This research aims to discover the STI preventing action on MSM, both of those have been assisted or not assist yet "X" Foundation in Central Jakarta, 2009. This research utilizes qualitative approach while data collecting conducted through in-depth interview and observation. The result indicates that there is a difference between one's good awareness/knowledge on STI but the preventive behaviour still low. Assisted in MSM are found that easier to access information and health service. Based upon the finding, this research suggested to enhance the efforts to outreach other introvext MSM.
Read More
T-3097
Depok : FKM UI, 2009
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Siti Masyitoh; Pembimbing: Mieke Savitri; Penguji: Dadan Erwandi, Diyah Waryanti
Abstrak: Pendidikan seks adalah suatu pengetahuan yang kita ajarkan mengenai segala sesuatu yang berhubungan dengan jenis kelamin dan bermanfaat untuk menghilangkan pendapat-pendapat yang salah seputar seks serta membantu anak mempersiapkan perubahan-perubahan yang terjadi akibat pertumbuhannya. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui faktorfaktor yang berhubungan dengan perilaku pemberian pendidikan seks untuk anak oleh orang tua di Kelurahan Tengah Kecamatan Kramat Jati Jakarta Timur Tahun 2015 dengan metode cross sectional.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan, pengetahuan, sikap, keterpaparan informasi, dan peran orang tua memiliki hubungan yang signifikan dengan perilaku pemberian pendidikan seks untuk anak. Peran orang tua merupakan faktor yang paling berhubungan dengan perilaku pemberian pendidikan seks untuk anak (OR = 6,3).

Kata Kunci: Pendidikan, pendidikan seks, pendidikan seks anak
Read More
S-8757
Depok : FKM UI, 2015
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sonda Nur Assyaidah; Pembimbing: Pandu Riono; Penguji: Toha Mohaimin, Ahmad Syafiq, Nurhalina Afriana, Ovi Norfiana
Abstrak: Industri jasa layanan seks ada di Indonesia dan dikenal sebagai sumber penularan HIV dan IMS. Upaya pencegahan penularan HIV salah satunya melalui tes HIV. Tes HIV dapat memperluas layanan HIV yang meliputi perawatan, dukungan, dan pengobatan pada waktu yang tepat. Akan tetapi, masih banyak WPS yang belum bersedia memanfaatkan pelayanan tes HIV padahal tes ini sudah disediakan gratis begitu pula dengan pengobatannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan komprehensif HIV/AIDS dan persepsi berisiko terkena HIV terhadap pemanfaatan layanan tes HIV pada WPS baik WPSL maupun WPSTL di DKI Jakarta. Penelitian ini merupakan penelitian mix method (kuantitatif dan kualitatif) dengan desain Sequential Explanatory. Sampel pada penelitian ini adalah WPS berjumlah 447 orang dan 12 informan. Terdapat variasi pengaruh pengetahuan dan persepsi terhadap pemanfaatan layanan tes. Pengetahuan komprehensif mempunyai faktor proteksi 0,50 kali untuk memanfaatkan layanan tes HIV. Artinya, WPS yang tidak memiliki pengetahuan komprehensif lebih berpeluang untuk melakukan pemanfaatan layanan tes HIV, dibandingkan dengan WPS yang memiliki pengetahuan komprehenshif. Sedangkan persepsi berisiko terkena HIV mempunyai faktor proteksi 0,48 kali untuk melakukan pemanfaatan layanan tes HIV. Artinya, WPS yang tidak memiliki persepsi berisiko terkena HIV lebih berpeluang untuk melakukan pemanfaatan layanan tes HIV, dibandingkan dengan WPS yang memiliki persepsi berisiko terkena HIV.
Kata kunci : Pemanfaatan Layanan, Tes HIV, Wanita Pekerja Seks

Sex services industry is in Indonesia and known as a source of HIV and STI transmission.Prevention of HIV transmission one of them is HIV testing. HIV testing can expand HIV services that include care, support, and treatment in a timely manner. However, there are still many FSWs who are not willing to take advantage of HIV testing services, whereas this test has been provided free of charge as well as the treatment. This study aims to determine relationship between comprehensive knowledge of HIV/AIDS and risk perceptions of HIV to the use HIV testing services in WPS both WPSL and WPSTL in DKI Jakarta. This research is mix method (quantitative and qualitative) with Sequential Explanatory design. Samples in this study were WPS amounted to 447 people and 12 informants. There are variations in the influence of knowledge and perceptions on the utilization of test services. Comprehensive knowledge of HIV/AIDS has a protection factor of 0.50 times to take advantage of HIV testing services. That is, WPS who do not have comprehensive knowledge of HIV/AIDS more likely to make use of HIV testing services, compared with WPS with comprehensive knowledge of HIV/AIDS. While risk perceptions of HIV have a protection factor of 0.48 times to make use of HIV testing services. That is, WPS who do not have perceptions at risk of HIV are more likely to utilize HIV testing services, compared to female sex workers who have a risk perception of HIV.
Keywords: Service Utilization, HIV Test, Female Sex Worker
Read More
T-5423
Depok : FKM UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dini Dachlia; Pembimbing: Toha Muhaimin
T-797
Depok : FKM UI, 2000
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive